FC Koln

FC Koln atau 1. Fuβball-Club Koln 01/07 e.V. merupakan sebuah klub yang berbasis di kota Cologne, kota terbesar keempat di Jerman. Dengan penduduk sekitar satu juta orang, kurang lebih 80% dari mereka mengaku sebagai superter setia klub. Orang-orang di kota Cologne adalah orang-orang yang bangga dengan kotanya dan 1. FC Koln merupakan bagian yang tak erpisahkan dari kota. Di awal tahun 2015, FC Koln memiliki sekitar 70.000 fans yang tercatat pada anggota resmi klub.

FC Koln dibentuk pada tahun 1948. Klub ini merupakan hasil penggabungan dua klub berbeda, Kolner Ballspiel-Club 1901 dan SpVgg Suiz 07. Saat ini, Koln bermain di Bundesliga. Hingga bulan April, FC Koln mampu bertengger di posisi 7 klasemen Bundesliga musim 2016/2017.

FC Koln mempunyai julukan Die Geiβbocke atau dalam bahasa Inggris disebut The Billy Goat. Julukan tersebut merujuk pada maskot klub, seekor kambing jantan yang bernama Hennes. Hennes pertama didonasikan oleh seorang pengusaha sirkus sebagai candaan Cologne carnival. Maskot yang ada sekarang adalah Hennes kedelapan. Ia sudah ada sejak 24 Juli 2006. Julukan lainnya untuk FC Koln adalah ‘FC’ yang sering ditulis dengan Effzeh. Pelafalan warga setempat, FC dibaca dengan “Ef-tsay”.

Sebagaimana kebanyakan tim sepak bola di Jerman, 1. FC Koln 01/07 merupakan bagian dari sebuah klub atau kelompok olah raga yang lebih besar yang memiliki beberapa cabang olah raga lainnya. kini, FC Koln memiliki 78.000 member. Itu membuat Koln menjadi klub keempat terbesar di Jerman.

Seluruh kits yang digunakan FC Koln berasal dari perusahaan aparel ERIMA. Rival utama klub ini adalah Borussia Monchengladbach, Bayer Leverkusen, dan Fortuna Dusseldorf. Mereka adalah klub yang berasal dari wilayah Rhine-Ruhr, dekat dengan sungai Rhine.

FC Koln Skuad

Pemain FC Koln

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Timo Horn 16 DF Pawel Olkowski
2 DF Neven Subotic 17 FW Christian Clemens
3 DF Dominique Heintz 18 GK Thomas Kessler
4 DF Frederik Sorensen 19 FW Sehrou Guirassy
5 DF Dominic Maroh 20 MF Salih Ozcan
6 MF Marco Hoger 21 MF Leonardo Bittencourt
7 MF Marcel Risse 24 DF Lukas Klunter
8 MF Milos Jojic 27 FW Anthony Modeste
9 FW Artjoms Rudnevs 30 MF Marcel Hartel
11 FW Simon Zoller 33 MF Matthias Lehmann
13 FW Yuya Osako 34 DF Konstantin Rausch
14 DF Jonas Hector 35 GK Sven Muller

Sejarah FC Koln

FC Koln bermula sejak tanggal 13 Februari 1948. Tanggal tersebut merupakan tanggal di mana Kolner BC 01 dan SpVgg Sulz 07 bergabung menjadi sebuah tim yang kita kenal sekarang.

Dua klub tadi bergabung dengan sebuh visi pendirinya, Franz Kremer, yakni membuat sebuah klub yang merepresentasikan seluruh identitas kota Cologne. Rencana itu terekam ketika Kremer bertanya kepada pendiri anggota fans, “maukah kalian menjadi juara Jerman dengan saya?”. Mimpi tersebut menjadi kenyataan 14 tahun kemudian. Tahun 1962, dipimpin oleh kapten legendaris FC Koln, Hans Schafer, klub ini menjadi yang terbaik di Jerman.

Sosok Franz Kremer menjadi sosok yang krusial bagi FC Koln. Perannya sangat besar bagi tim. Sesungguhnya, ia juga merupakan salah satu tokoh dalam pembentukkan Bundesliga. Tahun 1964, setahun sejak digulirkannya Bundesliga, FC Koln berhasil keluar sebagai juara kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut. Atas semua pencapaian tersebut, Franz Kremer telah membuktikan visinya.

Apa yang paling mengagumkan dari Koln adalah bahwa klub ini terus bersaing memperebutkan gelar tertinggi sepak bola Jerman dan mampu meraihnya pada musim tersukses klub, musim 1977/1978. Di musim itu, FC Koln mampu memboyong trofi Bundesliga dan German Cup secara bersamaan. Ya, Koln mampu meraih double winner di musim tersebut. Bahkan, FC Koln nyaris mengangkat trofi di lima gelaran Bundesliga. Sayang, klub ini hanya mampu menjadi runner up di musim 1965, 1973, 1982, 1989, dan 1990.

Di abad ke 21, performa Koln dapat dikatakan naik turun. Di awal perhelatan Bundesliga, Koln adalah salah satu tim tersukses dalam hal perolehan poin. Namun, di awal 1990-an, penampilan Koln jelas menurun. Bahkann, Koln harus menelan pil pahit di tahun 1998 dengan harus terdegradasi dari Bundesliga. Lalu, sejak tahun 2000, klub ini jadi klub yang naik turun antara kasta pertama dan kedua.

Musim 2012/2013, di bawah kepemimpinan Holger Stanisiawski, Koln finis di urutan kelima 2. Bundesliga. Baru di musim 2013/2014, diarsiteki oleh Peter Stoger, Koln berhasil duduk di puncak klasemen 2. Bundesliga. Otomatis, klub akan promosi menjalani promosi di musim berikutnya. Hingga hari ini, FC Koln masih bermain di kasta tertinggi, Bundesliga. Di musim 2016/2017, hingga awal ubulan Mei 2017, klub ini berada di papan tengah tabel klasemen.

Staf Kepelatihan FC Koln

Posisi Nama
Pelatih Kepala Peter Stoger
Asisten Pelatih Manfred Schmid
Pelatih Kiper Alexander Bade
Pelatih Fitnes Yann-Benjamin Kugel
Marcel Abanoz

Stadion FC Koln

Stadion Rheiner Energie Arena

FC Koln bermarkas di Rhein Energie Arena. Stadion ini terletak di Mungersdorf area, Cologne, satu lokasi dengan stadion Mungersdorfer sebelumnya. Stadion baru FC Koln dibangun pada tahun 1975, sebelum stadion sekarang di bangun antara 2002 dan 2004 sebagi persiapan Piala Dunia 2006.

Stadion ini secara tersendiri menjadi simbol kota Cologne. Terlebih bentuk persegi empat dan empat menara bajanya yang sangat iconic. Rhein Energi Stadion dianggap menjadi salah satu yang terbaik di Jerman. pada musim 2013/2014, stadion ini bersama dengan Allianz Arena terpilih menjadi stadion terbaik di divisi pertama dan kedua.

Dalam penamaannya, Rheiner Energie Arena menjadi nama ini berkenaan dengan kesepakatan kontrak. Nama tersebut akan digunakan hingga 2018 jika memang tidak diperpanjang. Bagaimanapun juga, supporter kerap menyebut stadion dengan nama Mungersdorfer Stadion, nama yang diambil dari nama lokasi stadion tersebut berada, area Mungersdorf.

Prestasi FC Koln

Kompetisi Tahun
Bundesliga 1963/1964, 1977/1978
German Football Championship 1961/1962
2. Bundesliga 1999/2000, 2004/2005, 2013/2014
DFB-Pokal 1967/1968, 1976/1977, 1977/1978, 1982/1983
Oberliga West 1953/1954, 1959/1960, 1960/1961, 1961/1962, 1962/1963
Uhrencup 1991
Joan Gamper Trophy of Barcelona 1978, 1981
Trofeo Villa de Gijon 1973
Florida Cup 2015
Colonia Cup 2015

Aktivitas Sosial FC Koln

FC Koln mempunyai sebuah yayasan yang fokus dalam kegiatan amal dan aktivitas sosial lainnya. Yayasan tersebut bernama Stiftung 1. FC Koln. Yayasan ini didirikan pada tanggal 21 November 2009.

Klub ini memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Lewat Stiftung 1. FC Koln, klub ini menjadi salah satu organisasi penting di kota Cologne. Yayasan ini bertanggung jawab atas seluruh aktivitas sosial klub.

Misi dari yayasan ini dikarakterisasi oleh lagu himne (hymn) klub. Lagu tersebut berjudul “Mer stonn zo Dir”. Itu memiliki arti “we stand by you”. Atas dasar itu, yayasan hendak secara aktif memberi dukungan kepada orang-orang ataupun instansi di wilaya klub yang degan setia telah mendukung FC Koln.

Akademi FC Koln

FC Koln, selayaknya klub bundesliga lainnya, memiliki akademi sepak bola tersendiri. Dalam sistem sepak bola Jerman, setiap tiga tahun sekali, semua akademi klub bundesliga dievaluasi oleh Deutsche Fuβball Liga (DFL). Akademi 1. FC Koln baru-baru ini meraih poin bintang 3. Di DFL, terdapat 8 kategori penilaian. Akademi Koln sendiri meraih penilaian tertinggi di setiap kategorinya. FC Koln juga mendapatkan bonus bintang untuk kemampuan klub dalam mempromosikan pemain muda ke skuad inti. Di musim 2016/2017, ada beberapa nama pemain muda jebolan akademi Koln yang bermain di tim inti. Mereka adalah Timo Horn, Yannick Gerhardt, Adam Matuschyk, Daniel Mesenhoeler, dan Jonas Hector.

RB Leipzig

RB Leipzig adalah klub yang bermain di Bundesliga dengan berjuta kontroversi. Dari istilah tim kaleng hingga kisah suksesnya menjadi tim promosi pertama yang akan finis sebagai tim papan atas Bundesliga, Leipzig . Secara otomatis, Leipzig bakal turut serta dalam pagelaran raja-raja Eropa, Liga Champions Eropa.

