Virus Ransomware | Decrypt Ransomware

Virus Ransomware merupakan jenis malware terbaru dimana dapat menerobos masuk ke system komputer kita dan memblokir semua akses ke komputer tersebut dengan melakukan enkripsi ke seluruh file didalamnya.

Pihak pembuat ransomware setelah berhasil akan meminta tebusan kepada pihak dirugikan untuk melepaskan dan membersihkan semua file terinveksi decrypt ransomware. Berbagai variasi dari Wannacry mulai menjadi tren dan sorotan publik sejak semalam merupakan hasil pengembangan dari NSA (National Security Agency) tetapi berhasil didapatkan oleh para hacker dengan nama Shadow Brokers, kemudian mulai beredar melalui github.

Virus ransomware pertama kali menyerang British National Health Service (NHS) dimana semua system komputer mereka otomatis menolak seluruh pasien, membatalkan jadwal operasi dan bahkan melakukan janji temu ulang seluruh pasien mereka.

Virus Ransomware Wannacry
Virus Ransomware Wannacry

Virus Ransomware Menyerang RS Dharmais & Harapan Kita

Virus Ransomware dikonfirmasi telah masuk di Indonesia dimana RS Dharmais di Jakarta melaporkan sistem antrian mereka telah dihack dan tidak berfungsi karena adanya infeksi dari wannacry ransomware. Semua file telah terkena decrypt ransomware.

Sistem sudah terinfeksi. Posisinya hari kerja, sangat fatal dan berbahaya karena antrian bisa langsung membludak akibat antrian nomor menjadi rusak.

Wanna Decryptor sendiri meminta tebusan senilai Rp. 4 juta agar semua komputer dapat berjalan dengan normal kembali. Herannya tebusan tersebut ditulis dengan bahasa Indonesia baik dan benar.

Program telah disupport dengan 25 bahasa dunia membuat Wanna Decryptor bisa menyerang berbagai negara di dunia. Ransomware Wanna Decryptor berhasil mengenkripsi seluruh komputer rumah sakit Dharmais.

Permintaan tebusan juga harus dibayar dengan mata uang Bitcoin ke account pembuat virus decrypt ransomware. Bitcoin sendiri merupakan mata uang dunia maya, biasa dikenal dengan cryptocurrency dimana transaksinya tidak akan bisa dilacak sehingga saat ini bitcoin sangat populer digunakan para hacker dan kalangan dunia hitam, termasuk para pelaku serangan cyber seperti pembuat virus ransomware.

Rumah sakit lainnya telah terkena dampak serangan dari decrypt ransomware adalah RS Harapan Kita. Saat ini mereka juga tengah kebingungan akibat dari pengaruh serangan virus ransomware.

Cara Kerja Virus Ransomware

Cara kerja virus ransomware biasanya mereka memanfaatkan berbagai teknik termasuk social media dengan cara menipu pengguna untuk melakukan download virus tersebut. Direktur Vaksincom Alfons Tanujaya sendiri telah menjelaskan virus ransomware kebanyakan beredar melalui e-mail menipu (phising) dimana script untuk mengunduh file virus decrypt ransomware dari server milik penjahat cyber akan langsung dijalankan saat kita mengklik link tautan tersebut.

Biasanya untuk lebih meyakinkan pengguna, e-mail phising dikirim pembuat virus ransomware biasanya disamarkan atau bahkan dibuat seolah-olah datang dari pihak resmi seperti bank maupun rekan kolega kita atau penyedia kartu kredit. Bisa juga menggunakan cara lama dengan iming-iming penipuan bahwa penerima memenangkan hadiah undian.

Cara lain penyebaran virus ransomware dengan Cryptolocker dimana didistribusikan memanfaatkan jaringan peer-to-peer file-sharing, biasanya virus menyamar menjadi activation keys perangkat lunak terutama aplikasi populer seperti Adobe Photoshop maupun Microsoft Office.

Pada saat komputer positif terinfeksi, Cryptolocker mulai mencari berbagai type file di komputer dan mulai melakukan enkripsi. Setelah enkripsi selesai, Cryptolocker kemudian langsung menampilkan pesan singkat, isinya kita ketahui bersama meminta kita mentransfer sejumlah uang bitcoin untuk mendekripsi & mendapatkan semua file kita kembali.

Akibat Virus Decrypt Ransomware Jika Tidak Membayar Tebusan

Virus ransomware akan memberikan batas waktu bagi pemilik PC untuk membayar permintaan tebusan mereka. Jika hingga saat waktu ditentukan tidak juga diperoleh bayaran atas tebusan tersebut maka mereka akan menghapus seluruh file di komputer yang terinveksi virus decrypt ransomware sehingga akibatnya kita akan kehilangan akses selamanya atas file tersebut.

Kebanyakan single user pasti akan langsung melakukan bayaran atas tebusan tersebut untuk mendapatkan kembali file mereka karena tidak mempunyai backup. Berbeda dengan corporate company biasanya mereka tidak perduli dengan ancaman tersebut karena masih mempunyai backup dan akses di tempat lain.

Dengan melakukan pembayaran berarti kita akan semakin memberi semangat para pelaku kejahatan virus ransomware dalam melakukan operasinya. Jadi ada baiknya berpikir serta bertindak lebih bijaksana sebelum mengambil keputusan.

Anti Virus Bisa Membasmi Virus Decrypt Ransomware ?

Untuk kasus sederhana beberapa anti virus bisa membantu kita untuk kembali mendapatkan file yang telah di encrypt virus decrypt ransomware. Tetapi jika mereka menggunakan cryptolocker maka tentunya kita akan lebih kesulitan untuk mendapatkan kunci untuk mengembalikan semua file kita seperti sedia kala.