Sunderland AFC

Sunderland Association Football Club (AFC) merupakan tim sepak bola yang berbasis di utara dan timur kota Sunderland, area metropolitan Tyne and Wear. Sunderland didirikan 138 tahun yang lalu, tahun 1879. Klub berjuluk The Black Cat ini dimiliki oleh Ellis Short. Sunderland bermarkas di Stadium of Light.

Mulai dari musim 2017/2018, Sunderland akan bermain di EFL Championship, kasta kedua kompetisi sepak bola Inggris setelah di akhir musim 2016/2017, Sunderlend finis di dasar klasemen. Sejak berdirinya klub, Sunderland telah mengoleksi enam gelar First Division atau yang kita kenal hari ini sebagai Premier League. Gelar tersebut diraih Sunderland di tahun 1892, 1893, 1895, 1902, 1913, dan 1936. Sunderland juga pernah menjadi jawara FA Cup sebanyak dua kali, tahun 1937 dan 1973. Gelar FA Cup pertama diraih setelah menundukkan Preston North End dengan skor 3-1. Sementara itu, trofi kedua FA Cup didapat Sunderlend usai mengalahkan Leeds United dengan skor tipis 1-0. Sunderland juga sudah mengoleksi satu trofi FA Community Shielad yang diraihnya pada tahun 1936. Di level kompetisi domestik, Sunderlend keluar sebagai juara Divisi Dua sebanyak lima kali dan Divisi tiga sebanyak satu kali.

Sunderland memainkan semua laga kandangnya di stadion dengan kapasitas kurang lebih 49.000 orang, Stadium of Light. The Black Cat bermukim di stadion ini sejak tahun 1997. Sebelumnya, Sunderland bermarkas di Roker Park Stadium. Kapasitas awal Stadium of Light sebetulnya hanya 42.000. Penambahan kapasitas terjadi sejak tahun 2000 ketika stadion ini direnovasi besar-besaran. Sunderland memiliki sejarah rivalitas tinggi dengan klub tetangga, Newcastle United sejak tahun 1898. Tyne-Wear derby adalah judul atau tajuk di saat dua klub bertanding. Sejak promosi ke Premier League tahun 2007, Sunderland bertransformasi menjadi salah satu klub terkaya di dunia. Nilai klub mencapai 93 juta Dolar di tahun 2014 dan menjadikannya klub ke 31 terkawa di dunia.

skuad sunderland

Skuad Sunderland

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Vito Mannone 16 DF John O’shea
2 DF Billy Jones 17 MF Didier N’Dong
3 DF Bryan Oviedo 18 FW Jermain Defoe
4 DF Jason Denayer 19 DF Paddy McNair
5 DF Papy Djilobodji 20 MF Steven Pienaar
6 MF Lee Cattemole 21 DF Javier Manquillo
7 MF Sebastian Larsson 22 DF Donalad Love
8 MF Jack Rodwell 23 DF Lamine Kone
9 FW Fabio Borini 24 MF Darron Gibson
10 MF Wahbi Khazri 27 DF Jan Kirchhoff
12 GK Mika 28 FW Victor Anichebe
13 GK Jordan Pickford 29 FW Joel Asoro
14 MF Duncan Watmore 44 MF Adnan Januzaj
15 DF Joleon Lescott 46 MF Lynden Gooch

Sejarah Sunderland

Sunderland didirikan pada tanggal 17 Oktober 1879 dengan nama Sunderland and District Teachers A.F.C. oleh schoolmaster, James Allan. Sunderland tergabung ke Football League di musim 1890/1891. Saat itu Sunderland mengganti posisi Stok yang tedegradasi. Di akhir abad ke 9, Sunderland dinobatkan sebagai “Team of All Talents” oleh pendiri liga, William McGregor. Pujian tersebut disematkan setelah Sunderland menekuk Aston Vila dengan skor 7-2. Musim 1891/1892, Sunderland langsung memenangkan League Championship. Saat itu, The Times, sebuah majalah terkemuka, menyebut pemain-pemain sunderland sebagai “a wonderfully fine team”. Musim berikutnya, The Black Cat sukses mempertahankan trofi. Di masa itu, Johny Campbell, sang predator, bermain dengan luar biasa, mencetak 30 gol untuk yang kedua kalinya di dua musim berbeda secara berturut-turut.

Sunderland hampir merengkuh trofi Championship musim 1893/1894. Akhirnya klub finis di peringkar dua di bawah Aston Vila. Sunderland kembali meraih gelar di musim 1894/1895, unggul lima poin di atas runners-up, Aston Vila. Usai menjuarai Championship, The Black Cat bermain melawan Heart of Midlothian di ajang the cotish League. Sunderland menang 5-3 atas Midlothian dan difigurkan sebagai “Champions of the World”. Musm 1898/1899, Sunderland pindah kandang ke stadion Roker Park. musim 1901/1902, Sunderland kembali meraih gelar mengungguli Everton 3 poin yang duduk di peringkat dua.

Sunderland mencatat kemenangan terbesar di liga saat bertemu dengan tim rival. Newcastle ditaklukan 9-1 pada tanggal 5 Desember 1908. Tahun 1913, The Black Cat kembali merengkuh titel liga. Sayangnya di tahun yang sama, Sunderland kalah di final FA Cup dari Aston Vila. Padahal ini kesempatan pertama Sunderland untuk meraih double winner, liga dan FA. Musim 1935/1936 adalah edisi ke enam Sunderland berkompetisi di liga. Musim berikutnya, Sunderland menjuarai FA Cup setelah menekuk Preston North End 3-1 di Wembley Stadium.

Akhir tahun 1950-an, Sunderland diterpa masalah finansial. Di tengah masalah tersebut, Sunderland semakin terpuruk saat presiden klub dan tiga direktur klub ditemukan telah melakukan skandal keungan tahun 1957 hingga kemudian masing-masing disuspend dari klub. Keadaan buruk tersebut berdampak pada performa tim. Sunderland terdegradasi dari divisi teratas Inggris untuk pertama kalinya setela selama 68 tahun klub ini nyaman berlaga di sana. Kemudian, Sunderland absen dari Divisi Satu selama enam musim. Baru di musim 1964, Sunderland kembali promosi ke Divisi Satu. Sayangnya di akhir abad 20, Sunderland kembali terdegradasi setalah hanya mampu finis di posisi 21.

Sunderland kembali merengkuh gelar bergengsi di thun 1973. Saat itu The Black Cat berhasil membawa pulang trofi FA Cup. Klub ini mengalahkan Leeds United di partai finalnya. Dengan menjuarai FA Cup ini, Sunderland berhak untuk kualifikasi UEFA Cup Winners’ Cup dan ini menjadi ajang pertama Sunderand berlaga di turnamen Eropa. Di kompetisi para juara Cup negara-negara Eropa ini, Sunderland berhasil menakluka Vasas Budapest dengan agregat 3-0. Selanjutnya, Sunderland disingkirkan Sporting Lisbon dari komeptisi ini. Di laga home, Sunderland sebenarnya menang 2-1. Sayang, di leg kedua, Sporting Lisbon unggul 2-0 dan menjadikan agregat 2-3.

Tahun 1987, Sunderland mencatat rekor raihan poin terendah di liga sepanjang sejarah klub. Tim pun terdegradasi ke Divisi Tiga English League untuk yang pertama kalinya. Beruntungnya, perombakan di tubuh klub dengan kehadiran presiden baru, Bob Murray dan manajer baru, Denis Smith, musim berikutnya, Sunderland sudah bisa promosi ke Divisi Dua. Baru di tahun 1990, Sunderland kembali ke kompetisi kasta teratas sepak bola Inggis meski dalam keadaan yang tidak menentu. Di laga play off antara Sunderland melawan Swindon Town dalam perebutan satu kursi di divisi satu, The Black Cat sebetulnya kalah. Namun, Swindon ditemukan terdapat ketidakberesan dalam hal finansial, maka Sunderland yang ditunjuk berhak atas satu kursi tersebut.

Tahun 1995, Sunderland terlihat bakal terjun kembali ke Divisi Tiga. Tindakkan cepat dilakukan. Peter Reid ditunjuk sebagai nahkoda baru klub dan berhasil mengangkat performa tim. Di bawah asuhannya, stabilitas performa dinilai terjaga. Ia pun dipertahankan untuk melatih. Setelah promosi dari Divisi Satu pada musim 1995/1996, Sunderland mulai menjajaki musim pertamanya di Premier League meski di akhir musimnya, Sunderland hanya finis di peringkat tiga terbawah. Akhirnya, Sunderland pun kembali terdegradasi ke Divisi Satu. Tahun 1997, Sunderland pindah markas. Klub ini meninggalkan Roker Park yang telah dihuninya selama 99 tahun. Sunderland pindah ke kandang barunya, Stadium of Light meski seorang mantan pemain Sunderland, Len Shackleton, mengatakan bahwa tidak akan ada tempat lain seperti Roker. Selanjutnya, Sunderland berkompetisi fluktuatif dari Premier League dan Championship. sempat promosi ke premier league saat diasuh Roy Keane tahun 2007, inkonsistensi kemudian membuat Sunderland kembali terdegradasi. Musim 2017/2018 pun Sunderland tidak akan bermain di Premier League sebab berada di dasar tabel klasemen Premier League musim 2016/2017.

