Buang Air Kecil Sambil Duduk Lebih Baik Bagi Pria Ketimbang Berdiri

Buang Air Kecil Sambil Duduk Lebih Baik Bagi Pria Ketimbang Berdiri

Pada umumnya laki-laki diajarkan dan terbiasa untuk buang air kecil sambil berdiri, sementara perempuan buang air kecil dengan jara duduk atau jongkok. Bagi perempuan cara buang air kecil dengan duduk atau jongkok tentu akan menjadi lebih nyaman. Sementara itu para pria akan merasa lebih nyaman saat buang air kecil berdiri lantaran tak perlu repot.

Namun baru- baru ini penelitian menemukan fakta bahwa ternyata buang air kecil duduk bagi pria akan lebih baik dari pada berdiri. Faktanya sebagian negara- negara timur di dunia memang memiliki kebiasaan buang air kecil duduk untuk pria.

Tentu Anda memahami bahwa kebersihan toilet adalah hal yg sangat berpengaruh bagi kesehatan. Soalnya toilet bisa menjadi sumber penyakit karena di sana adalah tempat pembuangan urine atau air kencing, dan juga feses atau tinja yg sama- sama adalah sisa metabolisme manusia. Faktanya buang air kecil sambil duduk memang lebh higienis ketimbang berdiri. Soalnya cara in bisa mengurangi genangan atau cipratan di area toilet.

Dda begitu banyak virus dan bakteri penyebab penyakit menular bisa ditularkan lewat cairan sisa manusia, salah satunya adalah urine. Oleh karena itu menjaga area toilet tetap bersih tentu jadi hal yg sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit.

Penderita LUTS Dianjurkan Untuk Buang Air Kecil Sambil Duduk

Begitu juga halnya dari sisi kesehatan. Buang air kecil duduk memang baik untuk mereka yg mengidap gejala saluran kemih bawaan atau dalam bahasa Inggrisnya biasa disebut dengan istilah lower urinary tract symptomps atau LUTS. Orang yg memiliki gejala ini akan merasakan aliran air kencing yg lambat serta sering buang air kecil di malam hari.

Biasanya gejala ini bisa disebatkan oleh beberapa hal. Pertama oleh kelenjar prostat yg membengkak. Bengkaknya kelenjar prostat akan menghambat aliran urine Anda. Yg kedua, karena kandung kemih overaktif atau overactive bladder  atau OAB. Kandung kemih yg berkontraksi tidak normal akan menyebabkan desakan tiba- tiba untuk buang air kecil.

Ketiga adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengatur keseimbangan cairan tubuhnya. Hal ni biasanya terjaid pada orang lanjut usia khususnya d malam hari. Biasanya orang yg berusia di atas 65 tahun akan buang air kecil minimal satu kali di malam hari.

Penyebab lain yg bisa menyebabkan hal ini adalah diabetes, infeksi saluran kemih, batu kemih, kanker prostat, kanker kemih hingga multiple sclerosis.

Beberapa waktu lalu, para peneliti di Belanda juga telah melakukan sebuah riset mengenai buang air kecil duduk ini. Riset ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 14 penelitian yg berhubungan dengan hal tersebut dan berhasil membuat kesimpulan.

Mereka menemukan fakta bahwa buang air kecil duduk bisa menuntaskan kencing hingga tak tesisa lagi. Selain itu waktu yg dibutuhkan untuk menghabiskan urine juga berkurang walaupun tidak sifnifikan. Karena itu pasien dengan diagnosis LUTS memang sebaiknya kencing sambil duduk ketimbang kencing sambil berdiri.