Osasuna

Osasuna bernama lengkap Club Atletico Osasuna. Klub yang berbasis di Pamplona, Navarre ini bermain di kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga. Osasuna didirikan pada 24 Oktober 1920, 96 tahun yang lalu. Klub ini memiliki julukan Los RojilloslGorritxoak yang dalam bahasa inggris berarti The Reds. Hingga tahun 2017 ini, Osasuna dimiliki oleh Luis Sabalza dan urusan teknik, klub ini dilatih oleh Vacant. Musim depan, 2017/2018, Osasuna bakal berlaga di Segunda Division setelah di musim 2016/2017, klub ini hanya mampu finis di posisi ke 19 tabel klasemen La Liga.

Osasuna berlaga dengan kostum kebesarannya yang berwarna merah dan celana biru serta kaus kaki hitam. Stadion El Sadar yang mampu menampung sekitar 19.800 penonton merupakan kandang klub. Tentang nama, Osasuna berarti kesehatan atau health. Namun sebetulnya, makna Osasuna sendiri dalam bahasa Basque, bahasa lokal di sana, lebih bermakna kekuatan atau ‘strength, ‘vigour’.

Sepanjang sejarah klub, Osasuna telah menjalani 37 musim di La Liga, 35 musim di Segunda Division, 13 musim di Tercera Division, dan semusim di Categorias Regionales. Market velue atau nilai klub Osasuna baru-baru ini berada di kisaran 39,90 juta Euro. Untuk rekor transfer klub, Osasuna mencatat rekor transfer di angka sekitar 1,55 juta Euro. Skuad Osasuna terbilang tak cukup muda. Yang terbaru, klub ini diisi pemain dengan rata-rata usia 27,7 tahun.

skuad-osasuna

Skuad Osasuna

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Mario Fernandez 16 DF Juan Fuentes
2 DF Javier Flano 17 MF Jaime Romero
3 DF Tano Bonnin 18 MF Fran Merida
4 DF Miguel Flano 19 FW Kenan Kodro
5 DF David Garcia 20 MF Miguel de las Cuevas
6 MF Oier 21 DF Carlos Clerc
8 MF Goran Causic 22 DF Nikola Vujadinovic
9 FW Oriol Riera 23 MF Didier Digard
10 MF Roberto Torres 24 MF Raoul Loe
11 MF Alex Berengeur 25 GK Salvatore Sirigu
12 FW Emmanuel Riviere 31 MF Imanol Garcia
13 GK Nauzet Perez 33 DF Ivan Marquez
14 MF Fausto Tienza 34 DF Aitor Bunuel
15 DF Unai Garcia 35 MF Miguel Olavide
36 MF Antonio Otegui

 

Sejarah Osasuna

Osasuna didirikan pada tahun 1920. Osasuna pertama kali mencapai Segunda Division atau kasta kedua sepak bola Spanyol di tahun 1932. Kemudian Osasuna menembus La Liga tiga musim berikutnya. Di level Eropa, Osasuna mencatat penampilan pertamanya di kualifikasi UEFA Cup musim 1985/1986 setelah finis posisi enam di liga. Klub ini pun sampai hingga babak ketiga di ajang yang sama musim 1990/1991. Liga musim 1993/1994, Osasuna finis di posisi buncit yang membuatnya secara otomatis terdegradasi. Lantas, Osasuna pun menghabiskan enam tahun di Segunda Division. Osasuna mencatat sejarah dengan tampil di final Copa del Rey untuk yang pertama kalinya di tahun 2005. Sayang, di laga pamungkas yang mencapai babak tambahan itu, Osasuna gagal mengangkat trofi karena tumbang dari Real Betis.

27 November 2005, Osasuna melakoni laga ke-1000-nya di La Liga. Lalu, di musim itu, 2005/2006, Osasuna  mencetak sejarah klub dengan mampu finis di posisi empat tabel klasemen dan mengantarkannya untuk tampil di kualifikasi UEFA Champions League di musim berikutnya. Pencapaian ini juga menjadi lebih dramatis sebab Osasuna mesti berebut posisi empat dengan Sevilla yang harus ditentukan hingga pekan terakhir. Namun, kompetisi klub-klub raja Eropa ini masih terlalu berat untuk Osasuna.

Pada gelaran UEFA Cup musim 2006/2007, Osasuna tergabung dalam grup D bersama Parma, Lens, Odense, dan Heerenveen. Menjadi runner up grup D membawa Osasuna ke babak knock out. Di babak ini, pertama, Osasuna berhasil menundukkan klub Prancis, Bordeaux, dengan agregat 1-0. Selanjutnya, Osasuna mesti berhadapan deng Rangers. Kembali, Osasuna behak melaju ke babak selanjutnya berkat kemengan dengan agregat 2-1. Selanjutnya Osasuna ditunggu Bayer Leverkusen di babak perempat final. Menakjubkan, datang dengan predikat under dog, Osasuna kembali mampu lolos ke babak berikutnya. Leverkusen ditekuk dengan agregat 4-0, Osasuna menag di laga away 3-0 dan kembali menang di kandang 1-0. Di babak semi final, Osasuna mesti berhadapan dengan klub senegara, Sevilla. Lantas, Sevilla menjadi mimpi buruk. Osasuna ditundukkan Sevilla dengan agregat 1-2.

Lepas berlaga di Eropa, musim berikutnya, Osasuna cukup terseok mengarungi liga. Musim 2008/2009, Osasuna hampir terdegradasi saat klub berada di posisi 18 dan di pekan terakhir, mereka mesti melawat ke Santiago Bernabeu. Mengejutkannya, Osasuna berhasil menaklikan Real Madrid di kandangnya. Laga tersebut pun berjalan amat menegangkan. Tertinggal lebih dahulu 0-1, Osasuna berhasil bangkit dengan lesakan dua gol dari Juanfran dan membuat Osasuna tetap berada di La Liga untuk musim berikutnya.

Prestasi Osasuna

Kompetisi Tahun
Runner Up Copa del Rey 2004/2005
Juara Segunda Division 1934/1935, 1952/1953, 1955/1956, 1960/1961

 

Notable Players Osasuna

Osasuna memiliki daftar pemain yang masuk dalam kategori Notable Player bagi klub. Ukurannya adalah pemain-pemain tersebut telah mencapai penampilan sekurang-kurangnya 100 laga di liga dan/atau telah berstatus pemain internasional (berlaga untuk timnas dan/atau berlaga di klub belahan dunia lain). Berikut adalah pemain-pemain tersebut.

Daniel Montenegro Miroslaw Trzeciak Jose Izquierdo
Bernardo Romeo Jan Urban Josetxo
John Aloisi Jacek Ziober Javi Garcia
Pierre Webo Ionel Gane Roberto Soldado
Dady Dmitri Kuznetsov Raul Garcia
Pablo Contreras Sergey Shustikov Domingo Larrainzar
Rafael Olarra Dejan Lekic Inigo Larrainzar
Ibrahima Bakayoko Dejan Markovic Javier Lopez Vallejo
Christian Manfredini Savo Milosevic Enrique Martin
Jaroslav Plasil Predrag Spasic Javi Martinez
Sammy Lee Goran Stevanovic Jose Manuel Mateo
Krisztian Vadocz Peter Vasiljevic Nacho Monreal
Karim Ansarifard Risto Vidakovic Pablo Orbaiz
Javad Nekounam Cesar Azpilicueta Pachin
Masoud Shojaei Paco Bienzobas Pepin
Ashley Grimes Eugenio Bustingorri Francisco Punal
Michael Robinson Javier Castaneda Tiko
Javier Aguirre Thomas Christiansen Ignacio Zoco
Carlos Ochoa Cesar Cruchaga Pablo Garcia
Carlos Vela Martin Dominguez Richard Morales
Manuel Vidrio Ignacio Eizaguirre Walter Pandiani
Moha Miguel Flano Marcelo Sosa
Emeka Ifejiagwa Josep Maria Fuste
Roman Kosecki Andoni Goikoetxea
Ryszard Staniek Martin Gonzalez

 

Stadion El Sadar

Osasuna_stadium

Osasuna bermarkas di Stadion El Sadar. Stadion yang terletak di Pamplona, Navarre ini mampu menampung hingga kurang lebih 18.761 spectators atau penonton. Stadion El Sadar yang diarsiteki oleh Tomas Arraras ini dibuka pada 2 September 1967. Pemerintahan Navarra adalah pemilik resmi stadion ini. Stadion ini sempat bernama Reyno de Navarra, yakni dari tahun 2005 sampai 2011. Setelah itu, Stadion kembali bernama El Sadar.

Tahun 1967, stadion ini dibuka dengan nama El Sadar menggantikan peran San Juan Stadium yang merupakan kandang Osasuna sebelumnya. Pada awal pembukaannya, stadion ini sebetulnya mampu menampung hingga sekitar 25.000 orang. laga inagurasi dilangsungkan pada 2 September antara Zaragoza dan klub Portugis, Vitoria de Setubal dengan hasil akhir satu sama. Beberapa hari berikutnya, Osasuna menjajal stadion dengan menumbangkan klub Portugis tersebut dengan skor 3-0. Itu adalah kemenangan pertama Osasuna yang ditoreh di El Sadar Stadium. Selain digunakan sebagai lapangan spak bola dan beberapa cabang olah raga lain, Stadion El Sadar juga kerap dijadikan venue konser music. Dari tanggal 5 Juni 1996, Bonjovi pernah perfor di El Sadar selama tiga hari turnya.

November 2014, Osasuna dipaksa untuk menjual Stadion El Sadar ke pemerintahan setempat, pemerintahan Navarre karena klub tengah dilanda krisis finansial yang amat besar. Hal tersebut dinisiasi dengan tujuan agar Osasuna tetap ada, tidak bangkrut, bubar. Di parlemen pemerintahan Navarre, 31 voters yang mendukung upaya tersebut menang dari hanya 18 voters yang menentang upaya pembelian stadion sebagai upaya menyelamatkan Osasuna. Musim pana 2015, kapasitas Stadion El Sadar dikurangi dari 19.800 menjadi 18.761 berkenaan dengan pertimbangan keamanan.

Real Madrid

Real Madrid merupakan salah satu klub tersohor di dunia. Siapa yang tak kenal Real Madrid? Tahun 2015, klub berjuluk Los Blancos ini ditaksir bernilai 3.24 miliar Euro dan di musim 2014/2015, Real Madrid menjadi klub dengan pemasukan terbesar di dunia dengan pemasukan 577 juta Euro per tahun. klub yang di setiap masanya diisi oleh pemain-pemain kelas wahid ini merupakan salah satu tim yang basis suporternya tersebar di seantero bumi. Menjadi salah satu dari tiga klub yang mendirikan Primera Division, Real Madrid belum pernah terdegradasi ke kasta di bawah top division. Real Madrid terlibat rivalitas yang ketat dan panas denga FC Barcelona di mana pertandingan antara kedua klub yang bertajuk el clasico selalu menjadi partai yang dinanti-nanti pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Di level domestik, Real Madrid telah mengoleksi 63 trofi bergengsi, yakni 33 piala La Liga, 19 Copa del Rey, 9 Supercopa de Espana, satu gelar Copa Eva Duarte, dan satu Copa de la Liga. Jumlah trofi La Liga tersebut menjadikan Real Madrid pemegang rekor peraih gelar La Liga terbanyak. Di kancah Eropa dan kompetisi dunia, El Real telah mengoleksi 12 trofi European Cup/ UEFA Champions League, 2 trofi UEFA Cups, 3 UEFA Super Cups, 3 Intercontinental Cups, dan 2 FIFA Club World Cups.

Real Madrid menisbatkan dirinya sebagai klub raksasa di Spanyol dan Eropa bahkan dunia sejak 1950-an. Terbukti, saat itu Real Madrid sudah mulai menguasai setiap kompetisi di Spanyol dan Eropa. Los Blancos memulainya dengan merengkuh gelar European Cups beruntun dan mencapai babak finalnya sebanyak tujuh kali. Kesuksesan tersebut terulang di level domestik degngan menjuarai liga sebanyak lima kali dalam kurun waktu tujuh tahun. tim era 1950-an yang diisi pemain-pemain top seperti Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Francisco Gento, dan Raymond Kapa ini dibicarakan dan diprediksi banyak orang termasuk analis olah raga sebagai klub terbaik era tersebut.

Real Madrid dianugerahi penghargaan FIFA Club of the 20th Century pada 11 Desember 2000 dan FIFA Centennial Order of Merit pada 20 Mei 2004. Real Madrid juga merengkuh penghargaan Best European Club of the 20th Century dari IFFHS pada 11 Mei 2010. Pada bulan Juni 2017, Real Madrid menjadi klub di dunia pertama yang meraih gelar Liga Champions dua kali berturut-turut dan sekaligus mengantarkan peringkat klub ke posisi puncak UEFA Club Rankings.