Staf Kepelatihan Sunderland

Posisi Nama
Manajer David Moyes
Asisten Manajer Paul Bracewell
Pelatih Tim Utama Robbie Stockdale
Pelatih Kiper Adrian Tucker
Pelatih U-21 Andy Welsh
Pelatih U-18 Lewis Dickman
Fisioterapist Peter Brand
Sport Scientist Scott Pearce
Kitman John Cooke

Stadium of Light

stadium of light

Sunderland bermarkas di Stadium of Light sejak tahun 1997. Stadion yang terletak di 50 Fawcett St, Sunderland, ini mampu menampung hingga kurang lebih 49.000 penonton. Penamaan stadion dibuat demikian sebagai bentuk penghargaan terhadap wilayah industri dan warisan pertambangan kebanggaan publik Sunderlang. Stadium of Light ini menjadi stadion nomor lima dengan kapasitas terbesar di Inggris.

Sepanjang sejarah klub, Sunderland telah bermukim di tujuh stadion berbeda. Pertama, sejak tahun 1879, Sunderland bermarkas di Blue House Field yang terletak di wilayah Hendon. Stadion ini terletak berdekatan dengan tempat di mana Sunderland didirikan, Hendon Board School. Selanjutnya, Sunderland berpindah markas ke Groves Field di Ashbrooke pada tahun 1882. The Black Cat hanya menghabiskan satu musim di stadion ini. musim berikutnya, Sunderland pindah ke stadion ketiganya, stadion Horatio Strret di wilayah Roker. Stadion ini menjadi stadion pertama di yang terletak di bagian utara sungai Wear. Semusim kemudian, Sunderland pindah ke Abbs Field di Fulwell untuk dua musim ke depan.

Tahun 1886, kandang Sunderland pindah ke Newcastle Road. Stadion ini bertambah kapasitasnya hingga mencapai 15.000 pada tahun 1898. Memasuki abad ke-20, Sunderland berpikir untuk pindah ke stadion dengan kapasitas yang lebih besar. Klub ini pundah ke Roker Park. stadion ini dibuka tanggal 10 September 1898. Kapasitas Stadion Roker Park mencapai 50.000 orang. tahun 1913, Sunderland hampir bangkrut karena biaya pembangunan renovasi tribun utama Rooker Park. tahun 1943, Rooker Park terkena Bom yang menghancurkan salah satu tribunnya. Tahun 1990-an, stadion sudah tak cukup lagi untuk menampung supporter Sunderland. Karena pertimbangan tidakadanya ruan untuk pembangunan kembali Rooker Parkk, Sunderland pun pindah ke Stadium of light di tahun 1997.

Prestasi Sunderland

First Division/ Premier League 1891/1892, 1892/1893, 1894/1895, 1901/1902, 1912/1913, 1935/1936
Second Division/ First Division/ Championship 1975/1976, 1995/1996, 1998/1999, 2004/2005, 2006/2007
Third Division/ Second Division/ League One 1987/1988
FA Cup 1937, 1973
Charity Shield 1936
Sheriff of London Charity Shield 1903
BBC Sports Personality Team of The Year Award 1973
Football World Championship 1895

Aparel dan Kit Sponsorship Sunderland

Sunderland pertama kali disponsori, dengan kesepakatan menempelkan nama perusahaannya di kostum, oleh Cowie’s, grup bisnis yang dipimpin oleh Tom Cowie. Kesepakatan tersebut berlangsung sejak 1983 hingga 1985. Antara tahun 1985 hingga 1999, Sunderland disponsori oleh Vaux Breweries beserta brand minuman yang juga kerap terpampang di jersey tim. Selanjutnya, ada nama-nama perusahaan seperti Boylesport, Tombola, Tullow Oil, Bidvest, Dafabet dan seterusnya. Berikut adalah detailnya.

Periode Aparel Shirt Sponsor
1975-1981 Umbro None
1981-1983 Le Coq Sportif
1983-1985 Nike Cowie’s
1985-1986 Vaux Breweries
1986-1988 Patrick
1988-1994 Hummel
1994-1997 Avec
1997-2000 Asics
2000-2004 Nike Reg Vardy
2004-2005 Diadora
2005-2007 Lonsdale
2007-2010 Umbro Boylesports
2010-2012 Tombola
2012-2013 Adidas Invest in Africa
2013-2015 Bidvest
2015- Dafabet

Southampton FC

Southampton Football Cub adalah klub profesional yang bermain di kompetisi teratas Inggris, English Premier League. Klub berjuluk The Saints ini berbasis di Southampton, Hampshire, Iggris. Southampton didirikan pada 21 November 1885 dengan nama St. Mary’s Y.M.A.. Hingga tahun 2017, klub ini dimiliki oleh Katharina Liebherr. Musim 2016/2017, di bawah asuhan Claude Puel, Southampton finis di peringkat 8 Liga Premier Inggris.

Southampton telah mengoleksi satu gelar FA Cup yang diraihnya tahun 1976. Di level kompetisi, capaian tertinggi The Sints terjadi pada musim 1983/1984 yang mana klub mampu finis di posisi kedua tabel klasemen. 15 Mei 2005, Southampton terdegradasi dari Liga Premier Inggris setelah 27 tahun berturut-turut berlaga di kompetisi nomor satu Inggris ini. Tujuh tahun kemudian, klub berkostum berpola strips merah putih ini kembali ke Premier League.

Akademi Southampton terbukti cukup produktif memproduksi pemain-pemain hebat. Beberapa nama yang berasal dari akademi Southampton kini banyak yang menghuni klub-klub ternama dunia semisal Adam Lallana, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, Wayne Bridge, Luke Shaw, Gareth Balem dan Chris Baird. Dari nama-nama berikut juga tak terelakkan bahwa akademi Southampton tak absen menjadi produsen pemain tim nasional Inggris.

Southampton bermukim di St Mary’s Stadium sejak tahun 2001 setelah seblumnya menghuni stadion The Dell. Julukan The Saints atau dalam bahasa Indonesia berarti orang suci tersemat pada klub sejak tahun 1885 berkaitan dengan sejarah klub yang mana Southampton ini merupakan salah satu klub sepak bola di Inggris yang lahir dari gerja. Southampton mempunya catatan rivalitas yang cukup panas dengan Portsmouth. Rivalitas tersebut disebabkan oleh kedekatan lokasi kedua klub dan sejarah maritim masing-masing kota. South Coast derby adalah tajuk saat kedua tim beradu.

skuad-southampton

Skuad Southampton

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Fraser Poster 19 MF Sofiane Boufal
2 DF Cedric Soares 20 FW Manolo Gabbiadini
3 DF Maya Yoshida 21 DF Ryan Bertrand
4 MF Jordy Clasie 22 MF Nathan Redmond
5 DF Florin Gardos 23 MF Pierre-Emile Hojbjerg
7 FW Shane Long 24 DF Jack Stephens
8 MF Steven Davis 26 DF Jeremy Pied
9 FW Jay Rodriguez 28 GK Stuart Taylor
10 FW Charlie Austin 32 FW Olufela Olomola
11 MF Dusan Tadic 33 DF Matt Targett
13 GK Alex McCrthy 38 DF Sam McQueen
14 MF Oriol Romeu 39 MF Josh Sims
16 MF James Ward-Prowse 41 GK Harry Lewis
17 DF Virgil van Dijk 42 MF Jake Hesketh
18 MF Harrison Reed FW Sam Gallagher

Sejarah Southampton

Southampton dibentuk di sebuah gereja bernama St. Mary pada 21 November 1885 oleh asisiasi pemuda Inggris anggota Gereja St. Mary dengan nama St. Mary’s Y.M.A.. klub ini mulanya sering bertanding di The Common, sebuah laga amatir. Kemudian, jika mereka bertanding di pertandingan yang lebih besar, semisal turnamen, Southampton melakoninya di lapang Country Cricket atau di lapang Antelope Cricket. Pada intinya, secara garis besar, Southampton mulanya bernama St. Mary’s Young Men’s Association F.C. dan sering hanya disebut St. Mery’s FC hingga musim 1887/1888. Lalu, ketika klub mulai berkompetisi di Southern League, namanya berubah menjadi Southampton St. Mary’s.

Nama-nama seperti Charles Baker, Alif Littlehales, Fred Hollands dan Lachie Thomson menjadi bagian penting dari klub di masa-masa Southampton baru meniti karir Liga. Musim 1896/1897, the Saint meraih gelar Southern League. Selanjutnya, klub berubah menjadi sebuah perusahaan mandiri dan berganti nama menjadi Southampton F.C. klub yang baru bertransformasi ini menjuarai Southern di tahun 1897, 1898, 1899, 1901, 1903, dan 1904. Pada periode ini, mereka pinah kandang ke The Dell yang dibangun dengan dana mencapa 10 ribu Poundsterling. Tahun 1900, Southampton untuk yang pertama dari keempat kalinya klub mencapai partai final FA Cup tahun 1900.

Tahun 1920, tepat seusai berakhirnya perang dunia kesatu, Southampton bergabung dengan kompetisi yang baru terbentuk, Divisi tiga Football League. Semusim kemudian, The Saint promosi ke kasta di atasnya, Divisi Dua. Tahun 1925 dan 1927, Southampton sampai di babak semi final FA Cup. Sayangnya, Southampton dikalahkan Sheffield dan Arsenal. Tahun 1940, ketika sebuah bom dijatuhkan di the Dell Pitch saat perang dunia dua, Southampton dipaksa untuk bermarkas di kandang Portsmouth sang rival, Fratton Park.

