Malaga

Malaga Club de Futbol (CF) atau yang akrab disapa Malaga adalah klub yang berbasis di kota Malaga dan bermain di La Liga, Spanyol. Klub berjuluk boquerones (anchovies) dan albicelestes (the white and sky blue) ini didirikan 113 tahun yang lalu, yakni tahun 1904. Abdullah bin Nasser Al Thani, investor asal Qatar, adalah pemilik sekaligus wakil presiden klub. Untuk urausan taktik di lapangan, Malaga diarsiteki oleh Michael.

Malaga sudah menjalani 37 musim di La Liga, 34 musim di Segunda Division, 4 musim di Segunda Division B, dan sebelas musim di Tercera Division. Di level Eropa, Malaga pernah menjuarai UEFA Intertoto Cup tahun 2002 dan sampai di babak perempat final UEFA Cup serta menjalani kualifikasi UEFA Champions League 2012/2013.

Malaga bermarkas di La Rosaleda Stadium. Stadion ini mampu menampung hingga kurang lebih 30.044 penonton. Pernah direnovasi di tahun 1982, 2000, dan 2010, Stadion La Rosaleda dibuka tanggal 15 September 1941. Banyak pemain top dunia yang sekarang bermain di klub-klub besar Eropa dulunya meniti karir di Malaga. Nacho Monreal, Isco, Joaquin, Santi Cazorla, Roque Santa Cruz, Ruud van Nistelroy, Julio Baptista, Ariel Zarate, Martin Demichelis, Willy Caballero merupakan beberapa di antaranya. Selain itu, Malaga juga pernah merasakan dilatih oleh juru taktik tersohor dunia seperti Manuel Pellegrini dan Otto Bumbel.

pemain-malaga

Skuad Malaga

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Carlos Kameni 19 FW Sandro
2 DF Bakary Kone 20 MF Keko
4 DF Mikel Villanueva 21 MF Jony
6 MF Ignacio Camacho 23 DF Miguel Torres
8 FW Michael Santos 24 DF Luis Hernandez
10 MF Juanpi 26 FW Youssef En-Nesyri
11 MF Chory Castro 27 GK Aaron Escandell
14 MF Recio 29 DF Luis Munoz
15 DF Federico Ricca 31 MF Pabio Fornals
18 DF Roberto Rosales 39 MF Javi Ontiveros

Sejarah Malaga

Malaga sejarahnya bisa dirunut hingga tahun 1904 sebagai pembentukan Malaga Foot-Ball Club. Kelompok tersebut tak lebih dari sekelompok masyarakat yang  mempromosikan sepak bola yang mana, pada masa itu, sepak bola adalah olah raga baru di Malaga. Klub ini mempunyai rival, sebuah tim kecil yang dibentuk oleh orang asing yang datang di pelabuhan dengan perahu. Lalu, tahun 1907, peran untuk memomulerkan sepak bola diambil penuh oleh Malaga FC. Tahun 1912, datang pendatang baru yang kemudian menjadi rival besar Malaga. Klub itu adalah FC Malagueno. Klub ini merupakan gabungan antara klub-klub kecil seperti Malaga Racing. Lalu di tahun 1927, Malaga berubah nama menjadi Real Malaga FC setelah mendapat gelar kehormatan atau royal patronage dari Raja Alfonso XIII. Pada musim 1929/1930, Real Malaga FC dan FC Malagueno menjadi salah dua pendiri Tercera Division. Akhir tahun 1930, Real Malaga diformasikan ulang menjadi Malaga Sports Club (SC).

Tahun 1933, Malaga SC dan FC Malagueno merger menjadi Club Deportivo Malacitano meski sebetulnya, merger ini bukanlah merger sepenuhnya. Hal ini dilakukan mengingat FC Malagueno memiliki ketahanan finansial dan skuad yang lebih baik. tahun 1934, SC Malaga menjalani debut di Segunda Division saat divisi ini memperbanyak klub peserta dari sepuluh menjadi dua puluh empat. Setelah menjalani beberapa musim di Segunda Division juga dampak dari perang saudara Spanyol, tahun 1941, SC Malaga berganti nama mendari Club Deportivo Malaga dan mulai bermarkas di kandang baru mereka, La Rosaleda.

Tahun 1949 untuk pertama kalinya, di bawah kepemilikan Miguel Navarro Nogueroles dan kepelatihan pelatih Luis Urquiri, Malaga promosi ke La Liga setelah sebelumnya menjalani kompetisi di Segunda Division. Di masa itu, striker Pedro Bazan yang sempat mencetak Sembilan gol dalam satu pertandingan melawan Hercules CF menjadi Top Scorer dan menjadi salah satu pemain terpenting Malaga. Pada debutnya di La Liga, Malaga mampu bertahan hingga du musim berturut-turut. Hal ini tak lepas dari peran seluruh pemain, terutama Ricardo Zamora sebagai pelatih. Barulah di musim 1950/1951, Malaga terdegradasi ke Segunda Division dan ini menjadi degradasi pertama klub.

