West Bromwich Albion

West Bromwich Albion Football Club atau juga dikenal dengan sebutan West Brom, The Baggies, The Throstles, Albion, dan WBA adalah klub Ingggris yang bermain di kompetisi English Premier League. Klub yang didirikan tahun 1878 ini menjadi klub sepak bola kebanggaan publik West Bromwich, West Midlands. Stadion The Hawthorns menjadi kandang West Brom sejak tahun 1900.

West Brom adalah salah satu klub anggota pendiri the Football League tahun 1888. Klub ini pernah merasakan juara Champions of England yang diraihnya musim 1919/1920 serta menjadi runners-up dua kali kompetisi tersebut. West Brom tercatat lebih sukses di ajang FA Cup yang mana klub yang kini dilatih oleh Tony Pulis ini sudah menguasai lima edisi pagelarannya. Trofi pertama FA Cup diraih West Brom di tahun 1888 dan yang terakhir diraih tahun 1968. Trofi terakhir FA Cup itu juga menjadi trofi bergengsi teraakhir yang diraih West Brom. Selain itu, West Brom menjadi juara Football League Cup tahun 1966. Periode terpanjang West Brom berada di kompetisi teratas secara berturut-turtut terjadi dari tahun 1949 hingga 1973 dan dari tahun 1986 hingga 2002.

Secara keseluruhan, Kostum yang paling banak digunakan West Brom berwarna navi blue ditambah garis-garis putih. Namun, lebih kini, West Brom kerap memilih kostum kandangnya dengan warna putih. The Baggies mempunyai catatan rivalitas dengan Aston Villa dan Wolverhampton Wanderers. Hal tersebut telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun. Derbi Black Country adalah brand atau tajuk saat West Brom bertanding dengan kedua klub tersebut.

west-brom-squad

Skuad West Bromwich Albion

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Ben Foster 14 MF James McClean
2 DF Allan Nyom 15 DF Sebastian Pocognoli
4 FW Hal Robson-Kanu 19 MF Callum McManaman
5 MF Claudio Yacob 22 MF Nacer Chadli
6 DF Jonny Evans 23 DF Gareth McAuley
7 MF James Morrison 25 DF Craig Dawson
8 MF Jake Livermore 38 GK Jack Rose
9 FW Salomon Rondon 43 DF Callam Jones
10 MF Matt Phillips 44 FW Tyler Roberts
11 DF Chris Brunt 45 FW Jonathan Leko
13 GK Boaz Myhill 47 MF Sam Field

Sejarah West Bromwich Albion

West Bromwich Albion didirikan pada tahun 1878 oleh para pekerja dari George Salter’s Spring Works di West Bromwich, Staffordshire, dengan nama West Bromwich Stollers. Tahun 1880, klub itu diganti namanya menjadi West Bromwich Albion dan menjadi klub pertama yang memakai akhiran atau suffix Albion. Albion sendiri adalah nama distrik di West Bromwich yang mana beberapa pemain tinggal dan bekerja di sana. Pada tahun 1881, West Bromwich Albion bergabung dengan Birmingham & District Football Association serta berlaga di kejuaraan Birmingham Cup. Itu menjadi kompetisi pertama West Brom. Dalam kompetisi tersebut, West Brom hanya sampai pada babak perempat final. Trofi pertama yang diraih West Brom datang di tahun 1883. Klub ini berhasil keluar sebagai juara pada pagelaran Staffordshire Cup. kemudian, di tahun yang sama, West Brom bergabung dengan the Football Association. Setelah bergabung, klub ini pun berhak untuk turut serta turun di ajang FA Cup musim 1883/1884. Tahun 1885, West Brom bertransformasi menjadi klub professional. Perubahan tersebut berdampak manis dengan sampai di babak final FA Cup 1886 meski kalah 0-2 dari Blackburn Rover. Tahun 1887, West Brom kembali mencapai partai final FA Cup. Sayangnya, The Baggis kembali tumbang dengan skor sama 0-2 dari Aston Vila. Baru di tahun 1888, West Brom merengkuh trofi FA Cup pertamanya usai menumbangkan Preston North End dengan skor 2-1. Dengan itu, West Brom berhak untuk bermain di Fpptball World Championship melawan jawara Scotlandia, Renton. Hasilnya West Brom dikalahkan Renton dengan skor 1-4.

Ketika Football League digulirkan, West Brom menjadi salah satu anggota pendiri bersama dua belas klub lainnya. Tahun 1892, West Brom meraih gelar kedua FA Cup. Tahun 1895, klub ini hampir meraih yang ketiga kalinya. Sayang, West Brom takluk di partai puncak dari Aston Vila 0-1. Musim 1900/1901, West Brom terdegradasi ke Divisi Dua. Tak butuh waktu lama, musim berikutnya West Brom sudah kembali ke Divisi Sat. Sayangnya, itu pun tak lama. West Brom kembali terdegradasi di musim berikutnya. Musim 1910/1911, West Brom juara Divisi Dua dan mencapai final FA Cup. Di partai puncak tersebut, West brom dikalahkan klub Divisi Dua, Barnsley. Musim 1919/1920, West Brom meraih trofi Football League. Gelar tersebut ditambah dengan catatan rekor 104 gol dan 60 poin di mana sebelumnya belum pernah ada yang melakukan itu. Kemudian West Brom menyelesaikan Divisi Satu musim 1924/1925 sebagai runners-up.

Di musim 1953/1954, West Brom hampir meraih double winner. Di ajang FA Cup, West Brom berhasil mengalahkan Preston North dengan skor 3-2 di laga pamungkasnya. Sayang, di Liga, kehilangan beberapa pemain kunci karena cidera di akhir-akhir musim, The Baggies harus puas finis di posisi dua, di bawah sang rival, Wolverhampton Wanderers. Biarpun begitu, di masa itu, West Brom mulai terkenal dengan gaya bermain menyerangnya. Bahkan saat itu sebuah surat kabar pernah menobatkan skuad West Brom musim 1953/1954 sebagai Team of the Year. Selanjutanya, West Brom sampai di semi final FA Cup 1957 dan finis di tiga lima besar Divisi Satu tiga dalam tiga musim beruntun, musim 1957/1958 sampai 1959/1960. Namun, meskipun The Baggies kurang impresiif selama tahun 1960-an, di masa-masa akhir dekade tersebut, West Brom justru terlihat membangun reputasi sebagai klub sukses. Tahun 1966, di bawah asuhan Jimmy Hagan, klub ini menundukkan West Ham United di debut League Cup-nya, menang dengan agregat 5-3 dalam dua leg. Semusim kemudian, West Brom mencapai babak final lagi meski tunduk dari Queens Park Rangers 3-2. West Brom kemudian keluar sebagai juara FA Cup 1968 setelah mengalahkan Everton dalam laga panjang mencapai extra time. Tahun 1969, Wet Brom sampai di babak semi final FA Cup dan perempat final European Cup Winners Cup serta mancapai final League Cup tahun 1970.

Sepanjang sejarah klub, West Brom banyak berkompetisi di top liga. Namun, saat Premier League didirikan tahun 1992, West Brom harus memulainya dari divisi tiga dan beberapa musim ke depannya di divisi dua. West Brom baru tiba di Premier League di musim 2001/2002 di bawah pelatih Gary Magson. Sayangnya, butuh tenaa ekstra untuk bermain di kompetisi teratas ini. sempat terdegradasi, The Baggies mampu kembali lalu menjalani kompetii di papan bawah.

Stadion Hawthorns

stadion-hawthorns

West Brom bermarkas di stadion Hawthorns. Namun, sebelum bermukin di sini, West Brom sempat berganti-ganti stadion beberapa kali sejak didirikannya tim. Rumah pertama West Brom adalah Cooper’s Hill. The Baggis bermukin di sana sejak tahun 1878 hingga 1879. Klub ini kemudin pindah ke Dartmouth Park pada tahun 1879. Mereka menghabiskan dua tahun di sana. Dari 1879 sampai 1881. Selama muim 1881/1882, West Brom bermarkas di Bunn’s Field yang juga dikenal dengan nama the Birches. Stadion ini berkapasitas antara 1.500 dan 2.000 orang. Dari tahun 1885 hingga 1900, West Brom memainkan seluruh laga kandangna di Stoney Lane. Di stadaion ini Albion meraih masa kejayaannya dengan beberapa gelar yang diraih dan beberapa pencapaian lainnya.

Sejak tahun 1900-an, Stoney Lane dirasa sudah tak cukup besar untuk menampung penonton. Sementara tiu, stadio-stadion sebelumnya yang pernah dihuni sudah di tutup semuanya. Klub pun berpikir untuk membangun stadion baru di wilayah Hawthorn. Stadion baru itu pun kemudian diberi nama The Hawthorns. Stadion ini berkapasitas sekitar 26.850 orang. keempat tribun yang ada dikenali dengan sebutan tribun Birmingham, Smethwick, tribun timur, dan barat. The Hawthorns bersertifikat UEFA yang mana berhak untuk menggelar kompetisi apapun. Terdapat banyak outlet di sekirataran stadion. Ada toko remi klub di Merry Hill dan toko lainnya yang dibuka musiman di West Bromwich Town Centre.

