Kenapa Stress Justru Melanda Pasca Berlibur

Kenapa Stress Justru Melanda Pasca Berlibur

Biasanya liburan dan berpelesir dianggap sebagai salah satu cara untuk melepaskan stress dan kepenatan dari aktivitas sehari- hari yg menjemukan. Namun sayangnya ada banyak orang yg justru mengeluhkan bahwa mereka justru merasa stress setelah pulang berliburan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bukankah seharusnya efek dari liburan justru membuat stress makin reda?

Ternyata ada banyak hal yg mengeluhkan stress pasca menjalani liburan. Hal ini juga kerap disebut dengan post vacation blues. Faktanya, post vacation blues ini cukup normal dialami oleh seseorang pasca mengalami kegembiraaan liburan.

Rasa stress ini terjadi lantaran seseorang menghadapi kenyataan bahwa mereka sudah kembali ke dunia nyata di mana setumpuk pekerjaan sudah menunggu mereka saat liburan usai. Keadaan ini bisa menyebabkan sensasi kecemasan bahkan hingga kesedihan yg bisa mengurangi manfaat liburan yg sudah kita dapatkan sebelumnya.

Salah satu pemicu stress ini biasanya adalah sangat jarangnya frekuensi berlibur yg dijalani seseoran ghingga meraka tak memiliki strategi yg baik untuk kembail menyesuaikan diri dengan rutinitas setelah melancong selama beberapa waktu.

Nah, ternyata masalah ini juga bisa berbuntut panjang. Efek tidak nyaman yg mereka rasakan setelah liburan terkadang bisa membuat seseorang jadi malas untuk mengambil cuti dan berlibur di masa mendatang. Padahal sebenarnya masalahnya tidak terletak pada liburannya, akan tetapi pada bagaimana seseorang menghadapinya.

Saat Anda melakukan liburan dengan benar, maka berlibur bisa mengurangi stress secara signifikan dan bisa meremajakan kembali tubuh dan pikiran Anda serta mengisi ulang baterai emosional saat kembali pada aktivitas pekerjaan yg biasa Anda lakukan.

Kunci dari liburan yg sukses adalah membuat rencana liburan yg santai dan transisi halus sebagai persiapan untuk kembali bekerja pasca liburan. Sukses atau tidaknya liburan Anda sangat tergantung pada apa yg Anda lakukan sebelum berangkat berlibur, saat liburan dan setelah pulang kembali ke rumah.

Sebaiknya sebelum Anda mengambil cuti yg agak panjang untuk berlibur, usahakan untuk menyelesaikan tugas- tugas yg perlu upaya lebih. Misalnya saja menyelesaikan proposal, merespon email penting dan menyusun janji- janji pertemuan.

Merencanakan Liburan Dengan Matang Membuat Anda Bisa Mendapatkan Manfaat Optimal Berlibur

Hal yg juga tak kalah pentingnya adalah memberitau atas Anda mengenai rencana Anda, kolega dan juga klien, bahwa Anda akan cuti selama beberapa waktu.  Kita saat ini hidup di era di mana seseorang bisa dihubungi selama 24 jam. Dengan kata lain, bila Anda berlibur tanpa pemberitahuan, ada kemungkinan email dan masalah- masalah pekerjaan tetap bisa menganggu Anda.

Demi meraih manfaat optimal selama liburan, sebaiknya janga memikirkan masalah pekerjaan yg bisa membuat stress. Jangan terus menerus mengecek email Anda dan mencoba mencari tau bagaimana keadaan pekerjaan yg Anda tinggalkan. Namun bila Anda memang tetap harus melakukannya untuk perusahaan Anda, maka sebaiknya luangkan waktu 30 menit di pagi hari dan juga 30 menit di sore hari untuk mengecek email Anda dan menghubungi para kolega atau klien Anda. Strategi tersebut membantu Anda tetap terhubung dengan pekerjaan, namun tanpa menganggu liburan yg sedang berlangsung.

Pada saat Anda mengakhiri liburan sebaiknya ciptakan transisi yg lancar sehingga Anda tak terlalu terkejut saat kembali pada kenyataan dan aktivitas sehari- hari. Sebaiknya pesanlah tiket kembali ke rumah beberapa hari sebelum masa cuti Anda berakhir. Dengan begitu Anda memiliki waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri dari rasa lelah pekerjaan. Dengan beberapa hari ini Anda bisa membereskan pakaian kotor selama berlibur, membereskan tempat tinggal dan semua barang bawaan Anda. Dengan begitu Anda bisa menyesuaikan diri dengan aktivitas harian secara perlahan dan lebih siap untuk menjalani pekerjaan.