Southampton promosi ke divisi dua tahun 1960. Tahun 1966, dengan 30 dari 85 gol keseluruhan klub sepanjang musim, Southampton promosi ke Divisi Satu. Selanjutnya, Southampton bertahan selama delapan musim di kompetisi elit ini. Sepanjang periode tersebut, catatan terbaik klub hanya mampu finis di posisi tujuh,terjadi pada musim 1968/1969 dan 1970/1971. Setelah terdegradasi, Southampton, di bawah manajemen McMenemy, mencoba untuk bangkut. Klub mendatangkan beberapa pemain baru seperti Peter Osgood, Jim McCalliog, Jim Steele, dan Peter Rodrigues. Tahun 1976, The Saint mampu menembus babak final FA Cup. Musim berikutnya, Souhampton berlaga di kancah Eropa dalam perhelatan Cup Winners’ Cup dan tersingkir di babak ketiga setelah kalah agregat 2-3 dari Anderlecht.

Musim 1992/1993, Southampton menjadi anggota Premier League. The Saint mampu bertahan sepuluh musim yang sering dipenuhi dengan perjuangan melawan ancaman degradasi. Tahun 2004, Southampton terdegradasi ke championship, kasta kedua sepak bola Inggris. Musim pertamanya berkompetisi di Championship, Southampton kembali hampir terdegradasi. Beruntungnya, klub ini sanggup menaikkan performanya dan meraih hasil positif di minggu-minggu terakhir kompetisi hingga akhirnya Southampton mengunci posisi 12 di akhir musimnya.

Musim 2012/2013, Southampton baru kembali ke Premier League. Kala itu, klub ini tengah ditangani oleh manajer Nigel Adkins. Di masa-masa awal sekembalinya ke Premier League, Nigel digantikan oleh pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino. Di akhir musim, Southampton finis di peringkat 14 tabel klasemen. Setidaknya, klub ini selamat dari ancaman degradasi di musim kembalinya mereka di Liga Premier Inggris. Selanjutnya, perjalanan Southampton, sebagaimana lazimnya klub sepak bola, diwarnai dengan pergantian pemain dan pelatih. Namun, hingga musim 2016/2017, Southampton belum bisa finis di atas posisi tujuh yang terakhir kali didapatkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Staf Kepelatihan Southampton

Posisi Nama
Manajer Claude Puel
Asisten Manajer Eric Black
Asisten Pelatih Tim Utama Pascal Plancque
Pelatih kiper Dave Watson
Sport Scientist Alek Gross
Fisioterapist Tom Sturdy
Steve Wright
Kevin Mulholland
Data Scientist Laura Bowen
Kitman MarkForbes
Jamie Ireland
Performance Analyst Scott Waters
Michael Haines

St. Mary’s Stadium

st-mary-stadium

Southampton bermarkas di stadion St Mary. Stadion yang berlokasi di Britania Road, Southampton, Hampshire ini dibuka tahun 2001. St Mary’s Stadium mampu menampung hingga kurang lebih 32.363 orang. Stadion ini menjadi yan terbesar di wilayah selatan Inggris, kecuali London, tentunya. Southampton sudah bermukim di St Mary’s Stadium sejak stadion ini dibuka. Laga pembuka terjadi kali tuan rumah menjamu RCD Espanyol. St. Mary’s Stadium masuk dalam jajaran stadion UEFA’s Four Star Criteria. Stadion St. Mary tercatat sudah menghelat beberapa pertandingan Internasional. Rekor penonton terbanyak yang hadir di stadion terjadi saat Southampton melawan Coventry City, April 2012, dengan jumlah penonton mencapai 32.363 orang.

Sebelum berkandang di St Mary’s Stadium, sejak tahun 1898 hingga 2001, Southampton menjalani semua laga kandangnya di stadin The Dell. Sejarah panjang meliputi 103 tahun berdirinya The Del diwarnai dengan beberapa kali renovasi, termasuk dua tribun yang dibangun ulang setelah tragedi kebakaran tahun 1950. Southampton melakukan latihan di stadion terpisah dengan stadion utamanya. The Saints latihan di Staplewood yang berlokasi di tepi New Forest. Fasilitas latihan yang dibangun dengan dana hampir 40 juta Poundsterling ini dibuka tahun 2014 bulan November.

Lambang Southampton

Southampton pada masa awal pendiriannya menggunakan lambang yang sama dengan lambang kota. Namun, selama periode 1970-an, kompetisi dan suporter mendorong klub untuk membuat lambang klub baru. Lambang yang didesain oleh Rolland Parris menjadi lambang baru klub dan digunakan selama 20 tahun. Pengganti lambang buatan Parris dibuat oleh agensi desain Southampton pada tahun 1990-an.

Lambang Southampton 125

Dari atas sampai ke bawah, lambang yang ada merepresentasikan kesucian sesuai julukannya, saints. Bola mencerminkan sifat alamiah klub. Kemudian syal di di bagian atas menggambarkan suporter dan warna kebesaran klub. Gambar pohon merepresentasikan lokasi New Forest dan Southampton Common. Terdapat juga seperti arus air di bawah pohon. Itu melambangkan hubungan klub dengan sungai, laut, dan samudra. Kita tahu bahwa Southampton adalah daerah agraris. Tanggal 13 Mei 2010, klub merilis lambang baru dalam versi spesial ulang tahun Southampton ke 125.

Prestasi Southampton

Kompetisi Tahun
Football League Division Three/ Football League One 1959/1960
Football League Third Division South 1921/1922
Southern League 1896/1897, 1897/1898, 1898/1899, 1900/1901, 1902/1903, 1903/1904
FA Cup 1976
Football League Trophy 2010
Hampshire Senior Cup 17 kali

Aparel dan Kit Sponsor Southampton

Southampton pernah disponsori berbagai perusahaan. Perusahaan pertama yang namanya terpampang di kostum pemain Southampton adalah sebuah perusahaan pembuat mesin fotokopi, Rank Xerox, tahun 1983. Selanjutnya ada Draper Tools, perusahaan yang mempunyai pabrik besar di dekat East leigh. Perusahaan ini mensponsori Southampton dari tahun 1984 hingga 1993. Selanjutnya, berbagai perusahaan datang membuat kesepakatan dengan klub. Berikut adalah data sponsorship utama dan apparel Southamppton.

Periode Apparel Shirt Sponsor
1974-1976 Umbro None
1976-1980 Admiral
1980-1983 Patrick Rank Xerox
1983-1984 Air Florida
1984-1987 Draper Tools
1987-1991 Hummel
1991-1993 Admiral
1993-1995 Pony Dimplex
1995-1999 Sanderson
1999-2006 Saints (brand klub) Friends Provident
2006-2008 Flybe
2008-2010 Umbro
2010-2011 None
2011-2013 aapᶟ
2013-2014 Adidas
2014-2015 Saints Veho
2015-2016 Adidas
2016- Under Armour Virgin Media

West Ham United

West Ham United merupakan klub profesional yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League. Klub ini berbasis di Stratford, London timur. West Ham didirikan pada tanggal 29 Juni 1895 dengan nama Thames Ironworks. Kemudian di tangal 5 Juli 1900, klub tersebut berubah menjadi West Ham United sebagaimana kita ketahui sekarang. Klub berjuluk The Hamers ini bermarkas di Olympics London Stadium yang mampu menampung hingga kurang lebih 60.000 penonton.

Sekitar satu abad sejak tahun 1904, West Ham United memainkan laga kandangnya di Boleyn Ground. West Ham mulai memulai keikutsertaannya dalam kompetisi di Southern League dan Western League sebelum akhirnya turut ambil bagian di Football League tahun 1919. Empat tahun kemudian, tahun 1923, klub ini berhasi promosi ke level tertinggi kompetisi Inggris di masa itu. Di tahun yang sama, West Ham gagal mengangkat trofi FA Cup di mana mereka hanya sanggup keluar sebagai runners-up turnamen tertua Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Klub yang juga sering disapa The Irons ini baru berhasil merengkuh gelar FA Cup di tahun 1964 yang kemudian berlanjut di tahun 1975 dan 1980. Sementara itu, di ajang serupa tahun 1923 dan 2006, Westt Ham dikalahkan di partai puncaknya. Di level Eropa, West Ham telah mengoleksi satu gelar European Cup Winners’ Cup tahun 1965 dan runners-up Intertoto Cup tahun 1999.

Untuk level domestik, West Ham United menjadi salah satu klub yang belum pernah jatuh di bawah kasta kedua liga. Klub ini menghabiskan 59 dari 91 musim di kasta teratas liga, termasuk liga musim 2016/2017. Capaian tertinggi klub di kompetisi domestik adalah ketika West Ham finis di posisi tiga Divisi Satu kompetisi musim 1985/1986. The Hammers pernah menjadi klub pemasok pemain Tim Nasional Inggris. Piala dunia tahun 1966, West Ham menyumbang sejumlah nama untuk The Three Lion. Mereka adalah Bobby Moore, Geoff Hurst, dan Martin Peters.