Real Madrid Club de Futbol berdiri sejak tahun 1902. Di awal pembentukannya, klub ini bernama Madrid Football Club, tanpa ‘Real’. Real Madrid sudah mengenakan seragam berwarna putih sejak awal klub dilahirkan. ‘Real’ sendiri merupakan sebuah gelar kehormatan yang diterima sebuah klub dari King Alfonso XIII dan dianugerahkan kepada Madrid pada tahun 1920 bersama dengan gambar mahkota di lambang klub. Real Madrid bermarkas di Santiago Bernabeu Stadium yang mampu menampung sekitar 81.044 penonton. Tidak serupa dengan kebanyakan entitas olah raga Eropa lainnya, anggota Real Madrid memiliki dan menjalankan klub sepanjang sejarah.

skuad-real-madrid

Skuad Real Madrid

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Keylor Navas 13 GK Kiko Casilla
2 DF Dani Carvajal 14 MF Casemiro
3 DF Pepe 15 DF Fabio Coentrao
4 DF Sergio Ramos 16 MF Mateo Kovacic
5 DF Raphael Varane 17 FW Lucas Varquez
6 DF Nacho 18 FW Miriano
7 FW Christiano Ronaldo 19 MF Luka Modric
8 MF Toni Kroos 20 MF Marco Asensio
9 FW Karim Benzema 21 FW Alvaro Morata
10 MF James Rodriguez 22 MF Isco
11 FW Gareth Bale 23 DF Danilo
12 DF Marcelo 25 GK Ruben Yanez

Dalam masa peminjaman

Pos Pemain Peminjam Pos Pemain Peminjam
DF Diego Llorente Malaga MF Martin Odegaard Heerenveen
DF Jesus Vallejo Eintracht Frankfurt MF Lucas Silva Cruzeiro
MF Burgui Sporting Gijon FW Raul de Tomas Real Valladolid
MF Alvaro Jimenez Getafe FW Borja Mayoral Wolfsburg
MF Marcos Llorente Alaves

 

Sejarah Real Madrid

Real Madrid merupakan klub dengan sejarah panjang. Asal muasal Real Madrid bisa di tarik ke masa ketika sepak bola baru diperkenalkan di Kota Madrid oleh akademisi dan pelajar Institution Libre de Ensenanza yang juga termasuk beberapa sarjana dari Cambridge dan Oxford University. Mereka mendirikan Football Club Sky pada tahun 1897 dan bermain setiap hari minggu pagi di Moncloa. Klub tersebut kemudian terbagi menjadi dua klub berbeda di tahun 1900, yakni New Foot-Ball de Madrid dan Madrid Football Club. Tanggal 6 Maret 1902, sesaat setelah New Bouard presided atau walikota baru terpilih, Juan Padros, secara resmi kota tersebut mendirikan Madrid Football Club. Tahun 1905, tiga tahun setelah pembentukkan tim, Madrid FC mendapat gelar pertamanya, trofi Spanish Cup setelah menundukkan Athletic Bilbao di partai puncaknya. Tanggal 4 Januari 1909, Madrid FC menjadi salah satu klub pendiri Royal Spanish Football Federation ketika presiden klub, Adolfo Melendez, menandatangani kesepakatan Spanish FA. Tahun 1912, Madrid FC pindah kandang ke Campo de O’Donnell setelah sebelumnya menghuni beberapa stadion berbeda. Tahun 1920, Madrid FC berubah namanya menjadi Real Madrid setelah Raja Alfonso XIII menganugerahi gelar Real (Royal) kepada klub. Tahun 1929, liga sepak bola Spanyol untuk pertamakalinya didirikan. Real Madrin kemudian meraih gelar liga pertamanya di musim 1931/1932, musim berikutnya, Real Madrid kembali menjadi nomor satu dan menjadikannya tim pertama yang mengoleksi gelar liga dua kali.

Tahun 1945, bertepatan dengan tahun kemerdekaan Indonesia, Santiago Bernabeu Yeste menjadi presiden klub. Di bawah kepemimpinannya, stadion Santiago Bernabeu yang menjadi kandang Real Madrid dan seluruh fasilitas latihan, Ciudad Deportiva, dibangun ulang setelah sebelumnya hancur terkena dampak dari perang saudara Spanyol. Sebagai tambahan, selama periode 1950-an, mantan pemain amatir Real Madrid, Miguel Malbo, mendirikan Madrid’s Youth Academy atau cantera yang kini kita kenal dengan nama La Fabrica. Akademi ini kemudian melahirkan banyak pemain terbaik dunia seperti legenda Real Madrid sendiri, Alfredo Di Stefano. Rentan waktu dari tahun 1956 sampai 1960, Real Madrid menjuarai European Cup sebanyak lima kali secara berturut-turut. Sejak saat itu, Real Madrid mulai dikenal sebagai raksasa Spanyol dan Eropa. Setelah kesuksesan lima kali beruntun tersebut, Real Madrid dianugerahi hak untuk mengenakan UEFA badge.

real-madrid-cf-1956

Di awal era 1980-an,trofi liga lepas dari genggaman Real Madrid. Jurnalis olah raga, Julio Cesar mnyebut skuad klub Real Madrid generasi tersebut sebagai La Quinta del Buitre (Vulture’s Cohort) yang mana sebetulnya istilah tersebut berasal dari member klub sendiri, Emilio Butragueno, Manuel Sanchis, Martin Vazquez, Michael, dan Miguel Pardeza yang kesemuanya adalah lulusan akademi Madrid. Sepanjang lima tahu terakhir 1980-an, Real Madrid merengkuh dua gelar UEFA Cups, lima Spanish Championships, satu Spanish Cup dan tiga Spanish Super Cups.

Juli tahun 2000, Florentino Perez terpilih menjadi presiden klub. Ia berjanji untuk menghapus hutang klub senilai 270 juta Euro dan memodernisasi fasilitas klub. Bagaimanapun juga, penyebab terpilihnya Perez saat itu adalah keberhasilannya mendatangkan Luis Figo ke Santiago Bernabeu dari rival abadi mereka, Barcelona. Tahun berikutnya, Real Madrid sudah dilengkapi dengan fasilitas lapang latihan baru dan dengan gelontoran uang melimpah, Real Madrid kembali memboyong pemain bintang dunia yag semakin mengukuhkan dirinya sebagi Galacticos team. Pemain bintang yang berhasil di hadirkan ke publik Madrid adalah Zinedine Zidane, Ronaldo, Luis Figo, Roberto Carlos, Raul, David Beckham, dan Fabio Cannavaro. dipenuhinya dengan pemain-pemain berkelas, Real Madrid tak lepas dari perdebatan berkenaan dengan meski mampu meraih trofi UEFA Champions League dan Intercontinental Cup pada tahun 2002 serta La Liga tahun 2003, Real Madrid tak kunjung meraih gelar bergengsi untuk tiga musim berikutnya.

1 Juni 2009, Florentino Perez selaku presiden klub kembali membuat mata pecinta sepak bola di bumi tertuju pada Real Madrid. Bagaimana tidak, saat itu Los Blancos kembali mendaratkan pemain bintang dunia. Ricardo Kaka didatangkan dari AC Milan dengan nilai nilai transfer yang mematahkan rekor pembelian termahal dunia. Lalu tak lama berselang, Christiano Roaldo diboyong dari Old Traford dengan nilai transfer yang mematahkan rekor Kaka sebelumnya. Ronaldo dibeli dari Manchester United dengan harga 80 juta Poundsterling dan menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia. Tahun 2010, Jose Mourinho didapuk sebagai manajer Real Madrid. April 2011, sebuah fakta menarik terjadi ketika hanya dalam 18 hari, laga el clasico bakal tersaji sebanyak empat kali. Pertama, tanggal 17 April dalam lanjutan Liga Champions. Kemudian pada laga final Copa del Rey, dan dua leg semi final Liga Champions dimana Barcelona menang dengan unggul agregat 3-1.

Dari tahun 2013 sampai hari ini adalah periode Carlo Anceloti, Rafael Benitez, dan Zinedine Zidan. Tanggal 25 Juni 2013, Carlo Anceloti menggantikan posisi manajer sebelumnya, Jose Mourinho. Dalam konferensi persnya, Anceloti mengumumkan bahwa Paul Clement dan Zinedine Zidan bakal mendampingi dirinya.1 September 2013, sejarah kembali dicetak oleh Real Madrid. Klub ini kembali memecahkan rekor untuk pembelian pemain termahal dunia. Saat itu, Gareth Bale didatangkan dari Totteham Hotspurs dengan mahar sekitar 100 juta Euro. Dengan demikian, pemain asal Welsh ini menjadi pemain permahal di kolong jagat. 3 Juni 2015, Rafael Benitez menggantikan posisi Anceloti sebagai manajer klub. Tidak terlalu lama menangani Real Madrid, 4 Janurai 2016, posisi Benitez digantikan oleh salah satu legenda hidup Real Madrid, yakni Zinedine Zidan. Setahun terakhir, bersama Zidan, Real Madrid sukses mengawinkan trofi La Liga dan si kuping besar, Liga Champions.

Staf Teknik dan Manajemen Real Madrid

Staf Teknik

Posisi Nama
Pelatih Kepala Zinedine Zidane
Asisten Pelatih David Bettoni
Hamidou Msaidle
Pelatih Kiper Luis Llopis
Pelatih Fitnes Antonio Pintus
Javier Mallo
Match Delegate Chendo

Manajemen

Posisi Nama
Presiden Florrentino Perez
Wakil Presiden 1 Fernando
Fernandez Tapias
Wakil Presiden 2 Eduardo
Fernandez de Blas
Sekretaris Direksi Enrrique Snchez
Gonzalez
Direktur Umum Jose Angel Sanchez
Director of the President’s Office Manuel Redondo
Direktur Area Sosial Jose Luis
Sanchez

 

Stadion Santiago Bernabeu

santiago-bernabeu-stadium

Real Madrid melakoni seluruh laga kandangnya di Stadion Santiago Bernabeu. Stadion ini mampu menampung hingga sekitar 81.044 penonton. Stadion yang memiliki luas 107 m x 72 m ini dibuka untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Desember 1947. Sementara itu, pembangunan stadion sendiri dimulai sejak 27 Oktober 1944. Manuel Munoz Monasterio, Luis Alemany Soler, dan Antonio Lamela adalah tiga nama yang mendesain stadion ini.

Tahun 1912, Real Madrid bermarkas di Campo de O’Donnel Stadium setelah sebelunya beberapa kali berganti stadion. Madrid bermukim di stadion ini selama 11 tahun. Setelah itu, Real Madrid pindah selama setahun ke stadion Campo de Ciudad Lineal, sebuah stadion kecil yang hanya mampu menampung sekitar 8.000 penonton. Selanjutnya, Real Madrid pindah ke Estadio Chamartin. Di stadion ini diadakan laga inagurasi pada 17 Mei 1923 antara Real Madrid dengan Newcastle United. Stadion Chamartin mampu menampung hingga 22.500 penonton. Di stadion inilah klub kebanggaan publik ibu kota Spanyol ini merayakan gelar liga Spanyol pertama mereka. Tahun 1943 ketika presiden terpilih, Santiago Bernabeu, menyatakan bahwa Estadio Chamartin sudah tak cukup besar untuk menampung penonton, dirinya menginisiasi sebuah pembangunan stadion baru. Stadion yang baru dibangun itu kemudian diberi nama Santiago Bernabeu Stadium dan menjadi kandang Real Madrid hingga hari ini.

Santiago Bernabeu telah menghelat pertandingan besar di level Eropa bahkan dunia. Stadion ini telah menjadi tempat berlangsungnya partai final European Cup/ Champions League sebanyak emapt kali, yakni di tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010. Santiago Bernabeu juga telah menjadi venue partai puncak European Nation’s Cup 1964 dan FIFA World Cup 1982. Hal tersebut menjadikan kandang Real Madrid ini menjadi stadion pertama yang mampu menghelat laga pamungkas UEFA European Championship dan FIFA World Cup.

Tanggal 22 Juni 1944, Banco Mercantil e Industrial Bank memberikan kreedit kepada Santiago Benabru, Presiden klub saat itu, dan Rafael Salgado untuk mendanai pembanguan stadion anyar. Lalu, tanggal 5 September 1944, Manuel Munoz Monasterio dan Luis Alemany Soler dipilih sebagai arsitek stadion yang hendak dibangun tersebut. Baru di tanggal 27 Oktober 1944, sebagaimana telah disebut di atas, pembangunan stadion dimulai. Waktu berjalan dan renovasi menjadi keniscayaan. Tahun 1955 adalah tahun di mana Santiago Bernabeu untuk pertama kalinya direnovasi. 19 Juni tahun itu, Santiago Bernabeu memperluas stadion untuk mengakomodir 125.000 suporter setia. Lantas, Madrid Coliseum menjadi yang terbesar disbanding seluruh klub peserta European Cup. Perubahan atau renovasi besar tidak terjadi lagi hingga tahun 1980-an, Santiago Bernabeu terpilih untuk menjadi salah satu venue FIFA World Cup tahun 1982. Kala itu, arsitek Rafael Luis Alemany dan Manuel Salinas dipanggil kembali untuk proyek renovasi. Pertama, saat itu, FIFA meminta dua per tiga kursi penonton dihilangkan. Real Madrid kemudian memasang atap pada area kursi penonton pertama dan kedua, kecuali di bagian tribun timur. Kapasitas stadion saat itu juga dikurangi dari asalnya 120.000 menjadi 98.000. 24.550 tercover oleh atap baru stadion.

Prestasi Real Madrid

Kompetisi Tahun
La Liga 1931/1932, 1932/1933, 1953/1954, 1954/1955, 1956/1957, 1957/1958, 1960/1961, 1961/1962, 1962/1963, 1963/1964, 1964/1965, 1966/1967, 1967/1968, 1968/1969 1971/1972, 1974/1975, 1975/1976, 1977/1978, 1978/1979, 1979/1980, 1985/1986, 1986/1987, 1987/1988, 1988/1989, 1989/1990, 1994/1995, 1996/1997, 2000/2001, 2002/2003, 2006/2007, 2007/2008, 2011/2012, 2016/2017
Copa del Rey 1905, 1906, 1907, 1908, 1917, 1934, 1936, 1946, 1947, 1961/1962, 1969/1970, 1973/1974, 1974/1975, 1979/1980, 1981/1982, 1988/1989, 1992/1993, 2010/2011, 2013/2014
Supercopa de Espana 1988, 1989, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008, 2012
Copa Eva Duarte 1947
Copa de la Liga 1983/1984
European Cup/ UEFA Champions League 1955/1956, 1956/1957, 1957/1958, 1958/1959, 1959/1960, 1965/1966, 1997/1998, 1999/2000, 2001/2002, 2013/2014, 2015/2016, 2016/2017
UEFA Cup 1984/1985, 1985/1986
UEFA Super Cup 2002, 2014, 2016
Intercontinental Cup 1960, 1998, 2002
FIFA Club World Cup 2014, 2016

 

Leganes

Leganes bernama lengkap Club Deportivo Leganes, S.A.D.. Klub ini menjadi salah satu tim yang berlaga di La Liga. Klub berjuluk Lega atau Pepineros (Cucumber Growers) ini didirikan 26 Juni 1928. Hingga tahun 2017, Leganes diarsiteki oleh Asier Garitano sedangkan Juna bertindak sebagai pemilik klub. Usia Leganes di La Liga barulah seumur jagung. Klub ini baru bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol sebanyak satu musim, yakni 2016/2017 dan finis di posisi 17. Musim depan akan menjadi musim kedua bagi klub berkostum home biru putih ini.

Leganes berkandang di Estadio Municipal de Butarque. Stadion yang dibuka sejak tahun 1998 ini mampu menampung hingga kurang lebih 10.954 penonton. Untuk urusan gelar, tercatat belum banyak yang mampu diraih klub. Leganes baru mengoleksi satu trofi Segunda Division B dan satu trofi Tercera Division. Leganes telah berkompetisi di Seguda Division sebanyak 13 musim, 16 musim di Segunda Division B, dan 19 musim di Tercera Division.

