Ekspedisi Untuk Zealandia Melibatkan 30 Ilmuwan

Ekspedisi Untuk Zealandia Melibatkan 30 Ilmuwan

Beberapa waktu lalu sebuah benua baru ditemukan. Benua tersebut dimakan Zealandia dan ditemukan di timur Australia. Saat ini para ilmuwan pun tengah mempersiapkan sebuah ekspedisi menuju benua yg selama ini hilang tersebut.

Ekspedisi 371 yg didanai oleh National Science Foundation dan International Ocean Discovery Program ini bertujuan untuk menjawab berbagai macam pertanyaan mengenai Zealandia. Dalam ekspedisi ini lebih dari 30 ilmuwan akan bergabung. Ekspedisi ini sendiri dimulai pada tanggal 27 Juli ini. Selama kurang lebih dua bulan, para ilmuwan ini akan berada di IOIDES Resolution, sebuah kapa khusus pengeboran ilmiah.

Tim ini nantinya akan mengunjungi 6 lokasi di Laut Tasman antara Australia dan Selandia Baru demi mengebor inti sedimen dan batuan dari kerak bumi. Masing- masing inti akan berad di antara kedalaman 300 meter dan 800 meter. Itu berarti peneliti dapat meneliti kembali ke masa lalu hingga puluhan juga tahun silam.

Salah satu peneliti yg terlibat dalam ekspedisi ini, Gerald Dickens, mengutarakan bahwa 100 juta tahun yg lalu, Antartika, Australia dan Zealandia adalah satu benua. Namun sekitar 85 juta tahun yg lalu Zealandia memisahkan diri dan untuk sementar awaktu dasar laut di antara Zealandia dan Australia pun terpisah.

Setelah terjadinya pergeseran ini, area di antara kedua benua pun tertekan. Akan tetapi sekitar 50 juta tahun lalu, lempeng Pasifik yg berada di bawah Selandia Baru mengangkat kedua pulau, dan membentuk serangkaian gunung berapi di Pasifik, dan melepaskan tekanan di kerak laut di antara kedua benua.

Dickens mengungkapkan hal yg ingin mereka ketahui dari ekspedisi ini adalah mengapa dan kapan berbagai tahap dari pengenduran tersebut terjadi. Adanya penelitian ini juga bisa mengungkapkan bagaimana arus laut dan iklim berubah pada saat itu.

Zealandia Dulunya Tergabung Dengan Antertika Dan Australia Sebagai Satu Benua

Zealandia sendiri adalah benua yg mencakup Selandia Baru dan Kaledonia Baru, sehingga luasnya sekitar 5 juta kilometer persegi. Namun, sekitar 94 persen dari wilayah benua ini berada di bawah permukaan laut. Saat ini hanya sebagian dari pulau- pulau kecil di sekitarnya saja yg tampak di permukaan.

Argumen mengenai bagaimana Zealandia terbentuk didasarkan pada beberapa bukti. Batu- batu di bawah dasar laut di lepas pantai Selandia Baru terdiri dari berbagai jenis batuan purba yg hayna ditemukan di benua.

Bagian yg menonjol dari benua Zealandia juga lebih dangkal dari pada permukaan kerak samudra di dekatnya. Selian itu sampel batuan menunjukkan lapisan tipis kerak samudra yg menjadi pemisah antara Australia dan Zealandia. Semua faktor ini menunjukakn bahwa daerah di bahwa laut di sekitar Selandia Baru ternyata membentuk sebuah benua.

Tentu kita semua berhadap ekspedisi ini berjalan dengan lancar sehingga para ilmuwan bisa membagikan pengetahuan baru pada seluruh dunia dan memperluas wawasan kita tentang bumi. Hal ini tentu juga akan berguna untuk meramalkan pergerakan bumi di masa mendatang.