Tanamkan Kejujuran Sejak Dini Agar Anak Terhindar Dari Korupsi

Tanamkan Kejujuran Sejak Dini Agar Anak Terhindar Dari Korupsi

Anak- anak bagaikan kertas putih bersih yg bisa kita tulisi dengan apa pun. Orang tua lah yg berperan penting untuk mengisi lembaran putih ini. Mereka wajib untuk memberikan edukasi penting bagi anak yg berguna untuk masa depannya kelak.

Layaknya sponge, anak menyerap semua hal yg ada di sekitarnya. Karena itu mereka bisa menyerap segala hal di sekitarnya, baik positif atau pun negatif. Karena itu orang tua harus memastikan bahwa sejak dini anak sudah diberikan hal- hal positif sehingga terbawa hingga saat ia dewasa.

Salah satu nilai baik yg harus diajarkan oleh orang tua pada para anak- anak adalah kejujuran. Jika sejak awal anak sudah mengenal dan memahami pentingnya kejujuran maka otomatis mereka akan terhindari dari tindakan korupsi di masa mendatang.

Kejujuran harus ditanamkan pada anak sejak usia dini. Bila anak terlihat berperilaku tak jujur maka sebaiknya orang tua segera menegur anak dan mengarahkannya serta memberi pemahaman mengenai pentingnya untuk selalu jujur.

Tindakan korupsi diketahui berawal dari ketidakjujuran. Misalnya saja saat anak melakukan tindakan plagiasi. Apa pun bentuknya, anak harus memahami bahwa plagiasi bukan tindakan yg benar. Orang tua harus menegurnya dan memberikan pemahaman yg benar pada anak bahwa tindakannya bisa membuat orang lain menginterpretasikannya secara berbeda.

Para pakar pun sepakat bahwa pencegahan korupsi bisa diajarkan pada anak saat masih berada pada usia balita. Hal ini dimulai dengan mengajarkannya kejujurannya di rumah. Orang tua bisa melakukan beberapa tes sederhana untuk menguji kejujuran anak. Saat anak ternyata tak bersikap jujur, maka orang tua bisa menegurnya dengan baik tanpa menghakiminya.

Akan tetapi yg paling penting dalam hal ini adalah memberikan contoh dan teladan yg baik pada anak. Tak ada gunanya mengajarkan anak kejujuran bila nyatanya orang tua sendiri tak bisa menjadi contoh dan teladan yg baik.

Salah satu agenda prioritas Pemerintah saat ini adalah pemberatasan korupsi di Indonesia. Korupsi memang adalah bahaya laten yg harus ditanggulangi bersama. Bahkan korupsi di Indonesia sudah berada dalam tahap yg sangat memprihatinkan hingga pemberantasan korupsi harus dilakukan tidak hanya pada tatanan pendindakan saja, akan tetap juga harus dimulai dari sisi pencegahan.

Implementasi yg sudah dilakukan saat ini untuk program pencegahan korupsi adalah dengan pencegahan korupsi berbasis keluarga. Berikut adalah hal yg bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindarkan anak pada korupsi.

Menjadi Contoh Yang Baik

Anak- anak akan meniru apa yg dilakukan oleh orang tua mereka. Karena itu bila Anda tak bisa jadi contoh yg baik, maka jangan harapkan anak menjadi seperti apa yg Anda inginkan. Karena menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa memberikan teladan dan mencotohkan tindakan, maka anak tak akan menanamkannya dalam pikiran mereka. Saat Anda selalu bersikap jujur, maka anak-anak pun akan mencontohnya dan melakukan hal yg sama pada Anda dan juga orang lain.

Jangan Langsung Melabeli Anak Sebagai Pembohong

Saat anak ketahuan tidak jujur, jangan langsung melabeli dan mempermalukan anak dengan mencapnya sebagia seorang pembohong. Hal ini justru akan membuat anak kehilangan rasa percaya dirinya dan membuatnya kehilangan rasa percaya pada Anda. Bila suatu waktu Anda mendapatinya berbohong, maka jangan segera melabeli dan menghakiminya. Jelaskanlah padanya dengan halus dan katakan kenapa ia harus jujur tanpa menyalahkan atau menghakiminya.

Jangan Tekan Anak Dengan Ekspektasi Anda

Saat Anak tau bahwa Anda memiliki ekspektasi besar padanya, justru mereka cenderung akan membuat Anda kecewa. Namun Anda perlu menekankan padanya bahwa jujur adalah suatu kewajiban dan harus dilakukan semua orang tanpa kecuali. Katakan hal ini pada anak dengan tegas dan langsung sehingga mereka tahu apa yg seharusnya mereka lakukan.

Jangan Langsung Menyalahkan Anak

Ketika anak melakukan kesalahan, maka jangan langsung menyalahkan dan menghukum anak. Sebaiknya Anda menanyakan terlebih dahulu, apakah ia merasa berbuat kesalahan atau tidak. Dengan begitu Anda akan bisa lebih tau apakah mereka berbohong atau jujur. Tanyakan juga alasan kenapa ia melakukannya sehingga anak akan merasa dipahami.