Mengajari Anak Pendiam Berinteraksi Dengan Lingkungan

Mengajari Anak Pendiam Berinteraksi Dengan Lingkungan

Saat anak relatif pendiam, biasanya orang dewasa akan menganggapnya terutup dan pemalu. Beberapa ahli juga menganggap anak- anak seperti ini mengalami kecemasan sosial dan juga cenderung tak percaya pada dirinya sendiri. Biasanya anak- anak yg pendiam ini secara neurologis, adalah orang- orang yg lebih sulit berhubungan dengan lingkungan secara positif dan lingkungannya pun kurang menstimulasi.

Akan tetapi terkadang dalam situasi yg lebih menantang, anak pendiam pun akan bisa mempraktekkan keterampilan sosialnya dan belajar menavigasi dunia yg keras dengan lebih mudah. Karena itu unutk membuat anak pendiam mudah bersosialisasi dengan lingkungannya, maka lakukan beberapa hal ini.

Ubah Bahasa Anda

Anak- anak yg pendiam ini mungkin menerima “pesan dan kesan” tanpa disadari mengenai keadaan mereka. Bahkan dari orang tua mereka sendiri. Hal ini membuat mereka menyadari adalah sesuatu yg salah dengan sikap mereka.

Pada saat Anda mengatakan pada kenalan Anda bahwa anak Anda pemalu, maka Anda menyiratkan bahwa Anda pun melihat diam mereka sebagai suatu hal yg negatif. Karena itu sebaiknya lakukanlah strategi sederhana untuk membersarkan anak agar ia bisa berkembang dengan baik. Dari pada membuat anak merasa tak nyaman dengan kediamanyna sebaiknya berikana anak kebebasan utnuk menjadi dirinya sendiri tanpa ada tekanan.

Bukalah Dialog Dengan Anak

Sebaiknya Anda berkomunikasi dengan anak bila Anda tiba- tiba mendapati anak diam dalam kondisi tertentu. Tanyakan padanya, apa yg membuatnya tiba- tiba terdiam. Cari tau apakah ia merasa tak nyaman karena situasi tertentu.

Dengan percakapan seperti ini biasanya Anda aken lebih mudah memahami perilaku anak dan alasan dibalik sikap diamnya. Anda juga bisa manawarkan pada anak bagaimana cara mengatasi masalahnya pada kesempatan berikutnya. Hal ini juga akan membanutu anak melakukan transisi yg tak terelakkan ke semua interaksi yg terbentang di lingkungan yg harus dihadapinya baik sekolah atua kegitan lainnya.

Praktik Sosialisasi

Bukan hanya anak- anak, orang dewasa pun bisa merasa terbebani saat berada di lingkungan yg keras atua asing. Namun biasanya orang dewasa bisa mengatasi situasi yg berkecamuk di dalam dirinya. Berbeda dengan anak- anak yg belum terampil mengatasi hal ini. Karena itu, sebaiknya ajarkan anak untuk melakukan praktek menghadapi lingkungan yg asing dan keras agar mereka selalu siap.

Memperkenalkan dengan lembut pada anak pendiam pada situasi sosial yg asing akan memungkinkannya untuk bekerja secara bertahan menuju rasa nyaman dan akhirnya ia pun bisa bersenang- senang dengan anak- anak lain yg sebaya dengannya.

Cobalah untuk tak langsung menempatkan anak dalam kelompok bermain yg besar atau interaksi yg kemungkina belum bisa didahapi oleh anak. Mulailah dengan beberapa teman saja dan tingkatkan interaksi dari waktu ke waktu dan naik ke lingkup sosial yg lebih besar.

Buatlah Rencana Dengan Anak

Bila anak harus menghadapi suatu situasi, seperti acara ulang tahun teman atau kegiatan lainnya, sebaiknya buatlah beberapa strageti sebelumnya. Ajarkan padanya bagaimana cara menyapa teman- temannya dan bagaimana cara mengucapkan selamat ulang tahun.

Anda bisa mengizinkan anak untuk membawa mainan favoritnya sebagai pemecah gelombang untuk mendorong komunikasi. Selain itu hindari juga untuk datang terlambat dan membuat anak canggung. Sampailah lebih awal jadi orang lain bisa mendekati anak Anda

Pujilah Prestasi Anak

Pada dasarnya anak akan merespon penguatan positif dengann baik. Karena itu Anda bisa meningkatkan kepercayaan dirinya dengan memberikan pujian pada keterampilan barunya. Akan tetapi sebaiknya jangan menyogok anak. Dengan menjanjikan akan memberikan hadiah bila ia bisa bicara dengan seseorang, maka mungkin anak justru akan bertanya- tanya dan berpikir bahwa interaksi itu sangat mengerikah sehingga orang tua harus memberinya hadiah hanya untuk menyapa seseorang. Cukup puji anak dengan pencapaian demi pencapaian yg ia raih dalam interaksi sosialnya.