Crystal Palace FC

Crystal Palace Football Club adalah klub professional yang berbasis di Whitehorse Lane, London. Klub berjuluk The Eagles ini didirikan pada tahun 1905. Crystal Palace memainkan laga kandangnya di Selhurst Park Stadium. Stadion yang dibuka sejak Agustus 1924 ini mampu menampung hingga 25.456 penonton. Sebelum Selhurst Park, Crystal Palace sempat bermarkas di Herne Hill Velodrome dan The Nest.

Musim terbaik Crystal Palace di Premier League terjadi di musim 1990/1991. Saat itu, Palace menjadi salah  satu klub yang berada dalam persaingan memperubutkan titel Premier League. Sayang, di akhir musim, Crystal Palace hanya mampu finis di posisi tiga. Klub ini juga telah merasakan tampil di laga final FA Cup sebanyak dua kali, tahun 1990 dan 2016. Numun, Palace harus tumbang di kedua babak final itu oleh klu yang sama, Manchester United. Sementara itu, di kasta Championship atau divisi dua, Crystal Palace sudah membubuhkan namanya dua kali sebagai jawara Championship.

Sebelum tahun 1973, nickname atau julukan Crystal Palace adalah “The Glaziers”. Tapi di tahun 1973 tersebut, julukan itu berubah menjadi “The Eagles” sebagaimana sampai hari ini kita kenal. Di tahun yang sama juga, Crystal Palace mulai menggunakan kostum dengan motif garis vertical  berwarna biru dan merah. Sebelum itu, Place menggunakan jersey dengan warna kuning agak gelap berkombinasi warna biru. Brighton & Hove Albion adalah rival tua Crystal Palace. M23 derby merupakan tajuk jika kedua tim beradu.

Pemain Crystal Palace

Skuad Crystal Palace

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Julian Speroni 16 MF Joe Ledley
2 DF Joel Ward 17 FW Christian Benteke
3 DF Patrick van Aanholt 18 MF James McArthur
4 MF Mathieu Flamini 19 DF Zeki Fryers
5 DF James Tomkins 21 FW Connor Wickham
6 DF Scott Dann 23 DF Pape Souare
7 MF Yohan Cabaye 25 MF Sullay Kaikai
8 FW Loic Remy 26 MF Bakary Sako
9 FW Fraizer Campbell 27 DF Damien Delaney
10 MF Andros Townsend 28 MF Luka Milivojevic
11 MF Wilfried Zaha 30 GK Steve Mandanda
12 DF Mamadou Sakho 31 DF Jeffrey Schiupp
13 GK Wayne Hennessey 34 DF Martin Kelly
14 MF Lee Chung-Yong 42 MF Jason Puncheon
15 FW Jonathan Benteke

Sejarah Crystal Palace

Crystal Palace yang pada mulanya berjuluk The Glaziers ini didirikan tanggal 10 September 1905 di bawah pendampingan asisten sekretaris Aston Villa, Edmun Goodman. Di awal perndiriannya, palace tak berkompetisi di Football Leage, kompetisi terdahulu Inggris. The Eagle bermain di Divisi dua Southern League musim 1905/106. Di musim pertamanya tersebut, Place sukses menatap promosi di akhir musimnya. Tahun 1907, Crystal Palace sukses menumbangkan Newcastle United di ajang FA Cup yang mana kemenangan tersebut terus di ingat fans hingga kini karena dramatisnya laga tersebut.

Crystal Palace mulai berkompetisi di divisi tiga Football League musim 1920/1921. Di akhir musim, Palace finis paling atas dan berhak untuk promosi ke divisi dua. Selama periode ini, Palace sukses tiga kali menjuarai kompetisi regional London Challenge Cup tahun 1913, 1914, dan 1921. Tahun 1924, The Eagle berpindah kandang ke Selhurst Park dan tak menetap di sana hingga saat ini. laga perdana di Selhurst Park terjadi kala Palace menjamu Sheffield Wednesday. Sayang, Palace kalah satu gol tanpa balas di hadapan 25.000 pendukungnya yang hadir di stadion. Di akhir musim, Palace hanya mampu bertengger di posisi kedua puluh satu yang membuatnya terdegradasi ke Third Division South. Namun, sebelum perang dunia dua pecah, Palace sukses kembali promosi. Selama perang, kompetisi dihentikan. Justru di masa genting tersebut, Palace merengkuh beberapa gelar regional, yakni dua trofi Wartime Leagues, the South Regional League, dan South ‘D’ League. Justru trofi mulai sepi ketika perang telah usai. Hingga musim 1957/1958, Crystal Palace tetap berada di divisi tiga.