Skuad West Ham United

Skuad West Ham United

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Darren Randolph 21 DF Angelo Ogbonna
2 DF Winston Reid 22 DF Sam Byram
3 DF Aaron Cresswell 23 DF Jose Fonte
4 MF Havard Nordtveit 24 FW Ashley Fletcher
5 DF Pablo Zabaleta 25 DF Doneil Henry
7 MF Sofiane Feghouli 26 DF Arthur Masuaku
8 MF Cheikhou Kouyate 30 MF Michail Antonio
9 FW Andy Carroll 31 MF Edimilson Fernandes
10 MF Manuel Lanzini 32 DF Reece Burke
11 MF Robert Snodgrass 33 DF Stephen Hendrie
13 GK Adrian 34 GK Raphael Spiegel
14 MF Pedro Obiang 35 DF Reece Oxford
15 FW Diafra Sakho 36 MF Domingos Quina
16 MF Mark Noble 41 DF Declan Rice
19 DF James Collins
20 FW Andre Ayew

Sejarah West Ham United

West Ham United semula adalah sebuah klub yang didirikan pada tahun 1895 dengan nama Thames Ironworks. Klub ini diinisiasi oleh Dave Taylor, seorang mandor dan wasit liga lokal. Thames Ironworks bermai di sebuah kompetisi amatir tahun 1895. Tim ini, sesuai namanya, diisi oleh kelompok pekerja seperti Thomas Freeman, seorang pekerja di sebuah kapal penyelamat, Walter Parks seorang penjaga toko, Tom Mundy, Walter Tranter, dan James Lindsay yang bekerja sebagai pembuat wajan atau panci, William Chapman, George Sage, William Chamberlain, serta Charlie Dove yang berpropesi sebagai pengeling.

Thames Ironworks pernah meraih titel West Ham Charity Cup di tahun 1895, tak lama setelah klub ini dibentuk. Mereka juga pernah meraih gelar juara London League tahun 1897. Thames Ironworks pernah bertransformasi menjadi klub profesional di tahun 1898 dengan mengikuti Southern League Divisi Dua. Mereka juga sempat promosi ke Divisi Satu pada musim pertama keikutsertaannya di Southern League. Tim ini sebetulnya berkostum biru gelap. Namun, tahun 1987 hingga 1899, warna kostum mereka berubah menjadi biru langit dengan kombinasi putih. Barulah di tahun 1899, tim ini mengganti warna kostumnya dengan warna claret atau merah anggur dan biru langit di bagian lengannya. Persis seperti apa yang kita lihat sekarang.

Tahun 1900, Thames Ironworks menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh krisis finansial. Lalu, setelah hampir bangkrut, klub ini mereformasi diri, mengganti nama klub menjadi West Ham United dengan Syde King sebagai manajer dan Charlie Paynter sebagai asistennya. Namun, dikarenakan orang-orang dan akar West Ham ini diketahui bertalian dengan Thames Irin Works, suporter dan media lokal tetap mengetahui atau menyebut tim ini dengan nama te Irons atau the Hammers.

West Ham United mulai berkompetisi di Western League musim 1901/1902 meski masih mengikuti liga di Divisi Satu Southern League tahun 1907. Klub yang telah bertransformasi menjadi West Ham United membawa perubahan pula pada kandang klub. Semula mereka bermarkas di Memorial Grounds, Plaistow. Setelah berganti nama, klub pun pindah markas ke stadion Boleyn Ground di area Upton Park tahun 1904. Pertandingan perdana di rumah baru ini terjadi kala West Ham menjamu sang rival, Millwall. Pertandingan yang dimenangkan West Ham dengan skor 3 gol tanpa balas tersebut disaksikan oleh kurang lebih 10.000 penonton.

Tahun 1919, West Ham masuk Divisi Dua Football League. Empat tahun kemudian, tahun 1923, West Ham promosi ke Divisi Satu. Di tahun yang sama, klub mencapai partai final FA Cup untuk yang pertama kalinya. Di laga pamungkas yang dihelat di Stadion Wembley tersbut, West Ham ditekuk Bolton Wanderes 2-0. Pertandingan final ini disaksikan oleh kurang lebih 200.000 penonton. Tahun 1932, West Ham terdegradasi ke Divisi Dua. Saat itu, ketika tim terpuruk, terdegradasi ke divisi dua, sanga manajer, King yang telah melatih West Ham kurang lebih 32 tahun terkena masalah mental. Ia sering ditemukan mabuk-mabukkan dan tak lama berselang, putranya ditemukan bunuh diri. King pun digantikan oleh asistennya, Charlie Paynter. Suksesor King ini menangani West Ham hingga tahun 1950 sebelum digantikan oleh Ted Fenton. Di bawah kepemimpinan Fenton, West Ham kembali promosi ke top flight, Divisi Satu tahun 1958.

Tahun 1961, Ron Greenwood mengambil alih kursi manajer dari Fenton. Greenwwod sukses mempersembahkan dua trofi bergengsi bagi West Ham. Di bawah asuhannya, The Hamers sanggup menggondol piala FA Cup tahun 1964 dan European Cup Winners’ Cup. Capaian individu pemain Hest Ham, Bobby Moore, Martin Peters, dan Geoff Hurst untuk Tim Nasional Inggris dalam perhelatan Piala Dunia tahun 1966 pun terbilang tokcer. Peters sanggup mempersembahkan gol di partai final dan Geoff Hurst mampu membuat hat-trick pertama untuk Inggris. Ketiga pemain itu adalah jebolan dari skuad West Ham muda. Ketiga pemain ini, atas jasanya membantu Inggris meraih trofi Piala Dunia 1966, diabadikan dalam bentuk patung yang diletakkan di Barking Road. Selanjutnya, West Ham bermain fluktuatif antara divisi satu dan dua. Namun, West Ham tak pernah jatuh lebih dari divisi dua. Di era 2000, banyak bintang lahir dari klub ini seperti Carlos Tevez, Javier Marscherano, Carlton Cole dan lain sebagainya.

Staf Kepelatihan West Ham United

Posisi Nama
Manajer Slaven Bilic
Asisten Manajer Nikola Jurcevic
Pelatih Tim Utama Edin Terzic
Asisten Pelatih Tim Utama Julian Dicks
Pelatih Kiper Chris Woods
Head of Performance Miljenko Rak

Stadion Olympics London

olympic-stadium-london

West Ham United berkandang di Boleyn Ground atau yang biasa dipanggil Upton Park hingga tahun 2016. Boleyn Ground ini memiliki kapasitas sebesar kurang lebih 35.016 orang. The Hammers sudah menempati stadion ini sebagai markasnya sejak tahun 1904. Sebelum itu, ketika nama klub masih Thames Ironworks, mereka bermarkas di Hermit Road, Browning Road, dan Memorial Grounds. Di Memorial Grounds, klub menghuninya hingga tahun 1904.

Setelah proses panjang, tahun 2013, West Ham menandatangani perjanjian sewa stadion Olympics London untuk 99 tahun dari pemerintahan setempat. West Ham kemudian menggunakan Stadion Olympics sebagai kandangnya sejak Premier League musim 2016/2017. Terkait penyewaan stadion, suporter rivals pernah mendorong agar dilakukan peyelidikan atas kesepakatan penyewaan Stadion Olympys tersebut. Hal tersebut ditenggarai oleh anggapan suporter rival bahwa ada ketidakadilan keuntungan dari kesepakatan tersebut. Namun, tahun 2015, pihak pemerintah mengabaikan tekanan suporter rivals tersebut dan menolak untuk dilakukannya penyelidikan sebagaimana yang dituntutkan oleh suporter rivals.

Stadion Olympics London terletak di Queen Elizabeth Olympic Park. Stadion berkapasitas 60.000 penonton ini dibuka tahun 2011. Semula, stadion ini dibangun untuk tujuan penyelenggaraan Olimpiade 2012. Konstruksi stadion dimulai bulan April 2008 dan rampung di tahun 2011. Pada awal pembukaan Olimpiade, stadion Olympics ini mampu menampung hingga 90.000 penonton. Namun, pengurangan kapasitas terjadi berkenaan dengan perubahan format temapat duduk penonton.

Prestasi West Ham United

Kompetisi Tahun
Divisi Dua Football League Championship 1957/1958, 1980/1981
Western Football League 1906/1907
FA Cup 1964, 1975, 1980
FA Charity Shield 1964
Football League War Cup 1940
Southern Floodlit Cup 1956
London Challenge Cup 1924/1925, 1925/1926, 1929/1930, 1946/1947, 1948/1949, 1952/1953, 1956/1957, 1967/1968, 1968/1969
Essex Professional Cup 1951, 1955, 1959
London Combination 1916/1917
Southern League Division Two 1898/1899
London League 1897/1898
West Ham Charity Cup 1896
European Cup Winners Cup 1965
UEFA Intertoto Cup 1999
Ciutat de Barcelona Trophy 2013
International Soccer League 1963

Suporter, Holigansme, dan Rivalitas West Ham United

West Ham United memiliki kelompok suporter fanatik yang gaungnya telah terdengar di seluruh dunia. Lagu kebesaran atau chorus mereka yang berjudul “I’m Forever Blowing Bubbles” juga sudah tak asing di telinga pecinta olah raga sepak bola. Di ajang FA Cup tahun 1975, lagu tersebut selalu dikumandangkan sebelum pertandingan saat West Ham bermain di kandang. Suporter West Ham mulai memancing perhatian sepak bola Inggris saat klub kebanggan mereka menjamu bintang lapangan tengah Inggris, David Beckham musim 1998/1999. Suporter West Ham ini memberi tensi panas yang mungkin kurang menyenangkan bagi Beckham. Terlebih, pertandingan tersebut merupakan pertandingan away pertama saat Beckham berseragam Manchester United. Teriakkan ‘Boo’ riuh terdengar di seisi stadion ketika Beckham memegang bola dan itu berlangsung di sepanjang pertandingan.