Musim 1969/1970 adalah musim awal di mana Malaga bertahan hingga lima tahun ke depan berlaga di kasta teratas sepak bola Spanyol ini. Periode tersebut, Malaga dilatih oleh Jeno Kalmar. Nama Miguel Ramos Vargas “Migueli”, Sebastian Viberti, Juan Antonio Deusto, dan Jose Diaz Macias mulai mencuat berkat penampilan gemilangnya bersama tim. Bahkan, mereka mampu membawa klub finis di posisi tujuh, posisi terbaik hingga saat itu yang pernah diraih klub, dalam dua musim, 1971/1972 dan 1973/1974. Saat itu juga Deusto, palang pintu terakhir Malaga, merengkuh gelar pribadi, Ricardo Zamora Trophy di 1971/1972. Di akhir musim itu juga, Malaga mencetak kenangan manis ketika mereka mampu menaklukan Barcelona di Camp Nou. Tahun 1973, klub membuat official anthem atau lagu resmi klub berjudul Malaga La Bombonera dan menjadi official anthem Malaga hingga hari ini. Di balik catatan manis ini, ada sebuah tragedi yang terjadi menimpa tim. Kala itu, sang presiden klub, Antonio Rodriguez Lopez dibunuh secara tragis oleh mafia tahun 1971. Posisinya kemudian digantikan oleh Rafael Serrano Carvajal. Banyak pihak menyebut bahwa periode ini adalah periode emas Malaga. Sayangnya, polemik perpindahan Viberti, salah satu pemain berpengaruh di tubuh tim,  di akhir musim 1973/1974 ernyata cukup membawa dampak buruk bagi tim. Malaga akhirnya mengakhiri musim 1974/1975 dengan degradasi.

25 Mei 1948, Malaga mengambil alih tim junior, CD Santo Tomas, dengan tujuan untuk membuat tim cadangan atau reserve club. Tim tersebut kemudian diberi nama Club Atletico Malagueno, mengingatkan kembali nama klub yang dulu menjadi bagian merger tim utama Malaga sekarang. Selama musim 1959/1960, CA Malagueno (tim cadangan) dan CD Malaga berada di level yang sama, level atau divisi tiga. Namun, secara peraturan itu tidak dibenarkan ketika tim uttama dan tim cadangan berada pada satu level. Maka, untuk menghindari itu, klub memutuskan untuk memisahkan kedua klub dengan menjadikan CA Malaga sebagai klub independen dengan lisensi Royal Spanish Football Federation. Tahun 1992, ketika CD Malaga tak mampu keluar dari masalah finansial, CA Malagueno menjadi pilihan utama klub untuk terus berkiprah. Musim 1992/1993, kdua klub ini bermain di Tercera Division Group 9. Lalu, setelah sukses menjalani divisi tersebut dan berada di papan atas, klub naik ke Segunda Division B. bagaimanapu, klub kembali terdegradasi di musim berikutnya yang salah satunya disebabkan oleh masalah finansial. 19 Desember 1993, dengan sebuah referendum, anggota klub melakukan voting untuk mengganti nama klub dan pada tanggal 29 Juni 1994, CA Malagueno (yang sebelumnya diproyeksikan menjadi tim cadangan) diganti namanya menjadi Malaga Club de Futbol S.A.D. yang tak lain adalah Malaga yang kita kenal sekarang.

Di awal tahun 2000-an, Malaga menjadi salah satu klub yang kaya akan pemain muda dengan akademinya dan pemain-pemain dengan top quality serta dengan pengembangan dan modernisasi stadion. Meski kala itu, Malaga tak kunjung mengunci tempat di kompetisi para penguasa liga-liga top Eropa, UEFA Champions League. Tahun 2002, Malaga tampil di UEFA Intertoto Cup dan sukses menjuarainya setelah menaklukan Gent, Willem II, dan Villarreal. Dengan demikian, Malaga pun berhak tampil di UEFA Cup yang kemudian gugur di babak perempat final setelah ditekuk Boavista. Periode ini terjadi ketika Malaga ditangani oleh Joaquin  Peiro. Lantas, setelah Piero pensiun, pemain mulai banyak yang meninggalkan klub. Dario Silva, Kiki Musampa, Dely Valdes, dan Pedro Contreras hijrah ke lain klub. Posisi Peiro digantikan Juande Ramos.