Dari tahun 1969 hingga 1973, Crystal Palace bermain di kasta tertinggi kompetisi. Sayangnya, di bawah Malcolm Allison, Palace terdegradasi  secara beruntun hingga musim 1974/1975, klub ini sudah berada di divisi tiga. Tapi, perubahan julukan dari The Glaziers ke The Eagle ini terjadi saat Allison menjabat, tepat saat Palace masuk semi final FA Cup musim 1975/1976 dan sukses menaklukan Leeds serta Chelsea. Akhirnya, disebabkan hasil buruk di liga, di akhir musim 1975/1976, Allison digantikan oleh Terry Venables. Keputusan itu cukup berbuah manis. Palace promosi ke level di atasnya musim 1976/1977 dan promosi lagi 1978/1979.

Crystal Palace menatap dekade baru sejak 2010 yang di beberapa waktu kurang begitu menyenangkan bagi klub. Memasuki tahun 2010, Palace harus berurusan dengan masalah pelunasan biaya lapang Selhurst Park sebelum tanggal 1 Juni 2010 di tengah keadaan finansial klub yang tak begitu baik. Musim 2011/2012, Palace berada di papan tengah. Thaun 2015, dua orang America, David Blitzer dan Josh Harris, berinvestasi di klub dengan nilai yang besar. Di tahun yang sama, Crystal Palace menjalani laga di Wembley Stadium untuk ajang FA Cup. Setelah sukses menundukkan Watford, The Eagles tunduk 1-2 dari Manchester United di partai puncak.

Staf Kepelatihan Crystal Palace

Posisi Nama
Manajer Sam Allardyce
Asisten Manajer Sammy Lee
Pelatih Tim Utama Kevin Keen
Dokter Tim Zaf Iqbal
Fisioterapis Edward Richmond
John Stannard
Sport Scientist Scott Guyett
Nick Coleman
Kitman Danny Young

Stadion Selhurst Park

Selhurst Park Stadium Crystal Palace

Crystal Palace bermarkas di stadion Selhurst Park. Stadion ini mampu menampung hingga 26.309 penonton. Selhurst Park yang terletak di Whitehorse Lace, London ini dibuka untuk pertama kalinnya tahun 1924. Selain digunakan Crystal Palace sebagai kandangya, Selhurst Park juga digunakan oleh klub Carlton Athletic dan Wimbledon FC. Hal tersebut berlangsung berdasarkan skema pembagian atau share yang disepakati oleh masing-masing pihak.

Mulanya, Selhurst Park adalah Brickfield yang dimiliki oleh Brighton Railway Company. Lalu tahun 1922, Brickfield dijual ke Crystal Palace seharga 2.750 Poundsterling. Archibald Leitch, arsitek stadion sepak bola disewa untuk mendisain stadion yang lebih modern. Akhirnya, 30 Agustus 1924, stadion baru pun jadi dan dibuka untuk umum. Stadion tersebut kemudin dinamakan Selhurst park yang hingga kini kita bisa lihat.

Peresmian stadion dibuka dengan sebuah pertandingan persahabatan antara Crysta Palace melawan Sheffield Wednesday yang disaksikan oleh 25.000 penonton. Tahun 1969, bertepatan dengan promosinya Crystal Palace ke divisi satu, Selhurst Park mulai dipugar untuk emngikuti perkembangan zaman. Sang pemilik, Arthur Wait membangun tribun baru dan membuat tribun menjadi bertingkat.

