Kenali Empat Stadium Gagal Jantung Ini

Kenali Empat Stadium Gagal Jantung Ini

Tentu tak ada orang yg ingin terkena penyakit jantung, apalagi mengalami gagal jantung. Gagal jantung memang adalah stadium akhir dari beragam penyakit jantung. Pada tahap ini, kondisi kesehatan jantung penderitanya sudah sangat serius lantaran jantung tak mampu lagi memompa darah dengan cukup ke seluruh tubuh.

Gagal jantung sendiri bisa terbagi pada tipe kronis dan akut. Gagal jantung kronis muncul secara bertahap dan semakin buruk serta gejalanyan muncul perlahan. Sedangkan gagal jantung akut terjadi secara tiba- tiba dengan gejala parah pada awalnya dan bisa diikuti oleh serangan jantung. Gagal jantung akut bisa disebabkan lantaran tubuh kurang mampu mengimbangi gagal jantung kronis.

Ada beberapa gejala yg ditunjukkan oleh tubuh saat seseorang mengalami gagal jantung, antara lain mudah lelah dan juga sering merasa pusing. Orang yg mengalami gagal jantung juga sering kehabisan napas saat tengah melakukan aktivitas yg menggunakan tangan, serta jantung terasa berdebar- debar atau debarannya lebih kencang dari biasanya. Berdasarkan riset yg dilakukan oleh American College Cardiology atau AAC dan American Heart Association atau AHA mengungkapkan gagal jatung terbagi dalam empat stadium.

Stadium A

Pada stadium ini biasanya belum ada gejala atau pun kelainan strutural pada jantung. Orang- orang yg menderita hipertensi, diabetes melitus, kegemukan, sindroma metabolik dan juga memiliki riwayat keluarga memiliki resiko tinggi mengalami gagal jantung. Karena itu sangat penting bagi orang- orang ini untuk mendeteksi lebih awal sebelum munculnya gejala gagal jantung.

Stadum B

Pada stadium ini, orang- orang yg menderita gagal jantung sudah memiliki kelainan struktural pada jantungnya, akan tetapi masih saja menunjukan gejala. Akan tetapi orang yg mempunyai riwayat pernah mengalami serangan jantung dan kelainan pada katup jantung memiliki resiko terkena gagal jantung pada stadium ini.

Stadium C

Di stadium C ini, pasien yg mengalami gagal jantung sudah menunjukkan beberapa gejala. Gejala ini bisa berupa sesa napas, mudah merasa lelah dan membuat aktivitas sehari- hari jadi terganggu. Selain itu struktur jantung penderitanya juga sudah memiliki kelainan. Kebanyakan pasien yg datang ke dokter sudah memasuki stadium ini lantaran baru merasakan gejalanya pada tahap ini.

Namun sayangnya saat menyadari gagal jantung pada tahap ini, penderitanya harus melakukan perawatan dari awal. Tingkat kematian yg terjadi pada penderita gagal jantung stadium C ini juga terbilang cukup tinggi.

Stadium D

Gagal jantung yg terjadi pada stadium ini sudah menetap atau refrakter. Pasien gagal jantung dengan stadium D ini membutuhkan perawatan dan intervensi khusus. Bahkan saat sudah diobati secara maksimal, biasanya pasien tetap akan merasa sesak napas dan tak bisa dirawat jalan.

 

Untuk mengindari penyakit jantung, maka tentu kita harus menjaga kesehatan. Untuk itu kita harus menjaga pola makan tetap sehat dan melakukan aktivitas fisik yg tepat untuk menjaga tubuh tetap bugar. Selain itu tak ada salahnya juga untuk memeriksakan diri secara rutin ke rumah sakit atau dokter agar penyakit ini bisa dideteksi pada stadium awal dan ditangani dengan tepat sehingga tak naik ke tingkat yg lebih berbahaya.