Suporter Leganes mempunyai hubungan baik dengan ultras grup gerbang 12 Egaleo FC, klub sekota Leganes. Sedangkan Getafe merupakan rival terbesar Leganes yang jika kedua tim berhadapan, pertandingannya akan diberi tajuk Derbi Madrid Selatan. Di musim terakhir, rata-rata pemain Leganes berusia 27,1 tahun. Terdapat 9 pemain asing atau 33,3% di tubuh klub.

skuad-leganes

Skuad Leganes

No Pos Pemain No Pos Pemain
13 GK I. Herrerin 24 MF D. Timor
GK J. Serantes 8 MF Gabriel
1 GK N. Champagne 19 MF U. Lopez
18 DF P. Insua 11 MF A. Szymanowski
22 DF D. Siovas 23 MF Omar
5 DF M. Mantovani 7 MF D. Machis
15 DF D. Rico 16 MF Samu Garcia
4 DF A. Marin 25 MF N. El Zhar
2 DF Tito MF R. Ibanez
17 DF V. Diaz 10 FW A. Bueno
3 DF U. Butinza 20 FW Luciano
21 MF R. Perez 9 FW M. Guerrero
12 MF E. Moran 14 FW M. Kone
6 MF A. Martin

Sejarah Leganes

Leganes mulai berlaga di kasta terendah kompetisi sepak bola Spanyol. Tahun 1977, Leganes kembali meraih tiket promosi ke Divisi Empat yang mana klub ini pernah merasakan bermain di sana tujuh tahun sebelumnya. Kemudian, dengan perkembangan klub yang cukup cepat, Leganes promosi ke Divisi Tiga di tahun 1987. Enam musim berselang, Leganes merangkak lagi promosi ke Divisi Dua dan bertahan di sana hingga sebelas musim. Selama itu pula Leganes sukses finis di posisi delapan secara berturut-turut sejak musim 1995/1997. Lalu di musim 2016/2017, untuk yang pertama kalinya Leganes tampil di La Liga.

Pemain Tersohor Leganes

Leganes pernah dihuni sejumlah pemain bintang yang mampu memberi nilai positif bagi klub. Berikut adalah nama-nama beberapa pemain yang mempunyai catatan penampilan sekurang-kurangnya 100 kali bersma Leganes dan pemain yang mempunyai status internasional.

  • Jose Chamot (Argentina)
  • Federico Domingguez (Argentina)
  • Martin Mantovani (Argentina)
  • Samuel Eto’o (Kamerun)
  • Pierre Webo (Kamerun)
  • Chupe (Guinea)
  • Ivan Zarandona (Guinea)
  • Nabil El Zhar (Maroko)
  • Christopher Ohen (Nigeria)
  • Ariza Makukula (Portugal)
  • Paulo Torres (Portugal)
  • Andrei Mokh (Rusia)
  • Alfredo (Spanyol)
  • Catanha (Spanyol)
  • Ruben Falcon (Spanyol)
  • Jordi Lardin (Spanyol)
  • Pedro Largo (Spanyol)
  • Carlos Martinez (Spanyol)
  • Raul Moreno (Spanyol)
  • Quini (Spanyol)

Staf Kepelatihan Leganes

Posisi Nama
Manajer Asier Garitano
Asisten Manajer Jaime Perez
Pedro Hernandez
Pelatih Kiper Carlos Sanchez
Pelatih Fisik Miguel Perez
Direktur Medis Alberto Lam
Dokter Tim David Rodriguez
Fisioterapist Alejandro Lanchas
Carlos Carballo
Sergio Hontoria
Kitman Jara Cuenca

Estadio Municipal de Butarque

estadio-butarque

Leganes bermarkas di Estadio Municipal de Butarque. Stadion multifungsi ini dibuka pada tahun 1998 dan dimiliki oleh pemerintahan setempat. Stadion Butarque berlokasi di kota Leganes yang menjadi bagian dari kota Madrid. Stadion ini mampu menampung hingga sekitar 10.954 penonton.

Nama stadion ini datang dari istilah Our Lady of Butarque, nama orang suci pelindung Leganes. Stadion ini dibangun antara tahun 1997 dan 1998 dengan tujuan untuk menggantikan stadion sebelumnya yang sudah tua, Estadio Luis Rodriguez de Miguel. Butarque Stadium menghelat laga inagurasinya pada 14 Februari 1998 yang mempertemukan antara Leganes dengan Xerez.

Kapasitas semula stadion adalah kira-kira 8.138. Namun, berkenaan dengan masuknya Leganes ke La Liga, Stadion Butarque ditambah jumlah kapasitasnya hingga mencapai 10.954 kursi yang dibagi ke dalam empat sector. Selain digunakan untuk menghelat pertandingan sepak bola, Butarque juga kerap digunakan untuk menggelar konser dan festival seperti Festimad. Tanggal 29 April 2016, Walikota Leganes menyarankan agar Leganes diexpand kapasitasnya hingga mencapai 12.000 kursi dan dikembangkan akses ke stadium agar menjadi lebih baik.

Daftar Manajer Leganes

Periode Manajer Periode Manajer
1989-1995 Luis Angel Duque 2004 Martin Delgado
1995-1997 Luis Sanchez Duque 2005 Quique Estebaranz
1997-1998 Pedro Baraojos 2005-2006, 2009-2010 Luis Angel Duque
1998-1999 Luis Sanchez Duque 2010-2011 Miguel Rivera
1999-2001 Enrique Martin 2011 Rafa Munoz
2001 Ciriaco Cano 2011 Miguel Alvarez
2001-2002 Carlos Sanchez Aguiar 2011-2012 Carlos Orue
2002-2003 Enrique Martin 2012 Victor
2003-2004 Carlos Aimar 2012-2013 Pablo Alfaro
2004 Victor Hugo Marchesini 2013- Asier Garitano

Prestasi Leganes

Segunda Division B 1992/1993
Tercera Division 1985/1986

Las Palmas

Las Palmas merupakan salah satu klub professional yang berlaga di kompetisi sepak bola kasta teratas Spanyol, La Liga. Klub yang berbasis di Las Palmas, daerah otonom Canary Islands ini bernama lengkap Union Deportiva Las Palmas, S.A.D.. Klub ini didirikan pada 22 Agustus 1949. Los Amarillos atau dalam bahasa inggris berarti The Yellows adalah nama lain atau julukan klub.

Las Palmas bermarkas di Stadion Gran Canaria. Stadion ini mampu menampung hingga kurang lebih 32.150 penonton. Hingga musim 2016/2017, klub dengan warna kebesaran kuning ini diarsiteki oleh Quique Satien. Sepanjang sejarah klub, Las Palmas telah menghabiskan 34 musim di La Liga, 28 musim di Segunda Division, 6 musim di Segunda Division B, dan semusim di Tercera Division. Sayangnya, Las Palmas belum menorah catatan berlaga di kompetisi bergengsi Eropa.

Catatan prestasi Las palmas tak begitu mentereng. Las Palmas baru empat kali menjuarai Segunda Division dan dua kali Segunda Division B tanpa pernah sekalipun menjadi jawara di La Liga. Capaian terbaiknya di La Liga adalah runner up di musim 1968/1969.

Bendera klub Las Palmas terdiri dari dua garis horizontal dengan ukuran yang sebanding. Warna kuning bersinar di bagian atas bendera sedang warna biru berada di bagian bawahnya. Di bagian tengahnya adalah gambar dari Shield of the firm atau lambang klub. Maskot Las Palmas bernama Pio-Pio. Sebagaimana klub lainnya, kehadiran mascot klub ini, selain menjadi identitas, juga untuk menghibur siapapun yang ada di stadion. Pio-Pio ini tak lain adalah jelamaan dari burung canary yang mempunyai makna tersendiri bagi publik Canary Island. Kostum yang dikenakan Las Palmas, sejak berdirinya klub di tahun 1949, mencerminkan warna dari Gran Canaria dengan warna kuning di baju dan warna biru untuk celana dan kaus kakinya.

skuad-las-palmas

Skuad Las Palmas

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Raul Lizoain 16 DF Aythami
2 DF David Simon 17 DF Pedro Bigas
3 DF Mauricio Lemos 18 MF Javi Castellano
4 MF Vicente Gomez 19 MF Mateo Garcia
5 DF David Garcia 20 MF Alen Halilovic
6 MF Angel Montoro 21 MF Jonathan Viera
7 MF Kevin-Prince Boateng 22 DF Helder Lopes
9 FW Marko Livaja 23 DF Dani Castellano
10 FW Jese 24 MF Tana
11 MF Momo 28 MF Benito Ramirez
12 DF Michael Macedo 29 FW Erik Exposito
14 MF Hernan DF Dorja Herrera
15 MF Roque Mesa

Sejarah Las Palmas

Las Palmas didirikan dengan sebuah moto, “unity is strength”. Untuk memahami sejarah klub ini, ada baiknya diawali dengan mempelajari sepak bola secara umum di Canary, wilayah di mana Las Palmas berada. Canary Island tak pernah berhenti melahirkan pemain-pemain berbakat. Sayangnya, saat itu, pemain-pemain berbakat itu kerap bermain di lain tim, di luar Canary berkenaan dengan keadaan klub di Canary yang bisa dibilang kurang kompetitif dan dengan segala kekurangan lainnya. Lantas di tahun 1949, diinisiasilah sebuah klub yang hendak mempersatukan Canari Island dan menjadi klub yang professional agar pemain-pemain berbakat Canary bisa meyakinkan dirinya untuk bermain di klub Canary. Format pembentukan satu tim yang mempersatukan semua tim yang berada di Canary Island ini dikukuhkan dengan Konstitusi UD Las Palmas tahun 1949. Jadi, kala itu di Canary island terdapat lima tim, Marino, Victoria, Gran Canaria, Athletic, dan Arenas. Kemudian dibuatlah satu turnamen antara kelima klub tersebut untuk menyaring dan mempersatukan semua klub tersebut menjadi sebuah klub yang kita kenal sekarang dengan nama Las Palmas.

Setelah terbentuk satu tim ini, federasi sepak bola regional Canary Island kemudian mengusahakan agar klub asal Canary ini bisa berlaga di kompetisi Nasional. Semula, 6 Juni 1949, federasi sepak bola Spanyol menerima Gran Canaria untuk tampil di kompetisi nasional. Dua bulan kemudian 22 Agustus, UD Las Palmas secara resmi menggantikan posisi Gran Canaria di kompetisi nasional tersebut. Gran Canaria sendiri telah menyatu menjadi UD Las Palmas bersama keempat tim Canary lainnya.

Jumat, 16 September 1949, Las Palmas menjalani latihan pertamanya. Pancho Arencibia kala itu menyeleksi pemain-pemain yang akan menjadi bagian dari klub. Lalu, di musim perdana klub yang bergairah, Las Palmas meraih tiket promosi ke Divisi Dua setelah menjuarai kompetisi regional dan juara dua liga untuk promosi. Musim selanjutnya, Las Palmas mengunci tempat di Divisi Satu. Betapa mengejutkan dan membahagiakan bagi publik Canary Island melihat klub baru yang menyatukan seluruh klub di Caary mampu menembus Divisi Satu hanya dalam waktu dua musim. Dalam periode itu, tidak ada klub lain yang mempu mencatat prestasi seperti ini. meski demikian, Divisi Pertama tak cukup mudah untuk diarungi. Musim berikutnya, Las Palmas kembali terdegradasi ke Divisi Dua. Kemudian, di musim 1952/1953, Las Palmas kembali ke top flight, kasta tertinggi sepak bola Spanyol.

Periode 1950-an adalah era yang cukup menggembirakan bagi Las Palmas. Paslanya, klub ini bisa bertahan di Divisi Pertama beberapa musim berturut-turut. Musim 1954/55 adalah masa di mana Las Palmas kembali berlaga di Divisi Pertama. Di musim itu, Las Palmas berjalan cukup baik untuk membawa tim tetap bertahan di Divisi Pertama di musim berikutnya. Dan itu benar terjadi, bahkan hingga enam musim ke depan, Las Palmas mampu bertahan di DIvisi Pertama. Musim 1955/1956, Las Palmas memulai komptisi dengan brilian. Hingga pertengahan kompetisi, Las Palmas mampu bertengger di posisi tiga. Bahkan sempat memimpin tabel klasemen untuk beberapa hari. Selama tiga tahun mengarungi kompetisi, Las Palmas terkenal dengan gaya bermain yang jarang melakukan kesalahan. Pemain-pemain Las Palmas mampu menunjukkan klas dan teknik terbaik mereka serta tak jarang mendapat applause di mana pun mereka bermain.

Musim 2004/2005, Las Palmas terlilit utang yang berdampak pada performa tim. Saat itu, klub terjungkal ke Segunda Division B. Musim 2006/2007, Las Palmas naik satu kasta ke Segunda Division dan berada di kasta ini hingga musim 2014/2015. Selanjutnya, di bawah pemilik baru klub, Miguel Angel Ramirez, Las Palmas secara optimis meniti langkah guna kembali ke La Liga. Akhirnya, musim 2015/2016, Las Palmas kembali berlaga di La Liga.

 Staf Kepelatihan Las Palmas

Posisi Nama
Manajer Quique Setien
Wakil Manajer Eder Sarabia
Pelatih Fitnes Rafa Cristobal
Fran Soto
Jesus Suarez
Pelatih Kiper Cicovic
Kepala Medis Gerardo Garces
Dokter Tim Bolanos
Fisioterapist David Alvarez
Javi Martel
Ignacio Ramirez
Kitman Francisco Mayor
Fernando Martin

Stadion Gran Canaria

stadion-gran-canaria

Las Palmas memainkan semua laga kandangnya di Stadion Gran Canaria. Laga pembuka di stadion ini mempertemukan antara tuan rumah denga klub asal Belgia, Anderlecht, 8 Mei 2003. Stadion Gran Canaria berlokasi di Fondos de Segura, 35019-Las Palmas. Stadion ini mampu menampung hingga kurang lebih 32.400 penonton. Musim 2015/2016, trek atletik yang semula melingkari lapangan dihilangkan. Lantas, bulan Agustus 2010, untuk pertama kalinya pemerintahan Gran Canaria selaku pemilik stadion mengganti rumput stadion.