RasenBallsport Leipzig e.V. adalah nama lengkap dari klub ini. Tim yang berbasis di Leipzig, Saxony ini dibentuk pada tahun 2009 oleh sebuah perusahaan minuman berenergi, Red Bull GmbH. Perushan ini membeli hak atas sebuah klub divisi lima kompetisi Jerman, SSV Markranstadt. Tim yang Red Bull beli pun diubah namanya menjadi RB Leipzig sebagaimana sekarang kita mengenalnya.

Dalam waktu delapan tahun, Leipzig sudah diorientasikan untuk mampu menembus kompetisi tertinggi Jerman, Bundesliga. Rencana Red Bull mendongkrak Leipzig pun berjalan mulus. Setelah resmi dimiliki Red Bull, Leipzig langsung merajai NOFV-Oberliga Sud atau kompetisi kasta kelimanya Jerman. Setelah promosi, ke Regionalliga Nord, Lepzig pun berhasil keluar sebagai jawara dan promosi ke level di atasnya. setahun berselang Leipzig Berjaya di Divisi tiga liga Jerman atau disebut dengan 3. Liga. Setahun berselang setelah promosi di 2. Bundesliga, sebagaimana prediksi, Lepzig mampu merajainya. Akhirnya, pada tanggal 8 mei 2016, Leipzig promosi ke Bundesliga. Hal ini membenarkan klaim awal Red Bull ketika mereka membeli lisensi klub divisi lima bahwa sekurang-kuangnya dalam delapan tahun, mereka akan membawa tim tersebut bermain di Bundesliga.

Pemain RB Leipzig

Skuad RB Leipzig

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Fabio Coltorti 17 DF Dayot Upamecano
3 MF Bernardo 19 MF Oliver Burke
4 DF Willi Orban 20 DF Benno Burke
6 MF Rani Khedira 21 GK Marius Muller
7 MF Marcel Sabitzer 23 DF Marcel Halstenberg
8 MF Naby Keita 24 MF Dominik Kaiser
9 FW Yussuf Poulsen 27 FW Davie Selke
10 FW Emil Forsberg 31 MF Diego Demme
11 FW Timo Werner 32 GK Peter Gulacsi
13 MF Stefan Lisanker 33 DF Marvin Compper
16 DF Lukas Klostermann 36 DF Ken Gipson

Sejarah Klub RB Leipzig

RB Leipzig otomatis menjadi klub termuda di Jerman jika dihitung sebagai klub bernama Leipzig, bukan sebagai klub yang bermain di divisi lima. Jadi, tahun 2009, perusahaan minuman berenergi, Red Bull, membeli lisensi sebuah tim sepak bola, SSV Markranstadt. Pada waktu itu, SSV Markranstadt bermain di divisi lima. Lalu setelah dibeli, nama tim diubah menjadi RB Leipzig. Dalam waktu yang singkat, Leipzig promosi ke divisi yang lebih tinggi hingga akhirnya pada tahun 2016 mampu promosi di Bundesliga. Secara garis basar, perjalanan Leipzig sejak pembentukannya hingga hari ini adalah seperti itu. Tapi tak ada salahnya untuk menyimak kisah lebih rinci di balik pendirian RB Leipzig.

Dietrich Mateschitz adalah satu nama yang paling berperan dalam pembentukan RB Leipzig. Dietrich adalah co-owner Red Bull GmbH. Selama tiga setengah tahun dirinya mencari tempat yang cocok untuk berinvestasi di sepak bola Jerman. sebelum memilih Leipzig, kala itu Dietrich dan perusahaan mempertimbangkan kota-kota di Jerman barat seprti Hamburg, Munich, dan Dusseldorf. Namun akhirnya yang dipilih adalah kota Leipzig.

Sebenarnya, tahun 2009 bukanlah percobaan pertama Red Bull ‘membuat’ klub. Percobaan pertamanya terjadi di tahun 2006. Saat itu, Dietrich yang brkawan akrab dengan Franz Beckenbauer disarankan untuk membeli klub yang ada di kota Leipzig. Dietrich setuju dan mencoba membeli klub FC Sachen Leipzig. kebetulan, tim ini tengah berada pada kesulitan yang berkepanjangan. Saat itu Dietrich menwarkan investasi senilai 50 juta euro dengan syarat bahwa FC Sachen Leipzig ini harus berganti nama dan warna kebesaran. Di saat yang bersamaan, Sachen yang bermain di Oberliga, kasta keempat sepak bola Jerman, harus mengurus proses lisensi Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB). Hasilnya, DFB menolak nama baru dari Sachen dan memberi masukan pada klub akan bahaya pengaruh yang besar dari perusahaan jika Red Bull berinvestasi. Selain pernyataan DFB, supporter FC Sachen pun melakukan protes keras selama berbulan-bulan agar klub menolak tawaran investasi Red Bull. Akhirnya, Red Bull membatalkan investasinya. Pada percobaan perdananya, perusahaan berlogo banten ini gagal.

Red Bull kemudian mengarahkan bidikkan ke wilayah Jerman Barat. Fc St. Pauli adalah sasarannya. Red Bull kemudian membuat pembicaraan dengan jajaran manajemen St. Pauli. Red Bull memulai dengan mengajukan diri untuk mensponsori St. Pauli. Tawaran Red Bull tersebut kemudian gagal berkat peran supporter yang turun tangan memprotes, meski dalam jenjang waktu yang singkat. Selanjutnya Red Bull mencoba ke sebuah klub di Hamburg. namun usaha Red Bull ditolak mentah-mentah oleh klub sebab pihak klub sudah mengetahui apa yang sesungguhnya akan dilakukan Red Bull. Pendekatan Red Bull juga terjadi kepada TSV 1860 Munich lewat negosiasi tertutup. Namun klub tak cukup tertarik untuk menerma investasi Red Bull.

Gagal ‘mendapat’ klub hingga tiga kali percobaan tak membuat Red Bull urungkan niat berinvestasi di sepak bola Jerman. Perusahaan ini kembali hendak melakukan negosiasi untuk berinvestasi di Fortuna Dusseldorf, sebuah klub yang memiliki sejarah panjang. Sebelum terlaksana, rencana Red Bull tersebut sudah terbuka ke publik bahwa perusahaan ini ingin menguasai lebih dari 50 persen saham klub. Rumor yang mengatakan keinginan perusahaan mengubah nama tim menjadi Red Bull Dusseldorf pun menyeruak. Suporter Dusseldorf akhirnya melakukan aksi protes keras. Serupa dengan apa yang terjadi di Sachen Leipzig, usaha Red Bull untuk berinvestasi di Dusseldorf pun mendapat penentangan legal dari DFB, asosiasi sepak bola Jerman. Alasannya pun sama, DSB tidak mengizinkan penggantian nama untuk kepentingan periklanan. Dusseldeorf pun menolak tawaran Red Bull. Setelah itu, Red Bull kembali mencari klub di wilayah Jerman timur.

Meski pernah ditolak Sachen Leipzig, Red Bull tetap kembali ke Leipzig. perusahaan ini tetap menilai bahwa Leipzig adalah tempat yang paling tepat dan menguntungkan untuk berinvestasi di bidang sepak bola. Kota Leipzig memiliki sejarah panjang sepak bola. Kota ini adalah rumah jawara German National Football Championship pertama, VfB Leipzig. Namun, di era modern, Kota ini absen dari perhelatan kompetisi tertinggi negri Bavarian. Tak ada tim lokal Leipzig yang bermain di Bundesliga sejak 1994 dan tak ada yang bermain di liga professional sejak 1998. Sudah dapat di pastikan, kota Leipzig haus akan gemerlap Bundesliga. Leipzig adalah kota dengan jumlah penduduk kurang lebih 500.000 orang. Kota ini punya potensi ekonomi yang sangat baik. Alasan yang semakin memperkuat keyakinan Red Bull untuk memilih Leipzig adalah tidakadanya tim Bundesliga yang setidaknya terletak dekat dengan Kota Leipzig.

Red Bull juga semakin tergiur untuk berinvestasi di Leipzig mengingat fasilitas di kota ini sudah sangat memadai. Leipzig memiliki bandara besar, transportasi umum yang terkoneksi antar wilayah, dan yang terpenting, kota ini memiliki stadion sepak bola modern yang besar, Olympiastadion. Red Bull berpikir dan berhitung bahwa berinvestasi untuk klub kota ini yang mampu bermain di Bundesliga adalah sebuah nilai yang mahal.

Dirasa telah menemukan lokasi tepat, kini yang dipertanyakan Red Bull adalah apakah perusahaan ini hendak membuat tim baru dari awal atau ‘membeli’ tim yang sudah ada. Saat itu red Bull melakukan konsultasi pada Saxony Football Association (SFV), asosiasi sepak bola lokal, tentang bagamana cara membuat tim baru. Namun pada akhirya, Red Bull tak memlih jalan itu.

Opsi kedua adalah berinvestasi atau kasarnya ‘membeli’ tim yang sudah ada. Red Bull paham bahwa jalan ini tidak akan mudah. Sebelumnya mereka sudah melakukan ini dan ditolak oleh klub DFB tak memberikan izin perubahan nama atas sebuah klub. Namun mesti dipahami bahwa tim-tim yang mesti tunduk pada sistem lisensi DFB tersebut adalah tim-tim yang bermain di divisi teratas, Bundesliga, hingga divisi empat. Sedang divisi lima tentu tak perlu tunduk pada aturan DFB. Ini tentu menjadi celah dan peluang yang paling mungkin diambil Red Bull.

pada akhirnya, Red Bull menemukan sebuah klub sepak bola di sebuah desa kecil yang bermain di divisi lima atau disebut Oberliga. Tim tersebut adalah SSV Markranstadt yang diketuai oleh Holger Nussbaum. Holger kemudian menerima pinangan proposal Michael Kolmel dari Red Bull dengan pertimbangan keseimbangan finansial klub secara berkepanjangan. Akhirnya negosiasi pun dimulai antara Red Bull dan SSV Markranstadt. hanya 5 minggu setelah kontak pertama, SSV menerima pinangan Red Bull. Klub ini menjual hak bermain di Oberliga kepada Red Bull GmbH. Tidak ada yang tahu pasti berapa yang didapat Markranstadt dari kesepakatan tersebut. Namun klub itu diperkirakan menerima kompensasi sebesar 350.000 Euro.

