Kenapa Lari Tak Membuat Kita Langsing?

Olahraga adalah hal yg sangat penting demi menjaga kualitas hidup. Tak hanya menjaga tubuh tetap bugar dan fit, olahraga secara teratur juga menjanjikan tubuh yg lebih sehat dan tak rentan penyakit. Olahraga juga adalah solusi efektif untuk menjaga bentuk tubuh, baik bagi wanita atau pun pria.

Lari adalah salah satu jenis olahraga yg digemari oleh hampir semua kalangan. Terutama bagi mereka yg ingin mengikis lemak di perut. Namun sayangnya banyak yg gagal mendapatkan hasil signifikan bahkan setelah rutin melakukan olahraga lari selama beberapa bulan.

Kenapa Lari Tak Membuat Kita Langsing?

Lari secara teratur memang terbukti bisa memperbaiki kesehatan jantung, membantu menguatkan tulang serta otot dan membuat tubuh makin bugar. Namun lari bukanlah cara instant untuk mengikis lemak dan membuat seseorang langsing dalam sekejap.

Bukan berarti olahraga lari tak bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Akan tetapi ada beberapa hal yg harus diperhatikan bila tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan.

Kesalahan-Kesalahan Saat Berlari

Lantaran merasa sudah berlari cukup banyak dan merasa sudah membakar banyak kalor, kebanyakan orang merasa tak terlalu bersalah saat mereka mengkonsumsi makanan lebih banyak dari pada biasanya. Padahal faktanya, 30 menit lari belum sebanding dengan sekaleng minuman bersoda atau pun seporsi kentang goreng.

Memang, melakukan latihan kardio seperti lari akan membuat kita merasa lapar sehingga kadang tanpa sadar makan lebih banyak dari apa yg sudah kita bakar. Karena itu sering kali bukannya membakar kalori, kita malah memasukkan lebih banyak kalori ke dalam tubuh dengan makan berlebihan. Malah tak jarang, makin berolahraga, perut justru semakin buncit.

Tubuh memang butuh istirahat dan pemulihan setelah berolahraga. Akan tetapi sayangnya beberapa orang memutuskan untuk istirahat terlalu panjang dan tak melakukan apa pun. Beberapa orang memutuskan untuk tidak berbuat apa-apa setelah melakukan olahraga beberapa jam. Padahal kadang kalori yg terbakar dari aktifitas fisik seperti piknik atau sekedar jalan-jalan bisa sama besar dari lari selama beberapa jam pada hari sebelumnya.

Karena itu, ketimbang tidur dan bermalas-malasan setelah olahraga, ada baiknya Anda melakukan kegiatan fisik ringan atau sedang. Dengan begitu, tubuh bisa memulihkan diri, dan di saat bersamaan tetap membakar kelebihan kalori dalam tubuh.

Taukah Anda bahwa tubuh kita sangat mudah untuk beradaptasi? Namun ternyata hal ini justru membuat tujuan kita menurunkan berat badan makin sulit untuk tercapai. Contoh sederhananya, pada minggu pertama melakukan olahraga lari, tubuh masih kaget dan butuh lebib banyak energi untuk menyelesaikan kegiatan tersebut.

Akan tetapi pada minggu-minggu selanjutnya, tubuh sudah bisa menyesuaikan diir sehingga aktivitas berlari tak lagi seberat sebelumnya. Secara biologis tubuh memiliki kemampuan utnuk menyesuaikan diri terhadap gerakan yg dilakukan terus menerus sehingga jumlah kalori yg akan terbakar un akan makin kecil.

Intinya, bila kita rutin berlari maka kalori yg dibakar tubuh juga akan makin sedikit dari waktu ke waktu. Namun untuk mengatasi hal ini Anda bisa memodifikasi latihan sehingga tubuh dipaksa unutk bekerja lebih keras dan menghadapi tantangan berbeda.

Mungkin banyak yg tidak tau bahwa berlatih beban adalah salah satu faktor penting dalam menurunkan berat badan. Berlari memang akan membantu Anda membakar kalori. Akan tetapi agar yg terbakar lebih banyak, kita harus melatih otot-otot lantaran di sanalah tungku pembakar kalori berada.

Dengan hanya  berlari Anda akan menghasilkan ketahanan otot, akan tetapi tidak membangun banyak masa otot. Bila Anda menambahkan latihan beban dan kekuatan, maka akan lebih banyak serta otot yg terbangun sehingga metabolisme pun meningkat.

Apabila Anda memperbaiki rutinitas lari dan juga cara hidup Anda, maka bukan hanya tubuh ramping dan perut rata yg akan Anda dapatkan. Namun juga tubuh yg lebih kuat dan bugar.