Asal muasal sepak bola di West Ham ini tak lepas dari kekerasa yang bermula sejak tahun 1960-an berkenaan dengan pendirian distrik Mile End Mob. Selama periode 1970-an, kelompok suporter West Ham ini mulai dikenal dengan level holigannya. Di era tersebut juga, suporter West Ham secara tidak langsung mulai mendapat peran antagonis terkait dengan karakternya di hadapan Polisi dan kelompok suporter klub asal London lainnya. Sebuah kelompok suporter bernama casuals pun mulai lahir dekade 70-an dan seolah melekat dengan diri suporter Wes Ham. Casual ini merupakan kelompok suporter yang selalu menghindari supervisi Polisi dan tidak mengenakan pakaian yang berkaitan dengan klub kebanggaan mereka. Mereka adalah suporter yang bepergian menyaksikan pertandingan sepak bola dari satu kota ke kota lainnya.

West Ham memiliki hubungan rivalitas dengan beberapa klub London lainnya. Yang terpanas adalah dengan Tottenham Hotspur yang masing-masing tim mewakili wilayahnya, London timur dan London utara. Juga dengan Chelsea, representasi klub London barat. Tak kalah panasnya, West Ham sejak dulu memiliki hubungan cukup panas dengan Millwall FC yang pamornya tak sementereng dua klub sebelunya. Rivalitas ini kerap diperpanas tensinya dengan hijrah pemain antar klub. Nama-nama seperti Michael Carrick, Martin Peters, Paul Allen, Jermain Defou, dan Scott Parker adalah beberapa yang membelot dari Hammers ke Tottenham. Baru-baru ini, rivalitas mulai memenas antara West Ham dan klub Yorkshire, Sheffield United. Hal tersebut berkenaan dengan transfer Carlos Tevez yang membantu West Ham keluar dari degradasi.

Watford FC

Watford Footbal Club merupakan klub professional yag berbasis di Watford, Hertfordshire, Inggris. Klub berjuluk The Hornets ini didirikan tahun 1881. Watford memainkan laga kandangnya di stadion Vicarage Road yang mampu menampung hingga kurang lebih 21.438 penonton. Watford dimiliki oleh putra seorang pengusaha ternama asal Italia, Gino Pozzo. Musim 2016/2017, Watford masih bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris meski di akhir musim, klub yang juga kerap dijuluki The Golden Boys ini terdampar di posisi 17 tabel klasemen.

Tahun 1886, Watford untuk pertama kalinya turut serta dalam turnamen tertua Inggris, FA Cup. Dekade setelahnya, Watford berkompetisi di Southern League. Lalu, musim 1914/1915, Watford meraih gelar Southern League saat diasuh oleh Harry Kent. Selanjutnya, tahun 1920, Watford mulai berkompetisi di the Football League, kompetisi nasional di zaman itu. Kiprah Watford selama setengah abad sejak didirikan, klub ini lebih banyak mengarungi kompetisi divisi bawah The Football League. Semenjak didirikan, sebelum menetap di Vicarage Road Stadium sejak tahun 1922, Watford sempat bermarkas di beberapa stadion. Watford juga tercatat beberapa kali mengganti warna kebesaran dan lambangnya.

Seorang manajer asal Inggris pernah membawa optimisme besar terhadap klub. Ia adalah Graham Taylor yang menahkodai Watford dari tahun 1977 hingga 1987. Di bawah asuhannya, Watford sanggup merangkak naik dari Divisi Empat ke Divisi Satu. Bahkan, musim 1982/1983, Watford finis di urutan kedua Divisi Satu. Dari sana, Taylor mengantarkan Watford untuk berkompetisi di kancah Eropa. Musim 1983/1984, Watford ambil bagian di UEFA Cup. di masa Taylor juga, The Hornets mampu sampai di babak final FA Cup tahun 1984. Musim 1999/2000, sebelum pensium, Taylor mengantarkan Watford promosi dari Divisi dua yang namanya diganti ke Premier League. Kemudian, sempat terdegradasi ke Football League Championship, Watford kembali ke Premier League musim 2015/2016.

Watford FC Skuad

Skuad Watford

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Heurelho Gomes 16 MF Abdoulaye Doucoure
3 DF Miguel Gritos 18 DF Juan Zuniga
4 DF Younes Kaboul 20 FW Mauro Zarate
5 DF Sebastian Prodl 21 FW M’Baye Niang
6 DF Adrian Mariappa 22 DF Daryl Janmaat
7 MF Nordin Amrabat 23 MF Ben Watson
8 MF Tom Cleverley 25 DF Jose Holebas
9 FW Troy Deeney 27 DF Christian Kabasele
10 FW Issac Success 29 MF Etienne Capoue
11 MF Valon Behrami 30 GK Costel Pantilimon
13 GK Rene Gilmartin 33 FW Stefano Okaka
15 DF Craig Cathcart 34 GK Giedrius Arlaukis

Sejarah Watford

Watford didirikan pada tahun 1881 dengan nama Watford Rovers oleh Henry Groverand. Klub yang baru didirikan tersebut diisi oleh pemain amatir yang sering bermain sepak bola di wilayah kota Watford. Untuk pertama kalinya, Watford Rovers ini berkompetisi di FA Cup musim 1886/1887. Tak lama berselang, Watford meraih titel pertamanya dengan menjuarai Country Cup tahun 1889. Setahun kemudian, tahun 1890, Watford Rovers bergabung menjadi bagian dari West Hertfordshire Sports Club yang langsung berkandang di lapang Cassio Road. Setelah bergabung dengan klub olah raga ini, nama Watford Rovers pun diubah menjadi West Hertfordshire tahun 1893 dan kemudian berkompetisi di Southern Football League tahun 1896 serta manjadi lub professional tahun 1897. Tahun 1898, West Hertfordshire merger dengan sebuah klub lokal bernama St. Mary. Penggabungan teersebut menghasilkan sebuah nama baru, Watford Football Club.

Tahun 1903, Watford terdegradasi dari Southern Football League. Hasil buruk tersebut membuat manajemen memecat manajer dan menggantikannya dengan manajer baru yang sebelumnya pernah menahkodai Watford, John Goodall. Di bawah asuhan Goodall, Watford sukses meraih promosi dan mempertahankan eksistensi klub hingga tahun 1910. Musim 1914.1915, Watford keluar sebagai juara Southern League yang padahal saat itu tengah dililit krisis finansial. titel tersebut diraih Watford kala tim ditangani oleh suksesor Goodall, Harry Kent. Setelah Southern League disuspen berekenaan dengan meletusnya perang dunia kedua, Watford kemudian berkompetisi di Football League Divisi Tiga, sistem kompetisi baru, sesaat setelah erang dunia satu usai.

Pemain Watford Terdahulu

Paska perang dunia satu dan dua, tahun 1946, kompetisi sepak bola di Inggris kemabali digulirkan. Saat itu, Watford kembali berkompetisi di Divisi Tiga. Musim 1958/1959, Liga diatur ulang. Hasil dari restructured tersebut menempatkan Watford untuk berlaga di Divisi Empat. Di era ini, Watford tercatat telah melakukan banyak bongkar pasang pelatih dari Ron Burgess, McBain, Bill McGarry, dan Ken Furphy yang memngantarkan Watford ke divisi tiga dan partai final FA Cup. sayang suksesor Furphy, George Kirby gagal mempertahankan prestasi Watford dan justru membawa tim terdegradasi di tahun 1975.

Tahun 1976, seorang penyanyi terkenal dunia, Elton John mengambil alih klub. Ia menjadi presiden Watford saat itu. John berambisi untuk membawa Watford ke divisi satu. Di awal eranya, John menunjuk Graham Taylor untuk mengarsiteki klub yang kala itu Watford tengah berada di divisi empat. Di musim pertama Taylor, Watford sukes menjuarai divisi empat dan secara otomatis promosi ke kasta di atasnya. Musim 1978/1979, Watford kembali menunjukkan tainya dengan mampu promosi ke divisi dua. Di saat yang bersamaan, nama Ross Jenkins mencuat lewat lesakkan 29 gol yang membuat dirinya dinobatkan sebagai top scorer. Perjalanan Watford di era Elton John berbuah manis di musim 1981/1982 ketika klub berhasil promosi ke divisi satu.

Di babak play-off final untuk promosi ke liga premier, Watford sukses menundukkan leeds United dengan skor 3-0. Sayang, klub tak menorehkan kemenangan di premier league hingga bulan November. Di masa sulit itu juga, Watford kehilangan salah satu pemain bintangnya, Ashley Young, yang hijrah ke Aston Villa degan mahar 9.65 juta Poundsterling. Di akhir musim, Watford berada di posisi terendah setelah hanya mampu meraih lima kemenangan di sepanjang kompetisi. Namun, di saat yang bersamaan, Watford sampai di babak semi final FA Cup. Boothroyd yang saat itu menangani tim meninggalkan Watford di musim 2008/2009 dan digantikan oleh Brendan Rodgers. Di bawah asuhan Rodgers, Watford finis di posisi 13 tabel klasemen.

