Gondongan

Gondongan merupakan penyakit dimana orang sekarang tidak banyak yang mengetahui penyakit ini, namun seharusnya orang tua kita sangat mengenal mengenai penyakit tersebut. Gondongan merupakan keadaan dimana kelenjar parrotis (kelenjar yang memproduksi air liur) mengalami pembengkakan sehingga terasa sangat sakit apabila kita membuka mulut dan apalagi bila kita mengunyah makanan. Pembengkakan ini disebabkan oleh virus.

Biasanya penyakit gondongan ini menyerang anak-anak, namun tidak sedikit juga banyak orang dewasa yang terkena oleh virus ini. Penyebaran virus ini sangat mudah, seperti kita menghirup udara dari penderita gondongan ataupun melakukan jabat tangan maupun menyentuh barang yang sudah terkena oleh virus tersebut, maka kemungkinan besar saya akan bisa tertular, namun sekali lagi faktor daya tahan tubuh sangat berpengaruh. Kondisi badan yang kurang sehat dapat membuat kita rentan untuk tertular.

Penularan Gondongan

Gondongan

Apabila ada teman kita yang mengidap penyakit gondongan, maka kita tidak akan tahu apakah kita langsung tertular atau tidak, masa inkubasi dari virus tersebut membutuhkan waktu setidaknya dua sampai tiga minggu. Setelah virus ini berinkubasi di dalam tubuh pasien, maka akan gejala seperti demam, nyeri sendi, lelah dan hilang nafsu makan. Hilangnya nafsu makan juga mungkin juga dapat disebabkan karena sakit ketika mengunyah yang diakibatkan adanya pembengkakan kelenjar parotis yang juga akan terlihat pada sisi wajah kita.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, penularan gondongan sangatlah cepat, hanya membutuhkan hitungan 2-4 minggu dimana rekan sekantor saya terkena penyakit gondongan, dan bahkan jumlah nya mencapai 7 orang dan tidak masuk disaat yang bersamaan.

Pada dasarnya penyakit gondongan bukanlah merupakan penyakit yang serius dan berbahaya, namu ternyata ketika saya menanyakan kedokter mengenai hal tersebut. Gondongan dapat menyebabkan nyeri pada buah zakar (biasanya membengkak dan berubah warna menjadi warna merah), yang mana bila hal tersebut terjadi maka bisa dibilang sudah dalam tahap yang parah dan dapat berujung pada kemandulan. Beruntungnya saya tidak mengalami hal tersebut, saya masih dapat berlari mengejar kereta .

Pengobatan Gondongan

Obat Alami Gondongan

Gondongan tidak memiliki obat khusus untuk disembuhkan, biasanya penderita gondongan akan dapat sembuh dengan sendirinya apabila kondisi tubuhnya sudah kembali fit (daya tahan tubuh sudah kembali normal), tetapi ketika saya ke dokter saya diberikan sebuah obat yang bernama Isopronosine berbentuk tablet. Menurut dokter obat tersebut berfungsi sebagai antivirus (sudah seperti komputer bila terserang virus), selain itu dokter juga memberikan vitamin, yang mana nantinya akan membantu daya tahan tubuh kita untuk memerangi virus tersebut.

Mitos Mengenai Gondongan

Namun banyak mitos mengenai penyakit gondongan ini, yang paling populer adalah menggunakan “Blau Tjuji” yang bisa didapatkan di warung-warung kelontong. Blau/Blao merupakan bubuk berwarna biru yang biasa digunakan oleh orang jaman dulu untuk memutihkan baju, dan dicampur dengan cuka kemudian dioleskan kebagian wajah yang mengalami pembengkakan dan terasa sakit. Segala hal saya lakukan untuk dapat menghilangkan gondongan, termasuk cara tersebut.

Karena saya terlalu banyak menggunakan obat tradisional maupun obat kedokteran dalam waktu kurang lebih 2 minggu, sehingga saya tidak dapat meyakinkan obat mana yang lebih manjur, tetapi saya sarankan untuk tetap pergi ke dokter.

Pencegahan Gondongan

Penyakit gondongan dapat dicegah sedini mungkin, adanya imunisasi MMR yang dapat diberikan kepada anak berusia kurang lebih 12 – 18 bulan dan nantinya bisa dilakukan imunisasi ulang ketika sudah menginjak 6 tahun. Namun dengan melakukan imunisasi ini tidak menutup kemungkinan juga kita dapat 100% terhindar dari penyakit gondongan.

Dikarenakan rasa penasaran yang cukup besar ditambah dengan rasa sakit ketika mengunyah, saya bertanya kepada dokter apakah ada manfaatnya apabila saya melakukan imunisasi MMR ketika sudah dewasa? Namun jawabannya adalah tidak bermanfaat. Hal tersebut dikarenakan ketika saya sudah terkena gondongan, maka virus tersebut akan terus berada dibadan saya namun tidak aktif. Dan sangat kecil kemungkinan saya bisa terkena gondongan untuk yang kedua kalinya. Namun disarankan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan olahraga secara rutin dan memakan makanan yang bergizi.