Mario Mandzukic Perpanjang Kontrak Baru

Mario Mandzukic pemain kelahiran Kroasia mendapat kejutan dari manajemen klub Juventus bahwa masa kontrak baru diperpanjang hingga tahun 2020. Berkat penampilan yang sangat baik dan cemerlang selama satu musim ini.

Hal tersebut telah di umumkan oleh pihak Juventus melalui situs berita bola indrawan.net pagi tadi. Masa kontrak Mandzukic sebenarnya masih punya sisa dua tahun lagi tetapi dua pihak setuju memperpanjang kerja sama. Mandzukic menandatangani kontrak kerja selama satu tahun sampai 30 Juni 2020.

Pemain berusia 31 tahun ini berseragam Nyonya Tua pada tahun 2015 setelah di beli dari klub raksasa Spanyol yaitu Atletico Madrid. Penyerang timnas Kroasia ini sudah tampil sebanyak 84 laga sejak memakai seragan putih hitam dan telah mencetak 23 gol. Bersama Juve dia juga memperoleh dua gelar yakni dua trofi Coppa Italia dan satu trofi Piala Super Italia.

Mario Mandzukic Perpanjang Kontrak Baru

Arsitek Massimilliano Allegri menganggap posisi Mandzukic sangat penting sekali di Juventus dengan memakai formasi 4-2-3-1 di kompetisi Liga Italia Seri A 2016-2017. Dia hampir tidak tergantikan sebagai penyerang sayap kiri dimana pada musim lalu di mendapat predikat target man.

Menurut catatan total gol yang diraih Mandzukic memang kalah dari rekan setimnya Gonzalo Higuain atau Paolo Dybala. Tetapi penyerang berbaju punggung 17 ini mempunyai kontribusi besar dalam setiap pertandingan dengan reka tim di lapangan.

Mandzukic bukan tidak punya andil saat Bianconeri menyerang ke pertahanan lawan, dia juga sering membantu bertahan. Setiap pertandingan berlangsung pada musim ini kita bisa melihat pertunjukkan Mandzukic menekel lawan untuk saling berebut sih kulit bundar. Dua musim terakhir dia selalu berhasil memenangkan tekel terbanyak.

Target Mario Mandzukic dan Juventus Raih Treble

Mario Mandzukic bersama Juventus hingga kini sudah memegang dua gelar, hanya tinggal satu gelar untuk menyempurnakan dengan trofi Liga Champions melawan Real Madrid di final. Juventus raih scudetto liga italia setelah pekan lalu menang besar atas Crotone itu menjadikan gelar ke-33 dalam sejarah Bianconeri. Tercatat Juventus meraih Scudetto secara berturut sebanyak enam kali.

Sebelumnya Nyonya Tua sudah mempertahankan gelar Coppa Italia setelah mengalahkan Lazio skor 2-0 di pertandingan final di Olimpico, Roma.

Musim ini Juventus masih memiliki peluang besar untuk meraih treble jika asuhan Massimilliano Allegri pada laga puncak berhasil mengalahkan raksasa Spanyol Real Madrid di Cardiff pada tanggal 3 Juni bulan depan.

Pencapaian kami alami dibilang cukup menarik, membawa beberapa gelar Scudetto dan Coppa Italia membuat kami semua bersemangat meraih trofi paling bergengsi Piala Champions beberapa hari kedepan.

Permainan kami sangat kompak serta keberuntungan selalu berada di pihak kami sama seperti kami alami pada musim lalu. Setiap pertandingan dari pekan pertama hingga akhir kami mendominasi dan sudah sepantasnya meraih Scudetto.

Juventus Raih Scudetto Liga Italia Seri A 2016-2017

Juventus bertepat pada pekan 37 hari minggu 21 Mei 2017 kembali berhasil meraih juara Scudetto Liga Italia Seri A 2016-2017 setelah mengalahkan tim lemah Crotone dengan skor meyakinkan 3-0. Kedatangan Crotone di Juventus Stadium, Nyonya Tua menurunkan kekuatan terbaiknya dan semua pemain termasuk Gonzalo Higuan di pasang sebagai starter. Pasukan Allegrini memang menguasai 70% jalanya pertandingan dari awal hingga usai.

Penyerang bernomor 17 yaitu Mario Mandzukic membuka gol pertama buat Juventus di menit 13 melalui kerjasama sayap kiri Juan Cuadrado memberikan umpan matang. Kemudian gelandang serang Paulo Pogba menambahkan keunggulan tuan rumah lewat tendangan bebas pada menit 39. Pada babak kedua Juventus hanya mampu menambah satu gol lewat Alex Sandro.

Lewat situs blog terupdate indrawan.net bahwa kemenangan tersebut cukup membuat posisi aman Juventus di posisi puncak klasemen Seri A hingga akhir musim. Mereka mengantongin 88 poin dari 37 laga unggul empat poin dari pesaing utama yaitu AS Roma yang berada di posisi kedua. Dengan menyisakan satu laga tetapi dipastikan Juventus menjadi Juara.

Bukan rahasia umum lagi Nyonya Tua meraih scudetto 33 atau keenam secara beruntun, membuat klub Italia pertama dalam sejarah kompetisi Seri A.

juventus-raih-scudetto-liga-italia-seri-a-2016-2017

Jalan Pertandingan Juventus vs Crotone

Juventus sejak awal peluit dibunyikan langsung menekan pertahanan tim tamu dan laga baru berjalan delapan menit sudah memperoleh kesempatan free kick yang dilakukan oleh Miralem Pjanic tapi sayang masih belum tepat sasaran.

Lalu selang lima menit kemudian Juventus unggul melalui gol Mandzukic memanfaatkan kecerobohan pemain belakang Crotone, Dia pas berada di tiang gawang dengan mudah hanya mencongkel bola ke sarang tamu untuk membawa tim tuan rumah memimpin 1-0.

Menit 39 terjadi pelanggaran terhadap Cuadrado di luar kotak penalti berbuah tendangan bebas pada saat itu ditunjuklah Dybala menjadi eksekutor tendangan bebas tersebut serta berhasil melepaskan bola melewati pagar pemain Crotone dan membuat kiper Alex Cordaz terdiam dan sementara Juve unggul 2-0 hingga selesai babak pertama.

Ada sebuah serangan balik pada menit 56 dimana Dybala langsung berhadapan dengan Cordaz dan menjebol gawang tapi wasit berkata lain tidak mensahkan gol karena terperangkap jebakan offside. Datang pada menit 75 tim tamu Crotone mendapat peluang dengan membahayakan gawang Gianluigi Buffon melalui tembakan jarak jauh Andrea Barbeis.

Lalu tujuh menit kemudian Juventus memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat sundulan salah satu pemain Alex Sandro menerima umpan manis sepak pojok Dybala yang memantul ke tanah. Masuk waktu injury time striker Mandzukic sebenarnya nyaris menambah kedudukan tapi sangat disayangkan tendangan spekulasi dari jarak jauh masih dapat ditepis.

Susunan Pemain

Juventus:

Gianluigi Buffon, Dani Alaves, Leonardo Bonucci, Medhi Benatia, Alex Sandro, Claudio Marchisio, Miralem Pjanic, Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Gonzalo Higuaín.

Pelatih: Massimiliano Allegri

Crotone:

Alex Cordaz, Aleandro Rossi, Federico Ceccherini, Gian Marco Ferrari, Bruno Martella, Andrea Barberis, Andrea Nalini, Aleksandar Tonev, Diego Falcinelli, Lorenzo Crisetig, Marcus Rohdén

Pelatih: Davide Nicola