19 Mei 2009, RasenBallsport Leipzig e.V. resmi berdiri. Andreas Sadio terpilih sebagai ketua dan Joachim Krug bertindak sebagai direktur olah raga. Sebelumnya Sadio adalah agen sepak bola. Setelah resmi dipilih menjadi ketua tim ini, ia resmi berhenti dari agen bola agar kelak tak mendapat keberatan dari Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).

RB Leipzig sendiri merupakan klub kelima yang dimiliki Red Bull. Perusahaan ini tercatat menjadi pemilik dari FC Red Bull Saizburg di Austria, New York Red Bull di Amerika, Red Bull Brasil di Brazil, dan Red Bull Ghana di Ghana. Berbeda dari yang klub Red Bull lainnya, RB Leipzig tidak dibubuhi nama perusahaan berekenaan dengan statute DFB yang melarang nama klub yang mengandung nama perusahaan. Namun sebetulnya, RB atau RasenBallsport (olah raga bola rumput) pada RB Leipzig ini bukanlah hal yang biasa. Ditenggarai pengunaan RB sendiri sebagai bentuk penggunaan nama perusahaan di dalam nama klub. Red Bull berinisial RB, bukan?

Stadion am Bad di Markranstadt adalah venue pertama RB Leipzig di ajang Oberliga. Stadion yang memuat 5.000 penonton ini adalah markas sederhana milik SSV Markranstadt. Musim perdana Leipzig di Oberliga atau divisi lima sepak bola Jerman diprediksi akan berakhir sukses. Hal itu menjadi kenyataan. Selanjutnya Lepizig melenggang dengan mulus naik kasta di setiap tahunnya hingga mencapai Bundesliga di tahun  2016.

Staf Kepelatihan RB Leipzig

Posisi Nama
Pelatih Kepala Ralph Hasenhutti
Asisten Pelatih Zsolt Low
Robert Deising
Pelatih Kiper Frederik Goβling
Pelatih Atletik Nicklas Dietrich
Kai Kraft
Direktur Olah Raga Ralf Rangnick
Koordinator Olah Raga Frank Aehing
Manajer Tim Thomas Estphal
Dokter Tim Dr. Frank Striegler
Dr. Ralf Zimmermann
Psikolog Tim Sascha Lense
Ahli Pengobatan Badan Alexander Sekora
Sven Wobser
Nikolaus Schmidt
Christopher Weichert
Manajer Seragam Claudia Laux
Analis Vidio Daniel Ackermann
Danny Rohi

Stadion RB Leipzig

Red Bull Arena - RB Leipzig Stadion

RB Leipzig bermarkas di Red Bull Arena. Sejak tahun 1956 hingga 2010, Red Bull Arena yang kita kenal sekarang bernama Zentralstadion. Dibuka pada tahun 1956, stadion ini memiliki kapasitas 44.345 penonton. Tahun 2010, Red Bull mendapat hak atas stadion itu setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang bersama pihak-pihak terkait. Zentralstadion pun secara resmi berubah namanya menjadi Red Bull Arena.

Maret 2015, RB Leipzig mengutarakan niat mereka untuk menginventasikan dana sejumlah lima juta Euro untuk renofasi stadion. Mereka berencana untuk memperluas area VIP, area Pers, membuat area khusus kursi roda, mengganti dua papan skor LED dengan yang lebih besar, dan memperbarui fasilitas pemain. Sektor VIP ditambahkan kursinya dari 700 menjadi 1400 kursi.

Red Bull Arena merupakan stadion dengan model tribun full kursi, tidak ada tribun ‘berdiri’. Dalam setiap laga kandang, supoteer tuan rumah selalu menempati sector B stadion. Suporter kemudian meminta sektor B tersebut dijadikan tribun ‘berdiri’ dalam kesempatan rapat supporter tahun 2014. Namun, hingga tahun 2016, klub belum menanggapi keinginan supporter tersbut.

Warna dan Logo RB Leipzig

RB Leipzig tentu memiliki warna dan logo sendiri. Semua klub yang dimiliki Red Bull memiliki loga identik perusahaan minuman berenergi ini. Namun hal tersebut tak bisa di jalankan di Jerman. Saat hendak mengarungi kompetisi perdanya di tahun 2009, pengajuan logo tim RB Leipzig ditolah oleh Asosiasi Sepak Bola Saxony (SFV) ayng membuat tim ini menjalani musim 2009-2010 tanpa logo tim. Penolakan tersebut didasrkan pada penilaian bahwa logo tim Leipzig yang diajukan adalah logo tiruan dari perushaan Red Bull.

Setahun berikutnya, Leipzig datang dengan logo baru yang menghilangkan gambar dua banteng dan ditambah beberapa coretan. Saat Leipzig bermain di 2. Bundesliga, logo Leipzig ditolak oleh DFL. Akhirnya, Leipzig kembali membuat logo tim yang secara signifikan sangat berbeda dengan logo-logi klub lain milik Red Bull. Logo tersebut adalah logo yang sekarang kita lihat.

Prestasi RB Leipzig

Kompetisi Tahun
Regionalliga Nordost 2012/2013
NOFV-Oberliga Sud 2009/2010, 2014/2015
Sachsenliga 2013/2014
Bezirksliga Leipzig 2009/2010, 2010/2011
Saxony Cup 2010/2011, 2012/2013

 

Suporter RB Leipzig

RB Leipzig mempunyai basis supporter yang cukup besar. Diketahui terdapat 27 kelompok supporter resmi RB Leipzig hingga tahun 2016. Dua klub supporter pertama yangbergabung adalah L.E Bulls dan Bulls Club di tahun 2009. Bulls Club mengklaim diri sebagai yang terbesar. namun, L.E Bulls tetaplah yang peling tua. Sebuah Koran Jerman, Mitteldeutsche Zeitung, menurunkan laporan bawa RB Leipzig memilik 5.000 suporter terorganisi per bulan Maret 2016.

Dari sejumlah kelompok supporter Leipzig, semuanya terorganisasi dalam kesatuan supporter Fanverband RB Leipzig Fans. Kesatuan ini terbentuk sejak tahun 2013. Ini adalah paying organisasi klub resmi supporter. Tahun 2016, tercatat seluruhnya ada 25 kelompok supporter yang tergabung dalam Fanverband RB Leipzig Fans. Dari 25 kelompok tersebut, dua orang perwakilan dari masing-masing kelompok melakukan pertemuan setiap empat sampai enam minggu sekali. Suporter union ini juga ruin menggelar pertemuan setahun sekali. Siapapun bisa ikut serta dalam pertemuan tersebut, biarpun bukan anggota dari supporter union.

Torehan Kompetisi RB Leipzig

Musim Liga Posisi
2009/2010 NOFV-Oberliga Sud (V) 1
2010/2011 Regionalliga Nord (IV) 4
2011/2012 Regionalliga Nord 3
2012/2013 Regionalliga Nordost 1
2013/2014 3. Liga (III) 2
2014/2015 2. Bundesliga (II) 5
2015/2016 2. Bundesliha 2
2016/2017 Bundesliga (I)

Hertha Berlin

Hertha Berlin Sport-Club e.V. yang biasa disebuat Herta BSC, Herta Berlin, atau bahkan Hertha saja merupakan tim yang berbasis di Charlottenburg, Berlin. Klub ini bermain di kasta tertinggi sepak Bola Jerman, Bundesliga, setalah mampu menjuarai 2. Bundesliga di musim 2012/2013.

Hertha Berlin didirikan tahun 1892. Tim ini kemudian bergabung dengan asosiasi sepak bola Jerman di Leipzig pada tahun 1900. Hertha sanggup tampil sebagai juara di pagelaran German Championship tahun 1930 dan 1931. Klub ini memiliki julukan Die Alte yang berarti Si Nyonya Tua.

Hertha Berlin belum pernah sekalipun merengkuh gelar Bundesliga. Namun, ini bukan berarti Hertha miskin prestasi. Di rak trofi klub terdapat dua piala German Championship, tiga piala 2. Bundesliga, satu DFB-Ligapokal, dan beberapa trofi kompetisi lainnya.

Hertha Berlin bermarkas di Olympiastadion, Berlin. Stadion ini merupakan stadion terbesar kedua di bawah Westfalenstadion, kandang Borussia Dortmund. Olympiastadion mampu menampung penonton hingga 74.064 orang. Stdaion yang pertama kali dibuka tahun 1936 ini masih eksis kokoh berdiri hingga saat ini.

Skuad Hertha Berlin SC

Pemain Hertha Berlin

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Thomas Kraft 19 FW Vedad Ibisevic
2 DF Peter Pekarik 20 MF Allan
3 MF Per Ciljan 21 DF Marvin Plattenhardt
5 DF Niklas Stark 22 GK Rune Jarstein
6 MF Vladimir Darida 23 DF Mitchell Weiser
7 MF Alexander Esswein 24 MF Genki Haraguchi
8 FW Salomon Kalou 25 DF John Brooks
9 MF Alexander Baumjohann 28 DF Fabian Lustenberger
10 MF Ondrej Duda 29 GK Nils Korber
11 FW Sami Allagui 31 MF Florian Kohls
14 MF Valentin Stocker 34 DF Maximilian Mittelstadt
15 DF Sebastian Langkamp 36 MF Julius Kade
16 FW Julian Schieber 39 DF Florian Baak
18 MF Sinan Kurt 40 DF Jordan Torunarigha

Sejarah Klub Hertha Berlin

Hertha Berlin dibentuk pada tahun 1892 dengan nama BFC Hertha 92 yang diambil dari nama sebuah kapal uap dengan cerobong asap berwarna biru dan putih. Hertha sendiri adalah istilah variasi dari Nerthus yang menurut mitologi Jerman berarti Dewi Kesuburan.