Staf Kepelatihan West Bromwich Albion

Posisi Nama
Manajer Tony Pulis
Asisten Manajer Dave Kemp
Mark O’Connor
Ben Garner
Pelatih Tim Utama Gerry Francis
Pelatih Kiper Jonathan Gould
Direktur Administrasi Richard Garlick
Direktur Performa Mark Gillett
Pelatih Fitnes Matt Green

Suporter West Bromwich Albion

West Bromwich Albion didukung oleh suporternya yang tersebar di kawasan-kawasan Britania Raya dan beberapa Negara lain seperti Irlandia, Australia, Malta, Mesir, Irlandia Utara, USA, India, dan Thailand. The Lord’s my Shepherd adalah judul anthem klub yang kerap dinyanyikan saat West Brom berhasil mencetak angka. Kebiasaan tersebut bermula sejak musim 1992/1993 ketika Albion mulai promosi ke divisi dua. Instrumen “The Liquidator” yang diciptakan oleh Harry J. Allstars mulai popular digunakan atau dikumandangkan di stadion sejak era 1980-an akhir.

Musim 2002/2003, supporter West Brom terpilih sebagai supporter terbaik di Premier League dan BBC saat itu membuat satu tes yang bernama “National Intelligence Test dan hasilnya menyatakan bahwa supporter West Brom lebih pintar dibandingkan dengan supporter klub lainnya yang mana score supporter West Brom ini memperoleh rata-rata skor 138.

Player of the Year West Bromwich Albion

Tahun Pemain Tahun Pemain
1979 Bryan Robson 1999 Lee Hughes
1980 N/A 2000 Larus Sigurdsson
1981 Tony Godden 2001 Neil Clement
1982 Cyrille Regis 2002 Russell Hoult
1983 N/A 2003 Jason Koumas
1984 Paul Barron 2004 Thomas Gaardsoe
1985 Garru Thompson 2005 Ronnie Wallwork
1986 Stephen Hunt 2006 Jonathan Greening
1987 Stuart Naylor 2007 Diomansy Kamara
1988 Carlton Palmer 2008 Kevin Phillips
1989 Chris Whyte 2009 Chris Brunt
1990 Bernard McNally 2010 Graham Dorrans
1991 Graham Roberts 2011 Youssouf Mulumbu
1992 Daryl Burgess 2012 Ben Foster
1993 Bob Taylor 2013 Gareth McAuley
1994 Daryl Burgess 2014 Ben Foster
1995 Paul Mardon 2015 James Morrison
1996 Andy Hunt 2016 Darren Fletcher
1997 Ian Hamilton 2017 Ben Foster
1998 Alan Miller

Prestasi West Bromwich Albion

Kompetisi Tahun
Football leagur (dulu)/ Premier League (sekarang) 1919/1920
Football league Second Division/ Football League Championship 1901/1902, 1910/1911, 2007/2008
FA Cup 1888, 1892, 1931, 1954, 1968
Football League Cup 1966
FA Charity Shield 1920, 1954
FA Youth Cup 1976
Tennent Caledonian Cup 1977
Birmingham Senior Cup 1886, 1895, 1988, 1990, 1991, 2012, 2014
Staffordshire Senior Cup 1883, 1886, 1887, 1889, 1900, 1902, 1903, 1924, 1926, 1932, 1933, 1951, 1969
Bass Charity Vase 1999, 2000, 2003

Southampton FC

Southampton Football Cub adalah klub profesional yang bermain di kompetisi teratas Inggris, English Premier League. Klub berjuluk The Saints ini berbasis di Southampton, Hampshire, Iggris. Southampton didirikan pada 21 November 1885 dengan nama St. Mary’s Y.M.A.. Hingga tahun 2017, klub ini dimiliki oleh Katharina Liebherr. Musim 2016/2017, di bawah asuhan Claude Puel, Southampton finis di peringkat 8 Liga Premier Inggris.

Southampton telah mengoleksi satu gelar FA Cup yang diraihnya tahun 1976. Di level kompetisi, capaian tertinggi The Sints terjadi pada musim 1983/1984 yang mana klub mampu finis di posisi kedua tabel klasemen. 15 Mei 2005, Southampton terdegradasi dari Liga Premier Inggris setelah 27 tahun berturut-turut berlaga di kompetisi nomor satu Inggris ini. Tujuh tahun kemudian, klub berkostum berpola strips merah putih ini kembali ke Premier League.

Akademi Southampton terbukti cukup produktif memproduksi pemain-pemain hebat. Beberapa nama yang berasal dari akademi Southampton kini banyak yang menghuni klub-klub ternama dunia semisal Adam Lallana, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, Wayne Bridge, Luke Shaw, Gareth Balem dan Chris Baird. Dari nama-nama berikut juga tak terelakkan bahwa akademi Southampton tak absen menjadi produsen pemain tim nasional Inggris.

Southampton bermukim di St Mary’s Stadium sejak tahun 2001 setelah seblumnya menghuni stadion The Dell. Julukan The Saints atau dalam bahasa Indonesia berarti orang suci tersemat pada klub sejak tahun 1885 berkaitan dengan sejarah klub yang mana Southampton ini merupakan salah satu klub sepak bola di Inggris yang lahir dari gerja. Southampton mempunya catatan rivalitas yang cukup panas dengan Portsmouth. Rivalitas tersebut disebabkan oleh kedekatan lokasi kedua klub dan sejarah maritim masing-masing kota. South Coast derby adalah tajuk saat kedua tim beradu.

skuad-southampton

Skuad Southampton

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Fraser Poster 19 MF Sofiane Boufal
2 DF Cedric Soares 20 FW Manolo Gabbiadini
3 DF Maya Yoshida 21 DF Ryan Bertrand
4 MF Jordy Clasie 22 MF Nathan Redmond
5 DF Florin Gardos 23 MF Pierre-Emile Hojbjerg
7 FW Shane Long 24 DF Jack Stephens
8 MF Steven Davis 26 DF Jeremy Pied
9 FW Jay Rodriguez 28 GK Stuart Taylor
10 FW Charlie Austin 32 FW Olufela Olomola
11 MF Dusan Tadic 33 DF Matt Targett
13 GK Alex McCrthy 38 DF Sam McQueen
14 MF Oriol Romeu 39 MF Josh Sims
16 MF James Ward-Prowse 41 GK Harry Lewis
17 DF Virgil van Dijk 42 MF Jake Hesketh
18 MF Harrison Reed FW Sam Gallagher

Sejarah Southampton

Southampton dibentuk di sebuah gereja bernama St. Mary pada 21 November 1885 oleh asisiasi pemuda Inggris anggota Gereja St. Mary dengan nama St. Mary’s Y.M.A.. klub ini mulanya sering bertanding di The Common, sebuah laga amatir. Kemudian, jika mereka bertanding di pertandingan yang lebih besar, semisal turnamen, Southampton melakoninya di lapang Country Cricket atau di lapang Antelope Cricket. Pada intinya, secara garis besar, Southampton mulanya bernama St. Mary’s Young Men’s Association F.C. dan sering hanya disebut St. Mery’s FC hingga musim 1887/1888. Lalu, ketika klub mulai berkompetisi di Southern League, namanya berubah menjadi Southampton St. Mary’s.

Nama-nama seperti Charles Baker, Alif Littlehales, Fred Hollands dan Lachie Thomson menjadi bagian penting dari klub di masa-masa Southampton baru meniti karir Liga. Musim 1896/1897, the Saint meraih gelar Southern League. Selanjutnya, klub berubah menjadi sebuah perusahaan mandiri dan berganti nama menjadi Southampton F.C. klub yang baru bertransformasi ini menjuarai Southern di tahun 1897, 1898, 1899, 1901, 1903, dan 1904. Pada periode ini, mereka pinah kandang ke The Dell yang dibangun dengan dana mencapa 10 ribu Poundsterling. Tahun 1900, Southampton untuk yang pertama dari keempat kalinya klub mencapai partai final FA Cup tahun 1900.

Tahun 1920, tepat seusai berakhirnya perang dunia kesatu, Southampton bergabung dengan kompetisi yang baru terbentuk, Divisi tiga Football League. Semusim kemudian, The Saint promosi ke kasta di atasnya, Divisi Dua. Tahun 1925 dan 1927, Southampton sampai di babak semi final FA Cup. Sayangnya, Southampton dikalahkan Sheffield dan Arsenal. Tahun 1940, ketika sebuah bom dijatuhkan di the Dell Pitch saat perang dunia dua, Southampton dipaksa untuk bermarkas di kandang Portsmouth sang rival, Fratton Park.