Tahun 1953, Selhurst Park mendapat lampu stadion baru yang lebih baik dan memadai. Saat itu, Crystal Palace mengundang Real Madrid untuk laga persahabatan. Laga persahabatan tersebut juga merupakan laga perdana Real Madrid bermain di kota London.

Prestasi Crystal Palace

Kompetisi Tahun
English Second Tier (divisi dua) 1978/1979, 1993/1994
English Third tier (divisi tiga) 1920/1921
Full wmber Cup 1991
South Regional League 1940/1941
South ‘D’ Wartime League 1939/1940
Southern Football League Division Two 1905/1906
United league 1906/1907
London Challenge Cup 1912/1913, 1913/1914, 1920/1921
Surrey Senior Cup 1996/1997, 2000/2001, 2001/2002

Suporter Crystal Palace

Crystal Palace terkenal dengan supporter loyalnya. Fans Palace berbasis di area-area wilayah London seperti London Selatan, Kent, dan Surrey. Asal mula kandang tim, The Crystal Palace terletak di perbatasan Kent. Di laga kandang, supporter di Selhurst Park yang paling terkenal dengan fanatisnya mengoraganisasikan diri tribun Holmesdale. Mereka disebut Ultras Holmesdale yang eksis sejak 2005.

The Palace Independent Supporters Association atau asosiasi supporter independen Crystal Palace adlah satu nama kelompok supporter yang tidak bisa dilepaskan perannya dengan pembangunan tim. Kelompok ini berkontiusi besar tidak hanya di lapangan, melainkan juga mebantu pendanaan klub tahun 2000 yang kala itu tengah terpuruk dan kontribusi tersebut masih berlangsung hingga hari ini. Bahkan hari ini, support nyata dari kelompok ini terus dilakukan untuk membantu mewujudkan pembangunan lapangan latihan terpisah.

Ada beberapa fanzines, sejenis majalah, yang diterbitkan oleh kelompok-kelompok supporter Crystal Palace. Beberapa di antaranya adalah Eagle Eye yang dilaunching tahun 1987 yang berjalan hingga 1994. Setelah itu, di tahun 1995, fanzines diterbitkan dengan nama Palace Echo. Fanzines ini berjalan sampai tahun 2007. Lalu, di era 1990, fanzines yang diterbitkan supporter Crystal Palace mulai beragam. Beberapa di antaranya adalah The Eastern Eagles, So Glad You’re Mine, dan One More Point.

Player of The Year Crystal Palace

1972 John McCormick 1996 Andy Roberts
1973 Tony Taylor 1997 David Hopkin
1974 Peter Taylor 1998 Marc Edworthy
1975 Derek Jeffries 1999 Hayden Mullins
1976 Peter Taylor 2000 Andy Linighan
1977 Kenny Sansom 2001 Fan Zhiyi
1978 Jim Cannon 2002 Dougie Freedman
1979 Kenny Samson 2003 Hayden Mullins
1980 Paul Hinshelwood 2004 Andrew Johnson
1981 Paul Hinshelwood 2005 Andrew Johnson
1982 paul Barron 2006 Emmerson Boyce
1983 Jerry Murphy 2007 Leon Cort
1984 Billy Gilbert 2008 Julian Speroni
1985 Jim Cannon 2009 Julian Speroni
1986 George Wood 2010 Julian Speroni
1987 Jim Cannon 2011 Nathaniel Clyne
1988 Geoff Thomas 2012 Jonathan Parr
1989 Ian Wright 2013 Mile Jedinak
1990 Mark Bright 2014 Julian Speroni
1991 Geoff Thomas 2015 Scott Dann
1992 Eddie McGoldrick 2016 Wildried Zaha
1993 Andy Thorn 2017 Wilfried Zaha
1994 Chris Coleman

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspurs Football Club merupakan klub sepak bola professional yang berbasis di Tottenham, Haringey, London. Klub yang kerap disapa Spurs ini didirikan pada tahun 1882. The Lilywhites, julukan Spurs, pernah merasakan gelar juara FA Cup untuk pertama kalinya di tahun 1901. Musim 1960/1961, Spurs merengkuh predikat League and FA Cup Double. Stelah sukses mempertahankan FA Cup di tahun 1962, Spurs menjadi klub Inggris pertama yang sukses menjuarai ajang kompetisi klub UEFA< European Cup Winners’ Cup tahun 1967. Lalu, gelar FA Cup ketiganya terjadi di era 1960-an.