Hertha tercatat mampu menjuarai Berlin Championship di tahun 1905. Lima tahun kemudian, klub ini menggelar pertandingan persahabatan melawan klub asal inggris, Southend United dan keluar sebagai pemenang. Laga dianggap penting dan prestis sebab diketahui bahwa Inggris merupakan Negara asal muasal sepak bola. Sayangnya torehan manis di atas lapangan tak disertai dengan pertumbuhan finansial. Akhirnya, tahun 1920 Hertha Berlin bergabung dengan klub olah raga Berliner menjadi Hertha Berliner Sport Club. Keputusan tersebut dirasa tepat seiring dengan prestasi yang mereka raih. Klub baru ini sukses bicara banyak di Oberliga Berlin Brandenburg. Mereka juga mampu mencatat sejarah klub dengan sanggup tampil enam musim berturut-turut di final German Championship dari 1926 sampai 1931 meski hanya keluar sebagai juara di tahun 1930 dan 1931. Setalah menuarainya, tim gabungan ini memsiahkan diri dan Hertha Berlin menjadi klub independen kembali.

Hertha kembali dibentuk di tahun 1945 setelah sebelumnya, paska perang dunia II, otoritas sekutu melarang adanya organisasi di Jerman, termasuk organisasi sepak bola. Pembentukan kembali Hertha melahirkan nama baru, yakni SG Gesundbrunnen. Klub tersebut kembali bermain di grup C Oberliga Berlin.

Saat Bundesliga pertama digulirkan tahun 1963, Hertha termasuk klub yang mengikuti kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut. Di musim 1964/195, Herta sesungguhnya mampu keluar dari zona degradasi. Namun hertha tetap didegradasi karena mencoba menyuap pemain untuk bermain meski berada di keadaan yang tidak begitu baik, keadaan yang terjadi setelah pendirian tembok berlin. Kemudian, setelah beberapa musim mengarungi kompetisi yang levelnya lebih rendah dari Bundesliga, Hertha berhasil promosi ke bundesliga di musim 1968/1969. Namun, beberapa tahun berselang Hertha kembali melakukan skandal karena keterlibatannya bersama beberapa tim lainnya dalam upaya pengaturan skor. Itu terjadi tahun 1971. Investigasi yang dilakukan pada saat itu juga menunjukkan fakta bahwa Hertha terjerat hutang senilai 6 juta DM. Meski demikian, Hertha tak berhenti berlaga di Bundesliga. Bahkna klub ini pernah menjadi runner up di era 1970-an dan melakoni laga semi finam UEFA Cup musim 1978/1979.

Di akhir 1990-an dan awal 2000-an, perkembangan Hertha seolah menemukan titik terangnya. Tim ini secara berturut-turut mampu bermain di UEFA Cup dan UEFA Champions league. Di era itu juga, Hertha mampu membubuhkan tandatangan pemain dunia seperti Sebastian Deisler dan Marcelinho yang kemudian mendapat gelar Player of the Year Bundesliga tahun 2005. Hertha juga mulai secara serius berinvestasi mengembangkan akademi sepak bola mereka yang kemudian sanggup menjadi penghasil pemain professional Bundesliga.

Jajaran Kepelatihan Hertha Berlin

Posisi Nama
Pelatih Kepala Pal Dardai
Asisten Pelatih Rainer Widmayer
Pelatih Kiper Zsolt Petry
Pelatih Fitnes Henrik Kuchno
Hendrik Vieth
Terapis David de Mel
Frederick Syna
Michael Becker
Kitman Hendrik Herzog
Robert Abramczyk

Stadion Hertha Berlin

Olympia Stadion Berlin

Hertha Berlin bermarkas di Olympiastadion. Stadion ini merupakan stadion terbesar ke dua di Jerman di bawah Westfalenstadion, kandang Borussia Dortmund. Olympiastadion mampu menampung hingga 74.000 orang. Stadion ini sudah biasa menjadi venue gelaran internasional. Tahun 1936, Olympiastadion menjadi tuan rumah Olimpiade. Kemudian di tahun 1974 dan 2005 stadion ini jadi salah satu stadion yang dgunakan dalam ajang akbar Piala Dunia.

Sejarahnya, Olympiastadion dibangun untuk digunakan Summer Olimpiade musim panas 1936 yang dibuka dengan pidato Adolf Hitler. Isi pidatonya sendiri adalah pernyataan visionernya yang menjadikan stadion tersebut sebagai salah satu alat propagandanya.

Olympiastadion didesain oleh arsitek kakak beradik, Werner dan Walter March. Pembangunan stadion ini merupakan bagian dari proyek Reichssportfield yang dilakukan antara 1934 – 1936. Kemudian, renofasi besar-besaran terhadap Olypicstadion ini terjadi di awal 1970-an ketika Jerman Barat hendak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1974.

Prestasi Hertha Berlin

Kompetisi Tahun
German Championship 1930, 1931
2. Bundesliga 1990, 2011, 2013
Regionalliga berlin 1966, 1967,  1968
Amateur Oberliga Berlin 1949, 1987, 1988
Oberliga Berlin 1957, 1961, 1963
Gauliga Berlin-Brandenburg 1935, 1937, 1994
Brandenburg Football Championship 1906, 1915, 1917, 1918, 1925, 1926, 1927, 1928, 1929, 1930, 1931, 1933
DFB-Ligapokal 2001, 2002
Berliner Landespokal 1920, 1924, 1928, 1929, 1943, 1958, 1959, 1966, 1967, 1976, 1987, 1992, 2004

Hertha Berlin Squad of the Century

Untuk merayakan ulangtahun ke 111 Hertha Berlin, Fans membuat voting untuk memilih Squad of The Century.

Pos Pemain Peiode
GK Gabor Kiraly 1997-2004
DF Arne Friedrich 2002-2010
DF Ludwig Muller 1972-1975
DF Uwe Kliemann 1974-1980
DF Eyjolfur Sverrisson 1995-2003
MF Kjetil Rekdal 1997-2000
MF Hanne Sobek 1924-1945
MF Erich Beer 1971-1979
MF Marcelinho 2001-2006
FW Axel Kruse 1989-1991, 1996-1998
FW Michael Preetz 1996-2003
Pemain Pengganti
GK Norbert Nigbur 1976-1979
DF Hans Weiner 1972-1979, 1982-1986
DF Otto Rehhagel 1962-1966
MF Lorenz Horr 1969-1977
FW Karl-Heinz Granitza 1976-1979

Sponsor Hertha Berlin

Sponsor Utama Bet-at-home
Apparel Nike
Ekslusif Sponsor AOK
Coca Cola
Audi
Deutsche Bahn
Ryobi
Rs2
Warsteiner
ORAFOL
Berliner Volksbank

SV Darmstadt 98

SV Darmstadt atau yang biasa dipanggil Darmstadt merupkan klub yang berebasis di kota Darmstadt, Hesse. Klub ini baru mampu berlaga di Bundesliga pada musim 2015/2016. Sebelumnya, kurag lebih 33 tahun, Darmstadt hanya mampu tampil di kompetisi yang lebih rendah.

Darmstadt dilatih oleh Dirk Schuster sejak tahun 2012. Klub ini didirikan pada tanggal 22 Mei 1989 dengan nama FC Olympia Darmstadt. Lalu di awal 1919, klub ini dikenal dengan nama Rasen-Sportverein Olympia sebelum akhirnya bergabung dengan Darmstadter Sport Club 1905 pada 11 Novermber 1919. Penggabunga atau merger tersebut melahirkan klub dengan nama Sportverein Darmstadt 98.

Meski belum pernah meraih gelar juara Bundesliga, Darmstadt trcatat telah menjuarai beberapa kompetisi yang di antaranya adalah Regionaliga Sud, 2 Bundesliga Sud, dan Hessenliga.

Darmstadt bermarkas di Stadion am Bollenfalltor atau disebut juga Merc-Stadion am Bollenfalltor. Stadion ini mampu menampung penonton hingga 19.000 orang. Selain itu, stadion yang dibuka sejak tahun 1921 pernah direnofasi pada tahun 2014.

Darmstadr Skuad

Pemain SV Darmstadt 98 98

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Daniel Heuer Fernandes 20 MF Marcel Heller
2 DF Leon Guwara 21 DF Immanuel Hohn
3 DF Alexander Millosevic 22 FW Denys Oliynyk
4 DF Aytac Sulu 24 GK Ihor Berezovskyi
5 DF Benamin Gorka 26 DF Patrick Banggaard
6 MF Mario Vrancic 31 GK Michael Esser
7 DF Artem Fedetskyi 32 DF Fabian Holland
8 MF Jerome Gondorf 33 FW Sidney Sam
9 FW Dominik Stroh-Engel 34 MF Hamit Altintop
10 MF Jan Rosenthal 35 MF Johannes Wolff
13 DF Markus Steinhofer 36 DF Wilson Kamavuaka
15 FW Terrence Boyd 27 DF Can Luca Aydogan
16 FW Antonio Colak 37 MF Liam Fisch
17 DF Sandro Sirigu 38 MF Daniel Thur
18 MF Peter Niemeyer 39 FW Sven Schipplock
19 FW Felix Platte

Sejarah Klub SV Darmstadt 98

SV Darmstadt 98 bermuala dari sebuah klub yang bernama Olympia. Olympia bermain di Westkreisliga antara tahun 1909 hingga 1913. Saat itu, Olympia hanyalah tim penghuni papan bawah. Kemudian, pada permualaan 1930-an, Olympia berubah menjadi SV Darmstadt. Denga nama baru, klub ini bermain di Kreisliga Odenwald dan Bezirksliga Main-Hassen.

Tahun 1933, sitem kompetisi sepak bola Jerman dioraganisasikan ulang di bawah The Reich atau pemerintahan Nazi menjadi enam belas divisi. Darmstadt sendiri tidak mampu menembus divisi atas sampai akhirnya di tahun 1941 mampu menembus Gauliga Hessen-nassau, Gruppe 2. Namun itu tak berjalan lama. dua musim kemudian, Darmstadt kembali terdegradasi ke level atau divisi yang lebih rendah. Tahun 1944 sampai 1945, saat terjadi perang dan pendudukan di Jerman, sepak bola pun jatuh atau ‘hancur’. Selanjutnya, di era 1950-an, Darmstadt menjalani musim yang cukup panjang di divisi dua.