Southampton promosi ke divisi dua tahun 1960. Tahun 1966, dengan 30 dari 85 gol keseluruhan klub sepanjang musim, Southampton promosi ke Divisi Satu. Selanjutnya, Southampton bertahan selama delapan musim di kompetisi elit ini. Sepanjang periode tersebut, catatan terbaik klub hanya mampu finis di posisi tujuh,terjadi pada musim 1968/1969 dan 1970/1971. Setelah terdegradasi, Southampton, di bawah manajemen McMenemy, mencoba untuk bangkut. Klub mendatangkan beberapa pemain baru seperti Peter Osgood, Jim McCalliog, Jim Steele, dan Peter Rodrigues. Tahun 1976, The Saint mampu menembus babak final FA Cup. Musim berikutnya, Souhampton berlaga di kancah Eropa dalam perhelatan Cup Winners’ Cup dan tersingkir di babak ketiga setelah kalah agregat 2-3 dari Anderlecht.

Musim 1992/1993, Southampton menjadi anggota Premier League. The Saint mampu bertahan sepuluh musim yang sering dipenuhi dengan perjuangan melawan ancaman degradasi. Tahun 2004, Southampton terdegradasi ke championship, kasta kedua sepak bola Inggris. Musim pertamanya berkompetisi di Championship, Southampton kembali hampir terdegradasi. Beruntungnya, klub ini sanggup menaikkan performanya dan meraih hasil positif di minggu-minggu terakhir kompetisi hingga akhirnya Southampton mengunci posisi 12 di akhir musimnya.

Musim 2012/2013, Southampton baru kembali ke Premier League. Kala itu, klub ini tengah ditangani oleh manajer Nigel Adkins. Di masa-masa awal sekembalinya ke Premier League, Nigel digantikan oleh pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino. Di akhir musim, Southampton finis di peringkat 14 tabel klasemen. Setidaknya, klub ini selamat dari ancaman degradasi di musim kembalinya mereka di Liga Premier Inggris. Selanjutnya, perjalanan Southampton, sebagaimana lazimnya klub sepak bola, diwarnai dengan pergantian pemain dan pelatih. Namun, hingga musim 2016/2017, Southampton belum bisa finis di atas posisi tujuh yang terakhir kali didapatkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Staf Kepelatihan Southampton

Posisi Nama
Manajer Claude Puel
Asisten Manajer Eric Black
Asisten Pelatih Tim Utama Pascal Plancque
Pelatih kiper Dave Watson
Sport Scientist Alek Gross
Fisioterapist Tom Sturdy
Steve Wright
Kevin Mulholland
Data Scientist Laura Bowen
Kitman MarkForbes
Jamie Ireland
Performance Analyst Scott Waters
Michael Haines

St. Mary’s Stadium

st-mary-stadium

Southampton bermarkas di stadion St Mary. Stadion yang berlokasi di Britania Road, Southampton, Hampshire ini dibuka tahun 2001. St Mary’s Stadium mampu menampung hingga kurang lebih 32.363 orang. Stadion ini menjadi yan terbesar di wilayah selatan Inggris, kecuali London, tentunya. Southampton sudah bermukim di St Mary’s Stadium sejak stadion ini dibuka. Laga pembuka terjadi kali tuan rumah menjamu RCD Espanyol. St. Mary’s Stadium masuk dalam jajaran stadion UEFA’s Four Star Criteria. Stadion St. Mary tercatat sudah menghelat beberapa pertandingan Internasional. Rekor penonton terbanyak yang hadir di stadion terjadi saat Southampton melawan Coventry City, April 2012, dengan jumlah penonton mencapai 32.363 orang.

Sebelum berkandang di St Mary’s Stadium, sejak tahun 1898 hingga 2001, Southampton menjalani semua laga kandangnya di stadin The Dell. Sejarah panjang meliputi 103 tahun berdirinya The Del diwarnai dengan beberapa kali renovasi, termasuk dua tribun yang dibangun ulang setelah tragedi kebakaran tahun 1950. Southampton melakukan latihan di stadion terpisah dengan stadion utamanya. The Saints latihan di Staplewood yang berlokasi di tepi New Forest. Fasilitas latihan yang dibangun dengan dana hampir 40 juta Poundsterling ini dibuka tahun 2014 bulan November.

Lambang Southampton

Southampton pada masa awal pendiriannya menggunakan lambang yang sama dengan lambang kota. Namun, selama periode 1970-an, kompetisi dan suporter mendorong klub untuk membuat lambang klub baru. Lambang yang didesain oleh Rolland Parris menjadi lambang baru klub dan digunakan selama 20 tahun. Pengganti lambang buatan Parris dibuat oleh agensi desain Southampton pada tahun 1990-an.

Lambang Southampton 125

Dari atas sampai ke bawah, lambang yang ada merepresentasikan kesucian sesuai julukannya, saints. Bola mencerminkan sifat alamiah klub. Kemudian syal di di bagian atas menggambarkan suporter dan warna kebesaran klub. Gambar pohon merepresentasikan lokasi New Forest dan Southampton Common. Terdapat juga seperti arus air di bawah pohon. Itu melambangkan hubungan klub dengan sungai, laut, dan samudra. Kita tahu bahwa Southampton adalah daerah agraris. Tanggal 13 Mei 2010, klub merilis lambang baru dalam versi spesial ulang tahun Southampton ke 125.

Prestasi Southampton

Kompetisi Tahun
Football League Division Three/ Football League One 1959/1960
Football League Third Division South 1921/1922
Southern League 1896/1897, 1897/1898, 1898/1899, 1900/1901, 1902/1903, 1903/1904
FA Cup 1976
Football League Trophy 2010
Hampshire Senior Cup 17 kali

Aparel dan Kit Sponsor Southampton

Southampton pernah disponsori berbagai perusahaan. Perusahaan pertama yang namanya terpampang di kostum pemain Southampton adalah sebuah perusahaan pembuat mesin fotokopi, Rank Xerox, tahun 1983. Selanjutnya ada Draper Tools, perusahaan yang mempunyai pabrik besar di dekat East leigh. Perusahaan ini mensponsori Southampton dari tahun 1984 hingga 1993. Selanjutnya, berbagai perusahaan datang membuat kesepakatan dengan klub. Berikut adalah data sponsorship utama dan apparel Southamppton.

Periode Apparel Shirt Sponsor
1974-1976 Umbro None
1976-1980 Admiral
1980-1983 Patrick Rank Xerox
1983-1984 Air Florida
1984-1987 Draper Tools
1987-1991 Hummel
1991-1993 Admiral
1993-1995 Pony Dimplex
1995-1999 Sanderson
1999-2006 Saints (brand klub) Friends Provident
2006-2008 Flybe
2008-2010 Umbro
2010-2011 None
2011-2013 aapᶟ
2013-2014 Adidas
2014-2015 Saints Veho
2015-2016 Adidas
2016- Under Armour Virgin Media

Leicester City

Leicester City Football Club adalah klub dengan sejuta kejutan. Menjadi juara Football League Championship musim 2013/2014, klub yang berjuluk the Foxes ini mengarungi liga premier di musim berikutnya. Dua tahun berselang, Jamie vardy dan kawan-kawan mengejutkan dunia dengan keluar sebagai jawara English Premier League. Raihan poin Leicester sudah tak mampu lagi dikejar Arsenal dan Tottenham yang mengekor di posisi dua dan tiga.

Leicester dibentuk tahun 1884 dengan nama Leicester Fosse. Di awal pendiriannya, klub ini bermain di lapang dekat Fosse Road. Klub yang juga kerap disapa The Filberts ini menjalani semua laga kandangnya di Stadion King Power yang berkapasitas 32.000 penonton. Kostum klub berwarna biru dan merah serta putih untuk kostum kedua dan ketiganya.

Sebelum menjuarai Liga Premier Inggris musim 2015/2016, raihan tertinggi klub adalah finis di peringkat dua divisi satu musim 1928/1929. Capaian lainnya, Leicester telah mengoleksi tujuh gelar kompetisi kasta kedua, yakni enam gelar divisi dua dan satu Championship. Selain itu, ada satu gelar League One, satu gelar FA Community Shield, dan tiga Piala Liga. Saat merengkuh trofi liga inggris, Leicester diisi nama-nama yang mulai melejit seperti Jamie Vardy, Riyad mahrez, Kasper Schmeicel, N’Golo Kante, Shinzi Okazaki dan liannya.

Sepanjang sejarah klub, Leicester pernah empat kali menjadi finalis FA Cup, musim 1948/1949, 1960/1961, 1962/1963, dan 1968/1969. Sayang, tak sekalipun Leicester menang di laga final. Di kancah Eropa, The Foxes pernah berlaga di European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962, UEFA Cup musim 1997/1998 dan 2000/2001, serta Liga Chmpion Eropa musim 2016/2017 di mana Leicester di singkirkan Monaco di babak perempat final.