Tahun 2010, setelah klub dilanda krisis finansial yang tak kunjung berakhir, seorang investor Qatar datang bak penyelamat. Tanggal 11 Juni 2010, melalui negosiasi yang panjang, Sheikh Abdullah bin Nasser Al Thani datang menjadi pemilik klub dan menjadi ditetapkan presiden klub pada 28 Juli buah dari pertemuan anggota klub. Rezim Abdullah bin Nasser Al Thani memulai dengan menunjuk Jesualdo Ferreira sebagai manajer klub dan Moayad Shatat sebagai wakil presiden pada 28 Juni 2010. Salomon Rondon dan Eliseu didatangkan ke La Rosaleda Stadium. Namun, langkah awal ini tak berjalan mulus. Jesualdo dipecat pada bulan November sebab tak kunjung meningkatkan performa klub. Manuel Pellegrini pun didapuk sebagai pelatih. Di tangan Pellegrini, sejumlah pemain dihapus dari skuad dan ditangkanlah pemain anyar seperti pemain bertahan yang namanya terus menanjak hingga sekarang, Martin Demichelis dan pemain tengah lincah, Julio Baptista. Rekor klub pun tertoreh ketika Malaga meraih lima kemengan beruntun di La Liga, menahan imbang Athletic Bilbao di San Mames awal Januari 2011 yang mampu menjaga momentum kebangkita klub hingga di akhir musim 2010/2011, Malaga finis di posisi 11 tabel klasemen.

Malaga mempersiapkan musim 2011/2012 dengan maksimal. Nike ditunjuk sebagai perusahaan apparel pemasok kelengkapan Kit klub. Malaga juga menjalin kesepakatan dengan UNESCO yang juga menjadi sponsor utama klub. Kesepakatan terbesar lainnya yang dicatat saat itu adalah dengan mendapatkan tandatangan Ruud van Nistelrooy, gelandang Francis, Jeremy Toulan, dan pembelian termahal klub, Santi Cazorla yang diboyong dari Villarreal dengan harga 21 juta Euro. Tak kalah besarnya, Malaga juga mendatangkan mantan punggawa timnas Spanyol, Joaquin dan bek kiri Nacho Monreal. Mereka semua lantas menjadi kunci kegemilangan Malaga. Terbukti, di akhir musim 2011/2012, Malaga mampu finis di posisi keempat dan secara otomatis mengunci slot untuk tampil UEFA Champions League. Hari ini, kita bisa lihat sendiri bagaimana Malaga menjadi salah satu klub kompetitif Spanyol.

Staf Manajerial Malaga

Posisi Nama
Manajer Michel
Asisten Manajer Sergio Pellicer
Exsekutif Wakil Presiden Nasser Al Thani
General manager Sergio Mariconazo Lopez
Direktur Olah Raga David Narvaez Ferre
Pelatih Fitnes Juan Solla
Pelatih Fisik Manu Gestoso
Enrique Ruiz
Pelatih Kiper Mike Lopez Vidal
Technical Assistant Luis Martinez
Youth Advisor Manel Casanova Capdevila

Stadion La Rosaleda

la-rosaleda-stadium

Malaga bermarkas di Stadion La Rosaleda yang mampu menampung penonton hingga sekitar 30.044 orang. La Rosaleda dalam bahasa Inggris berarti The Rose Garden. Stadion ini terletak tentu di Kota Malaga. Estadio La Rosaleda dibuka pada 15 September 1941 dan mendapat renovasi di tahun 1982, 2000, dan 2010. Enrique Atencia dan Fernando Guerrero Strachan adalah dua arsitek di balik pembangunan stadion yang dimiliki oleh Municipality of Malaga ini.

Meskipun pertandingan pertama yang dihelat di Stadion La Rosaleda berlangsung pada tanggal 3 April 1941, laga inagurasi yang dilangsungkan di stadion ini terjadi lebih awal, yakni saat Malacitano (nama tua Malaga) menjamu Ferroviaria. Sebagai stadion yang tergolong besar dan layak menghelat berbagai pertandingan di berbagai level, Stadion La Rosaleda telah melangsungkan banyak pertandingan lokal, nasional maupun internasional. Tahun 1982, stadion ini menjadi salah satu dari tujuh belas stadion yang dipilih menjadi venue untuk menggelar pertandingan Piala Dunia 1982 di mana saat itu, La Rosaleda Stadium melangsungkan tiga pertandingan. Selain itu, stadion ini juga telah menjadi saksi bisu Tim Nasional Spanyol dalam melakoni tujuh laga internasionalnya.

Prestasi Malaga

Kompetisi Tahun
Segunda Division 1951/1952, 1966/1967, 1987/1988, 1998/1999
Copa Presidente FEF 1940
Copa Federacion de Espana 1947
UEFA Intertoto Cup 2002
Trofeo Costa del Sol 1963, 1971, 1974, 2005, 2008, 2010, 2011, 2012, 2015, 2016
Schalke 04 Cup 2014
Copa EuroAmericana 2015

Notable Players Malaga

Willy Caballero Roque Santa Cruz Nacho Monreal
Raul Castronovo Sebastian Fleitas Francisco Rufete
Martin Demichelis Agostinho Salva Ballesta
Sebastian Viberti Eliseu Sandro
Ariel Zarate Catanha Fernando Sanz
Julio baptista Santi Cazorla Vicente Valcarce
John Lauridsen Esteban Vigo Manuel Velazquez
Jeremy Toulalan Jesus Gamez Gonzalo de los Santos
Kiki Musampa Joaquin Dario Silva
Ruud van Nistelrooy Juanito Marcelo Romero
Julio Dely Valdes Isco Salomon Rondo