Waspadai Penyakit Ascariasis Karena Cacing Gelang

Ascariasis mungkin tidak terlalu familiar di kalangan banyak orang. Dibandingkan ascariasis orang lebih mengenal penyakit cacingan. Ascariasis ini disebabkan karena adanya cacing gelang yang menjadi parasit karena hidup di tubuh mausia dan berkembang biak disana. Ascariasis menjadi salah satu penyakit cacingan yang sering di derita banyak orang. Penderitanya umumnya adalah anak-anak yang berada di daerah tropis maupun subtropis, terutama di lingkungan yang kurang menjaga kebersihan.

Ascariasis

Penyebab Ascariasis

Ascariasis tidak bisa menular dengan mudah dari manusia ke manusia. Diperlukan kontak langsung dengan tanah yang sebelumnya sudah terkontaminasi karena fases yang mengandung telur cacing. Itulah sebabnya penderita paling banyak adalah anak-anak. Karena anak-anak suka bermain dengan tanah dan tanpa sadar memasukkannya ke dalam mulut atau pun menyentuh makanan sebelum mencuci tangan seusai bermain. Selain itu, buah-buahan dan sayuran yang ditanam di tanah yang telah terkontaminasi dengan telur cacing juga perlu diwaspadai. Buah dan sayur harus selalu dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Faktor Risiko Ascariasis

Inilah beberapa faktor yang bisa mempertinggi risiko terkena ascariasis:

Usia

Penderita ascariasis umumnya adalah anak-anak berusia 10 tahun ke bawah. Di masa itu anak-anak lebih suka bermain dengan tanah sehingga rentan terinfeksi. Sebenarnya bermain dan berkotor-kotor adalah hal yang wajar dilakukan anak-anak, tapi agar terhindar dari telur cacing tetap perlu diawasi. Pastikan mereka untuk segera membersihkan diri setelah bermain.

Iklim Hangat

Penyebaran ascariasis lebih banyak terjadi di daerah yang beriklim hangat. Telur cacing lebih mudah dijumpai di tanah daerah tropis seperti Indonesia.

Sanitasi yang Buruk

Sanitasi yang buruk meningkatkan risiko terkena ascariasis. Negara berkembang menjadi tempat yang lebih tinggi ditemukannya telur cacing gelang pada kawasannya dan banyak penderita ascariasis. Pola pikir masyarakat mempengaruhi penyebaran dari cacing gelang. Ketika warga masih belum dapat tertib untuk melakukan kegiatan BAB di tempat pembuangan yang layak, maka fases yang mengandung telur cacing dan bercampur dengan tanah bisa dengan mudah ditularkan pada manusia.

 Gejala Ascariasis

Ascariasis umumnya tidak menunjukkan gejala karena jumlah cacing gelang yang hanya sedikit di dalam tubuh penderita. Namun, jika cacing gelang telah berjumlah ratusan barulah ascariasis akan menampakkan gejala dan dapat menimbulkan penyakit komplikasi di tubuh. Berikut ini bagian-bagian tubuh yang dapat terserang oleh cacing gelang:

Ascariasis Pada Paru-Paru

Ketika telah tertelan, telur cacing gelang akan menetas di dalam usus kecil, kemudian melalui aliran darah larva akan bermigrasi ke organ paru-paru. Apabila hal ini terjadi, penderita akan merasakan gejala, seperti: sesak napas, batuk yang terus-menerus, dan lain-lain. Setelah lebih dari satu minggu, sebagian larva tersebut dapat berpindah menuju tenggorokan.

Ascariasis Pada Usus

Umumnya cacing gelang akan hidup di usus dan berkembang biak disana. Ketika cacing gelang sudah terlalu banyak, penderita juga bisa merasakan gejala, seperti: nyeri pada perut, mual, muntah, penurunan berat badan, mudah lelah, terdapat cacing pada fases, diare, dan lain-lain. Cacing gelang dapat hidup selama 1-2 tahun di dalam perut dan akan terus berkembang biak selama tidak diobati.

Demikianlah penjelasan mengenai ascariasis yang perlu diwaspadai penyebarannya. Jangan lupa ya untuk selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan kehigienisan makanan. Selalu pastikan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh makanan untuk menghindari ascarisasis. Untuk anak-anak yang terbiasa bermain dengan tanah, pencegahan perlu dilakukan dengan minum obat cacing setiap 6 bulan sekali. Semoga informasi ini bermanfaat.