Stadion Gran Canaria dibuka tahun 2003 dengan maksud mengganti stadion sebelumya, Estadio Insular yang telah berdiri sejak tahun 1949. Gran Canaria didesain oleh dua arsitek, Pedro Medina dan Guillermo Ortego Carretero yang semula dimaksudkan sebagai multi-purpose arena atau stadion yang bisa dijadikan venue beberapa cabang olah raga, termasuk athletic dengan lintasannya yang mengelilingi lapangan meski sepuluh tahun kemudian, trek atletik tersebut dihilangkan.

Tanggal 11 November 2014, stadion Gran Canaria mulai direnovasi dengan perkiraan menghabiskan waktu 16 bulan. Renovasi yang dilakukan adalah penambahan kursi penonton di bagian yang sebelumnya merupakan trak atletik. Penambahan tempat duduk penonton ini tentu meningkatkan jumlah kapasitas stadion hingga mencapai 33.070 penonton. Di luar itu semua, Stadion Gran Canaria juga kerap menghelat partai-partai internasional. 21 November 2007, di stadio ini berlangsung pertandingan antara Spanyol dengan Irlandia Utara dalam rangka kualifikasi EURO 2008.

Prestasi Las Palmas

Kompetisi Tahun
Runner Up La Liga 1968/1969
Juara Segunda Division 1953/1954, 1963/1964, 1984/1985, 1999/2000
Juara Segunda Division B 1992/1993, 1995/1996
Runner Up Copa del Rey 1978

Daftar Manajer Las Palmas

Periode Manajer Periode Manajer
1953-1957 Satur Grech 1994-1995 Paco Castellano
1957-1958 Luis Molowny 1995 Inaki Saez
1958-1959 Baltasar Albeniz 1996-1997 Angel Cappa
1959 Luis Molowny 1997 Paco Castellano
1959-1960 Marcel Domingo 1997-1998 Mariano Garcia Remon
1961-1962 Paco Campos 1998-1999 Paco Castellano
1962-1963 Rosendo Hernandez 1999-2001 Sergije Kresic
1963-1966 Vicente Dauder 2001-2002 Fernando Varquez
1968-1970 Luis Molowny 2002-2003 Josu Uribe
1970 Rosendo Hernandez 2003 Juan Manuel Rodriguez
1970-1971 Hector Rial 2003-2004 David Vidal
1971-1975 Pierre Sinibaldi 2004 David Amaral
1975-1976 Heriberto Herrera 2004-2005 Carlos Sanchez Aguiar
1976-1977 Roque Olsen 2005-2006 Josip Visnjic
1977-1979 Miguel Munoz 2006 Carlos Sanchez Aguiar
1979-1980 Antonio Ruiz 2006-2007 Juanito
1982 Heriberto Herrera 2007-2008 Juan Manuel Rodriguez
1982-1983 Walter Skocik 2008-2009 Javier Vidales
1983-1984 Hector Nunez 2009 Paco Castellano
1984-1985 Roque Olsen 2009-2010 Sergije Kresic
1986-1987 Ferenc Kovacs 2010-2011 Paco Jemez
1988 Roque Olsen 2011-2012 Juan Manuel Rodriguez
1989-1990 Paquito 2012-2014 Sergio Lobera
1990-1991 Manolo Cardo 2014 Josico
1991-1992 Roque Olsen 2014-2015 Paco Herrera
1991-1992 Miguel Angel Brindisi 2015-2017 Quique Setien
1993-1994 Inaki Saez

Malaga

Malaga Club de Futbol (CF) atau yang akrab disapa Malaga adalah klub yang berbasis di kota Malaga dan bermain di La Liga, Spanyol. Klub berjuluk boquerones (anchovies) dan albicelestes (the white and sky blue) ini didirikan 113 tahun yang lalu, yakni tahun 1904. Abdullah bin Nasser Al Thani, investor asal Qatar, adalah pemilik sekaligus wakil presiden klub. Untuk urausan taktik di lapangan, Malaga diarsiteki oleh Michael.

Malaga sudah menjalani 37 musim di La Liga, 34 musim di Segunda Division, 4 musim di Segunda Division B, dan sebelas musim di Tercera Division. Di level Eropa, Malaga pernah menjuarai UEFA Intertoto Cup tahun 2002 dan sampai di babak perempat final UEFA Cup serta menjalani kualifikasi UEFA Champions League 2012/2013.

Malaga bermarkas di La Rosaleda Stadium. Stadion ini mampu menampung hingga kurang lebih 30.044 penonton. Pernah direnovasi di tahun 1982, 2000, dan 2010, Stadion La Rosaleda dibuka tanggal 15 September 1941. Banyak pemain top dunia yang sekarang bermain di klub-klub besar Eropa dulunya meniti karir di Malaga. Nacho Monreal, Isco, Joaquin, Santi Cazorla, Roque Santa Cruz, Ruud van Nistelroy, Julio Baptista, Ariel Zarate, Martin Demichelis, Willy Caballero merupakan beberapa di antaranya. Selain itu, Malaga juga pernah merasakan dilatih oleh juru taktik tersohor dunia seperti Manuel Pellegrini dan Otto Bumbel.

pemain-malaga

Skuad Malaga

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Carlos Kameni 19 FW Sandro
2 DF Bakary Kone 20 MF Keko
4 DF Mikel Villanueva 21 MF Jony
6 MF Ignacio Camacho 23 DF Miguel Torres
8 FW Michael Santos 24 DF Luis Hernandez
10 MF Juanpi 26 FW Youssef En-Nesyri
11 MF Chory Castro 27 GK Aaron Escandell
14 MF Recio 29 DF Luis Munoz
15 DF Federico Ricca 31 MF Pabio Fornals
18 DF Roberto Rosales 39 MF Javi Ontiveros

Sejarah Malaga

Malaga sejarahnya bisa dirunut hingga tahun 1904 sebagai pembentukan Malaga Foot-Ball Club. Kelompok tersebut tak lebih dari sekelompok masyarakat yang  mempromosikan sepak bola yang mana, pada masa itu, sepak bola adalah olah raga baru di Malaga. Klub ini mempunyai rival, sebuah tim kecil yang dibentuk oleh orang asing yang datang di pelabuhan dengan perahu. Lalu, tahun 1907, peran untuk memomulerkan sepak bola diambil penuh oleh Malaga FC. Tahun 1912, datang pendatang baru yang kemudian menjadi rival besar Malaga. Klub itu adalah FC Malagueno. Klub ini merupakan gabungan antara klub-klub kecil seperti Malaga Racing. Lalu di tahun 1927, Malaga berubah nama menjadi Real Malaga FC setelah mendapat gelar kehormatan atau royal patronage dari Raja Alfonso XIII. Pada musim 1929/1930, Real Malaga FC dan FC Malagueno menjadi salah dua pendiri Tercera Division. Akhir tahun 1930, Real Malaga diformasikan ulang menjadi Malaga Sports Club (SC).

Tahun 1933, Malaga SC dan FC Malagueno merger menjadi Club Deportivo Malacitano meski sebetulnya, merger ini bukanlah merger sepenuhnya. Hal ini dilakukan mengingat FC Malagueno memiliki ketahanan finansial dan skuad yang lebih baik. tahun 1934, SC Malaga menjalani debut di Segunda Division saat divisi ini memperbanyak klub peserta dari sepuluh menjadi dua puluh empat. Setelah menjalani beberapa musim di Segunda Division juga dampak dari perang saudara Spanyol, tahun 1941, SC Malaga berganti nama mendari Club Deportivo Malaga dan mulai bermarkas di kandang baru mereka, La Rosaleda.

Tahun 1949 untuk pertama kalinya, di bawah kepemilikan Miguel Navarro Nogueroles dan kepelatihan pelatih Luis Urquiri, Malaga promosi ke La Liga setelah sebelumnya menjalani kompetisi di Segunda Division. Di masa itu, striker Pedro Bazan yang sempat mencetak Sembilan gol dalam satu pertandingan melawan Hercules CF menjadi Top Scorer dan menjadi salah satu pemain terpenting Malaga. Pada debutnya di La Liga, Malaga mampu bertahan hingga du musim berturut-turut. Hal ini tak lepas dari peran seluruh pemain, terutama Ricardo Zamora sebagai pelatih. Barulah di musim 1950/1951, Malaga terdegradasi ke Segunda Division dan ini menjadi degradasi pertama klub.

Musim 1969/1970 adalah musim awal di mana Malaga bertahan hingga lima tahun ke depan berlaga di kasta teratas sepak bola Spanyol ini. Periode tersebut, Malaga dilatih oleh Jeno Kalmar. Nama Miguel Ramos Vargas “Migueli”, Sebastian Viberti, Juan Antonio Deusto, dan Jose Diaz Macias mulai mencuat berkat penampilan gemilangnya bersama tim. Bahkan, mereka mampu membawa klub finis di posisi tujuh, posisi terbaik hingga saat itu yang pernah diraih klub, dalam dua musim, 1971/1972 dan 1973/1974. Saat itu juga Deusto, palang pintu terakhir Malaga, merengkuh gelar pribadi, Ricardo Zamora Trophy di 1971/1972. Di akhir musim itu juga, Malaga mencetak kenangan manis ketika mereka mampu menaklukan Barcelona di Camp Nou. Tahun 1973, klub membuat official anthem atau lagu resmi klub berjudul Malaga La Bombonera dan menjadi official anthem Malaga hingga hari ini. Di balik catatan manis ini, ada sebuah tragedi yang terjadi menimpa tim. Kala itu, sang presiden klub, Antonio Rodriguez Lopez dibunuh secara tragis oleh mafia tahun 1971. Posisinya kemudian digantikan oleh Rafael Serrano Carvajal. Banyak pihak menyebut bahwa periode ini adalah periode emas Malaga. Sayangnya, polemik perpindahan Viberti, salah satu pemain berpengaruh di tubuh tim,  di akhir musim 1973/1974 ernyata cukup membawa dampak buruk bagi tim. Malaga akhirnya mengakhiri musim 1974/1975 dengan degradasi.

25 Mei 1948, Malaga mengambil alih tim junior, CD Santo Tomas, dengan tujuan untuk membuat tim cadangan atau reserve club. Tim tersebut kemudian diberi nama Club Atletico Malagueno, mengingatkan kembali nama klub yang dulu menjadi bagian merger tim utama Malaga sekarang. Selama musim 1959/1960, CA Malagueno (tim cadangan) dan CD Malaga berada di level yang sama, level atau divisi tiga. Namun, secara peraturan itu tidak dibenarkan ketika tim uttama dan tim cadangan berada pada satu level. Maka, untuk menghindari itu, klub memutuskan untuk memisahkan kedua klub dengan menjadikan CA Malaga sebagai klub independen dengan lisensi Royal Spanish Football Federation. Tahun 1992, ketika CD Malaga tak mampu keluar dari masalah finansial, CA Malagueno menjadi pilihan utama klub untuk terus berkiprah. Musim 1992/1993, kdua klub ini bermain di Tercera Division Group 9. Lalu, setelah sukses menjalani divisi tersebut dan berada di papan atas, klub naik ke Segunda Division B. bagaimanapu, klub kembali terdegradasi di musim berikutnya yang salah satunya disebabkan oleh masalah finansial. 19 Desember 1993, dengan sebuah referendum, anggota klub melakukan voting untuk mengganti nama klub dan pada tanggal 29 Juni 1994, CA Malagueno (yang sebelumnya diproyeksikan menjadi tim cadangan) diganti namanya menjadi Malaga Club de Futbol S.A.D. yang tak lain adalah Malaga yang kita kenal sekarang.

Di awal tahun 2000-an, Malaga menjadi salah satu klub yang kaya akan pemain muda dengan akademinya dan pemain-pemain dengan top quality serta dengan pengembangan dan modernisasi stadion. Meski kala itu, Malaga tak kunjung mengunci tempat di kompetisi para penguasa liga-liga top Eropa, UEFA Champions League. Tahun 2002, Malaga tampil di UEFA Intertoto Cup dan sukses menjuarainya setelah menaklukan Gent, Willem II, dan Villarreal. Dengan demikian, Malaga pun berhak tampil di UEFA Cup yang kemudian gugur di babak perempat final setelah ditekuk Boavista. Periode ini terjadi ketika Malaga ditangani oleh Joaquin  Peiro. Lantas, setelah Piero pensiun, pemain mulai banyak yang meninggalkan klub. Dario Silva, Kiki Musampa, Dely Valdes, dan Pedro Contreras hijrah ke lain klub. Posisi Peiro digantikan Juande Ramos.

Tahun 2010, setelah klub dilanda krisis finansial yang tak kunjung berakhir, seorang investor Qatar datang bak penyelamat. Tanggal 11 Juni 2010, melalui negosiasi yang panjang, Sheikh Abdullah bin Nasser Al Thani datang menjadi pemilik klub dan menjadi ditetapkan presiden klub pada 28 Juli buah dari pertemuan anggota klub. Rezim Abdullah bin Nasser Al Thani memulai dengan menunjuk Jesualdo Ferreira sebagai manajer klub dan Moayad Shatat sebagai wakil presiden pada 28 Juni 2010. Salomon Rondon dan Eliseu didatangkan ke La Rosaleda Stadium. Namun, langkah awal ini tak berjalan mulus. Jesualdo dipecat pada bulan November sebab tak kunjung meningkatkan performa klub. Manuel Pellegrini pun didapuk sebagai pelatih. Di tangan Pellegrini, sejumlah pemain dihapus dari skuad dan ditangkanlah pemain anyar seperti pemain bertahan yang namanya terus menanjak hingga sekarang, Martin Demichelis dan pemain tengah lincah, Julio Baptista. Rekor klub pun tertoreh ketika Malaga meraih lima kemengan beruntun di La Liga, menahan imbang Athletic Bilbao di San Mames awal Januari 2011 yang mampu menjaga momentum kebangkita klub hingga di akhir musim 2010/2011, Malaga finis di posisi 11 tabel klasemen.

Malaga mempersiapkan musim 2011/2012 dengan maksimal. Nike ditunjuk sebagai perusahaan apparel pemasok kelengkapan Kit klub. Malaga juga menjalin kesepakatan dengan UNESCO yang juga menjadi sponsor utama klub. Kesepakatan terbesar lainnya yang dicatat saat itu adalah dengan mendapatkan tandatangan Ruud van Nistelrooy, gelandang Francis, Jeremy Toulan, dan pembelian termahal klub, Santi Cazorla yang diboyong dari Villarreal dengan harga 21 juta Euro. Tak kalah besarnya, Malaga juga mendatangkan mantan punggawa timnas Spanyol, Joaquin dan bek kiri Nacho Monreal. Mereka semua lantas menjadi kunci kegemilangan Malaga. Terbukti, di akhir musim 2011/2012, Malaga mampu finis di posisi keempat dan secara otomatis mengunci slot untuk tampil UEFA Champions League. Hari ini, kita bisa lihat sendiri bagaimana Malaga menjadi salah satu klub kompetitif Spanyol.