Sejak pertama kalinya Bundesliga di gulirkan, Darmstadt sempat meraskannya selama dua musim, 1978/1979 dan 1981/ 1982. Sesungguhnya klub ini hampir merasakan yang ketiga di tahun 1988, namun gagal disebabkan kekalahan dari Waldhof Mannheim di laga play off. Tahun 1997, SV Darmstadt menjadi korban dari kekeliruan manajemen dalam hal finansial yang akhirnya menjatukan klub ke divisi tiga dan empat.

Kesuksesan tim tercatat sebagai berikut; juara Hessen Pokal tahun 1999, 2001, 2006, 2007, dan 2008, juara beruntun Possmann-Hessen Cup 2000, 2001, dan 2002. Di ajang German Cup tahun 1989 dan 2001, Darmstadt hanya mampu tampil hingga putaran ketiga. Di kejuaran itu juga, Darmstadt pernah sampai pada babak perempat final di tahun 1986. Tahun 2004, di tangan Bruno Labaddia yang juga ex-player Darmstadt, klub meraih gelar Oberliga Hesse championship. Dari situ juga secara otomatis klub promosi ke Regionalliga Sud.

Di akhir musim 2006/2007, SV Darmstadt dilanda masalah krisis finansial. Akhirnya, di musm itu pun mereka harus terdegradasi ke Oberliga Hessen, divisi empat kompetisi sepak bola Jerman. Setelah terdegradasi, klub bertekad untuk menjuarai 3. Liga dalam kurun waktu lima tahun. Di samping ambisi itu, tahun 2008 Damstadt dihajar oleh hutang senilai 1,1 juta Euro dan membuat masa depan tim menjadi buram. Meski begitu, di musim 2007/2008, Damstadt mampu menjuarai Oberliga-Hessen championship.

Musim 2013/2014, SV Damstadt sukses finis di posisi tiga dan mereka pun berhak atas laga play off. Di laga play off, mereka mengalahkan Arminia Bielefeld dan Darmstadt pun promosi di 2. Bundesliga. lalu, di divisi dua ini, Darmstadt mampu mengejutkan banyak orang dengan mampu berada di posisi dua pada akhir musim kompetisi. Penantian panjang pun kini berada di depan mata. Setelah 33 tahun menanti, Darmstadt mampu promosi ke Bundesliga.

Staf Kepelatihan SV Darmstadt 98

Posisi Nama
Pelatih Kepala Torsten Frings
Asisten Pelatih Sascha Franz
Pelatih Kiper Dimo Wache
Pelatih Fitnes Frank Steinmetz
Fisioterapis Dirk Schmitt
Dokter Tim Dr. med. Michael Weingart
Dr. med. Ingo Schwinnen
Dr. med. Klaus Pottgen
Ofisial Tim Helmut “Bubu” Koch
Utz Pfeiffer
Direktur Akademi Djorn Kopper
Pelatih Kepala Akademi Petr Ruman
Koordinator Akademi Tim Kuhl
Pelatih U-19 Richard Hasa
Jonas Keblowsky
Pelatih U-17 Steffen Kaschel
Pelatih U-16 Jens Krinke

Stadion SV Darmstadt 98

Stadion Am Bollenfalltor

SV Darmstadt 98 memiliki markas utama Stadion am Bollenfalltor. Stadion ini juga kerap disebut Merck-Stadion am Bollenfalltor. Selain digunakan laga kandang Darmstadt, stadion ini juga jadi venue cabang olah raga lain. Stadion am Bollenfalltor pernah direnovasi pada tahun 2014. Kini, stadion yang berada di kota Darmstadt ini mampu menampung penonton hingga 19.000 orang. Sebagi catatan, stadion ini resmi dibuka untuk publik pada tahun 1921.

Prestasi SV Darmstadt 98

Kompetisi Tahun
Regionalliga Sud 1972/1973
2nd Bundesliga Sud 1978, 1981
Regionalliga Sud 2011
Hessenliga 1950, 1962, 1964, 1971, 1999, 2004, 2008
Hesse Cup 1966, 1999, 2001, 2006, 2007, 2008, 2013

Sejarah Karir SV Darmstadr 98

Musim Kompetisi Divisi Posisi
1999/2000 Regionalliga Sud III 9
2000/2001 Regionalliga Sud 5
2001/2002 Regionalliga Sud 14
2002/2003 Regionalliga Sud 17
2003/2004 Oberliga Hessen IV 1
2004/2005 Regionalliga Sud III 5
2005/2006 Regionalliga Sud 5
2006/2007 Regionalliga Sud 16
2007/2008 Oberliga Hessen IV 1
2008/2009 Regionalliga Sud III 15
2009/2010 Regionalliga Sud 15
2010/2011 Regionalliga Sud 1
2011/2012 3. Liga III 14
2012/2013 3. Liga 18
2013/2014 3. Liga 3
2014/2015 2. Bundesliga II 2
2015/2016 Bundesliga I 14
2016/2017 Bundesliga

Eintracht Frankfurt

Eintracht Frankfurt e.V.adalah klub sepak bola yang berlaga di kompetisi Bundesliga. Sebagaimana namanya, klub ini berbasis di kota Frankfurt, Hesse. Pencapaian Entracht Frankfurt tidaklah buruk. Tim ini telah mengoleksi satu gelar German Championship, empat DFB-Pokal, dan satu UEFA Cup. Eintracht bermarkas di stadion Waldstadion sejak tahun 1925. Stadion itu sendiri kini telah berganti nama menjadi Commerzbank Arena.

Eintracht Frankfurt merupakan sebuah klub olah raga yang terdiri dari beberapa cabang olah raga, sepak bola adalah salah satunya. Eintracht adalah salah satu tim sepak bola tradisional terbesar di Jerman. Titel gelar terakhir yang diraih klub ini terjadi di era 1990-an.

Eintracht Frankfurt disebut sebagai tim yang sering menggunakan jasa pemain muda. Di musim 2016/2017, rata-rata usia pemainnya adalah 24,7 tahun. Yang termuda adalah M Blanco Lopez. Pemain berposisi bek ini baru berusi 18 tahun. Eintracht banyak mengambil pemin muda dari akademinya, di musim ini ada dua nama yang promosi ke tim senior. Mereka adalah Bitge Leon yag usianya baru 19 tahun dan Zorban Furkaan yang berusia 18 tahun.

Dalam kiprahnya di Bundesliga, Eintrach sempat absen lima musim karena terdegradasi ke 2.Bundesliga. Sejak awal digulirkan Bundesliga, tim ini rata-rata finis di posisi papan tengah.

Eintracht Frankfurt Skuad

Pemain Eintracht Frankfurt

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Lukas Hradecky 19 DF DavidAbraham
2 DF Yanni Regasel 20 MF Makoto Hasebe
3 DF Guillermo Varela 21 MF Marc Stendera
4 DF Marco Russ 22 DF Timothy Chandler
5 DF Jesus Vallejo 24 FW Marius Wolf
6 DF Bastian Oczipka 25 MF Slobodan Medojevic
7 FW Danny Blum 28 MF Aymen Barkok
9 FW Haris Seferovic 29 DF Anderson Or
10 MF Marco Fabian 30 FW Shani Tarashaj
11 MF Mijat Gacinovic 31 MF Baranimir Hrgota
13 GK Heinz Lindner 33 DF Teleb Tawatha
14 FW Alex Meier 34 GK Leon Batge
15 DF Michael Hector 36 DF Furkan Zorba
17 FW Ante Rebic 37 MF Miguel Blanco Lopez
18 MF Max Besuschkow 39 MF Omar Mascarell

Sejarah Klub Eintracht Frankfurt

Asal mula klub ini Eintracht Frankfurt adalah sebuah merger dua tim sepak bola, yakni Frankfurter Fuβball-Club dan Frankfuter Fuβball-Club Kickers von 1899. Itu terjadi pada tahun 1911. Sebelumnya, kedua tim ini bermain di Nordkreis-Liga pada tahun 1909. Lantas, penggabungan dua tim ini melahirkan tim sepak bola baru yang bernama Frankfurter Fuβball Verein dan meraih kesuksesannya secara singkat dengan meraih tiga titel di tahun 1912 hingga 1914 dalam perhelatan Nordkreis Liga dan kualifikasi untuk Southern German Championship. Tahun 1920, Frankfurter Fuβball Verein bergabung ke dalam Gymnastic club frankfurter Turngemeinde von 1861, sebuah klub atletik di kota Frankfurt.

Pada umumnya, sebelum era Bundesliga klub-klub olah raga di Jerman di dominasi oleh klub atletik. Sepak bola berada adalah salah satu departemen di klub atletik tersebut. Begitupun dengan tim sepak bola asal Frankfurt ini. Di tahun 1927, tim sepak bola dan klub atletik Frankfurt ini berpisah, mengambil jalan masing-masing.

Sepanjang akhir 1920-an hingga akhir 1930-an, Eintrach memenangkan trofi Kreisliga Nordmain, Bezirksliga Main, dan Bezirsksliga Main-Hassen. Selanjutnya, Eintrach menjadi tim yang cukup solid di divisi pertama Oberliga Sud dan menjadi yang pertama pada tahun 1953 dan 1959. Kesuksesan terbesar Eintracht terjadi pada tahun 1959 ketika mereka mampu mengunci gelar juara German nationale dan berhasil mencapai laga final European Cup setahun berikutnya. Sayang, di partai final, Eintracht harus mengakui keunggulan Real Madrid. Pertandingan berakhir dengan skor 3-7 untuk kemenangan El galacticos. Meski demikan, final tersebut adalah pertandingan terbaik dan tak akan dilupakan tim serta fans Ritrach. Di laga tersebut pula Alfredo Di Stefano enetak hat trick.

Sepanjang perhelatan Bundesliga, Entracht rata-rata selalu menjadi yang cukup baik untuk bertahan di liga. Klub ini bermain untuk Bundesliga, kasta tertinggi sepak bola Jerman, selama 33 musim dan rata-rata mengakhiri musim dengan duduk di papan tengah table klasemen. Pencapaian terbaik Eintracht di ajang Bundesliga terjadi pada musim 1991/1992.