Skuad Juara Leichester City

Skuad Leicester City

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Kasper Schmeichel 18 DF Molla Wague
3 DF Ben Chilwell 19 FW Islam Slimani
4 MF Danny Drinkwater 20 FW Shinzi Okazaki
5 DF Wes Morgan 21 GK Ron-Robert Zieler
6 DF Robert Huth 22 MF Demarai Gray
7 FW Ahmed Musa 23 FW Leonardo Ulloa
8 MF Matty James 24 MF Nampalys Mendy
9 FW Jamie Vardy 25 MF Wilfred Ndidi
10 MF Andy King 26 MF Riyad Mahrez
11 MF Marc Albrighton 27 DF Marcin Wasilewski
12 GK Ben Hamer 28 DF Christian Fuchs
13 MF Daniel Amartey 29 DF Yohan Benalouane
14 MF Bartosz Kapustka 39 MF Harvey Barnes
17 DF Danny Simpson FW Tom Lawrence

 Sejarah Leicester City

Leicester City didirikan tahun 1884 oleh sekelompok pria dari Wyggeston School dengan nama Leicester Fosse. Tahun 1890, klub tersebut bergabung dengan The Football Association (FA). Mulanya, Leicester Fosse berganti-ganti kandang dari Victoria Park, Belgrave Road Cycle, Cricket Ground hingga akhirnya di tahun 1891 berpindah ke Filbert Street. Tahun 1891, Leicester Fosse bergabung ke Midland League dan tampil di divisi dua Football League tahun 1894. Musim 1907/1908, klub ini menjadi runner up divisi dua dan tentu mengunci tiket promosi divisi satu, kasta tertinggi sepak bola Inggris saat itu.

Tahun 1919, klub berganti nama menjadi Leicester City Football Club dan bertahan hingga sekarang. Setelah berganti nama, di bawah asuhan Peter Hodge, Leicester City merengkuh titel Divisi Dua musim 1924/1925. Sayang, di musim 1934/1935, Leicester kembali terdegradasi.

Tahun 1949, paska perang dunia II, Leicester berhasil sampai di partai final FA Cup. Namun, di laga puncak tersebut, Leicester dikalahkan Wolverhampton Wanderers 3-1. Di bawah Manajemen Matt Gillies dan asistennya, Bert Johnson, Leicester kembali sampai di babak final FA Cup 1963 dan 1961. Lagi-lagi, Dewi fortuna belum berpihak. Leicester tumbang di dua laga final FA Cup tersebut. Pada kesempatan lain, Leicester menjadi perwakilan Inggris di European Cup Winners’ Cup musim 1961/1962.

Tahun 1971, Leicester kembali promosi ke divisi satu. Di tahu yang sama, The Foxes sukses merengkuh trofi Charity Shield. Di awal abad 21, O’Neil yang sebelumnya menjabat manajer eicester digantikan oleh mantan pelatih timnas Inggris U-21, Peter Taylor. Sempat membawa Leicester ke  performa yang cukup baik di awal kepemimpinannya, Taylor diberhentikan di musim 2001/2002 karena di akhir musim tak mampu membawa posisi Leicester naik ke papan tengah atau bahkan papan atas. Taylor digantkan oleh Dave Bassett. Nasib Basserr pun tak begitu baik. Bassett hanya mampu bertahan sekitar enam bulan. Ia digantikan oleh asistennya, Micky Adams. Pergantian pelatih itu pun diumumkan hanya beberapa saat sebelum Leicester dipastikan akan terdegradasi.

Musim 2002/2003, Leicester pindah ke Walkers Stadium setelah 111 tahun bermain di Filbert Street. Micky Adams berhenti menjabat manajer pada bulan oktober 2004. Craig Levin menggantikan posisinya. Kiprah Levein tak kunjung membawa Leicester membaik. Dalam lima belas bulan di tangan Levein, pringkat Leicester di tabel klasemen tak kunjung mendekati posisi promosi. Asistennya, Rob Kelly mengagantikan posisi Levein. Tahun 20017, posisi Kelly diambil alih oleh Nigel Worthington sebagai pelatih sementara hingga akhir musim yang berlangsung sekitar beberapa bulan saja hingga akhirnya Leicester menunjuk manajer baru mereka pada bulan Mei 2007, Martin Allen. Mantan pemain Milton Keynes Dons ini pun tak bertahan lama di King Power Stadium. September 2007, Leicester menunjuk manajer baru, Gary Megson. Lagi-lagi, Megson hanya bertahan selama enam minggu. Selanjutnya ada nama Frank Burrows dan Gerry Taggart. Mereka bertindak sebagai pelatih sementara hingga klub mendapat tandatangan manajer baru mereka. Leicester dipaforitkan untuk promosi ke Premier Leage pada musim 2011/2012. Sayangnya, ikonsistensi menjadi masalah the foxes. Dari tig belas laga, Leicester hanya mampu mendapat poin penuh di lima laganya. Manajer saat itu, Eriksesn digantikan oleh Nigel Pearson.

Tahun 2014, Leicester menjadi jawara Championship. the foxes berhak atas promosi ke Premier Leage setelah menunggu selama sepuluh tahun, tim ini terakhir berlaga di liga premier tahun 2004. Sebagai tim promosi, Leicester justru sukses menumbangkan raksasa Inggris di laga pembukanya. Ryad Mahrez dan kawan-kawan sukses menekuk Manchester United 5-3 di King Power Stadium. Laga perdana ini barangkali tidak akan pernah bisa dilipakan oleh puluhan ribu fans Leicester yang menyaksikannya. Bagaimana tidak, setelah tertinggal 3-1 dan waktu menyisakan tiga puluh menit, Leicester dapat membuat keajaiban dengan membalikkan keadaan menjadi 5-3. Dari pertandingan itu juga, Leicester menjadi klub pertama sejak 1992 yang mampu membalikkan keadaan dari United setelah defisit dua gol. Selama musim 2014/2015, Leicester sempat tergelincir hingga posisi paling dasar tabel klasemen dengan hanya mengumpulkan 19 poin dari 29 laga. Namun, tujuh kemenangan dari Sembilan laga terakhir kompetisi mengantarkan Leicester finis di peringkat 14. Bagaimana Leicester merangkak dari posisi juru kunci merupakan sejarah di Premier League sebagai salah satu dari tiga klub yang mampu keluar dari juru kunci. Sebelumnya ada West Bromwich Albion pada tahun 2005 dan Sunderland di tahun 2014.

Untuk  mengarungi musim kedua di premier league, Leicester berbenah. Mantan manajer Chelsea, Claudio Ranieri didatangkan ke King Power Sadium. Di tangan Ranieri, Leicester menoreh catatan luar biasa. Sang striker, Jamie Vardy, melesakan 13 gol dari 11 pertandingan secara berturut-turut, memecahkan rekor Ruud van Nistelrooy yang mencetak gol dalam 10 laga secara berturut-turut. Kemenangan atas Everton 3-2 di Goodison Park, kandang Everton, membawa Leicester ke pucuk klasemen. Tiket Liga Champions pun sukses didapat the Foxes setelah mampu menundukkan Sunderland 2-0 dan Tottenham menang 3-0 atas Manchester United. Ini merupakan kali pertama Leicester menembus kompetisi raja-raja Eropa.

Setelah Tottenham bermain imbang dengan Chelsea 2-2, Leicester menegaskan diri sebagai jawa Liga Premier Inggris musim 2015/2016. Mengejutkan seluruh pecinta sepak bola Inggris, bahkan dunia. Skuad juara ini terkenal dengan gaya serangan balik yang cepat dan efektif serta pertahanan yang solid. Untuk merayakan kemenanga, 16 Mei 2016, lebih dari 240.000 suporter The Foxes tumpah ruah di jalanan Leicester dan Viktoria Park. Bulan maret 2017, Claudio Rnieri digantikan oleh Craig Shakespeare sebagai nahkoda anyar Leicester. Namun, persembahan gelar Premier League rasanya membuat sosok Ranieri menjadi salah satu yang tak akan pernah terlupakan.

Staf Kepelatihan Leicester City

Posisi Nama
Manajer Craig Shakespeare
Pelatih Kiper Mike Stowell
Kitman Paul McAndrew
Player Liaison Officer
(kepala penghubung manajemen dan skuad)
Jon Sanders
Fisioterapis Dave Rennie
Simon Murphy
Gary Silk
Dokter Tim Dr Ian Patchett
Analis performa dan kepala sport science Paul Balsim
Sport Scientist Tom Joel
Jack Milligan
Performance Nutritionist
(mengatur asupan nutrisi pemain)
Christopher Rosimus
Pelatih Strength & Power Mitch Willis
Pelatih Fitnes Matt Reeves

Stadion King Power

King Power Stadium Leichester City

Leicester City didirikan dengan nama Leicester Fosse. Di masa awal pembentukannya itu, laga kandang Leicester dimainkan di sejumlah stadion berbeda mulai dari Fosse Road, Victoria Park, Belgrave, Mill Lane, Cricket Ground hingga Filbert Street. Tahun 2002, The Foxes berpindah markas ke stadion dengan kapasitas 32.500 orang, Walkers sendiri merupakan nama dari sebuah produsen makanan yang mensponsori dan memiliki hak atas penamaan stadion. Tahun 2010, King Power menjadi pemilik baru stadion dan berkeinginan untuk mengubah nama stadion menjadi King Power Stadium sekaligus dengan sebuah rencana pengembangan kapasitas stadion menjadi 42.000. baru di tahun 2011, nama stadion tak lagi Walkers, melainkan secara resmi menjadi King Power Stadium.