Satu dekade berselang, 1970-an, Tottenham berhasil meraih trofi League Cup sekaligus trofi UEFA Cup tahun 1972. Kemenangan di UEFA Cup tersebut menjadikan klub yang bermarkas di stadion White Hart Lane ini menjadi klub Inggris pertama yang meraih dua gelar di kompetisi Eropa. Dekade selanjutnya, perlahan Spurs terus menambah koleksi pialanya. Di masa itu, Spurs mampu kembali meraih gelar FA Cup dua kali, FA Community Shield, juga UEFA Cup tahun 1984. Belum berhenti sampai di sana, dekade 1990-an, Tottenham lagi dan lagi menjadi jawara FA Cup dan League Cup. Bahkan, Tottenham menjadi klub yang mampu meraih gelar selama enam dekade terakhir ketika mereka mendapat  trofi League Cup di tahun 2008. Capaian serupa dengan Manchester United.

Stadion White Hart Lane adalah kandang The Lilywhites. Namun, berkenaan dengan renovasi, Tottenham akan mengarungi musim 2017/2018 di stadion Wembley. Spurs memiliki training ground terpisah. Klub ini membangun lapang dan sarana latihan lainnya di area Bulls Cross, perbatasan London Utara. Tottenham meiliki motto berbahasa latin, ‘Audere est Facere’ yang dalam bahasa Inggris berbunyi ‘To Dare is To Do’. Tentang rivalitas, sudah menjadi rahasia umum bahwa Spurs memiliki tensi rivalitas tinggi dengan klub sekota, Arsenal di mana Derby London Utara adalah judul ketika kedua tim bersua.

Tottenham Hotspur

 

Skuad Tottenham Hotspur

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Hugo Lloris 16 DF Kieran Trippier
2 DF Kyle Walker 17 MF Moussa Sissoko
3 DF Danny Rose 19 MF Mousa Dembele
4 DF Toby Alderweireld 20 MF Dele Alli
5 DF Jan Vertonghen 23 MF Christian Eriksen
7 FW Son Heung-min 25 MF Josh Onomah
9 FW Vincent Janssen 27 DF Kevin Wimmer
10 FW Harry Kane 29 MF Harry Winks
11 MF Erik Lamela 30 GK Pau Lopez
12 MF Victor Wanyama 33 DF Ben Davies
13 GK Michel Vorm 38 DF Cameron Carter-Vickers
14 MF Georges-Kevin N’Koudou
15 MF Eric DIer

Sejarah Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur didirikan oleh sekelompok pemuda grammar-school dari kelas Bible, Gereja All Hallows pada hari selasa 5 September 1882 dengan nama Hotspur Football Club. Mulanya, klub ini merupakan bagian dari klub kriket. Baru di tahun 1884, namanya berganti menjadi Tottenham Hotspur Football Club dengan alasan untuk menghindari segala rupa kebingungan berkenaan dengan nama tim sebelumnya, Hotspur FC.

Hingga tahun 1908, Spurs bermain di Southern League. Setelah itu, Spurs bermain fi Football League Second Division. Tottenham merengkuh gelar FA Cup 1901 sebeum akhirnya promosi ke kasta yang lebih tinggi. Setelah iu, sepanjang sejarah klub, trofi FA Cup menjadi salah satu trofi yang cukup banyak diraih klub.

Dari tahun 1882 hingga 1885, Spurs bermain degan kostum berwarna biru gelap (navy-blue) dan celana berwarna putih. Jersey putih dan celana putih mulai digunakan sejak 1885. Namun, musim 1889/1890, Spurs kembali menggunakan jersey biru gelap.tahun 1890 hingga 1895, Spurs menggunakan jersey berwarna merah dan celana biru. Akhirnya, musim 1899/1900, Spurs kembali mengenan jersey putih dan celana biru gelap sebagaimana sekrang kita lihat.

