Ledakan di Konser Ariana Grande Manchester

Ariana Grande artis Amerika yang lahir pada 26 Juni 1993 di Boca Raton, Florida. Senin malam lalu Ariana mengadakan konser di Manchester Arena, Inggris. Konser ini merupakan rangkaian konser yang dijadwalkan dengan tema Dangerous Woman.

Siapa yang menyangka ternyata konser tersebut benar-benar berbahaya setelah kejadian teror bom menimpanya. Untungnya bom tersebut meledak setelah konser selesai. Ledakan terjadi di bagian belakang dan menyebabkan 20 orang tewas, 50 orang mengalami luka.

Semua berteriak dan berlari ketakutan, saya bahkan melihat telepon dan jaket bertebaran di lantai. Mereka tidak perduli dengan barang miliknya dan langsung berlari ketakutan. Ada yang melihat darah dan ada yang mengatakan ledakan terjadi merupakan ledakan balon dan ledakan pengeras suara.

Justin Bieber Ariana Grande Tour

Kondisi Ariana Grande Paska Ledakan

Ariana Grande sendiri setelah dikonfirmasi pihak Indrawan.net berada dalam keadaan baik-baik saja. Kondisinya sehat dan normal. Ariana sendiri langsung menyatakan belasungkawa dan kesedihan mendalam akibat teror bom di konser Ariana grande tersebut.

Saya sangat sedih dari lubuk hati terdalam. Saya berduka, saya tidak dapat berkata apa-apa. Semoga keluarga korban diberikan kesabaran. Kami semua berduka cita atas meninggalnya anak-anak dan orang yang dicintai akibat tindakan pengecut pelaku bom. Marilah kita bersama-sama mendoakan para korban.

Bom di konser Ariana Grande

Ariana Grande sendiri rencananya menggelar tiga konser di kota Inggris. Jadwal konser berikutnya akan diadakan di O2 Arena London hari kamis mendatang. Masih belum ada kepastian dari pihak manajemen ariana grande apakah konser tersebut akan dilanjutkan. Begitu juga dengan jadwal konser Ariana Grande di Belgia, Jerman, Polandia dan Swiss nantinya.

Beberapa ucapan belasungkawa dari berbagai artis terkenal pun berdatangan di wall Twitter mereka masing-masing. Mereka sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di Manchester Arena yang menyebabkan pendukung dan fans mereka harus menderita dan bahkan sampai meninggal.