Bunuh Diri, Bisakah Menular?

Bunuh Diri, Bisakah Menular?

Beberapa hari lalu dunia dihebohkan dengan kabar mengejutkan dari salah satu musisi kenamaan dunia, Chester Bennington. Vokalis Linkin Park tersebut ditemukan tewas di kediamannya pada tangga 20 Juli. Pria berusia 41 tahun tersebut ditemukan oleh salah seorang karyawan rumahnya sudah tak bernyawa, lantaran ia menggantung diri di kamarnya. Dunia pun berduka, dan kecewa.

Chester memang diketahui mengalami depresi, mulai dari masalah haters hingga perjuangannya melawan masa kecil yg pahit yg penuh dengan bullyan bahkan pelecehan seksual. Di tambah lagi, beberapa bulan yg lalu, ia juga baru saja kehilangan sahabat dekatnnya, Chris Cornell, vokalis Audioslave dan Soundgarden, yg juga memutuskan bunuh diri dengan cara gantung diri. Ironisnya, Chester Bennington gantung diri di hari ulang tahun sahabatnnya tersebut.

Namun apakah bunuh diri adalah solusi dari depresi atau masalah yg tak kunjung selesai?

Fenomena bunuh diri, entah mengapa seolah sedang marak. Begitu pula halnya di Indonesia. Mungkin Anda masih ingat kasus Pahinggar Indrawan yg menggantung dirinya sendiri dan menyiarkannya secara live di akun Facebooknya pada bulan Maret 2017 lalu. Pada saat itu, muncul kekhawatiran aksi Pahinggar ini akan ditiru oleh orang lain yg juga merasa depresi dan kebuntuan dalam memecahkan masalah hidup. Dengan kata lain, bunuh diri dianggap bisa menular.

Beberapa hari yg lalu, dua orang wanita kakak beradik juga tewas menggenaskan setelah mereka memutuskan meloncat dari Apartemen Gateaway Bandung. Dua orang wanita yg berusia 34 dan 28 tahun ini kabarnya mengalami depresi sejak tahun 2006 menyusul meninggalnya ibu mereka. Sebuah video pun beredar di jagad maya. Video tersebut merekam detik- detik saat salah satu dari wanita itu meloncat hingga saat ia menghantam tanah. Netizen pun beramai-ramai meminta video tersebut dihapus lantaran dianggap bisa menularkan ide bunuh diri pada orang lain yg juga tengah depresi.

Saat Mendengar Orang Bunuh Diri, Seseorang Bisa Terinspirasi

Namun ahli memaarkan bahwa definisi menular tidak terlalu tepat untuk digunakan dalam kasus bunuh diri. Menular adalah istilah yg kita gunakan untuk menggambarkan perpindahan virus penyakit dari satu manusia ke manusia lainnya. Akan tetapi memang benar, saat seseorang bunuh diri, dapat memicu orang lain untuk melakukan hal yg sama.

Bunuh diri memiliki kaitan erat dengan depersi. Selain itu bunuh diri juga disebut sebagai kondisi genetis yg dibawa dari kedua orang tua dan juga lingkungan sosial seseorang.

Kasandra menuturkan, bunuh diri terkait dengan depresi. Selain itu, bunuh diri juga ditenggarai dengan kondisi genetis yang dibawa dari kedua orang tua dan lingkungan sosial. Selain itu penelitian lain menyebutkan bahwa orang yg mengalami depresi juga berkaitan dengna rendahnya dopamin, adrenali dan juga ketidakseimbangan serotonin dalam tubuh mereka. Selain itu juga kadar zinc dalam darah yg rendah.

Indikasi depresi terjadi pada saat seseorang lebih memilih untuk menyediri dan tak berkeinginan untuk melakukan apa pun. Biasanya mereka juga tak ingin bertemu dengan orang lain hingga tak ingin makan. Pada tahap ini biasanya orang bersangkutan akan merasa tak bahagia dan merasa menjadi seorang yg sia- sia. Pikiran itu sangat lekat dalam pikiran mereka hingga suatu rangsangan dari luar dalam berbagai bentuk baik film, musik dan berita bisa memacu mereka untuk bunuh diri.

Karena itu sebaiknya berhati-hatilah dengan tontonan, musik yg didengarkan atau hal lainnya lantaran bisa saja hal sederhana seperti itu memicu seseorang untuk turut melakukan bunuh diri. Mendengarkan musik sedih terus menerus bisa membuat seseorang makin terpuruk. Mendengar seorang tokoh bunuh diri pun membuat seseorang ingin menirunya.

Bila Anda menemukan orang di sekitar Anda ingin bunuh diri, atau bila Anda sendiri merasa ingin mengakhiri hidup dalam beberapa kesempatan, segeralah cari bantuan. Hubungi kerabat atau teman yg Anda percaya, atau hubungi hotline bunuh diri yg disediakan oleh pemerintah.