Staf Manajerial Malaga

Posisi Nama
Manajer Michel
Asisten Manajer Sergio Pellicer
Exsekutif Wakil Presiden Nasser Al Thani
General manager Sergio Mariconazo Lopez
Direktur Olah Raga David Narvaez Ferre
Pelatih Fitnes Juan Solla
Pelatih Fisik Manu Gestoso
Enrique Ruiz
Pelatih Kiper Mike Lopez Vidal
Technical Assistant Luis Martinez
Youth Advisor Manel Casanova Capdevila

Stadion La Rosaleda

la-rosaleda-stadium

Malaga bermarkas di Stadion La Rosaleda yang mampu menampung penonton hingga sekitar 30.044 orang. La Rosaleda dalam bahasa Inggris berarti The Rose Garden. Stadion ini terletak tentu di Kota Malaga. Estadio La Rosaleda dibuka pada 15 September 1941 dan mendapat renovasi di tahun 1982, 2000, dan 2010. Enrique Atencia dan Fernando Guerrero Strachan adalah dua arsitek di balik pembangunan stadion yang dimiliki oleh Municipality of Malaga ini.

Meskipun pertandingan pertama yang dihelat di Stadion La Rosaleda berlangsung pada tanggal 3 April 1941, laga inagurasi yang dilangsungkan di stadion ini terjadi lebih awal, yakni saat Malacitano (nama tua Malaga) menjamu Ferroviaria. Sebagai stadion yang tergolong besar dan layak menghelat berbagai pertandingan di berbagai level, Stadion La Rosaleda telah melangsungkan banyak pertandingan lokal, nasional maupun internasional. Tahun 1982, stadion ini menjadi salah satu dari tujuh belas stadion yang dipilih menjadi venue untuk menggelar pertandingan Piala Dunia 1982 di mana saat itu, La Rosaleda Stadium melangsungkan tiga pertandingan. Selain itu, stadion ini juga telah menjadi saksi bisu Tim Nasional Spanyol dalam melakoni tujuh laga internasionalnya.

Prestasi Malaga

Kompetisi Tahun
Segunda Division 1951/1952, 1966/1967, 1987/1988, 1998/1999
Copa Presidente FEF 1940
Copa Federacion de Espana 1947
UEFA Intertoto Cup 2002
Trofeo Costa del Sol 1963, 1971, 1974, 2005, 2008, 2010, 2011, 2012, 2015, 2016
Schalke 04 Cup 2014
Copa EuroAmericana 2015

Notable Players Malaga

Willy Caballero Roque Santa Cruz Nacho Monreal
Raul Castronovo Sebastian Fleitas Francisco Rufete
Martin Demichelis Agostinho Salva Ballesta
Sebastian Viberti Eliseu Sandro
Ariel Zarate Catanha Fernando Sanz
Julio baptista Santi Cazorla Vicente Valcarce
John Lauridsen Esteban Vigo Manuel Velazquez
Jeremy Toulalan Jesus Gamez Gonzalo de los Santos
Kiki Musampa Joaquin Dario Silva
Ruud van Nistelrooy Juanito Marcelo Romero
Julio Dely Valdes Isco Salomon Rondo

 

Granada

Granada adalah salah satu klub professional yang bermain di La Liga. Klub ini memiliki nama lengkap Granada Club de Futbol, S.A.D.. Nazaries (Nasrids), El Grana, El 5001, dan Filipinos adalah julukan atau nama panggilan lain dari Granada. Klub yang berbasis di Granada, komunitas otonom Andalusia ini didirikan pada tanggal 14 April 1931. Granada merupakan klub asal Andalusia ketiga setelah Betis dan Sevila yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol ini. Granada mulai berlaga di La Liga sejak musim 1941/1942. Hingga saat ini, Granada telah mengarungi 23 musim pagelaran La Liga dan finis di posisi enam sebanyak dua kali. Granada juga pernah menjadi runner up di ajang Copa del Rey 1959.

Hingga tahun 2017, Granada dimiliki oleh pengusaha asal Tiongkok, Jiang Lizhang dengan 98,13% saham kepemilikannya. Di musim 2016/2017, Granada finis di posisi 20 sehingga harus mengarungi musim depan satu kasta di bawah La Liga, Segunda Division. Granada bermarkas di Stadion Nuevo Carmenes. Stadion yang berlokasi di Cordoba ini mampu menampung hingga sekitar 21.822 penonton.

Catatan klub menunjukkan bahwa Granada, seperti yang sudah disebutkan sebelumya, telah bermain di La Liga sebanayk 23 musim. Selain itu, El Grana telah menghabiskan 32 musim di Segunda Division, 22 musim di Segunda Division B, 5 musim di Tercera Division, dan dua musim di Regional. Selain penghargaan klub, beberapa nama mencatat prestasi individu Pichichi Trophy. Mereka adalah Enrique Porta pada La Liga 1971/1972, Miguel, dan Rafa di Segunda Division 1964/1965 serta 1955/1956.

Sejak pembentukan klub, kostum Granada berwarna biru dan putih dengan celana berwarna putih. Setelah perang saudara Spanyol, pemilik klub pergi ke Madrid untuk membeli bahan dasar kostum dan tak menemukan warna lain selain merah dan putih dengan pola vertical yang kemudian menjadi warna kebesaran klub hingga hari ini. tahun 1970-an, warna merah dan putih yang berpola vertical berubah menjadi horizontal.

skuad-granada

Skuad Granada

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Rui Silva 8 MF Wakaso
13 GK G. Ochoa 10 MF Boga
3 DF G. Silva 11 MF Kone
5 DF Agbo 16 MF Carcela
6 DF Lomban 18 MF Andreas Pereira
14 DF Tabanou 19 MF Isaac Cuenca
17 DF Ruben Vezo 21 MF Krhin
20 DF Saunier 26 MF Angban
22 DF Foulquier 34 MF Aly Malle
23 DF Hector Hdez 7 FW Adrian Ramos
25 DF Ingason 9 FW E. Ponce
29 DF Hongla 15 FW Atzili
4 MF Samper 24 FW Kravets

Sejarah Granada

Granada didirikan 17 April 1931 dengan nama Recreativo de Granada dan yang bertindak sebagai presiden pertama klub adalah Lopez Fernandez. Pertandingan pertama yang dilakoni Granada adalah ketika El Grana berhadapan dengan Deportivo Jaen dengan hasil kemenangan untuk Granada 2-1. Gol ertama di pertandingan tersebut yang juga sekaligus menjadi gol pertama Granada sepanjang sejarah klub dicetak oleh Antonio Bombillar. Trofi pertama yang diraih klub adalah trofi Tercera Regional/ Region Sur Championship yang direngkuh di musim 1931/1932.

Debut di La Liga pertama Granada terjadi pada musim  1941/1942. Sejak saat itu hingga era 1980-an, Granade kerap turun naik berlaga di kasta teratas dan Segunda Division. Sementara itu, performa tertinggi klub diraih di era 1970-an ketika Granada bertahan secara beruntun di kasta tertinggi kompetisi selama delapan musim berturut-turut. Termasuk juga capaian ketika El Grana sukses finis di posisi enam tabel klasemen di musim 1971/1972 dan 1973/1974. Pencapaian lainnya terjadi tahun 1959 ketika Granada sukses tampil di final Copa del Generalismo (Copa del Royal/ Rey). Sayang di partai pamungkas tersebut, Granada kalah dari Barcelona 4-1.

Tahun 1980-an, meski sempat beberapa musim berlaga di Segunda Division, Granada lebih banyak menghabiskan waktu di Segunda Division B. Bahkan sempat jatuh ke divisi dibawah Segunda Division B musim 2002/2003 berkenaan dengan klub yang tidak membayar gaji pemainnya. Lantas, setelah empat musim di Divisi Empat, mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz datang ke mengambil alih klub. Kemudian, Granada pun naik ke Divisi Tiga. Sayangnya, tak lama dari itu, Granada dihadapkan pada masalah finansial serius.

Granada bermain di grup IV Divisi Tiga musim 2006/2007 setelah sebelumnya menghabiskan empat musim di Tercera Division. Tiga tahun berselang, Juli 2009, Granada kembali mengahadapi masalah finansial yang bahkan hampir membuat klub bangkrut. Menanggapi hal itu, klub pun menandatangani kesepakatan partnership dengan Udinese Calcio. Pada khir musimnya, Granade berhasil kembali naik ke Divisi Dua setelah 22 tahun absen. Di musim 2010/2011, Granada finis di posisi lima dengan skuad yang kebanyakan dipinjam dari Udinese, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Tanggal 18 Juni 2011, Granada menjadi juara pertama babak play off untuk promosi ke Divisi Teratas, La Liga, setelah 35 tahun tak pernah berlaga di kasta teratas sepak bola Spanyol tersebut. Lantas, kembali ke La Liga setelah bertahun-tahun absen tentu bukanlah perkara mudah bagi Granada atau tim manapun. Di akhir musim 2011/2012, Granada bertahan di posisi 17. Yang terbaru, akhir musim 2016/2017 dengan berat hati Granada hanya mampu berada di posisi juru kunci. Oleh karenanya, musim depan, Granada akan bermain di Segunda Division.

Prestasi Granada

Kompetisi Tahun
Segunda Division 1940/1941, 1956/1957, 1967/1968
Segunda Division B 1982/1983, 1999/2000, 2009/2010
Tercera Division 1933/1934, 2003/2004, 2005/2006
Andalucia  Cup 1932/1933
Andalucia Championship Reservations 1971/1972
Antonio Puerta Trophy 2010

Stadion Nuevo Carmenes

nuevo-los-carmenes-stadium

Granada bermarkas di Estadio Nuevo Los Carmenes sejak stadion rampung di bangun tahun 1995. Stadion yang terletak di Cordoba ini mampu menampung hingga kurang lebih 23.156 penonton. Estadio Nuevo Carmenes ini biasa menjadi venue olah raga atau acara lain. Namun, secara garis besar, memang yang utama adalah diperuntukkan stadion sepak bola. Renovasi terbaru yang dilakukan di Carmenes terjadi pada tahun 2011 dengan penambahan kapasitas hingga 23.156 orang.

Laga pembuka di stadion Nuevo Carmenes mempertemukan Granada dengan Real Betis meski sebetulnya, sebelum itu telah dihelat pertandingan antara Real Madrid melawan Bayer Leverkusen di stadion ini. Carmenes terletak di Zaidin-Orchards, dekat dengan Plaza de Toros, Granada. Ketika El Grana promosi ke La Liga tahun 2011, ruang kosong antar tribun di sudut-suut stadion dibuat tribun baru, corner tribun. Hal tersebut membuat kapasitas stadion bertambah hingga 25%. Dengan penambahan 23 ruas VIP atau VIP Boxes yang mana bisa ditempati oleh 500 orang yang merupakan buah kesepakatan klub degan sponsor, pemerintahan lokal Granada, Stadion Nuevo Carmenes menjadi kebanggaan publik Granada. Supporter tim tamu kerap ditempatkan di tribun sudut/ corner tenggara, antara fondo norte (sektor d) dan preferencia (sector b). Pemandangan dari luar stadion adalah salah satu landscap menraik di Granada yang mana gunung Sierra Nevada menjadi background stadion.

Staf Kepelatihan Granada

Posisi Nama
Presiden Quique Pina
Manajer Tony Adams
Pelatih Kiper Roberto Navajas
Inaki
Pelatih Fitnes Nacho Sancho

Aparel dan Shirt Sponsor Granada

Periode Aparel Shirt Sponsor
1984-1987 Ressy La General
1987-1990 Umbro Puleva
1990-1992 Puma Citroen
1992-1993 Lotto CC Neptuno
1993-1994 None
1994-1995 Sierra Nevada 95
1995-1996 Cervezas Alhambra
1996-1998 Kelme
1998-2000 Joma Jimesa
2000-2003 La General
2003-2004 Bemiser Caja Rural
2004-2005 Elements Agua Sierra Cazorla
2005-2006 Umbro Puertas Castalla
2006-2007 CajaSur
2007-2009 Patrick
2009-2010 Macron Coviran
2010-2012 Legea Caja Granada
2012-2014 Luanvi
2014-2016 Joma Solver
2016-2017 Energy King

Rivalitas Granada

Granada terlibat rivalitas dengan klub asal Andalusia timur lainnya, Malaga. Berikut adalah data bentrokkan kedua tim.

Kompetisi Main Granada Menang Draw Malaga Menang Gol Granada Gol Malaga
La Liga 22 8 7 7 21 26
La Liga Play-off 2 1 1 0 3 2
Segunda 36 10 10 16 40 58
Segunda Play-off 2 1 0 1 3 3
Segunda B 8 3 5 0 6 3
Tercera 2 2 0 0 5 2
Copa del Rey 9 5 1 3 15 10
Jumlah 81 30 24 27 93 104

RCD Espanyol

RCD Espanyol yang nama lengkapnya Reial Club Deportiu Espanyol de Barcelona adalah klub professional yang beraga di La Liga. Klub ini berbasis di Barcelona, Catalonia. RCD Espanyol didirikan tahun 1990 dan telah mengoleksi empat gelar Copa del Rey. Espanyol juga hampir meraih trofi UEFA Cup di tahun 1988 dan 2007 andai mereka tidak dikalahkan di partai finalnya. Tahun 1928, Espanyol menjadi salah satu klub yang ikut mendirikan La Liga. Prestasi lain, Espanyol mengoleksi satu gelar Intertoto Cup dan satu trofi Segunda Division yang diraihnya di musim 1993/1994.

Espanyol bermarkas di Estadi Cornella-El Prat. Stadion yang berkapasitas kurang lebih 40.500 orang ini dibuka tahun 2009. Sebelum bermukim di Cornella-El Prat, RCD Espanyol memainkan semua laga kandangnya di Estadi Olimpic Luis Companys. Tim ini memiliki sejumlah nama panggilan seperti Periquitos (Budgerigars), Blanquiazules (White and Blue), Magico (Magical), dan RCD Espanol (dalam bahasa Spanyol).

