Mengatasi Balita Yang Berkata Kasar

Mengatasi Balita Yang Berkata Kasar

Tak ada orang tua yg merasa senang saat mendengar anaknya berkata kasar, apa pun alasannya atau apa pun yg dikatakannya serta pada siapa ia mengatakannya. Saat anak berkata kasar tentu orang tua akan berusaha mencari tau kenapa sang anak bisa berkata kasar dan siapa yg mengarjarkannya berkata kasar.

Mungkin saat anak masih berada di rumah dan berada dalam pengawasan orang tua sepenuhnya, akan mudah mengontrol anak. Akan tetapi segala sesuatunya tentu akan berubah saat pergaulan anak menjadi lebih luas seperti saat anak sudah mulai masuk sekolah atau saat anak mulai bergaul dengan anak- anak lain.

Saat anak berada di lingkungan yg lebih luas, sebenarnya ada banyak dampak positif untuk tumbuh kembang sang anak. Akan tetapi juga ada beberapa efek negatif yg terkadang tak bisa dikendalikan dan dipantau terus menerus oleh orang tua.

Salah satu efek negatif tersebut adalah bertambahnya perbendaharaan kata buruk anak- anak Anda. Kebanyakan orang tua merasa bingung saat mengalami hal ini, karena apa yg sudah didengar anak tak bisa dihapus dari memorinya.

Dari kacamata psikologi, hal yg membuat anak berkata kasar adalah faktor peniruan yg memang kerap dilakukan oleh anak- anak. Perilaku suka meniru memang sangat lekat pada anak- anak pada usia pra sekolah. Apa yg mereka lihat dan mereka dengar, akan dengan mudah mereka tiru. Saat ada sesuatu yg baru di lingkungannya, termasuk kata- kata tak panas, maka ia akan dengan mudah menirunya.

Selain itu, anak yg berusia di bawah usia lima tahun memang bisa mempelajari hal baru dengan sangat ceapt. Anak- anak biasanya juga sangat bersemangat untuk mengeksplorasi berbagai hal yg terjadi di lingkungan sekitar mereka. Termasuk pada berbagai kata kasar yg ia dengar dari orang sekitarnya, dan kemudian ia akan menirunya.

Lantas apa yg sebaiknya Anda lakukan?

Ambil Sikap

Biasanya, saat anak- anak berkata kasar, ia sama sekali tak bermaksud demikian. Biasanya ia bahkan tak mengerti benar apa arti kata- kata yg ia ucapkan tersebut. Anak pun biasanya tak terlalu paham apakah kata- kata tersebut pantas atau tak pantas untuk ia ucapkan.

Saat anak mengatakan hal tersebut, terkadang ia sama sekali tak bermaksud memaki, akan tetapi semata- mata hanya karena sekedar meniru perkatan orang lain. Apalagi bila reaksi lingkungan mendukung perbuatannya itu. Karena itu saat anak Anda mengatakan kata- kata yg tak pantas maka sebaiknya jangan lantas tertawa dan menunjukkan pada anak bahwa yg ia ucapkan tersebut lucu. Bila Anda melakukan hal tersebut, biasanya anak akan makin tertarik untuk melakukannya.

Saat anak berkata kasar, maka sudah sepantasnya orang tua meluruskan sikap anak agar tak menimbukan hal negatif di kemudian hari. Anak seharusnya tau bahwa kata yg diucapkannya tersebut tak pantas dan tak seharusnya ia gunakan.

Dampingi Saat Anak Bermain

Sebaiknya Anda menghindarkan anak dari lingkungan di mana berkata kasar dianggap sebagai sesuatu hal yg biasa. Akan tetapi bukan berarti Anda harus terus menerus mensterilkan lingkungan anak. Seiirng dengan berjalannya waktu tentu akan ada pengaruh dari lingkungna laur yg memang tak sesuai dengan nilai positif yg telah Anda tanamkan di rumah. Saat hal ini terjadi, tak ada hal lain yg bisa Anda lakukan selain memberikan pengertian pada anak dan menjelaskan padanya bahwa perilakunya tersebut salah