Beberapa kali Entracht hampir terdegradasi dari Bundesliga. Namun, tim ini mesti terdegradasi pula ke 2 pada musim 1996/1997. Antara tahun 1997 dan 2005, Eintracht bolak balik masuk ke Bundesliga dan liga satu kasta di bawahnya, 2. Bundesliga.

Musim 2010/2011, Eintracht mengakhiri musim di papan bawah klasemen. Secara otomatis mereka terdegradasi. Itu menjadi yang keempat kalinya tim ini terdegradasi dari Bundesliga. Selanjutanya, tim harus bekerja keras mengarungi kasta kedua liga agar bisa kembali promosi ke Bundesliga. Sayangnya, saat itu Eitrach justru mengawali musimnya dengan tanpa mencetak satu gol pun di tujuh laga asalnya. Masa itu adalah masa ketikan Eintracht ditangani oleh Michael Skibbe. Mendapat hasil minor, pelatih ini pun kemudian ragu terhadap tim. Selanjutnya, Skibbe diganti oleh Christoph Daum.

Di kancah Eropa, Entracht tercatat pernah merasakan final European Cup. Di partai puncak tersebut mereka kalah dari Real Madrid. Tahun 1967, klub ini berhasil keluar sebagai juara Intertoto Cup. Eintracht juga sempat mencicipi trofi DFB-Pokal empat kali.

Staf Kepelatihan Eintracht Frankfurt

Posisi Nama
Pelatih Kepala Niko Kovac
Asisten Pelatih Robert Kovac
Armin Reutershahn
Pelatih Kiper Manfred “Moppes’ Petz
Pelatih Fitnes Klaus Luisser
Dokter Tim Dr. Christoph Seeger
Dr. Wulf Schitzer
Fisioterapis Maik Liesbrock
Daniel Rung
Anggota unit medis Koichi Kurokawa
Kitman Franco Lionti
Igor Simonov
Analis Marcel Daum
Sebastian Zelichowski

Warna Lambang Julukan Eintracht Frankfurt        

Warna kebesaran klub diambil dari jas tentara Frankfurt, hitam, merah, dan putih. Sementara itu, lambang Eintracht berubah secara perlahan dari masa ke masa. Yang paling signifikan terjadi di tahun 1980. Saat itu, lambang tim diubah dengan dengan menambahkan elang di bagian tengan logo.

Eintracht dijuluki dengan Die Adler atau Sang Elang. Namun, sebutan yang paling popular untuk klub ini adalah SGE yang diadopsi dari dana resminya di masa lalu, EportGemeinde Eintracht (Frankfurt) yang berarti kesatuan komunitas olah raga.

Ada lagi istilah Launische Diva (Moody Diva). Julukan ini lebih sering terdengar di era awal 1990-an ketik Eintracht kerap mengalahkan tim-tim besar namun secara mengejutkan sering kalah dari tim-tim yang lebih kecil.

Stadion Eintracht Frankfurt

Commerzbank Arena Stadion

Eintracht Frankfurt bermarkas di Commerzbank Arena. Sejak pembangunannya, stadion ini bernama Waldstadion. Namun, di tahun 2005, hak untuk nama stadion dibeli oleh Commerzbank. Stadion ini terletak di dalam komplek olah raga milik dewan lokal. Di sana tentu terdapat venue olah raga lainnya seperti renang, tennis, dan bola voli. Terdapat stasion kereta di area komplek yang memudahkan akses untuk daang ke komlek olah raga frankurt ini, termasuk Commerzbank Arena.

Stadion yang digunakan Eintracht Frankfurt pertama kali dibuka tahun 1925 dengan nama Waldstadion dan berubah nama di tahun 2005 menjadi Commerzbank Arena hingga sekarang. Pada mula pendiriannya, stadion ini terdiri dari tribun kayu yang mampu menampung hingga 35.000. penonton.

Sejak Perang Dunia usai sekaligus semakin populernya sepak bola, Dewan Lokal merasa berkewajiban untuk merenofasi stadion. Renofasi yang dilakukan saat itu menjadi yang pertama kalinya. Era 1970-an, renofasi yang kedua dilakukan dalam rangka penyambutan iaa duni 1974.

Tahun 1980 dan 1990-an, Walstadion lebih sering digunakan untuk even atletik dan konser. Kemudian di tahun 2002 hingga 2005, stadion direnofasi kembali dengan menambahkan kasapsitas penonton hingga 51.500 orang. Hal tersebut membuat Wlastadion menjadi satu dari 10 stadion terbesar di Jerman. Setelah pembangun di 3 periode tersebut, Stadion mulai memaikan nama barunya, Commerzbank Arena.

Hari ini, Commerzbank Arena menjadi stadion sepak bola seutuhnya meski beberapa kali menggelar American Football dan konser Bruce Springsteen. Dalam kontrak, Commerzbank menjadi pemilik hak nama stadion untuk 10 tahun sejak 2005.

Commerzbank Arena membuka layanan tur stadion bagi pengunjung. Dalam tur itu, pengujung bisa melihat dan menikmati suasana ruang ganti, ruang press conference, VIP, dan tentu menginjak rumput lapang. Tur tersebut biasa berlangsung antara 60 sampai 90 menit. Peserta tur stadion dikenakan biaya sebesar € 9.00 untuk dewasa.

Prestasi Eintracht Frankfurt

Kompetisi Tahun
German Championship 1959
DFB-Pokal 1974, 1975, 1981, 1988
2. Bundesliga 1997/1998
UEFA Cup/UEFA Europa League 1979/1980
UEFA Intertoto Cup 1967
Cup of the Alps 1967
Southern German Championship 1929/1930, 1931/1932, 1952/1953, 1958/1959
Nordkreis-Liga 1911/1912, 1912/1913, 1913/1914
Kreisliga Nordmain 1919/1920, 1920/1921
Bezirksliga Main-Hessen 1927/1928, 1928/1929, 1929/1930, 1930/1931, 1931/1932
Gauliga Sudwest/Mainhessen 1937/1938
Hesse Cup 1946, 1969
Hesse Championship 1970, 2002

Akademi Junior Eintracht Frankfurt

Charly Korbel adalah nama di balik eksistensi Akdemi Eintracht. Ia adalah seorang legenda hidup klub yang berbasis di kota Frankfurt ini. saat masih bermain, ia mencatat 602 penampilan bersama Eintracht. Setelah mengakhiri karir sebagai pemain, ia masuk dalam jajaran kepengurusan Eintracht Frankfurt. Kemudian ia mempunyai gagasan dan konsep untuk membuat sebuah akademi sepak bola. Tepat di tahun 2001, harapan Korbel terwujud.

Di akademi, Eintracht kemudian hadir melatih. Dengan segudang pengalamannya, ia mengajar anak-anak dari beberapa rentan usia. Akademi sendiri berlatih di Commerzbank Arena atau di beberapa lokasi fasilitas olah raga lokal lainnya.

Dalam visinya, Eintracht Frankfurt Akademi menegaskan bahwa karir pesepak bola hebat dimuali sejak kecil. Tetapi, katanya, diberkati dengan bakat tidak cukup membuatmu menjadi pemain hebat. Hari-harimua mesti diisi dengan latihan dan latihan, baru kamu bisa menjadi pemain hebat.

Di Eintracht Frankfurt Academi, siswa dilatih oleh pelatih berkualifikasi . Di tubuh akademi juga terdapat 50 voluteer yang mendukung kesuksesan akademi. Secara terstruktur, langkah-langakh menjadi pemain professional dimulai dari ‘F-Youth’, kemudian naik ke tim kedua Eintracht (amatir) sebelum akhirnya dapat promosi di tem senior.

Sponsor Utama Eintracht Frankfurt

Eintracht Frankfurt menggunakan jasa perusahaan Apparel nike. Berikut adalah daftar nama sponsor Eintracht.

Premium Partners Fraport
Heissische
Kaufmannische Krankenkasse
Lotto Hossen
Mainova
Partners Coca Cola
Clariant
Commerzbank
Deutsche Familienversicherung
Druckdiscount24.de
Euler BMW Group
Frankfurter Neue Presse
Farnkfurter Sparkasse
Horn Projektgesellschaft
Hr 3
IDL
Media Markt
Nexen Tire
Preisbooerse24.de
PSD Bank
REWE
RMV
Rosbacher
VGF

FC Augsburg

FC Augsburg memeiliki nama lengkap Fuβball-Club Augsburg 1907 e.V.. Tim ini berbasis di kota Augsburg dan bermain di Bundesliga sejak beberapa tahun terakhir. Augsburg didirikan pada tanggal 8 Agustus 1907. Klub ini bermain dengan nama BC Augsburg dari tahun 1921 sampai 1969. BC Augsurg ini kemudian bergabung dengan klub sepak bola terbesar di Augsburg, TSV Schwaben Augsburg pada 1969. Hasil gabungan itu melahirkan nama FC Augsburg dan eksis hingga hari ini. Dengan lebih dari 12.200 anggota, Augsburg menjadi tim sepak bola terbesar di Swabian Bavaria.

Sepanjang sejarah klub, Augsburg kebanyakan bermain secara flukuatif di divisi dua dan divisi tiga liga. Bahkan, di awal 2000-an. Augsburg sempat terdegradasi dan menjalani musim di divisi empat selama dua tahun gelaran kompetisi. Berkat kerja keras tim, Augsburg berhasil menjalani kompetisi Bundesliga pertamanya di musim 2011/2012.

Musim 2016/2017 merupakan musim ke enam FC Augsburg bermain di Bundesliga. Dua musim pertamanya di Bundes liga, Augsburg mampu bertahan hingga akhir musim di posisi ke 14 dan 15. Dua musim berikutnya, 2013/2014 dan 2014/2015, Augsburg sukses finis di papan tengah tabel klasemen, yakni di posisi ke 8 dan ke 5. Sayang, musim terakhir tak menunjukkan peningkatan. Klub ini hanya mampu fini di posisi ke 12.

