Mumi Sepasang Suami Istri Ditemukan Di Swiss

Mumi Sepasang Suami Istri Ditemukan Di Swiss

Beberapa waktu lalu, seorang teknisi lift yg tengah melakukan inspeksi rutin di sebuah resor petualangan Swiss Glacier 3000, menemukan sebuah batu hitam di dekat gletser Tsanfleuron di barat Bernese Alps. Sempat diduga sebagai batuan biasa, ternyata hasil pemeriksaan pada batu tersebut mengungkapkan fakta luar biasa.

Batu tersebut ternyata adalah sepasang tubuh manusia yg telah berubah menjadi mumi. Berdasarkan hasil tes DNA, terungkap bahwa batu tersebut adalah mumi pasangan suami istri yg bermana Marcelin dan Francine Dumoulin. Pasangan suami istri ini diketahui menghilang setelah meninggalkan rumah mereka untuk memberikan pakan ternak pada pagi hari tanggal 15 Agustus 1942 lalu.

Dari pemeriksaan tersebut peneliti belum bisa memastikan penyebab kematian pasangan ini. Akan tetapi kemungkinan mereka terjatuh dan terutup badai salju hingga kemudian meninggal. Namun, tempat mereka bersemayam, telah berhasil mengawetkan mereka dengan sangat baik.

Seorang profesor ilmu bumi dan lingkungan Universitas Michigan, Dan Fisher, mengatakan bahwa lingkungan yg bersuhu rendah berpadu dengan kelembaban udara yg rendah telah membantu pengawetan jasad pasangan tersebut.

Peneliti ini mengatakan, dalam kondisi beku dan dikelilingi udara dengan kelembaban rendah, kristal es dalam jarngan bisa menyublim.  Penyubliman atau perubahan kristal es yg padat menjadi uap air tersebut membuat jaringan jadi kering. Hal tersebut pun menghambat kerja bakteri, jamur, serta proses pembusukkan secara kimiawi yg biasanya terjadi dalam kondisi yg lembab.

Dan Fisher juga menjelaskan bahwa  kondisi gletser Tsanfleuron yg relatif stabil juga membantu perubahan jasad jadi mumi. Gletser dan dinamika lingkunganya membuat peneliti bisa melihat masa lalu. Pada tahun 2003, di gletser Schnidejoch yg berlokasi 32 kilometer dari Tsanfleuron ditemukan beberapa benda seperti koin, kulit, busur dan anak panah dari abad pertengahan.

Penemuan Mumi Ini Pertanda Buruk Bagi Lingkungan

Seorang Profesor Arkeologi di Universitas Ilmu Pengetahuan dan teknologi Norwegia, Martin Callanan, mengatakan bahwa temuan temuan ini bisa jadi pertanda buruk. Callanan menghubungkan penemuan ini sebagai bagian dari pemanasan global.

Menurutnya suhu global sepanjang tahun 2014, 2015 dan 2016 berhasil memecahkan rekor sebagia tahun terpanas. Es di gleser mencair, menyingkap objek yg selama ini tertutupi dengan sangat baik.

Namun penemuan mumi dari jasad pasangan ini melegakan perasaan Marceline Udry Dumoulin, putri dari mereka. Ia sendiri diketahui sebagai salah satu dari tujuh orang anak pasangan ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya masih berusia 4 tahun saat kedua orang tuanya menghilang.

Menurutnya para penyelamat lokal sempat mencari selama 2 bulan lamanya di jurang akan tetapi mereka tidak berhasil menemukan apa pun. Wanita ini juga mengaku bahwa ia mendaki gletser tiga kali dan selalu mencari kedua orang tuanya tersebut.

Menurutnya selama ini ia terus bertanya- tanya apakah orang tuanya menderita dan apa yg sebenarnya terjadi dengan mereka pada saat mereka meghilang. Sekarang pun Marceline Udry Dumoulin bisa lega lantaran ia sudah menemukan semua jawaban yg selama ini ia ingin ketahui.

“Saya mendaki gletser tiga kali dan selalu mencari mereka. Saya terus bertanya-tanya apakah mereka menderita dan apa yang terjadi dengan mereka. Sekarang saya memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.” kata Udry.