Waspadai Intimidasi Sosial Media Pada Anak

Waspadai Intimidasi Sosial Media Pada Anak

Teknologi memang membawa begitu banyak manfaat untuk kehidupan kita. Namun di samping manfaatnya yg memberikan begitu banyak kemudahan, kecanggihan teknlogi juga bisa sangat berbahaya bagi keamanan fisik dan emosional anak- anak.

Dengan bebasnya anak menggunakan aplikasi sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook, Snapchat dan lainnya, tindakan cyber bullying dan sextin menjadi makin populer. Bahkan hal ini dianggap sebagai hal yg biasa dan lumrah.

Karena itu sudah sepatutnya para orang tua lebih waspada pada bahaya fenomena baru ini. Memang, memberi privasi pada anak adalah hal yg dianjurkan, akan tetapi tak ada salahnya bila sesekali Anda memberiksa sosial medianya agar hal- hal yg berbahaya tak menghampirinya. Berikut adalah empat pesan teks yg harus diwaspadai oleh orang tua dan anak perempuan.

“Kalau kamu tak melakukannya, maka aku akan…”

Sadarkah Anda bahwa pemerasan secara online sudah jadi hal yg terlalu umum? Dengan mudahnya seseorang bisa mengancam orang lain dengan berbagai hal lewat internet. Mulai dari ancaman akan memposting foto atau membeberkan rahasia. Sayangnya, banyak anak perempuan yg dengan mudah menyerah pada ancaman seperti itu.

Karena itu hal yg paling bijaksana yg bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkan para anak perempuan mereka untuk bertindak dengan penuh kasih dan harga diri. Ajarkan mereka untuk bijaksana dalam memilah apa yg akan mereka bagikan di internet. Tekankan pada mereka untuk tak membagikan sesuatu yg tak ingin dilihat orang lain. Baik gambar, bahkan walau hanya sekedar status yg berisi curhatan yg akan mereka sesali di kemudian hari.

“Send Me Nudes”

Mungkin Anda tidak sadar, kalimat singkat ini dengan mudah meluncur baik dari pacar, teman sekelas hingga orang asing yg dikenal oleh anak Anda. Kebanyakan anak perempuan nyatanya menyadari bahwa mengirim foto dengan konten eksplisit adalah hal yg tak pantas untuk dilakukan. Akan tetapi sayangnya mereka menyerah dan melakukan hal tersebut lantaran berada di bawah tekanan.

Karena itu pastikan putri Anda tau bahwa ia tak seharusnya mengirimkan sesuatu yg tak ia inginkan. Di samping itu, bila ia mendapatkan kiriman gambar serupa tanpa diminta, ajarilah ia untuk tidak menanggapinya dan mengabaikan orang yg mengirimkannya.

“Ayo bertemu di tempat pribadi.”

Pesan ini bisa sangat berbahaya, terutama bila anak perempuan Anda dan juga Anda tidak mengenal dekat si pengirim pesan. Memang dalam beberapa kasus, tak ada masalah dengan pesan seperti ini. Walau begitu, akan jauh lebih baik bila Anda memastikan putri Anda berada di sisi yg aman daripada menantang situasi yg berbahaya.

Bila Anda tau anak Anda berpacaran, beritahu ia bahwa jenis teks ini tidak wajar dan mungkin akan membawanya dalam situasi yg tak nyaman bahkan berbahaya. Tekankan padanya utnuk bertemu dengan teman prianya di tempat umum, terutama bila mereka baru berkenalan dan dekat.

“Balas dendam pornografi”

Belakangan balas dendam pornografi telah jadi tren yg meningkat. Banyak orang yg memposting fofo eksplisit mantan kekasih mereka, mantan teman atau bahkan kenalan mereka, tanpa sepengetahuan subjek yg berada dalam foto. Bahkan ada situs pornografi yg benar- benar didedikasikan untuk tren yg sangat mengerikan ini.

 

Memang ada begitu banyak bahaya yg mengancam anak lewat gadgetnya. Namun bukan berarti orang tua harus langsung menghentikan semua hal yg berhubungan dengan teknologi demi menjaga keselamatan anak mereka. Sebaiknya beritakan batasan yg jelas pada anak, dan jelaskan pada mereka alasan Anda memberikan batasan dan aturan- aturan.

Dengan begitu anak akan bisa memahami maksud baik dari peraturan yg Anda terapkan tanpa merasa dirinya dikekang. Tak ada salahnya membiarkan anak berhubungan dengan teman dan rekannya lewat sosial media. Namun pastikan bahwa Anda memberikan pemahaman pada anak mengenai apa yg boleh dan tidak boleh mereka lakukan dengan gadget mereka.