Staf Kepelatihan  Watford

Posisi Nama
Pelatih Kepala Walter Mazzarri
Asisten Pelatih Nicolo Frustalupi
Claudio Nitti
Luca Vigiani
Pelatih Kiper Paolo De Toffol
Alec Chamberlain
Pelatih Fitnes Giuseppe Pondrelli
Direktur Teknik Luke Dowling
Analyst Fabio Corradini
Kepala Medis Richard Collinge
Sport Scientist Gianni Brignardello
Ben Dixon
Kitman Will Jones

Stadion Vicarage Watford

Vicarage Road Watford FC

Watford bermarkas di Vicarage Road Stadium sejak tahun 1999. Sebelum itu, Watford sempat berganti kandang beberapa kali mulai dari Cassiobury Park, Vicarage Meadow hingga ke Market Street, Watford. Tahun 1890, saat Watford bergabung dengan sebuah klub olah raga, West Hertfordshire, klub ini berkandang di Cassiobury Park dan bertahan di sana selama 32 tahun. Setelah itu, Watford berpindah kandang ke Vicarage Road yang bertahan hingga saat ini. Vicarage Road adalah stadion baru yang dimiliki oleh Benskins Brewery. Watford menyewanya hingga tahun 2001 sebelum akhirnya di tahun tersebut dibeli oleh klub. Namun, pembelian stadion tersebut membawa Watford pada kondisi finansial yang buruk. Akhirnya, tahun 2002, stadion itu dijual kembali oleh Watford dengan harga 6 juta Poundsterling. Lantas, di kemudian hari, ketika kondisi keuangan tim membaik, Watford kembali membeli Vicarage Road dengan harga 7 juta Poundsterling. Pembelian tersebut dilakukan pada tahun 2004 yang juga dipengaruhi oleh kampanye supporter Watford yang terus menyarakan “Lets buy back the Vic”.

Stadion Vicarage adalah stadion dengan tipe empat sisi tribun. Vicara mampu menampung hingga 21.977 penonton. Tribun timur adalah bagian tertua yang bangun tahun 1922 dan ditutup untuk publik pada tahun 2008 dengan alasan keamanan. Meski demikian, tribun timur itu tetap digunakan untuk ruang ganti dan area pers. Baru di tahun 2013, tribun timur ini direnovasi. Bahan baku tribun diganti dengan menggunakan baja dan diletakkan 3/500 kursi penonton. Tribun timur ini pun kembali dibuka untuk publik di tahun 2014, bertepatan dengan laga Boxing Day. Tribun ini diberi nama Elton John, mantan pemilik klub yang juga seorang penyanyi kesohor dunia.

Stadion Vicarage terletak di Vicarage Road, Watford, Hertfordshire. Stadon ini pertama kali dibuka tahun 1922 dan langsung dihuni oleh Watford. Vicarage Road berkapasitas kurang lebi 21.977 orang. Stiap tribun di Vicarage Road memiliki panggilan masing-masing, yakni Rookery Stand untuk tribun Selatan, Graham Taylor Stand untuk tribun Barat, Vicarage Road Stand untuk tribun Utara, dan The Sir Elton John Stand untuk tribun timur.

Prestasi Watford

Penghargaan Musim
Football League First Division Runners-up 1982/1983
Football League Championship Runners-up 2014/2015
Play-off Winners 1998/1999, 2005/2006
Play-off Runners-up 2012/2013
Football League Second Division Runners-up 1981/1982
Play-off Winners
Football League Third Division Champions 1968/1969, 1997/1998
Runners-up 1978/1979
Football League Fourth Division Champions 1977/1978
Southern Football League Champions 1914/1915
Runners-up 1919/1920
FA Cup Runners-up 1983/1984

Burnley FC

Burnley Football Club berbasis di Burnley, Lancashire. Klub berjuluk The Clarets ini merupakan jawara dua kali Football League Championship, musim 1920/1921 dan 1959/1960. Gelar FA Cup pernah di raih Burnley di tahun 1914 dan dua gelar Community shield yang direngkuh di tahun 1960 dan 1973. Selain itu, di kancah Eropa, klub ini baru mampu babak perempat final European Cup tahun 1961.

Stadion Turf Moor adalah kandang Burnley. Klub ini telah bermukim di stadion yang terletak di Harry Potts Way ini sejak 17 Februari 1883. Turf Moor yang dibuka tahun 1883 ini mampu menampung hingga 21.940 orang.

Tim sepak bola Burnley resmi berdiri di tahun 1882. Sebelum menjadi klub sepak bola, Burnley merupakan tim rugby. Laga kompetitif pertama Burnley terjadi di bulan Oktober ketika The Clarets bertanding melawan Astley Bridge dalam perhelatan Lancashire Championship Cup.

Pemain Burnley FC 2016-2017

Skuad Burnley

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Tom Heaton 20 MF Fredrik Ulvestad
2 DF Matthew Lowton 21 MF George Boyd
4 DF Jon Flanagan 23 DF Stephen Ward
5 DF Michael Keane 24 FW Chris Long
6 DF Ben Mee 25 MF Johann Berg Guomundsson
7 FW Andre Gray 26 DF James Tarkowski
8 MF Dean Marney 27 DF Tendayi Darikwa
9 FW Sam Vokes 28 DF Kevin Long
10 FW Ashley Barnes 29 GK Nick Pope
12 MF Robbie Brady 32 FW Dan Agyei
13 MF Jeff Hendrick 34 DF Tom Anderson
16 MF Steven Defour 36 GK Conor Mitche;;
17 GK Paul Robinson 37 MF Scott Arfield
18 MF Ashley Westwood 41 MF Aiden O’Neill
19 MF Joey Barton

Sejarah Burnley

Burnley pada mulanya merupakan klub rugby. Baru di tahun 1882, klub ini berubah menjadi Burnley Football Club. Tak lama berselang, tim ini kemudian pindah ke stadion Turf Moor sebagai kandangnya. Gelar pertama yang direngkuh Burnley adalah trofi Divisi dua yang diraihnya di musim 1897/1898. Selanjutnya, Burnley berkembang hingga kembali meraih trofi di pagelaran FA Cup Triumph 1914 stelah menekuk Liverpool di partai final dengan skor 1-0.

Sebelum Burnley mampu meraih trofy kembali, klub ini mesti terdegradasi ke divisi dua di musim 1896/1897. Semusim berselang, Burnley sudah mampu kembali promosi ke kasta di atasnya. Sayangnya, Burnley lagi-lagi terdegradasi di musim 1899/1900. Selama awal abad dua puluhan, Burnley bermain di divisi dua.

Bertepatan dengan perang dunia kedua, musim 1931/1932, Burnley mengarungi musim yang buruk. Klub hanya mampu meraih dua poin dan secara otomatis terdegradasi. Paska perang, Burnley perlahan terus berkembang. Musim 1947/1948, Burnley promosi ke divisi tertinggi. Rentang antara 1954 dan 1957, di bawah asuhan Alan Brown, Burnley mulai dikenal dengan tendangan korner pendek dan pagar betis ‘raksasa’. Musim 1956/1957, catatan sejarah klub bertambah ketika Ian Lawson mencetak gol di pertandingan debutnya saat ia masih berusia 17 tahun. Gol Ian tersebut bersarang di gawang Chesterfield pada pagelaran FA Cup. Burnley juga mencatat rekor klub atas kemenangan terbesarnya dari New Brighton dengan skor 9 gol tanpa balas.

Di bawah kepemilikan Bob Lord, Era 1960-an, Burnley menjadi salah satu tim yang paling progresif. Di masa Bob Lord, Burnley menjadi tim pertama di dunia yang membangun training ground atau lapang latihan di luar stadion kandang mereka ketika tim-tim lain berlatih di stadion yang dipakai untuk menggelar laga kandangnya. Terobosan ini membawa dampak yang amat positif bagi tim, yakni pengembangan tim usia muda yang berjalan baik. terbukti, skuad Burnley musim 1959/1960 hampir seluruhnya adalah jebolan dari tim muda Burnley. Di bawah kepemimpinan Bob Lord juga Burnley menjadi tim pertama yang memberikan wewenang sepenuhnya kepada manajer dalam hal kebijakan transfer.

Musim berikutnya, 1961/1962, Burnley untuk pertama kalinya menjajaki kompetisi Eropa. Hasilnya, The Clarets sukses menekuk Reims dan kalah dari Hamburger SV. Di musim yang sama, Burnley tersingkir dari FA Cup di babak semi final dan finis di akhir musim dengan bertengger di posisi empat Liga. Tahun 1961 saat berhadapan dengan Chelsea, Burnley menjadi yang pertama dalam hal merotasi starting elevennya secara besar-besaran di pertandingan liga.

Staf Kepelatihan Burnley

Posisi Nama
Manajer Sean Dyche
Asisten Manajer Ian Woan
Pelatih Tim Utama Tony Loughian
Pelatih Kiper Billy Mercer
Fisioterapis Alasdair Beattie
Sport Scientist Mark Howard

Stadion Turf Moor

Stadion Turf Moor Burnley FC

Burnley bermarkas di stadion Turf Moor. Stadion ini dibuka tahun 1883 dan mampu menampung hingga 21.940 penonton. Sebelumnya, sejak tahun 1833 ketika Burnley belum menjadi tim sepak bola, Turf Moor hanya digunakan untuk menggelar pertandingan kriket. Pada mulanya juga, Turf Moor hanya memiliki satu tribun sebelum akhirnya terus menerus di kembangkan sampai menjadi seperti sekarang yang kita lihat.

