Terlalu Sering Memuji Anak Pintar Bisa Jadi Boomerang

Terlalu Sering Memuji Anak Pintar Bisa Jadi Boomerang

Memberikan pujian pada anak sama sekali tidak salah. Bahkan seharusnya orang tua memang memberikan pujian pada buah hati mereka sesekali sebagai bentuk apresiasi bila anak- anak melakukan sesuatu yg baik.

Setiap orang tua pasti merasa bersyukur atas anak- anak mereka. Entah kepintarannya, kepeduliannya, kecantikannya, ketampanannnya hingga keramahannya. Seperti yg sudah disebutkan di atas, tak ada salahnya memuji anak. Akan tetapi sebaiknya jangan berlebihan memuji kepintaran buah hati Anda. Walau hanya sebuah pujian, Anda tetap harus bersikap bijaksana dan mempertimbangkan semua efek dari pujian tersebut baik negatif atau pun positif.

Para pakar psikologi menyebutkan bahwa saat orang tua terlalu sering memuji anak- anak mereka atas kecerdasan dan kepintaran yg mereka miliki, justru akan membuat sang anak jadi gampang menyerah pada kesulitan. Selain itu mereka juga menyebut bahwa anak- anak yg terlalu sering mendapatkan pujian atas kecerdasan dan kepintaran mereka juga cenderung ingin mencontek.

Sebenaranya wajar saja bila orang tua ingin menunjukkan pada sang anak seberapa pintar dan hebat mereka. Akan tetapi hasil penelitian yg dilakukan oleh para pakar psikologi menunjukkan bahwa ada efek samping dari pemberian motivasi dan pujian tersebut secara berlebihan.

Saat anak terlalu sering dipuji atas kepintarannya maka ia memiliki kecenderungan akan mencontek. Alasannya sederhana, ia ingin tampil baik dan tak peduli bagaimana caranya. Para ahli ini juga mengatakan bahwa memuji kecerdasan anak sebenarnya memiliki lebih banyak efek negatif ketimbang efek positif. Salah satunya adalah anak memiliki rasa takut akan kehilangan status pintar dan cerdasnya tersebut.

Biasakan Memuji Kepintaran Anak Secara Spesifik

Selain itu saat orang tua atau guru menyebut seorang anak pintar, dan hal ini dilakukan terlalu sering, maka tingkat kecerdasan anak akan cenderung menjadi stagnan dan pada akhirnya mereka pun gampang kecewa saat menghadapi kegagalan. Itu bisa berarti mereka tak mau menghadapi tantangan atau takut bila tak lagi dianggap pintar karena gagal atas sesuatu.

Semua orang tua tentu ingin mendorong anak untuk terus maju. Akan tetapi orang tua perlu bijak dalam memuji anak- anak mereka. Dari pada Anda memberikan pujian dengan kata umum seperti “pintar, jenius, cerdas” sebaiknya berikan pujian pada perilaku anak secara lebih spesifik.

Memberikan pujian dengan cara ini tak akan membuat anak besar kepala. Selain itu cara ini juga membantu Anda menekankan papda anak bahwa proses lebih penting ketimbang hasil.

Dengan begitu, anak tak akan takut pada kegagalan. Selain itu ia juga tak akan memiliki keinginan untuk berbuat curang demi mempertahankan statusnya sebagai anak pintar dan cerdas. Anak juga akan lebih menghargai proses atas keberhasilan mereka dan tak melulu fokus pada kesuksesan itu sendiri.