King Power Stadium terletak di Filber Way, Leicester. Stadion berkapasitas 32.262 ini pertama kali dibuka pada tahun 2002 dan tentunya bukan dengan nama King Power Stadium. Stadion ini tak memiliki lintasn lari yang membuat penonton bisa lebih dekat dengan pemain yang tengah berlaga di lapang. Tribun yang mengelilingi lapangan memiliki namanya masing-masing. Marks Electrical Family untuk tribun utara, The Air Asia untuk tribun timur, The Spion Kop untuk tribun selatan, dan Upton Steel untuk tribun barat. King power biasanya mengalokasikan 3.000 tiket untuk penonton tamu.

Suporter Leicester City

Leicester City memiliki suporter setia yang biasa menyebut dirinya the Blue Army atau tentara biru. Berdasarkan data statistik kasa Football League, dari musim 2009/2010 hingga 2013/2014, supporter Leicester merupakan tertinggi kelima untuk urusan kehadiran supporter di stadion baik laga kandang maupun tandang. Sejarah klub mencatat bahwa sejak tahun 2010, kehadiran the Blue Army di laga tandang terbesar terjadii ketika Leicester berhadapan dengan Nottingham Forest pada pagelaran FA Cup tahun 2002. Saat itu, penonton yang datang ke stadion lawan mencapai angka 8.000 orang.

Leicester memiliki sejumlah kelompok supporter di Inggris dan di beberapa penjuru United Kingdon atau wilayah Britania Raya. Leicester bahkan memiliki beberapa kelompok suporer yang tersebar di sejumlah Negara. The Blue Army terkenal dekat dengan dua kelompok supporter klub Eropa, VfL Bochum dan Anderlecht. Secara rutin masing-masing supporter mendatangi laga masing-masing klub lainnya.

Prestasi Leicester City

Kompetisi Tahun
Liga Premier Inggris 2015/2016
Second Division/ Football League 1924/1925, 1936/1937, 1953/1954, 1956/1957, 1970/1971, 1979/1980, 2013/2014
Football League One 2008/2009
Football League Cup 1963/1964, 1996/1997, 1999/2000
FA Charity Shield/ FA Community Shield 1971
War League South 1942
Football League War Cup 1941
BBC Sports Personality Team of The Year 2016

Player of The Year Leicester City

Leicester City mempunyai tradisi memilih satu nama terbaik di setiap akhir musimnya. Pemilihan nama ini dilakukan dengan voting dari supporter The Foxes.

musim Pemain Musim Pemain Musim Pemain
1987/1988 Steve Walsh 1997/1998 Matt Elliot 2007/2008 Richard Stearman
1988/1989 Alan paris 1998/1999 Tony Cottee 2008/2009 Steve Howard
1989/1990 Gary Mills 1999/2000 Gerry Taggart 2009/2010 Jack Hobbs
1990/1991 Tony James 2000/2001 Robbie Savage 2010/2011 Richie Wellens
1991/1992 Gary Mills 2001/2002 Robbie Savage 2011/2012 Kasper Schmeicel
1992/1993 Colin Hill 2002/2003 Paul Dickov 2012/2013 Wes Morgan
1993/1994 Simon Grayson 2003/2004 Les Ferdinand 2013/2014 Danny Drinkwater
1994/1995 Kevin Poole 2004/2005 Danny Tiatto 2014/2015 Esteban Cambiasso
1995/1996 Garry Parker 2005/2006 Joe Guojonsson 2015/2016 Riyad Mahrez
1996/1997 Simon Grayson 2006/2007 Iain Hume 2016/2017 Kasper Schmeicel

AFC Bournemouth

Bournemouth bernama lengkap Association Football Club (AFC) Bournemouth. Klub ini berbasis di Bounemouth, Dorset. Klub berjuluk the Cherries ini didirikan pada tahun 1890 dengan nama Boscombe St. John’s Institute FC. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Boscombe F.C pada tahun 1899. Namanya berganti lagi menjadi Bournemouth and Boscombe Athletic F.C. pada tahun 1923. Baru di tahun 1972, namanya berganti menjadi AFC Bournemouth sebagaimana kita kenali sekarang.

AFC Bournemouth telah menjuarai divisi dua dan divisi tiga serta menjadi runner up di divisi empat sebanyak dua kali. Dua catatan manis lainnya yang pernah ditorehkan Bournemouth adalah gelar Football League Trophy dan Football League Third Division South Cup. Sepanjang sejarahnya, Bournemouth kebanyakan mengarungi kompetisi divisi tiga. Namun, di bawah asuhan Eddi Howe, Bounemouth untuk pertama kalinya sanggup naik ke Liga Premier Inggris di musim 2015/2016.

Bournemouth menghelat laga kandangnya di stadion Dean Court. Stadion yang terletak di Kings Park Dr, Bournemouth ini mampu menampung hingga 12.000 orang. Dean Court Stadium dibuka tahun 1910. Bournemouth pernah ditangani oleh Harry Redknapp, Sean O’Driscoll, dan Frank Richards.

Skuad Bournemouth

Skuad Bournemouth

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Artur Boruc 17 MF Joshua King
2 DF Simon Francis 18 MF Lewis Cook
3 DF Steve Cook 19 MF Junior Stanislas
4 MF Dan Gosling 21 GK Ryan Allsop
6 MF Andrew Surman 23 GK Adam Federici
7 MF Marc Pugh 24 MF Ryan Fraser
8 MF Harry Arter 26 DF Tyrone Mings
9 FW Benik Afobe 29 DF Rhoys Wiggins
10 FW Max Gradel 31 FW Lys Mousset
11 DF Charlie Daniels 32 MF Jack Wilshere
13 FW Callum Wilson 33 MF Jordon Ibe
14 DF Brad Smith 38 DF Baily Cargill
15 DF Adam Smith

Sejarah Bournemouth

Bournemoth adalah salah satu klub yang baru merasakan kompetisi Liga Premier Inggris di era 2000-an, persisnya di musim 2015/2016. Namun, itu bukan berarti Bournemout tim semenjana. Sejarah panjang klub ini berpangkal pada tahun 1890. Saat itu sebuah klub terbentuk dengan nama St. Johns Institute Football Club. Klub ini bermain di kompetisi lokal. kemudian, tahun 1899, melalui sebuah pertemuan di Gladstone Road, Boscombe, St. Johns berubah nama menjadi Boscombe FC.

Bermarkas di stadion Castlemain  Avenue, Pokesdown, Boscombe FC ikut serta di kompetisi Districk Junior League. Lalu, Boscombe pindah kandang ke Kings Park yang terletak dekat dengan stadion Dean Court pada tahun 1902. Tak lama kemudian, Boscombe berkembang menjadi salah satu tim terbaik di area kota. Kemudian, stelah bermarkas di Dean Court, Boscombe mulai menjadi tim yang dominan di kancah kompetisi lokal.

Seiring dengan prestasi yang diraih di tingkat lokal, klub kembali berganti nama menjadi Bournemouh and Boscombe Athletic Football Club pada tahun 1923. Langkah tersebut juga diambil agar klub lebih merepresentasikan wilayah Bournemouth. Selanjutnya, Bournemouth and Boscombe ini mulai berlaga di Liga divisi tiga. Klub harus menunggu lama untuk raihan trofi di level Liga hingga setelah perang dunia kedua, klub mampu menjuarai divisi tiga setelah mengalahkan Walsall di Stamford Bridge.

Perubahan nama terjadi lagi di tahun 1972. Klub berganti nama menjadi AFC Bournemouth. Perubahan ini terjadi ketika tim tengah dimanajeri oleh John Bond. Nama ini pun terus bertahan hingga sekarang. Setahun sebelumnya, 1971, klub memperkenalkan seragam mereka yang berwarna merah hitam, mengadopsi dari kostum AC Milan.

Cerita manis pernah mereka raih kala Bournemouth menekuk klub besar Manchester United tahun 1984. Saat itu, tim diarsiteki oleh Harry Redknapp. Di bawah asuhannya juga, Bournemouth berhasil merangkak naik ke divisi dua Liga untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Di musim pertamanya berkompetisi di divisi dua, Bournemouth sempat dilambung asa ketika bermain gemilang di wal musim. Namun konsistensi menjadi momok menakutkan kala itu. di akhir musim, klub hanya mampu finis di posisi 12.

Di musim pertama era manajer Eddie Howe, Bournemouth sukses finis di posisi dua divisi dua. tentunya secara otomatis Bournemouth berhak melakoni laga play off promosi ke Liga Premier. Sayang, Bournemouth kalah di babak play off dari Huddersfield. Penantian pun terwujud ketika Bournemouth berhasil masuk ke Liga Premier musim 2015/2016 yang juga diarsiteki oleh Howe setelah sempat beberapa musim pindah ke klub lain.