Tahun 1900, Tottenham menjuarai Southern League. Musim berikutnya, FA Cup berhasil direngkuh klub ini. Spurs sempat terpilih untuk bermain di DIvisi Dua Football League sebagai tim pengganti Stok yang saat itu terkena masalah finansial. di akhir musim, Spurs keluar sebagai runner up dan berhak promosi ke Divisi Satu. Setelah itu, kompetisi disuspen berkenaan dengan meletusnya perang. Kemudian, saat kompetisi kembali digulirkan, tahun 1919, Divisi Pertama yang semula diikuti oleh 20 tim bertambah menjadi 22. Tottenham menjadi salah satu di antaranya. Spurs sempat terdegradasi dari Divisi satu musim 1976/1977. Meskipun terdegradasi, manajemen klub tetap mempertahankan Burkinshaw dan mayoritas skuadnya. Kepercayaan itu terbayar dengan secara cepat kembali promosi ke kompetisi teratas meskipun harus ditentukan hingga laga terakhir. Setelah itu, sebagai tim promosi, Tottenham sempat mencatat kemenangan besar melawan Bristol Rovers. The Lilywhites sukses menyarangkan Sembilan gol tanpa balas.

Rentang tahun 1978 hingga 1984, Tottenham Hotspur menorah catatan manis. Tahun 1980-an, Spurs sukses merengkuh gelar juara FA Cup dan titel Divisi Pertama. Saat itu, pemain kunci seperti Steve Archibald, Garth Crooks, Glenn Hoddle, Osvaldo Adiles, dan Steve Perryman mengantarkan Tottenham ke tahta UEFA Cup tahun 1984. Namun, beberapa minggu sebelum kemenangan tersebut, sanga manajer yang mampu meningkatkan performa klub ke performa terbaiknya, Burkishaw, mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan White Hart Lane di akhir musimnya. Meski demikian, dengan raihan tiga trofi bergengsi dalam empat musim, Burkishaw tentu tak akan mudah dilupakan publik Tottenham.

Di era milenial, selama musim 2005/2006, Spurs sempat duduk manis di empat besar higga enam bulan. Namun sayang, menjelang akhir musim, persaingan ketat perebutan tiket liga Champion itu berlangsung sengit. Lantas, kekalahan dari West Ham di final laga Tottenham membuat Spurs gagal mengunci tiket Liga Champions. Meski demikian, tiket UEFA Cup atau piala Eropa pun sudah dirasa cukup menggembirakan mengingat sudah belasan tahun pula the Lilywhites absen di kompetisi Eropa. Tahun 2010, Spurs menjalani laga kualifikasi Liga Champions Eropa. Di babak kualifikasi, sukses menundukkan klub asal Swiss, Young Boys. Di fase grup, Spurs sukses keluar sebagai juara grup mengungguli Internazionale, Werder Bremen, dan Twente. Lalu, di babak selanjutnya, Spurs unggul 1-0 atas Ac Milan di San Siro dan menahan imbang Milan di White hart Lane. Di babak perempat final, spurs mesti berhadapan dengan raksasa spanyol, Real Madrid. Sayang, El Real masih terlalu kuat untuk Spurs. Dalam partai home-away, Los galacticos unggul agregat 5-0.

Era Pochettino dimulai dari tahun 2014. Hingga musim 2016/2017, Pochettino masih bertahan di White Hart Lane. Di musim pertamanya, Pochettino mengantarkan Spurs finis di posisi lima sekaligus runner up di ahang League Cup. Di musim keduanya, pelatih berkebangsaan Argentina ini hanya sanggup membawa Spurs mengakhiri musim di posisi ketiga. Kalah dari tim yang lebih muda, Leicester dan sang rival, Arsenal. Di musim tersebut, Pochettino mengorbitkan pemain-pemain muda berbakat seperti, Harry kane, Dele Alli, dan Eric Dier yang saat itu masih berusia 22 tahun. Musim ketiganya, 2016/2017, di sisa laganya sebagaimaa Chelsea yang sudah mengunci gelar juara Premier League, Spurs nampak akan mengakhiri musim di posisi kedua. Bagaimanapun, ini merupakan hasil positif bagi spurs di Liga yang setiap musimnya posisi spurs terus meningkat.