FC Augsburg berkandang di Stadion WWK Arena. Stadion tersebut terletak di Burgermeister Ulrich-Straβe 90. WWK Arena mampu menampung hingga 30.662 penonton. Stadion ini diarsiteki oleh Bernhard & Kogl.

FC Augsburg Skuad

Pemain FC Augsburg

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Andreas Luthe 24 GK Ioannis Gelios
2 DF Paul Verhaegh 25 FW Raul Bobadilla
3 DF Kostas Stafylidis 26 MF Bastian Kurz
5 MF Moritz Leitner 27 FW Alfero Finnbogason
6 DF Jeffrey Gouweleeuw 28 MF Georg Teigi
7 FW Halil Altintop 29 MF Marco Schuster
8 MF Markus Feulner 30 MF Caiuby
10 MF Daniel Baier 31 DF Philipp Max
11 MF Jonathan Schmid 32 DF Raphael Framberger
14 MF Jan Moravek 33 FW Julian Gunther-Schmidt
15 DF Marvin Friedrich 34 MF Max Reinthaler
16 DF Christoper Janker 35 GK Marwin Hitz
18 DF Jan-Ingwer Calisen-Bracker 36 DF Martin Hinteregger
19 MF Koo Ja-Cheol 37 MF Arif Ekin
20 MF Gojko Kacar 38 MF Kevin Danso
21 MF Dominik Kohr 39 FW Takashi Usami
22 FW Ji Dong-won 40 DF Tim rieder

Sejarah Klub FC Augsburg

FC Augsburg Old

FC Augsburg merupakan klub dengan tradisinya yang kental. Tim ini didirikan pada 8 Agustus 1907, berbarengan dengan Fetival Perdamaian Jerman. Dua belas tahun sejak pendiriannya, tim ini berganti nama menjadi BC Augsberg. Tahun 1969, BC Augsburg merger dengan TSV Schwabeun Augsburg, tim terbesar di kota Augsburg. Dari penggabungan tersebut lahirlah FC Augsberg yang eksis hingga sekarang.

Ketika Bundesliga pertama kali digulirkan, FC Augsberg masih bermain di kompetisi amatir. Lalu, setelah menghabiskan waktu 23 tahun di kompetisi amatir, FC Augsburg akhirnya mampu menembus divisi dua atau 2.Bundesliga di tahun 2006. Selanjutnya Augsburg mendapat prestasi membanggakan setelah berhasil promosi di Bundesliga pada tahun 2011.

Untaian sejarah tim bisa digambarkan dalam urutan waktu berikut :

  • 1907  FC Augsburg didirikan
  • 1909  Merger dengan TV 1871 Augsburg
  • 1910  Pertama  mengikuti kompetisi, Donaugau B-Class Divisi
  • 1913  Titel juara pertama daam perhelatan Donaugau
  • 1914  FC Augsburg bergabung dengan German Football Association
  • 1918  Menjuarai Donaugau B-class Division dan bermain di laga play off eastern area championship
  • 1927  Hans Semmler melatih secara fulltime untuk FC Augsburg
  • 1951  juara Bavarian Cup
  • 1955  FC Augsburg U-19 menjuarai Bavarian Championship
  • 1963  Bundesliga resmi berdiri mengganti Oberliga Sud. FC Augsburg turun kasta ke divisi dua
  • 1964  FC Augsburg terdegradasi ke divisi tiga
  • 1969  Bergabung dengan TSV 1847 Schwaben Augsburg. Tim ini kembali bernama FC Augsburg
  • 1978  FC Augsburg U-19 juara Bavarian Championship
  • 1991  FC Augsburg U-19 juara German Cup
  • 1992  FC Augsburg U-19 kebali menjuarai German Cup
  • 1993  FC Augsburg menjuarai German Championship. Di laga final, penonton mencapai 12.00 orang
  • 1994  FC Augsburg U-19 kembali menjuarai German Cup
  • 1995  FC Augsburg mempertahankan gelar German Cup
  • 2001  FC Augsburg bebas dari hutang yang melilit klub setalah kedatangan investor baru
  • 2006  FC Augsburg berhasil promosi ke 2.Bundesliga. come back setelah 23 tahun absen.
  • 2010  FC Augsburg mencapai semi final DFB Cup
  • 2011  FC Augsburg promosi ke Bundesliga
  • 2015  FC Augsburg tampil di Europa League

Staf Kepelatihan FC Augsburg

Posisi Nama
Pelatih Kepala Manuel Baum
Asisten Pelatih Alexander Frankenberger
Pelatih Kiper Zdenko Miletic
Dokter Tim Florian Elser
Piter Stiller
Andreas Weigel
Fisioterapis Markus Zeyer
Lange Henrik
Michael Deiss
Kitman Salvatore Belardo
Zdenek Vidrman

 

Stadion FC Augsburg

Augsburg Arena Stadion FC Augsburg

FC Augsburg awalnya bermarkas di stadion Rosenaustadion yang dibangun tahun 1951. Tahun 2004, saat Augsburg masih bermain di divisi empat, klub merasa perlu untuk membangun stadion baru mengingat Rosenaustadion sudah tak layak digunakan di era sepak bola modern. Stadion ini tak akan lolos kualifikasi asosiasi sepak bola jerman jika kelak Augsburg berlaga di Bundesliga.

26 Juli 2009, Augsburg Arena diperkenalkan ke publik setempat. Pembangunan stadion ini dilakukan dalam dua tahapan. Tahun 2007 adalah fase pertama pembangunan. Di periode ini, pembangun dilakukan dalam hal pembuatan tribun dengan kapasistas  sekitar 30.000 penonton. Fase kedua adalah pengembangan eksterior stadion. Pembangunan stadion ini dilakukan oleh kontraktor HBM Stadien-and Sportstatten GmbH. Augsburg architects Bernhard & Kogl bertindak sebagai arsitek.

Pembangunan stadion WWK Arena menghabiskan dana senilai €45 juta. Pembangunan sendri dilakukan mulai November 2007 hingga Juli 2009. Stadion ini mampu menampung 30.660 penonton. Di luar stadion, terdapat lapangan parkir yang bisa diisi oleh 3.500 dan space husus untuk bus berkapasitas 80 unit bus.

Prestasi FC Augsburg

Kompetisi Tahun
Regionalliga Sud 1973/1974, 2005/2006
Bayernliga 1972/1973, 1979/1980, 1981/1982, 1993/1994, 2001/2002
Schwaben Cup 1968/1969, 1969/1970, 1970/1971, 1971/1972, 1979/1980, 1985/1986, 1987/1988, 1992/1993, 1995/1996, 1998/1999, 2001/2002, 2003/2004, 2004/2005

Akademi Junior FC Augsburg

Sejarah akademi Augsburg menunjukkan bahwa tim muda ini mampu berprestasi lebih di banding tim seniornya. Tim U-18 Augsburg sudah mampu merengkuh national championship sejak ahun 1933 sekaligus menjadikannya tim non-bundesliga pertama yang mampu meraihnya.  Di bawah asuhan Heiner Schuhmann, tim muda Augsburg ini juga mampu mengunci empat gelar cup sepanjang era 1990-an. Bisa dikatakan, Akademi Augsburgh ini mendapat masa emasnya ketika ditangani oleh Schuhmann. Sebab, ketika Schuhmann pergi meninggalkan Augsburg ke Bayer Munich, tak terlalu banyak lagi prestasi yang mampu diraih tim Akademi Augsburg. Meski demikian, bagi klub, kesuksesan dalam meraih gelar bukanlah tujua esensi Akademi. Fokus dan tujuan Akademi Augsburg adalah pengembangan pemain muda dalam segala aspeknya.

Aktivitas Sosial & Amal FC Augsburg

FC Augsburg memiliki komitmen dalam hal pemberdayaan masyarakat. klub ini secara aktif ikut mensuport beragam projek sosial, khususnya di area Augsburg dan wilayah sekitar. FC Augsburg secara rutin melakukan tur amal yang mereka beri nama ‘FCA on Tour’. Dalam kegiatan tersebut, mereka datang mengunjungi sekolah, klub olah raga regional, maupun institusi-institusi untuk melakukan aksi sosial.

FC Augsburg juga terkenal dengan salah satu programnya yang bernama ‘Show Racism the Red Card’. Kampanye ini dilakukan untuk melawan tindakan rasisme yang masih sering dijumpai. Tim ini juga mempunyai program ‘Augsburg Calling’. Program ini sesungguhnya diinisiasi oleh fans Augsburg. Ini merupakan program di mana supporter tim lawan diundang untuk datang ke WWK Arena ketika tim mereka melakukan laga tandang ke Augsburg. Beberapa program sosial lainnya yang dibuat oleh Augsburg adalah Bunte Kreis charity in Augsburg, Night-shelter Augsburg, Honorary office, dan Clean Winners.

Hamburger SV

Hamburger SV berbasis di kota Hamburg, tim ini memiliki nama lengkap Hamburger Sport-Verein e.V. meski kemudian secara popular kerap disebut Hamburger SV, Hamburg, atau HSV. Tim ini sesungguhnya dibangun pertama kali pada September 1887 dengan nama SC Germania. Namun, tahun 1919 lebih dikenal publik sebagai tahun berdirinya Hamburg SV.

Hamburger SV secara konsisten berada di kasta tertinggi sepak bola Jerman. Hal tersebut membuat klub ini menjadi salah satu klub yang tak pernah absen di setiap gelaran Bundesliga. Hamburg memainkan laga kandangnya di Volksparkstadion, wilayah Bahrenfeld. Warna kebesaran klub ini adalah biru, putih, dan hitam. Sedangkan untuk kostum, tim ini menggunakan jersey putih dan celana pendek merah. Hamburg dikenal dengan julukan die Rothosen yang berarti celana pendek merah. Selain itu, Hamburg juga dijuluki der Dinosaurier (the Dinosaur) mengingat statusnya sebagai salah satu tim tertua di Jerman.