Jajaran Official Bournemouth

Posisi Nama
Manajer Eddie Howe
Asisten Manajer Jason Tindall
Pelatih Tim Utama Simon Weatherstone
Asisten Pelatih Tim Utama Steve Fletcher
Manajer Pengembangan Skuad Stephen Purches
Pelatih Kiper Neil Moss
Manajer Akademi Joe Roach
Manajer Tim Muda Carl Fletcher
Sport Scientist Dan Hodges
Fisioterapis Steve Hard
Kepala Analis Garcan Stewart
Kitman Duncan Wells

Prestasi AFC Bournemouth

Kompetisi Tahun
Football League Championship 2014/2015
Football League One 1986/1987
Football League Trophy 1983/1984
Football League Third Division South Cup 1945/1946

Stadion Dean Court

Stadion Dean Court Bournemouth

Bournemouth bermarkas di Dean Court Stadium yang saat ini dinamai Vitality Stadium karena kesepakatan sponsorship. Stadion ini mampu menampung hingga 12.000 orang. dibuka tahun 1910, Dean Court Stadium terakhir kali direnovasi pada tahun 2001. Selain digunakan untuk pertandingan sepak bola, Dean Court Stadium juga kerap digunakan untuk konser music. Elton John adalah salah satu nama yang pernah merasakan konser di Dean Court.

Pertandingan resmi pertama Bournemouth yang dihelat di Dean Court Stadium terjadi pada tanggal 1 September 1923 ketika Bournemouth bertanding melawan Swindon Town dan berakhir dengan imbang. Pertadingan tersebut disaksikan oleh sekitar 7.000 fans.

Rekor penonton terbanyak di Dean Court Stadium terjadi saat Bournemouth menjamu Manchester United dalam pertandingan FA Cup, tanggal 2 Maret 1957. Pertandingan tersebut disaksikan oleh 28.799 penonton. Dean Court Stadium termasuk ke dalam stadion tua di Inggris. Lantas, stadion direnovasi pada tahun 2001. Proyek renovasi itu bisa dibilang proyek besar hingga Bournemuth mesti mengungsi ke Dorchester’s Avenue Stadium untuk delapan laga awalnya.

Stadion Dean Court adalah stadion yang ramah bagi supporter tim tamu layaknya tim Inggris lainnya. Suporter tamu biasa menempati sector 21-24 atau disebut dengan Tribun timur ‘Energy Consulting’. Selain itu, tentu akan dipenuhi oleh supporter Bournemouth.

Nama-nama Manajer Bournemouth

Vincent Kitcher Freddie Cox Harry Redknapp
Harry Kinghorn Bill McGarry Tony Pulis
Leslie Knighton Reg Flewin Mel Machin
Frank Richards John Bond Sean O’Driscoll
Billy Birrell Trevor Hartley Kevin Bond
Bob Crompton Tony Nelson Jimmy Quinn
Charlie Bell John Benson Eddie Howe
Harry Lowe Alec Stock Lee Bradbury
Jack Bruton David Webb Paul Groves
Don Megson

Kostum Bournemouth

Bournemouth memiliki warna kebesaran yang telah berubah beberapa kali sepanjang sejarah klub. Awalnya, klub bermain dengan warna merah putih garis-garis. Bournemouth juga sempat menggunakan warna full merah pada kostumnya. Kemudian sejak 1990, klub menggunakan warna merah hitam serupa dengan AC Milan. Musim 2004/2005 dan 2005/2006, Bournemouth sempat memilih kostum berwarna merah full sebelum kembali menjadi model garis-garis di musim 2006/2007. Penggunaan kembali model garis-garis tidak lepas dari tuntutan supporter.

Seak tahun 2015, seluruh kit Bourneouth diproduksi oleh JD Sports. Musim 1974-1978 dan 1983-1986, Bournemouth menggunakan jasa perusahaan apparel Umbro. Setelah itu, Adidas tahun 1978-1981, Osca 1982-1983, Henson 1986-1987, Scoreline 1987-1990, Ellgren 1990-1992, Matchwinner 1993-1995, Le Coq Sportif 1995-1996, Patrick 1996-2000, Liga Super 2000-2001, TFG Sportswear 2001-2003, Bourne Red 2003-2008, carbrini Spotwear 2008-2001, 2014-2015, dan Fila di tahun 2011-2014.

Sponsor Bournemouth

Official Partners JD Sports Principal Partners Mansion
CoreTX Vitality
COLMAR
Bournemouth University

Arsenal FC

Arsenal Football Club adalah klub yang berbasis di Highbury, London. Arsenal bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris, England Premier League. The Gunners, julukan Arsenal, merupakan klub Inggris selatan pertama yang mengikuti English Football League, liga sepak bola tertua di Inggris. Arsenal mampu masuk ke Divisi pertama kompetisi pada tahun 1904. Arsenal juga sempat merasakan terdegradasi sebanyak satu kali, tahun 1913. Selanjutnya, Arsenal selalu menjadi klub kompetitif di Liga Inggris sampai saat ini.

Arsenal telah mengoleksi gelar 13 titel Liga, 12 FA Cups, 2 Piala Liga, 14 FA Community Schield, sekali UEFA Cup Winners’ Cup, dan satu trofi Inter-Cities Fairs Cup. Tahun 1930-an, Arsenal mencetak 5 kemenangan liga da 2 FA Cup. Musim 1970/1971, Arsenal meraih doble winner pertamanya. Tim ini menjuarai Liga Premier dan FA Cup. Antara tahun 1989 sampai 2005, Arsenal memenangkan lima trofi Liga dan lima titel FA Cup.

Rival Arsenal di Liga adalah klub sekota, London Utara, Tottenham Hotspur. Pertandingan antara Arsenal melawan Tottenham diberi tajuk Derbi London Utara. Tahun 2013, Arsenal merupakan tim terkaya keempat di dunia. Kala itu, kekayaannya mencapai nilai 13 juta dolar. Musim 2014/2015, Arsenal meraup keuntungan sebesar 435 juta Euro. Melalaui aktivitas sosial media pada musim 2014/2015, Fanbase supporter Arsenal menjadi yang kelima terbesar di dunia.

Arsenal adalah klub pertama yang memperkenalkan nomor punggung pada pemain. Herbert Chapman yang membawa Arsenal memenangi nasional trofi perdananyalah yang memperkenalkan sistim penomoran tersebut. Sementara itu, Arsene Wenger tercatat menadi pelatih terlama di Arsenal.

Pemain Arsenal

Skuad Arsenal FC

No Pos Pemain No Pos Pemain
2 DF Mathieu Debuchy 17 FW Alex Wobi
3 DF Kieran Gibbs 18 DF Nacho Monreal
4 DF Per Mertesacker 19 MF Santi Cazorla
5 DF Gabriel 20 DF Shkodran Mustafi
6 DF Laurent Koscielny 22 FW Yaya Sanogo
7 FW Alexis Sanchez 23 FW Danny Welbeck
8 MF Aaron Ramsey 24 DF Hector Bellerin
9 FW Lucas Perez 25 DF Carl Jenkinson
11 MF Mesut Ozil 26 GK Emiliano Martinez
12 FW Olivier Giroud 29 MF Granit Xhaka
13 GK David Ospina 31 MF Jeff Reine-Adelaide
14 FW Theo Walcott 33 GK Petr Cech
15 MF Alex Oxlade-Chamberlain 34 MF Francis Coquelin
16 DF Rob Holding 35 MF Mohamed Elneny

Sejarah Arsenal FC

Arsenal didirikan di Wollwich, Bagian tenggara kota London. Runutnya sebagai berikut. Di penghujung tahun 1886, sekawanan pekerja dari Pabrik Woolwich Arsenal membentuk sebuah tim bernama Dial Square. Di laga perdananya, 11 Desember 1886, Dial Square menekuk Eastern Wanderere 6 gol tanpa balas. Tak lama dari situ, nama klub ini berubah menjadi Royal Arsenal. Lalu, sebuah tim dari Nottingham Forest bergabung dengan Royal Arsenal. Penggabungan ini menjadi benih ktersohoran kostim merah Arsenal.

Royal Arsenal 1888

Trofi FA Cup pertama Royal Aarsenal terjadi pada musim 1889/1890. Selama musim itu pula Arsenal menjadi jawara di London Charity Cup, the Kent Senior Cup, dan Kent Junior Cup. Kesuksesan yang diraih klub menunjukkan bahwa Arsenal berjalan dengan sebuah nilai, profesionalisme. Hal ini cukup mengagetkan pihak berwenang hingga Arsenal mesti ‘terbuang’ dari London FA serta diboikot oleh klub-klub selatan. Lantas, klub pun berganti nama dari Royal Arsenal menjadi Woolwich Arsenal. Abad ke 19 barangkali menjadi masa emas bagi Arsenal. Dengan semua trofi yang berhasil mereka rengkuh, Arsenal juga mampu promosi ke Divisi pertama pada tahun 1903. Tiga tahun kemudian, mereka menembus semi final FA Cup.

