Skoliosis Harus Dideteksi Sejak Dini

Skoliosis Harus Dideteksi Sejak Dini

Mungkin banyak yg masih tidak familar dengan penyakit Skoliosis. Padahal penyakit yg menyerang tulang punggung ini sangat sering terjadi di sekitar kita. Penyebabnya pun sangat beragam. Mulai dari bawaan lahir hingga pengaruh usia yg makin menua.

Skoliosis sendiri adalah penyakit kelainan pada tulang punggung atau tulang belakang yg membuatnya melengkung. Sebagian kasus skoliosis bersifat ringan, namun tetap saja para penderitanya harus menjalani terapi agar penyakit ini tak makin memburuk.

Seperti yg disebutkan di atas, penyebab skoliosis memang sangat beragam. Kelainan ini juga bisa disebabkan oleh kelainan kongenital, kasus celebral palsy hingga degradasi mental. Namun juga ada beberapa kasus lain yg sama sekali tak diketahui penyebabnya.

Skoliosis yg paling banyak ditemukan adalah idiopatik pada remaja. 90 persen kasus ini dialami oleh remaja berusia 10 hingga 18 tahun. Pada skoliosis idiopatik, tak diketahui penyebab pastinya, namun beberapa temuan menyebutkan bahwa penyebabnya adalah faktor hormonal atau masalah penuaan. Data juga menunjukkan, kebanyakan pasien yg menderita skoliosis idiopatik adalah wanita.

Seseorang yg menderita skoliosis idiopatik akan mengalami kondisi punggung yg melengkung. Bila kondisi ini tidak segera ditangani maka bisa menganggu aktivitas sehari- hari penderitanya. Untuk mengetahui tanda- tanda skoliosis, pasien yg mengeluhkan sakit pada punggungnya akan dicek pada bagian tulang belakangnya. Pasien pun akan diminta untuk membungkuk, dan dokter akan memeriksa bagian iga kanan dan kirinya. Bila tak sama tinggi, maka berarti pasien mengalami skoliosis. Begitu juga halnya dengan panggul kanan dan kirinya. Bila tak sama tinggi, pasien bisa divonis mengidap skoliosis. Sebaiknya skoliosis dideteksi lebih dini, karena makin muda usia saat terdeteksi, makin mudah bagi dokter untuk menanganinya.

Penambahan kelengkungan skoliosis tiap tahunnya bisa mencapai 10 derajat. Kondisi skoliosis yg tidak fatal tingkat kelengkungan tulang punggungnya hingga mencapai 45 derajat. Saat sudah melebih angka tersebut, maka pasien harus berkonsultasi dengan dokter.

Makin Cepat Terdeteksi, Makin Mudah Teknik Penyembuhan Yang Digunakan

Bila tak mendapatkan penanganan sedini mungkin, skoliosis mengakibatkan gangguan pada penampilan seseorang. Para penderitanya bisa merasa tak percaya diri hingga kasus berat yg memicu gangguan paru- paru.

Skoliosis yg masih dikategorikan derajat ringan mungkin tak akan menganggu penderitanya. Namun bila derajat keparahan sudah tinggi, maka para penderita skoliosis bisa mengeluhkan berbagai masalah.

Kerap kali para penderita mengeluhkan sakit pada pinggang lantaran otot- otot di sekeliling tulang punggung yg tak simetris, sehingga mereka jadi cepat lelah. Kalau bengkoknya di tulang punggung atas, juga bisa membuat rongga paru menyempit hingga pasien mudah terkena gangguan pernapasan,

Karena itu sebaiknya orang tua menyadari kelainan pada tulang punggung anaknya sejak dni. Biasanya hal ini memang tak akan terlihat saat seseorang berdiri. Namun saat ia disuruh membungkuk, dilihat dari belakang, tulang punggungnya akan tampak asimetris. Makin cepat deteksinya, maka akan mudah pula ditangani dengan teknik yg tidak rumit.

Terapi untuk memperbaiki kelainan pada tulang ini biasanya berbeda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Pemeriksaan derajat keparahan skoliosis akan menentukan tindakan penanganan yg diberikan oleh dokter. Selama proses berlangsung, dokter juga harus mengawasi perkembangannya.

Biasanya bila derajat kelengkungan di bawah 30 derajat, pasien biasanya disarankan untuk melakukan latihan fisik seperti berenang dan lainnya. Namun bila sudah mencapai angka 40 derajat maka dokter akan memberikan brace atau semacam korset khusus. Berbeda pula saat tingkatnya sudah 45 derajat, maka operasi dan koreksi secara bedah untuk memasang pen adalah solusi yg paling dianjurkan.