Hamburg SV menjuarai German Championship sebanyak enam kali. Tim ini juga telah mengoleksi gelar DFB-Pokal tiga kali. Pertengahan era 1970-an sampai pertengahan 1980-an merupakan periode emas tim ini. Selain mendapat beberapa gelar domestik, Hamburg mampu menjuarai European Cup Winners’ Cup di musim 1976/1977 dan European Cup musim 1982/1983.

Hamburg dikenal cukup baik dalam mengelola akademi tim remajanya. Tim ini memiliki tim sepak bola wanita yang berlaga di Women’s Bundesliga dari tahun 2003 hingga 2012. Selain itu, Hamburg mempunyai departemen dengan cabang olah raga berbeda seperti badminton, basket, baseball, boling, boxing, kriket, golf, gimnastik, bola tangan dan lain sebagainya. Hamburg juga menjadi salah satu klub olah raga terbesar dengan lebih dari 70.000 anggota.

Hamburger SV

Pemain Hamburger SV

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Rene Adler 19 MF Dren Feka
2 DF Dennis Diekmeier 20 MF Albin Ekdal
5 DF Johan Djourou 21 MF Nabil Bahoui
6 DF Douglas Santos 22 DF Matthias Ostrzolek
7 FW Bobby Wood 24 DF Gotoku Sakai
8 MF Lewis Holtby 25 FW Mats Kohlert
9 DF Kyriakos Papadopoulos 27 MF Nicolai Muller
10 FW Pierre-Michel Lasogga 28 DF Gideon Jung
11 FW Michael Gregoritsch 30 GK Andreas Hirzel
12 MF Walace 31 GK Christian Mathenia
13 DF Mergim Mavraj 32 MF Frank Ronstadt
14 MF Aaron Hunt 34 MF Finn Porath
15 FW Luca Waldschmidt 36 GK Tom Mickel
16 MF Vasilije Janjicic 37 DF Seo Young-jae
17 MF Filip Kostic 39 DF Ashton Gotz
18 FW Bakery Jatta

Sejarah Klub Hamburg SV

Hamburger Sport-Verein (HSV) berasal dari sebuah merger antara Der Hohenfelder Sportclub dengan Wandsbek-Marienthaler Sportclub yang dilakukan tangal 29 September 1887. Dari merger tersebut lahir tim Sport-Club Germania Hamburg (SC Germania). Tahun 1919, tim ini menjadi salah satu tim yang bergabung dengan dua tim lainnya untuk membentuk Hamburg SV. Namun, dalam statuta klub, tahun kelahiran Hamburg SV adalah 1887, tahun didirikannya SC Germania. Sedangkan merger tiga klub di tahun 1919 itu  disebabkan karena kondisi ketiga klub tersebut sedang kritis setelah terkena dampak Perang Dunia Pertama.

SC Germania, cikal bakal Hamburg SV, pada mulanya adalah klub atletik. Baru pada tahun 1891, seorang Inggris yang bergabung dengan klub memperkenalkan sepak bola. Awal kesuksesan tim sepak bola SC Germania ini terjadi di tahun 1896. Kala itu mereka memenangkan Hamburg-Altona Championship. Salah satu pemainnya, Hans Nobiling pindah ke Brazil di akhir abad 19. Di sana, Nobiling menjadi salah satu pionir penting sepak bola Brazil. Ia mendirikan SC Internacional, tiga dari klub tertua di Brazil. SC Internacional sendiri kemudian menjadi bagian dari Sao Paulo FC.

Hamburger SV 1-0 Juventus

Hamburger SV dengan cepat berubah menjadi tim yang kompetitif dan berhasi menembus laga final nasional 1922 melawan FC Nurnberg. Selanjutnya, sukses Hamburg pertama diraih di tahun 1923. Kala itu mereka merengkuh jawara nasional dalam perhelatan German Football Championship.

Paska perang, Hamburg menjadi tim Jerman pertama yang melakukan tur ke USA di tahun 1950. Satu decade kemudian, pada 1960, Hamburg SV keluar sebagai jawara German Championship untuk pertama kalinya sejak 1928, mengalahkan FC Koln 3-2 di partai final. Seeler yang mencetak dua gol di lagapamungkas itu pun dijuluki sebagai West German Player of the Year. Pada ajang internasional, Hamburg SV mewakili Jerman Barat di European Cup 1960/1961.

Di saat Bundesliga untuk pertama kalinya dihelat, Hamburg menjadi salah satu tim yang ikut serta di dalamnya. Bahkan, di perayaan ulang tahun ke 40 Bundesliga tahun 2004,  digelar laga antara Hamburg SV melawan Bayern Munchen.

Tahun 1973, Hamburg SV merengkuh gelar juara DFB-Ligapokal, menundukkan Borussia Monchengbladbach 4-0 di laga penutup. Setahun kemudian, mereka mampu kembali menembus laga final. Namun, di laga pamungkas itu, Hamburg dikalhkan Eintracht Frankfurt. Pada tahun 1976, Hamburg kembali mencicipi laga final DFB-Pokal dan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan FC Kaiserslautern 2-0 di partai finalnya.

Musim 1979/1980, Hamburg kembali menjajal European Cup. Serupa dengan apa yang terjadi 19 tahun sebelumnya, Hamburg harus berhadapan dengan tim spanyol, Real Madrid, di fase semi final. Hamburg pun kalah di leg pertama di Santiago dengan skor 2-0. Namun, di kandangnya, Volksparkstadion, hamburg mampu membalikkan keadaan dengan menundukkan El Real 5-1.

Di tahun 1981, Hamburg dinahkodai oleh seorang Austria, Ernst Happel. Pada musim pertamanya, Happel berhasil mempersembahkan gelar Bundesliga dan berhasil enembus final UEFA Cup. Namun, di ajang  eropa tersebut, Hamburg kalah agregat 4-0 dari tim Swedia, IFK Goteborg.

Di era 1990-an, hamburg berada pada krisis finansial. Penjualan Thomas Doll ke Lazio dengan harga € 16 juta pada Juni 1991 sedikit banyak membantu mereka untuk survive. Di tahun 1995, Felix Magath kembali melatih Hamburg dan Uwe Seelar memimpin klub. Di bawah rezim baru ini, Hamburg mampu finis di urutan lima Bundesliga dan mengamankan kualifikasi piala Eropa. Musim selanjutnya, hamburg mampu menembus semi final DFB-Pokal.

Stadion Hamburger SV Imtach Arena

Imtech Arena Stadion Hamburger SV

Sejak dibuka tahun 1953, kandang Hamburg SV ini telah berganti nama beberapa kali. Meski demikian, nama asli dari stadion ini adalah Volksparkstadion. Perubahan nama stadion tak lepas dari kesepakatan sponsorship. Setidaknya, ada tiga nama lain untuk stadion ini berkenaan dengan kesepakat sponsor; AOL Arena di tahun 2001-2007, HSN Nordbank Arena di tahun 2007-2010, dan Imtech Arena dari 2010 sampai sekarang.

Stadion berkapasitas 65.000 penonton ini dibangun pada tahun 1953, menggantikanthe Crumbling Altona Stadium. Volksparkstadion pernah mendapat kehormatan untuk menggelar FIFA World Cup tahun 1974. Dalam perhelatan tersebut, stadion ini menggelar tiga pertandingan grup.

Stadion The Imtech Arena, nama yang digunakan saat ini, masuk ke dalam kualifikasi stadion elit UEFA. Oleh karenany, pada tahun 2006, stadion ini dipercaya untuk menggelar pertandingan empat grup Piala Dunia. Pada 2010, stadion ini juga menjadi saksi bisu pertandingan final Europa League antara Fulham dan Atletico Madrid.

Warna Seragam Kebesaran Hamburger SV

Berdasarkan statute, biru, putih, dan hitam meruakan warna kebesaran Hamburger SV. Warna ini sudah menjadi warna kebanggaan sejak klub ini masih bernama SC Germania. Sebagaimana dalam Blue Peter flag atau bendera Hamburg SV, biru melambangkan pertalian dengan tradisi laut Hamburg.

Kostum home tim ini adalah jersey berwarna putih dan celana pendek berwarna merah. Dari situ, tim ini kerap dijuluki die Rothosen yang berarti celana pendek merah. Hamburg juga mendapat julukan der dinosauer karena usia tim ini yang sudah tua.

Adidas menjadi perusahaan apparel yang digunakan Hamburg pada kostumnya sejak 1978 hingga 1995. Kemudian, setelah sempat berpisah, tim iniembali bekerja sama dengan adidas di tahun 2007. Sementara itu, sponsor jersey pertama hamburg di tahun 1974 adalah Campani. Berikut selengkapnya;

Musim Sponsor
1974-1976 Campani
1976-1979 Hitachi
1979-1987 BP
1987-1994 Sharp
1994-1999 Hyundai
1999-2003 TV Spielfilm
2003-2006 ADIG
2006- Emirates

Prestasi Hamburger SV

Hamburger SV patut berbangga dengan selalu tampil di Bundesliga semenjak pendiriannya. Sepanjang itu pula, klub ini mulai mengoleksi titel demi titel untuk dipajang di rak piala klub. Berikut adalah gelar yang pernah diraih hamburg.

Gelar Tahun
German Champions 1922/1923, 1927/1928, 1959/1960, 1978/1979, 1981/1982, 1982/1983
DFB-Pokal 1962/1963, 1975/1976, 1986/1987
DFB-Ligapokal 1972/1973, 2003
European Cup 1982/1983
European Cup Winners’ Cup 1976/1977
UEFA Intertoto Cup 2005, 2007

 

Staf Kepelatihan Hamburger SV

Posisi
Nama
Pelatih Kepala Markus Gisdol
Asisten Pelatih Frank Frohling
Frank Kaspari
Pelatih Kiper Stefan Wachter
Pelatih Fitnes Daniel Mussig
Instruktur Rehabilitasi Sebastian Capel
Managing Director Dietmar Beiersdorfer
Direktur Olah Raga Dietmar Beiersdorfer
Kepala Pelatih Remaja Bernhard Peters
Dokter Tim Gotz Welsch
Fisioterapis Uwe Schellhammer
Kristof Meyer
Benjamin Eisele
Andreas Thum
Kitman Miroslav Zadach
Oran Suka
Koki Mario Mosa