Catatan kiprah RCD Espanyol, klub ini telah menjadi kontestan UEFA Cup di tujuh edisi, dua kali di Inter-Cities Fairs Cup, dua kali UEFA Intertoto Cup, 80 musim La Liga, dan 4 pagelaran Segunda Division.

pemain-espanyol

Skuad RCD Espanyol

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Roberto 15 MF David Lopez
4 MF Victor Sanchez 16 DF Javi Lopez
5 DF Victor Alvarez 17 MF Hernan Perez
6 DF Oscar Duarte 18 MF Javi Fuego
7 FW Gerard 19 MF Pablo Piatti
10 FW Felipe Caicedo 20 MF Pape Diop
11 FW Leo Baptistao 22 FW Alvaro Vazquez
12 DF Aaron Martin 28 MF Marc Roca
13 GK Diego Lopez 30 MF Oscar Melendo
14 MF Jose Manuel Jurado 31 DF Marc Navaro

Sejarah RCD Espanyol

RCD Espanyol didirikan pada tanggal 28 Oktober 1900 oleh Angel Rodriguez Ruiz, seorang mahasiswa teknik di University of Barcelona. Kandang awal Espanyol berada di district Sarri dan telah menjadi sekolah sepak bola Espanyol yang bernama Sociedad Espanola de Football. Setahun kemudian sejak didirikan, klub berganti nama menjadi Club Espanol de Futbol. Espanyol ini menjadi klub pertama di Spanyol yang didirikan secara eksklusif oleh fans. Kostum yang digunakan klub di masa-masa awal pendiriannya berwarna kuning cerah. Pemasok kostum klub ini adalah tak lain teman dari pendiri klub yang memiliki pabrik textile di mana kala itu perusahaannya punya banyak kain warna kuning cerah. Lalu di tahun 1910, klub kembali berganti nama menjadi Club Deportivo Espanol sekaligus berganti warna kostum menjadi biru dan putih. Pemilihan warna biru dan putih tersebut didasarkan pada Perisai  great Sicilian-Aragonese Admiral Roger de Lluria yang berlayar mengarungi Mediterranean mempertahankan kepentingan mahkota Aragon di masa Middle Ages. Saat itu, di usianya yang masih seumur jagung, Espanyol sukses memenangkan Campionat de Catalunya tahun 1903.

Tahun 1906, klub bangkrut sehingga banyak pemainnya yang kemudian bergabung ke X Sporting Club. Klub ini kemudian menjuarai Campionat de Catalunya sebanyak tiga kali di tahun 1906, 1907, dan 1908. Lalu, di tahun 1909, Espanyol yang bangkrut itu klub melaunching ulang diri dengan nama Club Deportivo Espanol dan sejak tahun 1910, klub mengenakan kostum dengan warna yang bertahan hingga hari ini. Espanyol merupakan salah satu klu yang dihadiahi Spanish Crown patronage dan diberikan hak untuk membubuhi nama depannyanya dengan Real serta menambahkan royal crown atau royal mahkota pada lambang klub. Lantas, berkenaan dengan turun tahtanya raja di tahun 1931 sekligus bertepatan dengan deklarasi Second Spanish Republic, klub kembali berganti nama dengan nama yang kali ini lebih mengadopsi catalan atau republican, yakni Club Seportiu Espanyol. Februari 1995, nama klub diubah ke dalam pelafalan Catalan. Kata Deportiu adalah spelling atau pelafalan Deportivo dalam bentuk Catalan. Meski sesungguhnya yang lebih tepat adalah Esportiu. Alasan kenapa klub tidak menggunakan Eportiu melainkan Deportiu adalah untuk mempertahankan nama klub yang semula bersingkatan RCD. Setahun sebelumnya, Espanyol membuat tim kedua, Espanyol B yang bermain di Segunda Division.

Musim 2006/2007, RCD Espanyol berhasil tembus ke UEFA Cup. Hal itu diraih berkat kesuksesan tim di Copa del Rey musim sebelumnya. Espanyol tergabung di grup F setelah sebelumnya sukses menekuk tim Slovakia, Artmedia Bratislava dengan agregat 5-3. Di grup F, Espanyol tergabung bersama Zulte Waregem, Sparta Prague, dan Austria Wien. Espanyol keluar sebagai juara grup saat itu. Sayangnya, Espanyol gagal merengkuh trofi Eropa tersebut.

Tahun 2009, Espanyol berpindah kandang ke Estadi de Cornella-El Pra setelah dua belas musim sebelumnya bermarkas di Estadi Olimpic de Montjuic. Laga inagurasi di stadion baru ini mempertemukan RCD Espanyol dengan klub Inggris, Liverpool. Di tahun yang sama IFFHS mempublikasikan rangking klub terbaik sepanjang abad ke-20. Rangking tersebut menempatkan Espanyol berada di peringkat 98. Di musim 2008/2009, RCD Espanyol hampir terdegradasi ke Second Division. Beruntungnya, mantan pemain Espanyol, Mauricio Pochettino datang mengambil alih tim di keadaan genting dan berhasil menghindarkan Espanyol dari jurang degradasi. Posisi Poshettino digantikan oleh Javier Aguirre di musim kompetisi 2012/2013. Lalu, Aguirre diganti oleh Sergio Gonzalez di tahun 2014.

Staf Kepelatihan RCD Espanyol

Posisi Nama
Manajer Enrique Sanchez Flores
Pelatih Tim Toni Borrel Fabre
Thomas N’Kono
Asisten Pelatih (technical analyst) Alberto Giraldez
Antonio Diaz
Juan Carlos Oliva
Pelatih Fitnes Oscar Garcia
Pelatih Kiper Jesus Salvador Garrido
Dokter Tim Antonio Turmo Garuz
Miguel Angel Garcia Diaz
Fisioterapist Manuel Gonzalez Postigo
Javier Carrion Delgado
Roberto Nestares Fernandez
Albert Torner
Kitman Jorge Perez de Jesus
Angel Inac Martinez

Stadion Cornella-El Prat

stadion-cornella-el-prat

RCD Espanyol, sejak tahun 1923 hingga 1997 menghuni stadion Sarria yang terletak di Sarria-Sant Gervasi, Distrik Barcelona. Tahun 1997, Espanyol pindah ke Estadi Olimpic Lluis Companys di Montjuic. Di awal musim 2009/2010 RCD Espanyol kemudian pindah ke Estadi Cornella-El Prat antara Cornella de Lliobregat dan El Prat de Llobregat. Secara keseluruhan, sepanjang sejarah klub, Espanyol telah berganti kandang sebanyak delapan kali.

Kini, RCD Espanyol bermarkas di Estadi Cornella-El Prat yang berlokasi di Av Baix Llobregat, Cornella. Stadion yang dibuka sejak tahun 2009 dan langsung dihuni Espanyol ini mampu menampung hingga kurang lebih 40.500 penonton. Pembangunan stadion Cornella-El Prat meghabiskan dana hingga kurang lebih 90 juta Euro.

Stadion ini kerap dipanggil dengan stadion RCD Espanyol. Estadi Cornella-El Prat tercatat beberapa kali meraih penghargaan untuk desain dan konsep ekologisnya. Misal, tahun 2010, stadion ini mendapat penghargaan Stadium Business Award, mengalahkan stadion-stadion lainnya seperti dua pesaing kuatnya, Dallas Cowboys Stadium dan O2 Arena di London.

Pembangunan Estadi Cornella-El Prat menghabiskan waktu selama lebih dari enam tahun sejak fase pembebasan lahan yang terjadi di tahun 2002. 9 Agustus 2009 dihelat laga inagurasi di stadion ini di mana Espanyol menjamu klub asal Mersesyde, Liverpool FC. Terkait renovasi, berkenaan dengan masih tersedianya ruang di area Stadion, klub berambisi untuk melakukan renovasi baik secara fisik maupun konsep modernisasi dalam urusan lingkungan seperti menciptakan stadion yang ramah lingkungan dengan sistim drainase atau sumber energy terbarukan. Tentu, stadion ini menjadi salah satu, selain Camp Nou, yang menjadi stadion modern di Barcelona.

Prestasi RCD Espanyol

Kompetisi Tahun
Copa del Rey 1929, 1940, 2000, 2006
Segunda Division 1993/1994
Intertoto Cup 1968
Campionet de Catalunya 1903/1904, 1905/1906, 1906/1907, 1907/1908, 1911/1912, 1914/1915, 1917/1918, 1928/1929, 1932/1933, 1936/1937, 1939/1940
Copa Catalunya 1994/1995, 1995/1996, 1998/1999, 2005/2006, 2009/2010, 2010/2011, 2016/2017

 

RCD Espanyol Most Appearances Player Record

RCD Espanyol mencatat nama-nama dengan rekor penampilan terbanyak. Berikut adalah sepuluh besar pemain dengan penampilan terbanyak.

Nama Periode Jumlah Laga
Raul Tamudo 1996-2010 389
Jose Maria 1965-1976 310
Antonio Argiles 1950-1964 309
Mauricio Pochettino 1994-2006 304
Thomas N’Kono 1982-1990 303
Arteaga 1993-2003 295
Manuel Zuniga 1979-1988 286
Fernando Molinos 1974-1984 276
Diego Orejuela 1982-1991 276
Maranon 1974-1983 271

Rivalitas RCD Espanyol

RCD Espanyol mempunyai tingat rivalitas yang tinggi dengan FC Barcelona. Sepanjang sejarah sudah terjadi demikian. Selain karena kompetisi antara kedua klub yang berbasis di area yang sama, Catalunia, ada beberapa hal lain yang menjadi factor tingginya rivalitas antara kedua klub. Berbeda dengan Barcelona yang mempunyai budaya di mana petinggi klub diisi oleh orang-orang dari berbagai Negara dan kepentingan, Espanyol adalah klub yang didirikan dan dijalankan atau disuport sepenuhnya oleh supporter lokal. pesan yang secara natural tertanam di tubuh RCD Espanyol adalah anti-Barcelona. Lantas, rivalitas diperkuat dengan adanya representasi madrid di tubuh Espanyol seperti nama depan, “Real”, dan gambar mahkota di lambang tim yang bertentangan dengan jiwa dan semangat Barcelona yang terkesan atau dikesankan ‘pemberontak’ di Spanyol. Itulah sebagian kecil bagaimana rivalitas tumbuh di antara dua klub Catalunia ini.

SD Eibar

SD Eibar atau Sociedad Deportiva Eibar yang dalam bahasa lokal (Basque) disebut Eibar Kirol Elkartea adalah salah satu klub professional yang berbasis di Eibar, Gipuzkoa. SD Eibar didirikan pada 1 Januari 1940 dan sekarang klub ini berlaga di kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga, setelah promosi dari Segunda Division tahun 2014 dan mengakhiri musim 2016/2017 di posisi 10.

SD Eibar bermukim di Estadio Municipal de Ipurua yang mampu menampung hingga kurang lebih 5.250 penonton. Stadion yang dibuka tahun 1947 ini langsung menjadi kandang SD Eibar. Klub yang diasuh oleh Jose Luis Mendilibar ini berkostum klaret dengan celana dan kaos kaki biru. Yang menarik, SD Eibar merupakan klub dengan lebih dari 10.000 pemegang saham yang tersebar di 69 negara di seluruh penjuru dunia. Ya, klub ini dimiliki oleh fans. SD Eibar juga menjadi satu-satunya klub yang bersertifikat UNE-EN-ISO 9001.

Tahun 2015, klub ini menjalin kesepakatan kolaborasi dengan CD Vitoria yang berlaga di Tercera Division. CD Vitoria ini menjadi farm team Eibar. Sebagai gambaran, farm team atau biasa disebut juga farm system, feeder team, atau nursery club merupakan sebuah sistem di mana klub, dalam hal ini adalah Eibar, memberi ruang bagi pemain berbakat CD Vitoria untuk bermain atau berlatih di klub dengan level yang lebih tinggi ini. Jadi, Eibar bisa menjadi tempat untuk pemain-pemain muda berbakat CD Vitoria untuk berlatih bahkan bermain bersama. SD Eibar telah mengarungi La Liga sebanyak 4 musim, menghabiskan waktu selama 26 musim di Segunda Division, 7 musim di Segunda Division B, 28 musim di Tercera Division, dan 4 musim di Categorias Regionales.

pemain-sd-eibar

Skuad SD Eibar

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Yoel Rodriguez 15 DF Mauro dos Santos
3 DF Alex Galvez 16 MF Fran Rico
4 DF Ivan Ramis 17 FW Kike
5 MF Gonzalo Escalante 18 DF Anaitz Arbilla
6 MF Cristian Rivera 19 DF Antonio Luna
7 DF Ander Capa 20 DF Florian Lejeune
8 MF Takashi Inui 21 MF Pedro Leon
9 FW Sergi Enrich 22 FW Nano
11 MF Ruben Pena 23 DF David Junca
13 GK Asier Riesgo 24 MF Adrian Gonzalez
14 MF Dani Garcia 25 FW Bebe

Sejarah SD Eibar

SD Eibar terbentuk dari sebuah penggabungan atau merger antara Deportivo Gallo dan Union Deportiva Eibarresa. Dari pembentukan tersebut, mulanya, klub bernama Eibar Futbol Club sebelum akhirnya berganti nama menjadi Sociedad Deportiva Eibar. Lantas diketahui bahwa pembentukan SD Eibar tercatat pada tanggal 1 Januari 1940. Musim 1943/1944, klub pun menjadi klub seutuhnya, dalam istilah mereka, SD Eibar menjadi full-time unit.

Tahun 1950, Eibar berlaga di Tercera Division dan promosi ke Segunda Division tiga musim berikutnya. Kemudian, Eibar kembali terdegradasi setelah lima tahun berkompetisi di divisi tiga (Tercera menjadi divisi empat setelah pembentukan Segunda Division B tahun 1977) untuk 25 dari 28 tahun yang dilakoni. Lalu di tahun 1988, Eibar kembali ke divisi dua atau biasa disebut silver category.

Setelah berlaga selama 18 tahun di Segunda Division (divisi dua), SD Eibar terdegradasi ke Divisi Tiga di akhir musim 2005/2006. Tak lama kemudian, semusim berikutnya, Eibar lolos laga play-off setelah menundukan Hospitalet serta Rayo Vallecano dengan agregat 2-0 dan 2-1 hingga mengantarkan klub kembali ke Segunda Division. Sayangnya, di musim 2008/2009, Eibar hanya mampu finis di posisi 21 dan secara otomtis membuat Eibar terdegradasi ke Segunda Division B.