Catatan manis sejarah klub terus terukir. Adalah Herbert Chapman yag melatih pada rentang tahun 1925 sampai 1935. Beberapa kompetisi domestic seperti Piala FA, trofi Liga utama, dan Charity Shield mampu dipersembahkan Chapman. Bahkan, Arsenal berubah menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris saat itu. Musim-musim berikutnya, Arsenal terus mengoleksi gelar meski sempat pula mengakhiri musim tanpa mengangkat trofi.

Lambang Arsenal FC

Arsenal yang di tahun1888 masih bernama Royal Arsenal ini berlambang dengan gambar tiga meriam yang mengarah ke atas, serupa dengan coat of arms-nya Metropolitan Borough of Woolwich. Terkadang sering terlihat keliru, gambar meriam disangka gambar cerobong asap. Namun, ukiran singa di bagian bawah meriam menegaskan bahwa lambang tersebut adalah lambang arsenal dengan tiga meriamnya. Baru di tahun 1922, lambang arsenal berubah menjadi seingle cannon. Lalu, lambang Arsenal kembali berubah di tahun 1949. Lambang klub berubah menjadi lebih modern.

Tahun 2002, lambang klub kembali dimodernisasi dengan membuat lambang lebih simple. Gambar meriam kembali dibuat menghadap ke timur dan nama klub ditulis dengan hurup miring di atas gambar meriam. Namun, lambang ini mendapat kritikan keras dari supporter. Fans Arsenal mengklaim bahwa lambang baru ini telah mengabaikan sebagian besar sejarah dan tradisi Arsenal. Supporter juga mengaku kecewa dengan tidak dilibakannya mereka pada pembuatan logo baru tersebut.

Di ulang tahun ke 125 klub, musim 2011/2012, Arsenal kembali memodifikasi lambangnya. Kini lambangnya full berwarna putih. Di samping kanan, terdapat 15 daun oak dan di sebelah kiri ada 15 daun laurel yang memanjang ke atas dengan sedikit melengkung. 15 daun oak merepresentasikan pendiri klub yang bertemu di Royal Oak Pub. Sedang 15 daun laurel mencerminkan kekuatan tim. Di logo baru ini pula terdapat tulisan “Forward” di bagian bawah lambang sebagai bentuk perjalanan perubahan-perubahan lambang yang terjadi sejak tahun 1886, tahun kelahiran klub.

Staf Kepelatihan Arsenal

Posisi Nama
Manajer Arsene Wenger
Asisten Manajer Steve Bould
Pelatih Tim Utama Neil Banfield
Boro Primorac
Pelatih Kiper Gerry Peyton
Pelatih Kebugaran Tony Colbert
Dokter Tim Gary O’Driscoll
Ahli Pengobatan Badan Colin Lewin
Kitman Vic Akers

Emirates Stadium

Emirates Stadium Arsenal

Arsenal menjalani semua laga kandangnya di Emirates Stadium. Emirates sendiri adalah perusahaan penerbangan dan dengan alasan sponsorlah kandang Arsenal ini dinamai Emirates. Sejatinya, stadion ini bernama Ashburton Grove. Stadion Emirates menjadi yang terbesar di London setelah Wembley Stadium. Emirates Stadium memiliki kapasitas 60.338 penonton.

Emirates Stadium dibuka pada musim kompetisi 2006/2007. Aktivitas pertama yang dilakukan di stadion ini adalah shareholder open day dan yang kedua adalah latihan terbuka yang dihadiri oleh 20.000 suporter serta yang ketiga adalah pertandingan persahabatan melawan Ajax Amsterdam. Ajax sendiri dipilih karena memiliki ikatan dengan icon Arsenal, Dennis Bergkamp. Perlu diketahui pula, sebelum bermarkas di Emirates Stadium, Arsenal memainkan laga kandangnya di stadion Highbury. Namun, ketika semua stadion diharuskan utnuk menggunakan tribun ‘duduk’, kapasitas stadion Highbury menyusut menjadi 40.000 dari 57.000.

Dalam urusan stadion, Arsenal berada di belakang rival besarnya, Manchester United. Sadar demikian, tahun 1999, Arsenal mulai membidik situs di Ashburton Grove untuk dibangun stadion. Meskipun mendapat protes dari sebagian penduduk Islington, Juli 2002 Arsenal mendapat jalan terang untuk pembangunan stadion. Akhirnya Stadion pun dibangun dan memakan waktu empat tahun. Pembangunannya sendiri didanai secara pribadi melalui dana penjualan pemain, obligasi, hak penamaan stadion, dan pinjaman dari bank.

Jauh sebelum era sekarang, Arsenal di awal pendiriannya bermain di Tanah Manor, Plumstead. Tanah Manor ini awalnya hanya lapangan sampai klub resmi didirikan dan engikuti Liga pertama di tahun 1893, Arsenal memainkan semua laga kandangnya di sini. Baru di tahun 1913, Arsenal pindah ke London Utara.

Prestasi Arsenal FC

Arsenal telah mengoleksi 13 gelar Liga Premier di bawah Liverpool dengan 18 dan Mancester United dengan 20 trofi yang sama.

Kompetisi Tahun
Premier League 1931, 1933, 1934, 1935, 1938, 1948, 1953, 1971, 1989, 1991, 1998, 2002, 2004
FA Cup Winners 1930, 1936, 1950, 1971, 1979, 1993, 1998, 2002, 2003, 2005, 2014, 2015
League Cup Winners 1987, 1993
European Fairs Cup Winners 1970
European Cup Winners Cup Winners 1994
Charity/Community Shield Winners 1930, 1931, 1933, 1934, 1938, 1948, 1953, 1991, 1998, 1999, 2002, 2004, 2014, 2015

Suporter Arsenal FC

Arsenal adalah salah satu klub dengan supporter fanatik. Supporter Arsenal biasa menyebut dirinya ‘Gooners’. Istilah tersebut diadopsi dari julukan Arsenal itu sendiri. Fanbasenya tersebar di selurh dunia. Musim 2007/2008, rata-rata penonton di Emirates Stadium mencapai 99.5%, tim kedua dengan penonton kandang terbanyak. Di tingkat Eropa, jumlah rata-rata penonton kandang Arsenal menjadi yang terbanyak ketujuh di bawah Borussia Dortmund, FC Barcelona, Manchester United, Real Madrid, Bayern Munich, dan Schalke.

Sebagaimana kebanyakan tim Inggris lainnya, Arsenal mempunyai jumlah supporter domestik yang banyak. Kepercayaan supporter arsenal ini mempromosikan partisipasi besar dalah urusan kepemilikan klub oleh fans. Kelompok supporter Arsenal juga membuat fanzines, seperti majalah kecil, semisal The Gooner, Gunflash, dan Up The Arse yang menyuarakan nada-nada satir. Gooners juga mempunyai chants yang biasa dinyanyikan bersama di stadion. Chants tersebut berjudul “One-Nill to the Arsenal”.

Sponsor Arsenal FC

Lead Partners Emirates Regional Partners 12 BET
Puma Bank Muamalat
Official Partners Citroen Betfair
Cooper Tire Europe BNN Technology
Europcar BT Sport
Gatorade Capital Bank Kazakhstan
Girard Perregaux Dashen Brewery
Indesit Destination NSW
Markets.com DraftKings
Vitality Hansa Pilsner
India on Track
Indosat
iRENA
MBNA
MTN
Octopus Energy
Santa Rita
Sport Pesa
Star
Tempobet

Chelsea FC

Chelsea Football Club merupakan klub yang berbasis di Chelsea, London. Chelsea fc menjadi salah satu klub dengan koleksi gelar yang banyak dan beragam mulai di tingkat lokal hingga Eropa. Klub berjuluk the bues ini bermarkas di stadion Stamford Bridge. Stadion ini mampu menampung penonton hingga 41.631 orang. Stanford Bridge telah digunakan Chelsea sebagai kandangnya sejak tim ini didirikan. Sepanjang musim 2015/2016, jumlah rata-rata penonton yang datang menyaksikan langsung di Stamford Bridge sebanyak 41.500, jumlah tertinggi ketujuh di Liga Inggris.

Chelsea didirikan tahun 1905. Sepanjang sejarah klub, Chelsea telah mengoleksi trofi liga Premier Inggris, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions UEFA, Piala Winners UEFA, Liga Eropa UEFA, dan Piala Super UEFA. Hingga saat ini, Chelsea dimiliki oleh seorang miliarder asal Rusia, Roman Abramovich.

Tercatat, lambang klub Chelsea telah berganti beberapa kali. Hal tersebut dilakukakn sebagai upaya modernisasi dan pencitraan tim. Sementara lambang yang saat ini digunakan, yakni bergambar seekor naga yang memegang sebuah tongkat adalah modifikasi  dari lambang yang pernah digunakan  pada decade 1950-an. Kostum utama klub yang juga dijuluki sebagai The Pensioners adalah kaus dan celana berwarna biru dengan kaus kaki berwarna putih, kombinasi yang sudah digunakan sejak dekade 1960-an.