Pertama kali Burnley menggunakan stadion Turf Moor adalah ketika klub ini diundang oleh klub kriket Burnley yang sudah sejak lama menempati Turf Moor. Sebelum bermarkas di Turf Moor, Burley memainkan laga kandangnya di lapang Calder Vale. Klub ini menjadi klub terlama di Inggris yang menggunakan stadion kandangnya. Tahun 1885, Turf Moor mulai direnovasi dengan penambahan kapasitas stadion.

Tribun di setiap sisi stadion Turf Moor memiliki nama masing-masing. Penamaan tribun tersebut diambil beradasarkan pengaruh pemilik nama terhadap klub. Berikut adalah nama-namanya; Jamer Hargreaves untuk tribun utara, Jimmy Mcilroy untuk tribun timur, Bob Lord untuk selatan, dan David Fishwick untuk tribun barat. Supporter tim tamu yang datang ke Turf Moore ditempatkan di tribun barat, tribun David Fishwick, di belakang gawang. Tribun David Fishwick sendiri merupakan tribun tertua di Turf Moore.

Prestasi Burnley

Kompetisi Tahun
Divisi Satu 1920/1921, 1959/1960
Divisi Dua/ Championship 1897/1898, 1972/1973, 2015/2016
Divisi Tiga 1981/1982
Divisi Empat 1991/1992
FA Cup 1913/1914
FA Charity Shield 1973, 1960

Daftar Manajer Burnley

Manajer Periode Mnajer Periode
Harry Bradshaw 1894-1899 Brian Miller 1979-1983
Ernest Mangnall 1900-1903 Joh Bond 1983-1984
Spen Whittaker 1903-1910 John Benson 1984-1985
Richard Wadge 1910 Martin Buchan 1985
John Haworth 1910-1924 Tommy Cavanagh 1985-1986
Albert Pickles 1925-1932 Brian Miller 1986-1989
Tom Bromilow 1932-1935 Frank Casper 1989-1991
Selection Committee 1935-1945 Jimmy Mullen 1991-1996
Cliff Britton 1945-1948 Adrian heath 1996-1997
Frank Hill 1948-1954 Chris Waddie 1997-1998
Alan Brown 1954-1957 Stan Ternent 1998-2004
Billy Dougall 1957-1958 Steve Cotterill 2004-2007
Harry Potts 1958-1970 Owen Coyle 2007-2010
Jimmy Adamson 1970-1976 Brian Laws 2010
Joe Brown 1976-1977 Eddie Howe 2011-2012
Harry Potts 1977-1979 Sean Dyche 2012-

KIT dan Sponsor Burnley

Burnley memiliki beragam desain dan warna kostum sepanjang sejarah klub. Selama delapan musim pertama, Burnley menggunakan kostum berwarna biru kombinasi putih. Tiga tahun setelah menggunakan motif claret dengan garis kuning cerah dan celana hitam, kebanyakn dari era 1890-an, Burnley menggunakan kostum kombinasi hitam dan garis-garis kuning meski sempat menggunakan celana pink dan garis-garis putih selama musim 1894/1895.antara 1897 dan 1900, Burnley mengenakan celana merah simpel. Lalu, mulai tahun 1900 hingga 1910, klub ini menggunakan baju berwarna hijau full dan celana putih. Tahun 1910, Burnley kembali mengubah kostimnya dengan motif claret dan warna biru langit. Sponsor Burnley adalah sebagai berikut;
1. Ideal Recruit
2. Oak Furniterland
3. Premier Range
4. Dafabet
5. Barnfield Construction
6. Calsberg
7. Sportito Fantasy Sports
8. Puma

Leicester City

Leicester City Football Club adalah klub dengan sejuta kejutan. Menjadi juara Football League Championship musim 2013/2014, klub yang berjuluk the Foxes ini mengarungi liga premier di musim berikutnya. Dua tahun berselang, Jamie vardy dan kawan-kawan mengejutkan dunia dengan keluar sebagai jawara English Premier League. Raihan poin Leicester sudah tak mampu lagi dikejar Arsenal dan Tottenham yang mengekor di posisi dua dan tiga.

Leicester dibentuk tahun 1884 dengan nama Leicester Fosse. Di awal pendiriannya, klub ini bermain di lapang dekat Fosse Road. Klub yang juga kerap disapa The Filberts ini menjalani semua laga kandangnya di Stadion King Power yang berkapasitas 32.000 penonton. Kostum klub berwarna biru dan merah serta putih untuk kostum kedua dan ketiganya.

Sebelum menjuarai Liga Premier Inggris musim 2015/2016, raihan tertinggi klub adalah finis di peringkat dua divisi satu musim 1928/1929. Capaian lainnya, Leicester telah mengoleksi tujuh gelar kompetisi kasta kedua, yakni enam gelar divisi dua dan satu Championship. Selain itu, ada satu gelar League One, satu gelar FA Community Shield, dan tiga Piala Liga. Saat merengkuh trofi liga inggris, Leicester diisi nama-nama yang mulai melejit seperti Jamie Vardy, Riyad mahrez, Kasper Schmeicel, N’Golo Kante, Shinzi Okazaki dan liannya.

Sepanjang sejarah klub, Leicester pernah empat kali menjadi finalis FA Cup, musim 1948/1949, 1960/1961, 1962/1963, dan 1968/1969. Sayang, tak sekalipun Leicester menang di laga final. Di kancah Eropa, The Foxes pernah berlaga di European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962, UEFA Cup musim 1997/1998 dan 2000/2001, serta Liga Chmpion Eropa musim 2016/2017 di mana Leicester di singkirkan Monaco di babak perempat final.

Skuad Juara Leichester City

Skuad Leicester City

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Kasper Schmeichel 18 DF Molla Wague
3 DF Ben Chilwell 19 FW Islam Slimani
4 MF Danny Drinkwater 20 FW Shinzi Okazaki
5 DF Wes Morgan 21 GK Ron-Robert Zieler
6 DF Robert Huth 22 MF Demarai Gray
7 FW Ahmed Musa 23 FW Leonardo Ulloa
8 MF Matty James 24 MF Nampalys Mendy
9 FW Jamie Vardy 25 MF Wilfred Ndidi
10 MF Andy King 26 MF Riyad Mahrez
11 MF Marc Albrighton 27 DF Marcin Wasilewski
12 GK Ben Hamer 28 DF Christian Fuchs
13 MF Daniel Amartey 29 DF Yohan Benalouane
14 MF Bartosz Kapustka 39 MF Harvey Barnes
17 DF Danny Simpson FW Tom Lawrence

 Sejarah Leicester City

Leicester City didirikan tahun 1884 oleh sekelompok pria dari Wyggeston School dengan nama Leicester Fosse. Tahun 1890, klub tersebut bergabung dengan The Football Association (FA). Mulanya, Leicester Fosse berganti-ganti kandang dari Victoria Park, Belgrave Road Cycle, Cricket Ground hingga akhirnya di tahun 1891 berpindah ke Filbert Street. Tahun 1891, Leicester Fosse bergabung ke Midland League dan tampil di divisi dua Football League tahun 1894. Musim 1907/1908, klub ini menjadi runner up divisi dua dan tentu mengunci tiket promosi divisi satu, kasta tertinggi sepak bola Inggris saat itu.

Tahun 1919, klub berganti nama menjadi Leicester City Football Club dan bertahan hingga sekarang. Setelah berganti nama, di bawah asuhan Peter Hodge, Leicester City merengkuh titel Divisi Dua musim 1924/1925. Sayang, di musim 1934/1935, Leicester kembali terdegradasi.

Tahun 1949, paska perang dunia II, Leicester berhasil sampai di partai final FA Cup. Namun, di laga puncak tersebut, Leicester dikalahkan Wolverhampton Wanderers 3-1. Di bawah Manajemen Matt Gillies dan asistennya, Bert Johnson, Leicester kembali sampai di babak final FA Cup 1963 dan 1961. Lagi-lagi, Dewi fortuna belum berpihak. Leicester tumbang di dua laga final FA Cup tersebut. Pada kesempatan lain, Leicester menjadi perwakilan Inggris di European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962.

Tahun 1971, Leicester kembali promosi ke divisi satu. Di tahu yang sama, The Foxes sukses merengkuh trofi Charity Shield. Di awal abad 21, O’Neil yang sebelumnya menjabat manajer eicester digantikan oleh mantan pelatih timnas Inggris U-21, Peter Taylor. Sempat membawa Leicester ke  performa yang cukup baik di awal kepemimpinannya, Taylor diberhentikan di musim 2001/2002 karena di akhir musim tak mampu membawa posisi Leicester naik ke papan tengah atau bahkan papan atas. Taylor digantkan oleh Dave Bassett. Nasib Basserr pun tak begitu baik. Bassett hanya mampu bertahan sekitar enam bulan. Ia digantikan oleh asistennya, Micky Adams. Pergantian pelatih itu pun diumumkan hanya beberapa saat sebelum Leicester dipastikan akan terdegradasi.