Selanjutna, SD Eibar sebetulnya mendapat tiga kali kesempatanpromosi ke Segunda Division. Namun, klub ini kerap kalah di laga play-off hingga mereka harus mengubur mimpi bermain di Divisi Dua tersebut. Di ajang Copa del Rey, musim 2012/2013, Eibar menyingkirkan tim Basque lainnya, Athletic Bilbao, di babak 16 besar yang dihelat di stadion San Memes.

SD Eibar mencetak sejarah klub di musim 2013/2014 ketika klub untuk pertama kalinya promosi ke La Liga. Pada waktu itu, sempat hadir kehawatiran ketika klub terkena krisis finansial yang bisa menyebabkan mereka gagal berlaga di La Liga. Beruntungnya, menghadapi masalah tersebut, klub langsung meluncurkan kampanye yang diberi nama Defiende al Eibar yang dalam bahasa inggris berarti ‘Defend Eibar’ dengan tujuan mencapai standar share capital klub yang menjadi persyaratan untuk berlaga di La Liga. Akhirnya, tanggal 15 Juli 2014, Eibar mengumumkan bahwa keadaan finansial klub membaik dan mencapai syarat standar finansial.

Dalam debutnya di La Liga, Eibar finis di posisi 18 dan harus kembali ke Segunda Division. Namun kala itu, Eiche yang finis di posisi 13 dilengserkan dari La Liga sebagai hukuman atas kesalahan manajemen finansial yang akhirnya, Eibar ditetapkan untuk tetap berlaga di La Liga. 18 Juli 2015, SD Eibar menjalani pertandingan yang bertepatan dengan ulang tahun klub ke 75 melawan Celtic di Ipura Stadium. Pertandingan tersebut diawali dengan ceremony parade Basque kostum abad ke-19. Celtic sendiri dipilih sebagai lawan bertanding di perayaan ulang tahun klub disebabkan karena hubungan yang kuat antara Basque Country dengan Scotland. Di bawah asuhan pelatih baru, Jose Luis Mendilibar, SD Eibar mengakhiri musim keduanya di La Liga dengan duduk di peringkat 14 tabel klasemen.

Staf Kepelatihan SD Eibar

Posisi Nama
Pelatih Mendilibar
Inaki Bea
Toni
Anuzita
Andoni
Unai Ezkurra
Staf Medis Alberto
Txema
Manu
Unai
Xabi
Brais
Alain
Mikel
Kitman German
Zapico
Administrative Delegate Benat

Estadio Municipal de Ipura

ipura-stadium

SD Eibar bermarkas di Estadio Municepal de Ipura yang kerap dipanggil cukup dengan stadion Ipura. Stadion ini mampu menampung kurang lebih 5.250 penonton. Stadion Ipura dibuka tahun 1947 dan telah menjadi kandang dari Eibar sejak tahun dibukanya tersebut. Kapasitas yang kini berada dikisaran 5000 itu adalah buah dari renovasi terbaru yang dilakukan antara tahun 1998 hingga 2001.

Laga inagurasi yang dihelat di Ipura Stadium mempertemukan SD Eibar dengan sang rival, CD Elgoibar dalam tajuk pertandingan persahabatan dan Eibar dipermaulkan dua gol tanpa balas di laga ini. Terdiri dari lapangan yang fasalitiasnya cukup tertinggal dibandingkan dengan stadion pada klubprofesional Spanyol lainnya, pembangunan tribun utama menghabiskan tiga tahun dan dibuka pertama kali di tahun 1951.

Awalnya, permasalahan besar yang dihadapi Stadion Ipura ini adalah sistem drainase yang tidak begitu baik sehingga memiliki potensi banjir yang besar. Baru di tahun 1959, Ipura Stadium berbenah dengan memprioritaskan pembangunan sistem drainase yang baik dengan mengatur ulang ketinggian lapang dan menerapkan basic sistem drainase. Kemudian, investasi lebih disasar pada kelengkapan fasilitas stadion dibandingkan tribun penonton dan pada tanggal 14 Oktober 1970, Stadion Ipura untuk pertama kalinya dilengkapi dengan lampu sorot stadion.

Setelah mampu promosi ke Segunda A tahun 1989, SD Eibar merasa perlu untuk merekonstruksi Stadion Ipura guna lebih modern dan lebih baik tentunya. Lantas di tahun 1998, klub menerima kucuran dana dari pemerintahan lokal dan Liga de Futbil Profesinal untuk secara keseluruhan me-remodel Stadion Ipura. Salah satu pengerjaan removasi tersebut adalah membangun ulang full-length dan full-covered tribun yang kemudian mampu menampung hingga 2.800 orang. di tahun 2014, saat SD Eibar promosi ke La Liga, manajemen klub mengumumkan rencana untuk membangun tribun utara yang mana akan meningkatkan kapasitas hingga lebih dari 6.000 orang.

Prestasi SD Eibar

Kompetisi Tahun
Segunda Division 2013/2014
Segunda Division B 1987/1988, 2006/2007, 2010/2011
Tercera Division 1950/1951, 1952/1953, 1961/1962, 1962/1963, 1966/1967, 1981/1982, 1985/1986

Manajer-manajer SD Eibar

Manajer Periode
Perico Alonso 1 juli 1995 – 30 Juni 1998
Jose Maria Amorrortu 1 Juli 2003 – 30 Juni 2004
Jose Luis Ribera 2004
Jose Luis Mendilibar 1 Juli 2004 – 30 Juni 2005
Carlos terrazas 2005
Roberto Olabe 2006
Manix Mandiola 1 Juli 2006 – 30 Juni 2008
Carlos Pouso 1 Juli 2008 – 9 Maret 2009
Josu Uribe 10 Maret 2009 – 30 Juni 2009
Angel Viadero 1 Juli 2009 – 27 April 2010
Manix Mandiola 28 April 2010 – 31 Mei 2012
Gaizka Garitano 6 Juni 2012 – 9 Juni 2015
Jose Luis Mendilibar 30 Juni 2015 – sekarang

Deportivo La Coruna

Deportivo La Coruna merupakan salah satu klub yang berlaga di La Liga, kompetisi tertinggi sepak bola Spanyol. Klub yang berbasis di Kota Coruna, Galicia ini memiliki nama lengkap Real Club Deportivo de La Coruna. Didirikan pada tahun 1906, Deportivo pernah merasakan menjadi runner-up di lima musim liga dan sekali keluar sebagai juara di musim 1990/2000. Selain itu, klub ini telah mengumpulkan dua trofi Spanish Cup dan tiga trofi Spanish Super Cups. Deportivo La Coruna, dalam dua puluh tahun terakhir ini belum pernah turun kasta ke kompetisi-kompetisi di bawah La Liga. Deportivo juga secara reguler kerap finis di papan tengah tabel klasemen yang secara otomattis mengunci satu tempat di kompetisi Eropa. Deportivo pun tercatat pernah menadi kontestan kompetisi raja-raja Eropa, Liga Champions, sebanyak lima kali. Capaian tertingginya di Liga Champions terjadi pada musim 2003/2004 ketika mereka mampu sampai di babak semi final.

Deportivo La Coruna terkenal dengan sejumlah julukannya seperti Branquiazuis (the blues and whites), Deportivo Depor, Super Depor, Turcos (the Turks), dan Herculinos. Sejak tahun 1944, Deportivo memainkan laga kandangnya di Stadion Riazor. Stadion berkapasitas kurang lebih 34.600 orang ini terletak di wilayah Galicia. Seragam tradisional Deportivo La Coruna berwarna biru dan putih berpola garis dengan celana dan kaos kaki yang juga berwarna biru. Celta de Vigo merupakan klub dari area Galician lainnya yang tidak lain adalah rival Deportivo La Coruna. Pertemuan kedua klub diberi tajuk Galician derby.

Deportivo telah menghabiskan 46 musim di Primera Division (La Liga), 39 musim di Segunda Division, semusim di Segunda Division B, dan semusim di Tercera Division. Di level Eropa, Deportivo La Coruna telah berpartisipasi 5 kali pagelaran UEFA Champions League, 5 kali UEFA Cup, sekali UEFA Cup Winners’ Cup, dan 2 kali Intertoto Cup.

skuad-deportivo-la-coruna

Skuad Deportivo La Coruna

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK German Lux 14 DF Alejandro Arribas
2 DF Juanfran 15 DF Laure
3 DF Fernando Navarro 16 DF Luisinho
4 MF Alex Bergantinos 19 MF Faycal Fajr
5 MF Pedro Mosquera 20 MF Guilherme
6 DF Raul Albentosa 21 MF Bruno Gama
8 MF Emre Colak 22 MF Celso Borges
9 FW Marlos Moreno 23 MF Gael Kakuta
10 FW Florin And one 24 MF Ola John
11 MF Carles Gil 25 GK Davy Roef
12 DF Sidnel 28 FW Pinchi
13 GK Przemyslaw Tyton 30 MF Edu Exposito

Sejarah Deportivo La Coruna

Deportivo La Coruna, sebagaimana telah dituliskan di atas, didirikan pada tahun 1906. Ceritanya bermula pada tahun 1902 ketika Jose Maria Abalo, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Inggris, pulang kampung ke Coruna. Kemudian, ia mulai memperkenalkan sepak bola di kampung halamannya itu. Tak lama berselang, popularitas sepak bola di Coruna tumbuh dengan pesatnya dan diiringi dengan munculnya klub-klub sepak bola di sana. Lalu, tahun 1906, anggota Sala Calvet Gymnasium membentuk Deportivo de La Coruna dan Luis Cornide bertindak sebagai presiden pertamanya. Bulan Mei 1907, Raja Spanyol, Alfonso XIII, memberikan gelar “Real” penghormatan kepada Deportivo.

Di tahun 1928, Deportivo La Coruna gagal kualifikasi untuk tampil di Primera Division yang akhirnya di tahun tersebut, Deportivo masih berlaga di Segunda Division. Tahun 1932, Deportivo sukses menundukkan Real  Madrid yang di liga tak terkalahkan sepanjang musim. Musim 1940/1941, untuk pertama kalinya, Deportivo La Coruna promosi ke La Liga. Sayangnya, perjalanan di La Liga tak terlalu mulus dan Deportivo mesti susah payah bertahan di sana. Musim pertamanya, Deportivo finis di peringkat 9 kemudian 12, dan di musim 1944/1945, Deportivo finis di posisi 14 yang berujung pada degradasi. Lantas, hanya semusim setelah degradasi, Deportivo kembali ke La Liga. Dan tak bertahan lama juga, musim berikutnya kembali terdegradasi seblum akhirnya di musim 1947/1948, Deportivo kembali ke Primera Division.

Banyak yang mengatakan bahwa tahun 1948 sampai tahun 1957 merupakan dekade keemasan Deportivo La Coruna. Musim 1948/1949, Deportivo finis di posisi sepuluh. Musim berikutnya, Deportivo sempat diprediksi akan keluar sebagai juara. Sayangnya, di akhir musim, Deportivo satu poin di bawah Atletico Madrid dan Deportivo dipaksa puasa menjadi Runner up. Periode ini menjadi lebih berharga bagi klub dengan Helenio Herrera dan pemain lokal Luis Suarez yang meraih penghargaan Golden Ball.

Tahun 1957, Deportivo La Coruna terdegradasi ke Segunda Division setelah Sembilan musim berkompetisi di La Liga. Hingga tahun 1962, Deportivo masih berlaga di Segunda Division. Tahun-tahun 1962 sampai 1973, bisa dibilang, ini merupakan yo-yo era. Deportivo promosi La Liga di tahun 1962, 1964, 1966, 1968, dan 1971 serta terdegradasi di thun 1963, 1965, 1967, 1970, dan 1973. Setelah terdegradasi di tahun 1973, Deportivo berusaha keras untuk bertahan di Divisi Dua atau Segunda Division. Sayangnya, Deportivo tetap terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola Spanyol, Tercera Division dan ini menjadi yang pertama kalinya bagi klub. Tapi, tak butuh waktu lama, Deportivo La Coruna terus berbenah dan merangkak secara perlahan promosi ke level yang lebih tinggi.

Arsenio Iglesias, mantan pemain dan manajer, kembali ke Deportivo dan di musim 1988/1989 mengantarkan klub ke perjalanan panjang di Copa del Rey hingga takluk di babak semi final dai Real Valladolid. Musim 1990/1991, di bawah asuhannya, Deportivo kembali ke La Liga setelah absen selama 18 tahun. Di masa itu juga, finansial klub terus menunjukkan perkembangan positif dan sebuah nilai tambah untuk pengembangan aksi-aksi sosial dan pertumbuhan tim muda Deportivo la Coruna. Musim 1992/1993, kerja keras klub berbuah cukup manis. Deportivo mampu finis di posisi ketiga di bawah Barcelona dan Real Madrid. Hal itu sungguh prestasi tersendiri yang patut di syukuri karena tak lama setelah mereka promosi ke La Liga. Secara otomatis, Deportivo pun akan melakoni laga kualifikasi Eropa untuk yang pertama kalinya.

Titel pertama La Liga diraih Deportivo La Coruna di musim 1999/2000. Saat itu, klub dilatih oleh Javier Irureta dan diisi pemain-pemain seperti Noureddine Naybet, Diego Tristan, Djalminha, Fran, Roy, Makaay, Mauro Silva, dan lainnya. Deportivo menjadi juara La Liga setelah unggul lima poin di atas Barcelona dan Valencia. Dengan trofi ini, Deportivo menjadi klub dari kota terkecil kedua di Spanyol yang mampu merengkuh trofi La Liga. Lalu, selama 12 musim seja 1992/1993 hingga 2003/2004, di luar musim 1999/2000, Deportivo empat kali finis sebagai runner up dan lima kali berlaga di UEFA Champions League.musim 2010/2011, Deportivo hanya mampu finis di posisi 18 tabel klasemen La Liga dan secara otomatis mereka harus terdegradasi ke Segunda Division. Namun tak lama berselang, Deportivo hanya semusim berada di Segunda Division dan kembali ke La Liga. Setelah itu, naik turun performa membuat Deportivo kembali terdegradasi meski kemudian mampu kembali ke La Liga dan terakhir di musim 2016/2017 pun, Deportivo berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.

