Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru Seberat Dua Ton

Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru Seberat Dua Ton

Setelah 130 tahun akhirnya para peneliti berhasil menemukan spesies ikan mola- mola baru. Spesia ini ternyata telah berhasil lolos dari mata para ahli taksonomi selama tiga abad sehingga dinamai Mola Tecta yg berasal dari bahasa latin untuk bersembunyi atau Tectus.

Ikan ini terlihat seperti persilangan antara pancake raksasa dengan koper bersayap. Ikan mola- mola ini pun dinobatkan sebagai ikan bertulang paling berat di dunia. Bahkan beratnya mencapai dua ton dengan panjang hingga tiga meter.

Walaupun ikan ni memiliki tubuh besar, mola-mola terkenal cukup sulit ditemukan. Soalnya ikan ini mempunyai sifat penyediri dan suka tinggal di kedalaman laut yg sulit untuk dijangkau. Selain itu kegiatan mola- mola juga adalah perpaduan antara menyelam untuk mencari ubur- ubur di laut dalam dan berjemur ke permukaan untuk memanaskan tubuh mereka.

Selain itu sejarah taksonomi ikan mola mola juga tidak teratur. Para penjelajah pada awalnya mendeskripsikan beberapa spesies baru berdasarkan spesimen tunggal yg mereka temukan saat berlayar. Saat mencapai Australia dan Selandia Baru, mereka mulai memberikan label pada setiap mola mola yg mereka temui sebagai mola mola laut.

Terakhir kali para peneliti berhasil mengidentifikasi spesia mola mola baru terjadi sekitar 130 tahun yg lalu, yaitu mola mola laut selatan atau Mola Ramsayi. Akan tetapi saat para peneliti mempelajari genetikan Mola Ramsayi, mereka menyadari adanya perbedaan genetika pada sampel kulit yg dikumpulkan di tempat perikanan di Australia dan Selandia Baru.

Ikan Mola Tecta Luput Dari Pengamatan Peneliti Selama Tiga Abad

Beberapa peneliti di Jepang pertama kali menemukan bukti genetik dari spesies mola mola yg belum diketahui di perairan Australia sekitar 10 tahun yg lalu. Akan tetapi ikan tersebut tetap bisa menghindari komunitas ilmiah lantaran mereka tak tau seperti apa bentuknya.

Selama empat tahun terakhir, para peneliti seolah bermain petak umpet dengan sebuah spesies mola mola misterius. Satu- satunya petunjuk yg dimiliki oleh peneliti ini adalah sebuah foto kasar yg diambil oleh nelayan. Terkadang, ikan tersebut juga diberitakan tertangkap jaring nelayan, namun ukuran tubuhnya yg besar membuat para nelayan tak bisa mengangkatnya ke atas kapal.

Tim peneliti ini pun memutuskan untuk menunggu hingga ada mola mola yg terdampar di pantai Selandia Baru dan Australia. Saat tengah menunggu mereka juga mulai memilah- milah foto mola mola di media sosial untuk menemukan keunikan ciri fisik.

Mereka lalu menemukan keunikan di bagian ujung ekor mola mola ini. Para ilmuwan pun beruntung saat pada tahun 2014 lalu empat ekor mola mola terdampar di pantai dekat Christchurch, Selandia Baru. Para peneliti pun akhirnya mengetahui bahwa spesies Mola Tecta ini bisa ditemukan di perairan dingin Selandia Baru, selatan Cile, Afrika Selatan dan papda pantai tenggara Australia.

Berbeda dengan spesies mola mola lainnya, Mola Tecta diketahui memiliki tubuh yg halus dan ramping serta tidak memiliki moncong yg menonjol. Di antara sirip samping, bagian atas, dan bawah, ada potongan kulit yg fleksibel.

Ikan ini ternyata telah berhasil lolos dari mata para ahli taksonomi selama hampir tiga abad. Akan tetapi teka teki mengenai ikan ini belum sepenuhnya terpecahkan. Soalnya masih ada banyak sampel lainnya yg harus diteliti oleh para peneliti. Selain itu para ahli juga ingin mencari tahu mengenai distribusi dan kebiasaan makan spesies ini dengan bantuan penanda satelit.