Waspadai Penyebab Migrain Yg Bisa Jadi Tanda Bahaya

Waspadai Penyebab Migrain Yg Bisa Jadi Tanda Bahaya

Migrain adalah masalah yg sangat umum dialami oleh banyak orang. Ada banyak alasan dan penyebab seseorang bisa terkena migrain. Namun pada kondisi tertentu, migrain bisa bersifat tiba- tiba (akut) dan bahkan persisten (kronik). Bila hal ini terjadi maka bisa jadi ini adalah suatu pertanda masalah kesehatan serius.

Karena itu bila Anda mengalami migrain terus menerus maka sebaiknya Anda mulai mewaspadai masalah- masalah kesehatan yg bisa menghampiri Anda. Berikut adalah bebrapa kemungkinan terparah yg bisa menyebabkan migrain.

Depresi

Faktanya ada hubungan yg cukup erat antara migrain dan penyakit psikologis, seperti depresi. Hubungan antara migrain dan depresi ibaratnya sama dengan pertanyaan mana yg lebih dulu telur dan ayam. Dengan kata lain, seseorang bisa mengalami migrain karena depresi atau depresi karena terus menerus mengalami migrain.

Biasanya orang dengan penyakit psikiatrik sering mengalami migrain. Di samping itu saat seseroang mengalmai migrain, maka kualitas hidupnya juga akan menurun dan hal ini juga bisa memicu terjadinya depresi pada seseorang. Berdasarkan hasil survei, wanita di usia pertengahan 40 tahun biasanya akan lebih mudah mengalami depresi saat mereka terserang migrain.

Penyakit Kardiovaskular

Taukah Anda, bahwa hampir sepertiga orang dengan keluhan migrain juga mengalami “aura” yan ditandai dengan gangguan visual seperti kelebatan cahaya dan kehilangan penglihatan untuk sementara waktu. Beberapa penelitian tentang migrain menunjukkan bahwa orang yg menderita migrain dengan aura juga cenderung memiliki resiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Para peneliti mengemukakan bahwa pelepasan kimia pro inflamasi yg terjadi selama migrain dapat merusak dinding pembuluh darah yg bisa menyebabkannya terblok. Hal ini kemudian bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung pada seseorang.

Obesitas

Dalam beberapa kasus disebutkan bahwa orang yg mengalami migrain biasanya menderita obesitas. Bahkan migrain juga bisa menjadi makin sering dengan terjadinya penambahan berat badan pada seseorang. Diperkirakan bahwa pemicu dari hal ini adalah peradangan atau inflamasi yg menyebabkan kondisi obesitas dan migrain tersebut.

Epilepsi

Sama seperti halnya dengan migrain, epilepsi juga dicirikan dengan gangguan otak. Faktanya tak semua serangan epilepsi selalu berbentuk migrain dan migrain juga belum tentu adalah pertanda dari epilepsi. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tiga orang atau lebih di anggota keluarga mereka yg mengalami epilepsi dengan gejala gangguan yg sama, dua kali lipat untuk mengalami migrain dengan aura.

 

Memang, migrain tak selalu berbahya dan biasa terjadi lantaran hal-hal sepele yg terjadi dalam aktivitas kita sehari-hari. Beberapa wanita yg mendekati masa datang bulan mereka, biasanya akan mengeluhkan migrain. Saat mata terlalu lelah, kadang Anda juga bisa merasakan migrain. Dengan kata lain, migrain tak jauh berbeda dengan sakit kepala biasa, yg bisa menyerang seseorang dengan mudah. Namun sebaiknya bila Anda mengalaminya terus menerus sehingga membuat kualitas hidup jadi menurun, segera periksakan diri Anda pada dokter untuk mengetahui alasan dibalik migrain tersebut.