Ganti Sprei Tiap Minggu Agar Tak Jadi Sarang Bakteri

Ganti Sprei Tiap Minggu Agar Tak Jadi Sarang Bakteri

Taukah Anda bahwa kita menghabiskan kurang lebih sepertiga hidup kita di tempat tidur? Karena itu, tentu kita ingin menghabiskan waktu yg sangat berharga ini di tempat yg sangat nyaman dan membuat duapertiga hidup kita lainnya menjadi lebih berkualitas. Namun tak jarang kita mengabaikan hal ini.

Akan tetapi sayangnya banyak yg tidak menyadari bahwa tempat kita merebahkan diri tersebut bisa dengan cepat jadi tempat pembiakan bakteri dan jamur yg berbahaya bagi kesehatan. Bila dibiarkan terlalu lama, maka tempat tidur yg tidak higienis ini bisa membuat seseorang menjadi sakit. Mulai dari munculnya alergi, timbulnya jerawat hingga flu. Bahkan ada berbagai macam penyakit berbahaya yg bisa Anda dapatkan dengan kemalasan yg satu ini.

Cara mengatasinya sebanarnya terbilang sangat mudah. Cukup ganti seprai dan sarung bantal Anda setidaknya satu kali seminggu. Dengan begitu, kita bisa mencegah perkembangbiakan bakteri dan jamur tadi.

Namun kapan biasanya Anda mengganti sprei dan sarung bantal? Tak sedikit yg akan menjawab dua minggu sekali bahkan lebih. Bahkan tak jarang orang membiarkan tempat tidur mereka mengguna seprei dan sarung bantal yg sama selama berbulan- bulan. Apalagi bila sprei dianggap dan terlihat masih bersih. Apalagi bila sprei yg Anda gunakan cenderung berwarna gelap sehingga kotoran tidak mudah terlihat oleh mata.

Secara alami, manusia menghasilkan kurang lebih sekitar 26 galon keringat di tempat tidur setiap tahunnya. Saat cuaca panas dan lembab, kasur akan jadi medium kultur jamur yg ideal. Dalam sebuah penelitian yg menguji level kontaminasi jamur di tempat tidur, para peneliti menemukan bahwa tes sampel bantal bulu dan sintetis yg berusia 1,5 hingga 20 tahun mengandung 16 spesies jamur.

Seminggu Dinilai Cukup Tepat Untuk Mengganti Sprei

Jamur dan bakteri di tempat tidur kita ini bisa berasal dari keringat, sel kulit, percikan ludah hingga cairan dari vagina atau anus. Semua itu masih ditambah lagi dengan debu, bulu binatang, tanah dan berbagai macam hal lainnya.

Namun dengan mencuci sprei dan sarung bantal setidaknya seminggu sekali dianggap sudah cukup untuk menyingirkan kuman dan jamur ini. Tak perlu menunggu sprei atau sarung bantal terlihat kotor untuk menggantinya dengan yg baru atau mencucinya. Karena pada dasarnya jamur dan bakteri memang tak terlihat oleh mata. Namun bila seandainya Anda bisa melihat semua bakteri dan jamur ini di atas tempat tidur Anda, pasti Anda tak akan mau tidur di atasnya, bahkan hanya sekedar menyentuhnya.

Bila bisa memilih, gunakanlah sprei dan sarung bantal yg berwarna lebih terang atau bahkan putih. Warna terang dan putih membuat kotoran jadi sangat mudah terlihat. Dengan begitu Anda akan lebih sadar kapan sprei dan sarung bantal harus segera diganti atau dicuci. Namun sayangnya banyak orang yg justru sengaja memilih sprei berwarna gelap agar kotorannya tak terlihat.

Anda juga bisa berpatokan pada aroma dan bau sprei dan sarung bantal. Saat aromanya sudah tak lagi segar, maka mungkin sebaiknya segera menggantinya dengan yg baru. Sprei yg baru dicuci selalu beraorma segar dan bersih. Tidur di atasnya pun tentu akan lebih nyaman ketimbang tidur di atas sprei yg sudah berbau keringat dan peluh.  Tidur di tempat tidur yg bersih, rapi serta wangi tentu juga meningkatkan kualitas tidur kita.