Merokok Bisa Membantu Turunkan Berat Badan, Tapi…

Merokok Bisa Membantu Turunkan Berat Badan, Tapi...

 

Cukup banyak orang yg meyakini bahwa merokok dapat membantu mereka menurunkan berat badan. Mereka percaya bahwa merokok akan membuat mereka kurus lantaran rokok dinilai bisa meredam nafsu makan. Namun benarkan mitos ini? Atau bisa saja yg terjadi justru sebaliknya. Yang pasti, merokok dan berat badan memang cukup berhubungan.

Berat badan Anda ditentukan oleh keseimbangan antara asupan kalori dan jumlah energi yg Anda keluarkan. Bila jumlah kalori yg masuk dan keluar seimbang, maka berat badan Anda pun akan menjadi ideal. Tentu bila Anda ingin menurunkan berat badan, maka Anda harus mengurangi asupan kalori dan membuang kalori lebih banyak.

Faktanya salah satu efek samping yg ditimbulkan rokok adalah menurunnya nafsu makan. Karena itulah banyak orang percaya bahwa merokok adalah salah satu cara untuk menguruskan badan lantaran nafsu makan jadi berkurang drastis.

Orang yg merokok cenderung tak suka ngemil dan makan dalam jumlah banyak. Dengan begitu kalori yg masuk dalam tubuh pun jauh lebih rendah dari pada orang yg tidak merokok. Seharusnya dengan begitu seseorang bisa menurunkan berat badannya hanya dengan merokok.

Namun lain cerita saat seorang perokok tetap tidak mengurangi porsi makan atau asupan kalori dari makanannya. Bila yg terjadi seperti ini, maka tentu saja berat badannya tak akan berkurang. Bahkan mereka justru bisa meningkatkan berat badan, walau tetap merokok.

Selain itu efek nikotin dalam rokok yg menekan nafsu makan tersebut juga berbeda- beda untuk tiap orang. Jadi bila teman Anda berhasil menguruskan badan setelah mulai merokok, belum tentu Anda mendapatkan hasil yg sama. Takutnya, Anda tak berhasil mendapatkan keinginan Anda, sementara tubuh makin terbiasa dan kecanduan pada rokok. Tentu masalah jangka panjang yg akan timbul, termasuk resiko kanker dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, sebaiknya mulai singkirkan pemahaman yg menyebutkan bahwa rokok bisa membantu seseorang menurunkan berat badan. Terlepas dari efektif atau tidaknya merokok untuk tujuan menurunkan berat badan, merokok tetap saja adalah hal yg sangat berbahaya bagi tubuh.

Merokok Bukan Cara Yang Tepat Menurunkan Berat Badan

Lantas kenapa kebanyakan orang merokok memiliki tubuh kurus? Ternyata kandungan nikotin para rokok tembakau tak hanya sekedar menekan nafsu makan akan tetapi juga mengacaukan kadar hormon dalam tubuh Anda. Padahal biasanya nafsu makan diatur oleh hormon. Karena itu merokok bisa membuat seseorang tak nafsu makan.

Hal mengejutkan lainnya tentang rokok adalah bahwa ternyata rokok juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Memang pada dasarnya rokok membuat nafsu makan jadi lebih rendah. Akan tetapi beberapa orang justru mengalami obesitas dan kelebihan berat badan saat mereka merokok secara aktif.

Kebiasaan merokok juga diketahui bisa menganggu indra pengecap seseorang. Karena itu biasanya seorang perokok berat tak akan bisa menikmati rasa makanan seperti sebelum merokok. Tak jarang hal ini membuat para perokok tergoda untuk menambah rasa pada makanannya seperti menggunakan gula atau garam. Padahal kelebihan gula atau garam juga tak baik bagi tubuh dan bisa membuat berat badan naik secara drastis.

Intinya, rokok bukan merupakan metode menurunkan berat badan yg dianjurkan. Bila menurunkan berat badan memang adalah prioritas utama Anda, maka sebaiknya Anda melakukannya dengan cara yg benar yaitu dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur. Resiko kesehatan yg ditimbulkan akibat merokok sama sekali tak akan sebanding dengan beberapa kilogram yg bisa Anda singkirkan dari tubuh Anda.

Terlepas dari berat badan ideal atau tubuh yg ramping, hal yg paling penting adalah memiliki tubuh yg sehat dan bugar. Tubuh ramping pun tak akan ada artinya bila Anda sakit- sakitan akibat merokok.