Chelsea FC meraih kesuksesan pertamanya di tahun 1955 saat meraih gelar juara liga. Beberapa gelar dari beberapa kompetisi juga sukses mereka raih di era 1960-an, 1970-an, 1990-an, dan 2000-an. Klub ini menorah periode terbaiknya di lima belas tahun terakhir. Chelsea sukses menjuarai liga Inggris dan Piala FA pada tahun 2010. Lalu Gelar juara Champions Eropa untuk pertama kalinya mereka dapatkan di tahun 2012 ketika Chelsea ditangai oleh Roberto Di Mateo. Tahun 2013 juga klub ini mampu jadi juara di ajang Liga Eropa.

Chelsea Skuad vs Everton

Skuad Pemain Chelsea FC

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Asmir Begovic 21 MF Nemanja Matic
3 DF Marcos Alonso 22 MF Willian
4 MF Cesc Fabregas 23 FW Michy Batshuayi
5 DF Kurt Zouma 24 DF Gary Cahill
6 DF Nathan Ake 26 DF John Terry
7 MF N’Golo Kante 28 DF Cesa Azpilicueta
10 MF Eden Hazard 29 MF Nathaniel Chalobah
11 MF Pedro 30 DF David Luiz
13 GK Thibaut Courtois 34 DF Ola Aina
14 MF Ruben Loftus-Cheek 35 MF Charly Musonda
15 MF Victor Moses 37 GK Eduardo
16 MF Kenedy 41 FW Dominic Solanke
19 FW Diego Costa

Sejarah Klub Chelsea FC

Chelsea FC dibentuk Tanggal 10 Maret 1905 di salah satu ruangan Rising Sun Pub. Yang hadir di ruangan tersebut, para pediri dan kemudian jadi petinggi klub adalah miliarder Henry Augustus’Gus’ Mears, Joseph, Henry Boyer, Alfred Janes, dan Edwin. Sebelumnya, di tahun 1904, Mears sudah mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge. Ia hendak merubah stanmford Bridge menjadi stadion sepak bola. Sebelum mendirikan Chelsea, Mears telah menawarkan penggunaan stadion kepada tim sepak bola Fulham. Namun tawaran tersebut ditolak Fulham. Akhirnya, Mears menginisiasilah sebuah klub baru yang kemudian hingga sekarang kita kenal, Chelsea FC. Chelsea sendiri merupakan sebuah nama kota kecil yang berdekatan dengan lokasi staford Bridge.

Sejak dibentuknya Chelse menunjuk pemain timnas Skotlandia, John Robertson untuk menjadi pemain sekaligus pelatih. Chelsea juga merekrut sejumlah pemain dari tim-tim kota lainnya seperti William Fatty Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge, Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dari Manchester United. Di kiprah awalnya, Chelse mesti turun naik dari divisi satu dan divisi dua Liga Inggris. Sejak didirikan, pencapaian terbaik Chelsea terjadi saat mereka berhasil melaju ke babak final Piala FA 1915 meski harus tumbang dari Sheffield United yang menjadi lawannya di final. Di usia mudanya, Chelsea sudah terkenal dengan kebiasaannya mendatangkan pemain-pemain terkenal. Klub ini terkenal juga dengan penonton yang besar saat bermain di kandang. Sayang, kesuksesan besar belum mampu mereka raih hingga masa perang dunia I dan II.

Chelsea Skuad 1905

Inovasi datang dari mantan penyerang Arsenal dan Inggris, Ted Drake. Ted datang di Samford Brid pada tahun 1952. Ia kemudian memodifikasi Chelsea menjadi tim yang lebih modern. Ted mengganti logo Chelsea Pensioner. Ia juga meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan usia muda. Selain itu, Ted juga terknal piawai dalam mendatangkan pemain berkualistas dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir. Terbukti, usaha Ted berbuah gelar Juara Divisi Satu Liga Inggris 1954/1955. Ini merupakan gelar pertama bagi The Blues. Musim berikutnya, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara Liga Sepak Bola Inggris dan FA. Sayang, Chelsew tak mampu tampil di ajang tersebut karena hanya mampu menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950-an. Tahun 1961, Ted Drake dipecat dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan sebagai pemain dan pelatih.

50 tahun sejak menjadi juara Liga Inggris, Chelsea kembali menjadi jawara Liga Inggris di tahun 205 di bawah asuhan Jose Mourinho. Di tahun yang sama, Chelsea menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Liverpool di laga puncak. Setahun berselah, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Inggris. Tahun 2007, trofi Piala Carling dan dan Piala FA menjadi milik Chelsea. Di awal musim 2007/2008, Jose Mourinho  mengundurkan diri dan digantikan oleh mantan pelatih Israel, Avram Grant. Selanjutnya kursi pelatih Chelsea berganti-ganti dari Luiz Felipe Scolari, Guus Hiddink, Carlo Anceloti, Andre Villas-Boas, D matteo, Rafael Benitez, dan seterusnya.

Staf Kepelatihan Chelsea FC

Posisi Nama
Pelatih Kepala Antonio Conte
Asisten Pelatih Angelo Alessio
Gianluca Conte
Steve Holland
Direktur Teknik Michael Emenalo
Pelatih Kiper Gianluca Spinelli
Henrique Hilario
Pelatih Fitnes Paolo Bertelli
Julio Tous
Chris Jones
Constantino Coratti

Stadion Stamford Bridge Chelsea FC

Stamford Bridge Chelsea Stadion

Chelsea FC bermarkas di Stadion Stamford Bridge. Stadion ini berkapasitas 41.837 orang. Dibuka pada tahun 1877, selain jadi kandang Chelsea, stadion ini pernah menggelar beberapa event olah raga lainnya seperti Rugby Union dan American Football.

Pada mulanya, Standford Brid merupakan arena London Athletics Club yang hingga hari ini masih eksis dan berbasis di London Barat. Perubahannya menjadi stadion sepak bola tak lepas dari peran Gus Mears pada tahun 1896. Kemudian, untuk bersaing dengan stadion-stadion lainnya, Mears mendatangkan arsitek terkenal, Archibald Leitch untuk mendesain kembali Standford Bridge. Sebelumnya, Leitch terkenal dengan karyanya, Celtic Park dan Ibrix di Skotlandia.

Kapasitas awal Standford Bridge adalah 100.000 penonton. Lalu, awal 1970-an, pemilik klub mengumumkan rencana modernisasi dan ekspansi perluasan stadion. Pengerjaan pun dimuali pada tahun 1972 dengan pengembangan tribun timur. Namun, ada masalah dalam perojek tersebut yang berakibat pada tak terselesaikannya pembangunan. Bahkan biaya pembangunan hampir membawa Chelsea pada kebangkrutan. Namun, masa depan stadion dan masalah pembungunannya serta masa depan klub seutuhnya terselamatkan pada pertengahan 1990-an.

Standford Bridge telah menjadi venue event kenamaan sejak 1905. Stadion kebanggaan Chelsea ini pernah menjadi venue FA Cup Final dari 1920 sampai 1922, sepuluh kali Semi-final FA Cup, sepuluh pertandingan FA Charity Shield, tiga pertandingan internasional Inggris, unofficial Victory International, dan UEFA Women’s Champions League Final.

Prestasi Chelsea FC

Kompetisi Tahun
Liga Premier Inggris 1954/1955, 2004/2005, 2005/2006, 2009/2010. 2014/2015
Second Division 1983/1984, 1988/1989
FA Cup 1969/1970, 1996/1997, 1999/2000, 2006/2007, 2008/2009. 2009/2010, 2011/2012
Football League Cup 1964/1965, 1997/1998, 2004/2005, 2006/2007, 2014/2015
FA Community Shield 1955, 2000, 2005, 2009
Full Members Cup 1985/2986, 1989/1990
UEFA Champions League 2011/2012
UEFA Europa League 2012/2013
UEFA Cup Winners Cup 1970/1971, 1997/1998
UEFA Super Cup 1998

Manajer Berprestasi Chelsea

Chelsea mempunyai beberapa nama yang sukses mengantarkan klub ke tangga juara. Berikut adalah nama-nama sepanjang sejarah klub yang pernah sukses memberi trofi bagi Chelsea.

Manajer Periode Gelar Juara
Ted Drake 1952-1961 Divisi 1 Liga Inggris, Charity Shield
Tommy Docherty 1962-167 Piala Liga Inggris
Dave Sexton 1967-1974 Piala FA, Piala Winners UEFA
John Neal 1981-1985 Divisi 2 Liga Inggris
John Hollins 1985-1988 Full Member Cup
Bobby Campbell 1988-1991 Divisi 2 Liga Inggris, Full Members Cup
Ruud Gullit 1996-1998 Piala FA
Gianluca Vialli 1998-2000 Piala FA, Piala Liga Inggris, Charity Shield, Piala Winners UEFA, Piala Super UEFA
Jose Mourinho 2004-2007, 2013-2015 3 Liga Premier, 3 Piala Liga Inggris, Piala FA, Community Shield
Guus Hiddink 2009 Piala FA
Carlo Ancelotti 2009-2011 Liga Premier, Piala FA, Community Shield
Roberto DI Matteo 2012 Piala FA, Liga Champions UEFA
Rafael Benitez 2012-2013 Liga Eropa UEFA