Staf Kepelatihan Deportivo La Coruna

Posisi Nama
Manajer Pepe Mel
Asisten Manajer Roberto Rios
Pelatih David Gomez
Julio Hernando
Franganillo
Analist teknik Jose Gordillo
Pelatih Kiper Manu Sotelo
Dokter Tim Dr. Barral
Dr. Larino
Fisioterapist Adolfo
Adan
Anton
Pelatih Fitnes Fran Molano
Kitman Suso
Javi Rego

Aparel dan Kit Sponsor Deportivo La Coruna

Deportivo La Coruna memiliki bendera atau emblem bergambar sabuk yang melingkari bendera resmi Sala Calvet Gymnasium. Mahkota yang terletak di bagian tengah emblem merepresentasikan Royal Patronage klub. Garis biru diagonal adalah identitas klub, yakni bendera Galician. Kostum resmi Deportivo selalu berwarna biru dan putih dengan celana dan kaos kaki biru. Sponsor pada jersey Deportivo yang terbaru adalah Etrella Galicia dengan Lotto sebagai aparelnya. Selain itu, Deportivo tela disponsori sejumlah perusahaan yang lengkapnya adalah sebagai berikut.

Periode

Aparel

Sponsor

Brand

Perusahaan

1990-1992 Rox Leyma Leite Rio, S.L
1992-1997 Umbro Feiraco Feiraco Sociedad Cooperativa Galega
1997-2000 Adidas
2000-2001 Dreamcast Sega Europe Ltd
2001-2007 Joma Fadesa Fadesa Inmobiliaria, S.A
2007-2008 Canterbury of New Zealand
2008-2009 Estrella Galicia Hijos de Rivera, S.A.U
2009- Lotto Estrella Galicia 0,0

Stadion Municipal Riazor

estadio-municipal-de-riazor

Deportivo La Coruna bermarkas di Estadio Municipal de Riazor. Stadion yang mampu menampung hingga kurang lebih 34.600 orang ini dibuka tahun 1944. Sekembalinya Deportivo ke Primera Division, Estadio Riazor mulai dibenahi dan dimodernisasi, termasuk penambahan kapasistas stadion.

Laga inagurasi dihelat di Estadio Riazor kala Deportivo La Coruna menjamu Valencia CF tanggal 28 Oktober yang mana tim tamu menang dengan skor 3-2. Stadion Riazor mulai mencuri perhatian publik sepak bola Spanyol sejak tahun 1947 ketika kandang Deportivo ini dipilih sebagai venue final Copa del Rey yang mempertemukan Real Madrid dan RCD Espanyol. Stadion Riazor ini juga dipilih menjadi salah satu dari 17 venue yang akan menghelat pertandingan Piala Dunia 1982 yang mana stadion ini terpilih sebagai venue grup satu yang dihuni Cameroon Peru, dan Polandia. Lantas, setelah Deportivo La Coruna finis kedua Liga musim 1994/1995 dan membawa tim tmpil di kualifikasi European Cup, Stadion riazor direnovasi dengan tujuan memenuhi standar UEFA.

Prestasi Deportivo La Coruna

Kompetisi Tahun
La Liga 1999/2000
Copa del Rey 1994/1995, 2001/2002
Supercopa de Espana 1995, 2000, 2002
Segunda Division 1961/1962, 1963/1964, 1965/1966, 1967/1968, 2011/2012
UEFA Intertoto Cup 2008
Galician Championship 1926/1927, 1927/1928, 1930/1931, 1932/1933, 1936/1937, 1939/1940
Galician Cup 1945/1946
Teresa Herrera Trophy 1955, 1962, 1964, 1969, 1995, 1997, 1998, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2012, 2015

Celta de Vigo

Celta de Vigo memiliki nama lengkap Real Club Celta de Vigo, S.A.D.. klub yang berbsis di Vigo, Galicia ini menjadi salah satu klub yang berlaga di kompetisi La Liga. Celta de Vigo didirikan pada tanggal 23 Agustus 1923 dari sebuah proses merger atau penggabungan antara dua klub, Real Vigo Sporting dan Real Fortun Football Club. Klub berjuluk Celestes yang dalam bahasa Inggris berarti The Sky Blues ini berkostum biru langit berpadu dengan celana putih, sesuai dengan warna kebesaran klub.

Celta de Vigo bermarkas di Stadion Balaidos. Stadion yang dibuka tahun 1928 ini memiliki kapasitas kurang lebih 31.800 orang. klub ini terlibat hubungan rivalitas yang cukup tinggi dengan klub Galicia lainnya, Deportivo de La Coruna. Galician Derby adalah tajuk keika kedua tim beradu.

Celta Vigo sudah tiga kali merasakan partai final Copa del Rey. Sayangnya, klub ini belum sekalipun keluar sebagai juaranya. Salah satu musim terbaik Celta Vigo adalah musim kompetisi 1970/1971 yang mana klub ini mampu finis tanpa terkalahkan di kandang sepanjang musim dan mulai akrab disebut sebagai “giant-killers” atau pembunuh raksasa. Saat itu, di liga domestik, Celta Vigo finis di posisi keenam dan menjalani kualifikasi UEFA Cup untuk yang pertama kalinya. Namun, capaian terbaik Celta Vigo di liga terjadi di musim 2002/2003 di mana mereka sanggup finis di urutan keempat tabel klasemen. Dengan begitu juga, Celta berhak atas jatah kualifikasi di UEFA Champions League 2003/2004 yang kemudin gugur di babak 16 besar berkat kekalahannya dari tim asal London, Arsenal.

Pemain Celta de Vigo

Skuad Celta de Vigo

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Sergio Alvarez 13 GK Ruben Blanco
2 DF Hugo Mallo 15 MF Alvaro Lemos
3 DF Andreu Fontas 16 MF Jozabed
4 MF Pape Cheikh Diop 17 MF Andrew Hjulsager
5 MF Marcelo Diaz 18 MF Daniel Wass
6 MF Nemanja Radoja 19 DF Jonny
7 MF Theo Bongonda 20 DF Sergi Gomez
8 MF Pablo Hernandez 21 DF Carles Planas
9 FW John Guidetti 22 DF Gustavo Cabral
10 FW Iago Aspas 23 MF Josep Sene
11 MF Pione Sisto 24 DF Facundo Roncaglia
12 MF Claudio Beauvue 25 FW Giuseppe Rossi

Sejarah Celta de Vigo

Celta de Vigo didirikan sebagai bentuk ambisi agar klub yang berasal dari Vigo sanggup meraih prestasi yang lebih besar di level nasional bahkan internasional. Gagasan tersebut kemudian diaplikasikan dengan keputusan untuk menggabungkan dua klub menjadi satu klub yang nantinya diharapkan memiliki kekuatan yang lebih besar. Penggagas ide tersebut adalah seorang penulis olah raga di surat kabar/majalah Faro de Vigo, Manuel de Castro yang dikenal sebagai Handicap. Manuel de Castro mulai menulis artikel-artikel tentang keharusan suatu pergerakan di Vigo yang bisa mempersatukan, menghasilkan klub yang kuat. Slogan yang dipakai Castro untuk menyebarkan gagasannya tersebut adalah “Todo por y para Vigo” yang dalam bahasa nggris berrarti All for and to Vigo. ‘Profokasi’ Castro ini mulai mendapat perhatian dua tokoh berbeda yang menjadi petinggi dua klub berbeda d wilayah Vigo, manajer Real Vigo Sporting dan manajer Real Club Fortuna de Vigo. Gagasan Castro sendiri didukung secara terbuka ketika dirinya mempresentasikan gagasannya di acara Royal Spanish Football Federation di Madrid tanggal 22 Juni 1923.

Tanggal 12 Juli 1923, dalam perhelatan pertemuan rutin annual general meetings (AGMs) Vigo dan Fortuna yang digelar di Odeon Theatre dan di Hotel Moderno, merger antara dua klub Vigo, Real Vigo Sporting dan Real Club Fortuna de Vigo  dilakukan. Beragam usulan nama seperti Real Union de Vigo, Club Galicia, Real Atlantic, Breogan, dan Real Club Olimpico bermunculan. Lantas namayang keudian popular dipakai oleh klub adalah real Club Celta. Celta sendiri merujuk pada etnis ras Galicia, Celts. Manuel Barcena de Andres menjadi presiden pertama klub. Di pertemuan tersebut, AGM, diputuskan pula skuad klub sebagai berikut; Isidro, Lilo, dan Rubido sebagai penjaga gawang. Otero, Pasarin, Juanito Clemente, dan Daniel y Kaito sebagai pemain bertahan. Jacobo Torres, Balbino, Queralt, Hermida, Pombo, Cruces, dan Cordoba Maximo y Bienvenido sebagai pemain tengah. Reigosa, Chiarroni, Posada, Polo, Correa, Gerardito, Ramon Gonzalez, Caride, Pinila, Salvador, Chincha, Miguelito y Casal, dan Park sebagai penyerang. Terakhir, Francis Cuggy sebagai manajer.

Dari tahun 1997 hingga 2003, bisa dikatakan sebagai periode terbaik Celta de Vigo. Bagaimana tidak, di UEFA Cup 1998/1999, Celta menekuk Liverpool dengan agregat 4-1, menang agregat 4-0 dari Juventus pada pagelaran UEFA Cup 1990/2000, dan kemengan kandang 7-0 dari Benfica di UEFA Cup 1999/2000. Musim 2003/2004, Celta de Vigo sampai di 16 besar UEFA Champions League setelah dikalahkan Arsenal dengan agregat 5-2 di babak tersebut. Tercatat pemain-pemain yang cukup besar pengaruhnya sepanjang periode ini di antaranya Alexander Mostovol, Valery Karpin, Haim Revivo, Pablo Cavallero, Eduardo Berizzo, Claude Makelele, Mazinho, Gustavo Lopez, Catanha, Lyuboslav Penev, dan lainnya.

Musim 2003/2004 menjadi begitu dramatic bagi Celta de Vigo. Semusim sebelumnya, klub ini mampu finis di posisi empat liga dan membawanya lolos ke Liga Champions. Lantas di Liga Champions, tak begitu buruk, Celta mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya disingkirkan Arsenal. Sayangnya, Celta tak bisa menapikan hasil buruk di liga. Celta de Vigo hanya mampu finis di posisi kedua dari bawah. Alhasil, Celta menghadapi jurang degradasi ke Segunda Division. Beruntungnya, Celta mampu berbenah dengan cepat hingga semusim berikutnya, 2004/2005, Celta kembali ke kastas tertinggi sepak bola Spanyol. Di musim 2005/2006, Celta de Vigo finis di peringkat enam dan sekali lagi turut unjuk gigi di UEFA Cup. Musim 2006/2007, Celta kembali terdegradasi ke Segunda Division setelah hanya mampu finis di posisi ke 18 tabel klasemen.

Celta de Vigo kembali ke La Liga tanggal 3 Juni 2012 setelah selama lima musim berlaga di Segunda Division. Di come backnya Celta berhasil manghindari deradasi setelah di laga terakhirnya berhasil mengalahkan Espanyol 1-0 yang membuat Celta finis di posisi 17. Tahun 2013, Celta mendapat tanda tangan Luis Enrique. Di bawah asuhannya, Celta de Vigo finis di posisi Sembilan. Setelah itu, posisi Enrique digantikan oleh Eduardo Berizzo yang kemudian mampu mengantarkan Celta finis di posisi delapan La Liga musim 2014/2015 dan finis di posisi enam di musim berikutnya, posisi terbaik yang diraih Celta selama sepuluh tahun terakhir. Atas hasi tersebut juga, Celta memastikan satu tempat di UEFA Europa League 2016/2017. Di kompetisi Eropa tersebut Celta mampu sampai di babak semifinal sebelum akhirnya disingkirkan Manchester United.

Manajemen dan Kepelatihan Celta de Vigo

Posisi Nama
Presiden Carlos Mourino
Wakil Presiden Ricardo Barros Hermida
Pedro Posada
Direktur Spak Bola Miguel Torrecilla
Pelatih Kepala Juan Carlo Unzue
Asisten Pelatih Roberto Bonano
Asisten Manajer Ernesto Marcucci
Pelatih Fitnes Pablo Fernandez
Pelatih Kiper Carlos Kisluk

Estadio de Balaidos

Estadio Balaidos

Celta de Vigo melakoni semua laga kandangnya di Estadio Municipal de Balaidos, Galicia, Spanyol. Stadion ini dibuka sejak tahun 1928. Di tahun 2004, Estadio de Balaidos mendapatkn renovasi besar-besaran yang mana menghasilkan penambahan kapasitas hingga kurang lebih 31.800 penonton.

Laga pembuka di stadion ini berlangsung tanggal 30 Desmber 1928 yang mempertemukan antara Celta de Vigo dengan Real Union Irun. Lalu, Estadio de Balaidos ini menjadi salah satu stadion yang dipilih sebagai venue Piala Dunia 1982 di Spanyol. Saat itu, sebagai persiapan penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut, Stadion Balaidos mendapat dana investasi besar yang diaplikasikan dengan pembangunan tribun selatan yang kemudian menambah kapasitas stadion hingga 40.000 orang.

Berkenaan dengan kembalinya Celta ke La Liga setelah absen lima tahun, presiden klub berencana terus mengembangkan stadion guna menadi lebih modern dan lebih lengkap lagi fasilitisnya. Sayangnya, rencana tersebut kerap menjadi sebatas rencana berkenaan dengan krisis finansial di tahun 2008.

Prestasi Celta de Vigo

Kompetisi Tahun
Segunda Division 1935/1936, 1981/1982, 1991/1992
Segunda Division B 1980/1981
Tercera Division 1930/1931
UEFA Intertoto Cup 2000
Galician Championship 1923/1924, 1924/1925, 1925/1926, 1929/1930, 1931/1932, 1933/1934
Asturian-Galician Championship 1934/1935
Galician Cup 2007, 2008

Kit dan Aparel Celta de Vigo

Celta de Vigo berkostum merah dan celana hitam dengan kaos kaki berwarna biru. Itu adalah seragam asli klub. Namun, itu kemudian berubah pada waktu yang tidak diketahui, kostum Celta menjadi berwarna biru langit dengan garis-garis putih, merepresentasikan bendera Galician. Tentang sponsor, Celta de Vigo mempunyai catatan menarik. Celta de Vigo menjadi klub dengan sponsor terlama di Spanyol. Bayngakan, sejak tahun 1986 hingga tahun 2016, Celta de Vigo disponsori oleh Citroen. Berikut adalah data apparel dan kit sponsor Celta de Vigp.

Periode Aparel Kit Sponsor
1980-1982 Meyba None
1982-1986 Adidas
1986-2010 Umbro Citroen
2010-2013 Li-Ning
2013-2016 Adidas
2016- Estrella Galicia