Staf Kepelatihan Tottenham Hotspur

Posisi Nama
Manajer Mauricio Pochettino
Asisten Manajer Jesus Perez
Pelatih Kepala Tim Miguel D’Agostino
Pelatih Kiper Toni Jimenez
Sport Scientist, Pelatih Fitnes, dan Coditioner Nathan Gardiner
Kordinator Internasional Teknis Steffen Freund
Kepala Recruitment analist Paul Mitchell
Kepala Pengidentifikasi Pemain Rob Mackenzie

Stadion White Hart Lane

 

White Hart Lane Stadion Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur bermarkas di stadion White hart Lane. Stadion yang terletak di Bill Nicholson Way, London Utara ini mampu menampung hingga 36.230 penonton. White hart Lane dibuka pada tahun 1899 dan sekarang tengah berada dalam masa pengembangan. Oleh sebab itu, musim 2017/2018, Spurs untuk sementara berkandang di Wembley Stadium.

Spurs semula memainkan laga kandangnya di Tottenham Marshes. Namun, penonton yang hadir kerap membludak. Sebab itulah Spurs pindah kandang ke stadion yang lebih modern, besar, dan memadai. Pertandingan pertama Spurs di White Hart Lane terjadi saat klub ini menjamu Noots Country, tahun 1930-an. Penonton yang hadir saat itu mencapai, lebih dari 5000 orang. Rekor klub dalam hal fans attendance atau jumlah supporter yang hadir di stadion adalah 75.038 suporter yang terjadi pada tahun 1938 di laga FA Cup, Spurs berhadapan dengan Sunderland.

Tottenham tercatat banyak melakukan renovasi stadionnya di abad 20. Tribun barat merupakan renovasi pertama yang dilakukan di era 1980-an dilanjutkan dengan tribun utara dan selatan pada tahun 1990-an. Kemudian, Sempat terpikir oleh klub untuk pindah stadion sebagaimana yang dilakukan Arsenal, beralih kandengan stadion Emirates yang bjauh lebih besar dari stadion sebelumnya. Namun, Spurs pada akhirnya lebih meimilih untuk memperbesar White Hart Lane. Termasuk pembangunan yang tengah dilakukan sejak tahun 2015.

Prestasi Tottenham Hotspur

Kompetisi Tahun
Premier League/ Divisi Satu 1950/1951, 1960/1961
Championship/ Divisi Dua 1919/1920, 1949/1950
FA Charity Shield 1921, 1951, 1961, 1962, 1967, 1981, 1991
UEFA Cup/ Liga Eropa 1971/1972, 1983/1984
UEFA Cup Winners’ Cup 1962/1963
League Cup 1970/1971, 1972/1973, 1998/1999, 2007/2008
FA Cup 1900/1901, 1920/1921, 1960/1961, 1961/1962, 1966/1967, 1980/1981, 1981/1982, 1990/1991

Player Of The Year Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur selalu memilih pemain terbaik di setiap musimnya. Pemilihan pemain dilakukan dengan voting dari anggota dan pemegang tiket.

Tahun Pemain Tahun Pemain
1987 Gary Mabbutt 2002 Simon  Davies
1988 Chris Waddle 2003 Robbie Keane
1989 Erik Thorstvedt 2004 Jermain Defou
1990 Paul Gascoigne 2005/06 Robbie Keane
1991 Paul Allen 2006/07 Dimitar Berbatov
1992 Gary Lineker 2007/08 Robbie Keane
1993 Darren Anderton 2008/09 Aaron Lennon
1994 Jurgen Klinsmann 2009/10 Michael Dawson
1995 Teddy Sheringham 2010/11 Luka Modric
1996 Sol Campbell 2011/12 Scott Parker
1997 Sol Campbell 2012/13 Gareth Bale
1998 David Ginola 2013/14 Christian Eriksen
1999 Stephen Carr 2014/15 Harry Kane
2000 Stephen Carr 2015/16 Toby Alderweireld
2001 Neil Sullivan 2016/17 Christian Eriksen