Musim 2002/2003, Leicester pindah ke Walkers Stadium setelah 111 tahun bermain di Filbert Street. Micky Adams berhenti menjabat manajer pada bulan oktober 2004. Craig Levin menggantikan posisinya. Kiprah Levein tak kunjung membawa Leicester membaik. Dalam lima belas bulan di tangan Levein, pringkat Leicester di tabel klasemen tak kunjung mendekati posisi promosi. Asistennya, Rob Kelly mengagantikan posisi Levein. Tahun 20017, posisi Kelly diambil alih oleh Nigel Worthington sebagai pelatih sementara hingga akhir musim yang berlangsung sekitar beberapa bulan saja hingga akhirnya Leicester menunjuk manajer baru mereka pada bulan Mei 2007, Martin Allen. Mantan pemain Milton Keynes Dons ini pun tak bertahan lama di King Power Stadium. September 2007, Leicester menunjuk manajer baru, Gary Megson. Lagi-lagi, Megson hanya bertahan selama enam minggu. Selanjutnya ada nama Frank Burrows dan Gerry Taggart. Mereka bertindak sebagai pelatih sementara hingga klub mendapat tandatangan manajer baru mereka. Leicester dipaforitkan untuk promosi ke Premier Leage pada musim 2011/2012. Sayangnya, ikonsistensi menjadi masalah the foxes. Dari tig belas laga, Leicester hanya mampu mendapat poin penuh di lima laganya. Manajer saat itu, Eriksesn digantikan oleh Nigel Pearson.

Tahun 2014, Leicester menjadi jawara Championship. the foxes berhak atas promosi ke Premier Leage setelah menunggu selama sepuluh tahun, tim ini terakhir berlaga di liga premier tahun 2004. Sebagai tim promosi, Leicester justru sukses menumbangkan raksasa Inggris di laga pembukanya. Ryad Mahrez dan kawan-kawan sukses menekuk Manchester United 5-3 di King Power Stadium. Laga perdana ini barangkali tidak akan pernah bisa dilipakan oleh puluhan ribu fans Leicester yang menyaksikannya. Bagaimana tidak, setelah tertinggal 3-1 dan waktu menyisakan tiga puluh menit, Leicester dapat membuat keajaiban dengan membalikkan keadaan menjadi 5-3. Dari pertandingan itu juga, Leicester menjadi klub pertama sejak 1992 yang mampu membalikkan keadaan dari United setelah defisit dua gol. Selama musim 2014/2015, Leicester sempat tergelincir hingga posisi paling dasar tabel klasemen dengan hanya mengumpulkan 19 poin dari 29 laga. Namun, tujuh kemenangan dari Sembilan laga terakhir kompetisi mengantarkan Leicester finis di peringkat 14. Bagaimana Leicester merangkak dari posisi juru kunci merupakan sejarah di Premier League sebagai salah satu dari tiga klub yang mampu keluar dari juru kunci. Sebelumnya ada West Bromwich Albion pada tahun 2005 dan Sunderland di tahun 2014.

Untuk  mengarungi musim kedua di premier league, Leicester berbenah. Mantan manajer Chelsea, Claudio Ranieri didatangkan ke King Power Sadium. Di tangan Ranieri, Leicester menoreh catatan luar biasa. Sang striker, Jamie Vardy, melesakan 13 gol dari 11 pertandingan secara berturut-turut, memecahkan rekor Ruud van Nistelrooy yang mencetak gol dalam 10 laga secara berturut-turut. Kemenangan atas Everton 3-2 di Goodison Park, kandang Everton, membawa Leicester ke pucuk klasemen. Tiket Liga Champions pun sukses didapat the Foxes setelah mampu menundukkan Sunderland 2-0 dan Tottenham menang 3-0 atas Manchester United. Ini merupakan kali pertama Leicester menembus kompetisi raja-raja Eropa.

Setelah Tottenham bermain imbang dengan Chelsea 2-2, Leicester menegaskan diri sebagai jawa Liga Premier Inggris musim 2015/2016. Mengejutkan seluruh pecinta sepak bola Inggris, bahkan dunia. Skuad juara ini terkenal dengan gaya serangan balik yang cepat dan efektif serta pertahanan yang solid. Untuk merayakan kemenanga, 16 Mei 2016, lebih dari 240.000 suporter The Foxes tumpah ruah di jalanan Leicester dan Viktoria Park. Bulan maret 2017, Claudio Rnieri digantikan oleh Craig Shakespeare sebagai nahkoda anyar Leicester. Namun, persembahan gelar Premier League rasanya membuat sosok Ranieri menjadi salah satu yang tak akan pernah terlupakan.

Staf Kepelatihan Leicester City

Posisi Nama
Manajer Craig Shakespeare
Pelatih Kiper Mike Stowell
Kitman Paul McAndrew
Player Liaison Officer
(kepala penghubung manajemen dan skuad)
Jon Sanders
Fisioterapis Dave Rennie
Simon Murphy
Gary Silk
Dokter Tim Dr Ian Patchett
Analis performa dan kepala sport science Paul Balsim
Sport Scientist Tom Joel
Jack Milligan
Performance Nutritionist
(mengatur asupan nutrisi pemain)
Christopher Rosimus
Pelatih Strength & Power Mitch Willis
Pelatih Fitnes Matt Reeves

Stadion King Power

King Power Stadium Leichester City

Leicester City didirikan dengan nama Leicester Fosse. Di masa awal pembentukannya itu, laga kandang Leicester dimainkan di sejumlah stadion berbeda mulai dari Fosse Road, Victoria Park, Belgrave, Mill Lane, Cricket Ground hingga Filbert Street. Tahun 2002, The Foxes berpindah markas ke stadion dengan kapasitas 32.500 orang, Walkers sendiri merupakan nama dari sebuah produsen makanan yang mensponsori dan memiliki hak atas penamaan stadion. Tahun 2010, King Power menjadi pemilik baru stadion dan berkeinginan untuk mengubah nama stadion menjadi King Power Stadium sekaligus dengan sebuah rencana pengembangan kapasitas stadion menjadi 42.000. baru di tahun 2011, nama stadion tak lagi Walkers, melainkan secara resmi menjadi King Power Stadium.

King Power Stadium terletak di Filber Way, Leicester. Stadion berkapasitas 32.262 ini pertama kali dibuka pada tahun 2002 dan tentunya bukan dengan nama King Power Stadium. Stadion ini tak memiliki lintasn lari yang membuat penonton bisa lebih dekat dengan pemain yang tengah berlaga di lapang. Tribun yang mengelilingi lapangan memiliki namanya masing-masing. Marks Electrical Family untuk tribun utara, The Air Asia untuk tribun timur, The Spion Kop untuk tribun selatan, dan Upton Steel untuk tribun barat. King power biasanya mengalokasikan 3.000 tiket untuk penonton tamu.

Suporter Leicester City

Leicester City memiliki suporter setia yang biasa menyebut dirinya the Blue Army atau tentara biru. Berdasarkan data statistik kasa Football League, dari musim 2009/2010 hingga 2013/2014, supporter Leicester merupakan tertinggi kelima untuk urusan kehadiran supporter di stadion baik laga kandang maupun tandang. Sejarah klub mencatat bahwa sejak tahun 2010, kehadiran the Blue Army di laga tandang terbesar terjadii ketika Leicester berhadapan dengan Nottingham Forest pada pagelaran FA Cup tahun 2002. Saat itu, penonton yang datang ke stadion lawan mencapai angka 8.000 orang.

Leicester memiliki sejumlah kelompok supporter di Inggris dan di beberapa penjuru United Kingdon atau wilayah Britania Raya. Leicester bahkan memiliki beberapa kelompok suporer yang tersebar di sejumlah Negara. The Blue Army terkenal dekat dengan dua kelompok supporter klub Eropa, VfL Bochum dan Anderlecht. Secara rutin masing-masing supporter mendatangi laga masing-masing klub lainnya.

Prestasi Leicester City

Kompetisi Tahun
Liga Premier Inggris 2015/2016
Second Division/ Football League 1924/1925, 1936/1937, 1953/1954, 1956/1957, 1970/1971, 1979/1980, 2013/2014
Football League One 2008/2009
Football League Cup 1963/1964, 1996/1997, 1999/2000
FA Charity Shield/ FA Community Shield 1971
War League South 1942
Football League War Cup 1941
BBC Sports Personality Team of The Year 2016

Player of The Year Leicester City

Leicester City mempunyai tradisi memilih satu nama terbaik di setiap akhir musimnya. Pemilihan nama ini dilakukan dengan voting dari supporter The Foxes.

musim Pemain Musim Pemain Musim Pemain
1987/1988 Steve Walsh 1997/1998 Matt Elliot 2007/2008 Richard Stearman
1988/1989 Alan paris 1998/1999 Tony Cottee 2008/2009 Steve Howard
1989/1990 Gary Mills 1999/2000 Gerry Taggart 2009/2010 Jack Hobbs
1990/1991 Tony James 2000/2001 Robbie Savage 2010/2011 Richie Wellens
1991/1992 Gary Mills 2001/2002 Robbie Savage 2011/2012 Kasper Schmeicel
1992/1993 Colin Hill 2002/2003 Paul Dickov 2012/2013 Wes Morgan
1993/1994 Simon Grayson 2003/2004 Les Ferdinand 2013/2014 Danny Drinkwater
1994/1995 Kevin Poole 2004/2005 Danny Tiatto 2014/2015 Esteban Cambiasso
1995/1996 Garry Parker 2005/2006 Joe Guojonsson 2015/2016 Riyad Mahrez
1996/1997 Simon Grayson 2006/2007 Iain Hume 2016/2017 Kasper Schmeicel