Francesco Totti Sebagai Legenda Roma

Francesco Totti kapten Roma telah memutuskan pesiun atau gantung sepatu dari persepakbola dunia selama 25 tahun membangun karier sebagai pemain As Roma. Pemain berusia 40 tahun kini disebut dengan Legenda Roma dikarenak sejak awal bermain tidak pernah satu kalipun pindah klub lain.

Walau begitu ada salah satu legenda Cristophe Dugarry malah menyebutkan Totti tidak bisa masuk dalam jajaran legenda sepakbola karena Totti tidak memiliki banyak gelar yang diraih untuk dinobatkan seorang Legenda.

Pria berusia 45 tahun tersebut mengungkapkan kepada indrawan.net dia tidak bisa menamakan Totti di antara para legenda, jika dia seorang pemain kuat seharusnya Roma bukan hanya meraih satu gelar. Jika ingin menjadi legenda seorang pemain harus dapat memenangkan banyak gelar.

Francesco Totti Sebagai Legenda Roma

Francesco Totti Dapat Salutan Dari Tim

Francesco Totti minggu lalu selesai menuntaskan laga terakhirnya dengan Roma, mendapat penghormatan besar dari sepakbola Italia sebagai sang Raja Roma. Dimana Totti membawa Roma menang atas Genoa 3-2 di Stadion Olimpico, Pria pasport Italia ini masuk lapangan dimenit 54 menggantikan Mohamed Salah.

Usai pertandingan berarti akhirnya kebersamaan Totti dengan klub yang sudah dibela dari kecil. Diadakan upacara perpisahan membuat stadion dan penggemar tidak dapat menahan rasa haru. Untuk mengenai masa depannya memang saat ini belum jelas benar apakah Totti tetap bergabung bersama manajemen klub. Menurut sejarah dia telah bermain 786 penampilan dan menjadi top skor Roma sebanyak 307 gol.

Rekan setim semua memberikan salut kepada kapten ini, melainkan mereka pernah menjadi lawan Totti. Mantan kiper Chelsea Petr Cech juga menyampaikan salam perpisahan melalui twitter. Demikian juga Barcelona mengupload foto Totti dengan seragam Jersey bersama Lionel Messi. Salah satu klub rival abadi Lazio juga memberikan penghormatan.

Francesco Totti Dapat Salutan Dari Tim

Olimpico Sedih Melepas Raja Roma Francesco Totti

Francesco Totti bagi penggemar Roma lebih dari sekedar legenda klub, dimana Dewa pergi membuat stadion Olimpico menangis. Setelah berkarier selama 25 tahun membela i Giallorossi. Dia memainkan laga terakhir di pekan 38 saat melawan Genoa. Pertandingan selesai diadakan sebuah acara seremoni untuk Totti dengan mengibarkan kaos besar bernomor 10 di tengah lapangan.

Kembali dari lapangan masuk ke ruang ganti seabis pertandingan, dia juga disambut meraih oleh temen setim dan staff lalu memeluk istri serta ketiga anaknya dan Totti pun tidak bisa menahan air matanya. Air mata keluar merupakan tanda terharunya kemudian mulai membaca pidato perpisahannya kepada publik.

Dalam pidato tersebut dengan sangat emosional dan menyentuh hati hingga membuat fans tidak kuat membendung air matanya, saat Totti bersama istrinya Blasi serta ketiga anaknya. Beberapa kali Totti berhenti sambil merasakan momen-momen terakhirnya. Daniel De Rossi dan Alesandro Florenzi ikut menangis juga. Suporter As Roma pun ikut mengeluarkan air mata memang di hari itu menjadi kesedihan karena sang pangeran akan pergi.

Dengan ini Totti menutup kariernya sebagai pemegang rekor terbanyak penampilannnya dan mencetak gol selama berseragan Roma dengan memenangin satu Scudetto, dua gelar Piala Super Italia dan dua Coppa Italia.