Lima Benjolan Di Payudara Yang Bukan Berarti Kanker

Lima Benjolan Di Payudara Yang Bukan Berarti Kanker

Wanita mana yg tak ketakutan saat menemukan benjolan pada bagian payudaranya. Para wanita biasanya langsung merasa waspada bahwa benjolan tersebut berarti gejala tumor atau kanker payudara. Akan tetapi faktanya tak semua benjolan yg Anda temukan di payudara adalah hal yg berbahaya.

Memang para wanita dituntut untuk selalu waspada saat mereka menemukan benjolan pada payudaranya. Akan tetapi sebelum memvonis diri Anda menderita penyakit berbahaya yg bisa berujung pada stress, sebaiknya Anda memahami bahwa tak semua benjolan adalah tanda berbahaya.

Beberapa benjolan yg terdapat di payudara juga bisa berupa tumor jinak yg cenderung tak berbahaya. Jadi saat Anda menemukan sebuah benjolan di payudara, sebelum terburu- buru berpikir mengenai kanker payudara, maka sebaiknya periksalah lima kemungkinan ini terlebih dahulu.

Kelainan Fibrokistik

Kebanyakan benjolan payudara merupakan fibrosis atau kista yg merupakan perubahan abnormal pada jaringan payudara dan tak bersifat ganas atau non kanker. Perubahan in biasa disebut sebagai perubahan payudara fibrokistik dan biasanya terdeteksi lantaran adanya benjolan pada payudara, rasa sakit atau bahkan bengkak pada payudara. Walau tak bebahaya keadaan ini bisa makin buruk seiring dengan dimulainya periode mensturasi wanita.

Benjolan yg terasa di payudara ini mungkin lebih dari satu dan terkadang berasal dari puting akan keluar sedikit cairan berwarna keruh. Keadaan ini cenderung umum dialami oleh wanita yg berada pada usia produktif dan dapat terjadi di salah satu atau kedua payudara sekaligus.

Fibrosis

Jaringan ini hampir mirip dengan jaringan luka. Saat diraba, fibrosis pada payudara akan terasa kenyal, padat dan juga keras. Kelainan ini tak akan menyebabkan atau berkembang mejadi kanker payudara di masa mendatang. Penelitian terkait meningkatnya resiko kanker payudara pada mereka yg menderita kelainan fibrokistik menghasilkan kesimpulan yg beragam. Ada yg mengatakan bahwa saat seseorang memiliki kelainan fibrokistik maka resiko kanker payudara di masa mendatang juga akan meningkat. Akan tetapi di sisi lain ada penelitian yg meyakini bahwa memiliki kelainan fibrostik sama sekali tak akan meningkatkan resiko kanker payudara.

Kista

kista pada dasarnya adalah kantung yg berisi cairan dan keberadaannya baru bisa terdeteksi saat ukurannya sudah cukup besar atau disebut kista makro, yaitu saat ukurannya mencapai angka 2,5 hingga 5 cm. Pada tahap ini biasanya Anda sudah akan merasakan adanya benjolan pada payudara.

Kista sendiri cenderung bertambah besar dan menjadi lunak saat seseorang mendekati masa menstruasi. Benjolan kista biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan mudah digerakkan. Kista juga berpindah- pindah saat disentuh, seperti saat tengah menyentuh kelereng. Akan tetapi benjolan kista dan benjolan solid lainnya cukup sulit untuk dibedakan.

Karena itu sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan informasi yg benar dan akurat mengenai benjolan tersebut. Bila itu memang kista, maka tak akan meningkatkan resiko terhadap kanker payudara.

Fibroadenoma

Jenis benjolan ini adalah salah satu jenis tumor jinak yg paling sering dialami oleh wanita. Biasanya benjolan ini bisa digerakkan dan bisa berpindah tempat. Saat ditekan, benjolannya akan terasa padat ata solid, berbentuk bulat atau oval dan juga kenyal. Biasanya benjolan payudara ini juga tak menimbulkan rasa sakit saat ditekan.

Fibroadenoma biasanya dialami oleh wanita berusia 20 hingga 30 tahun dan ras Afrika Amerika cenderung memiliki resiko yg lebih tinggi mengalami fibroadenoma di kemudian hari. Selain itu benjolan jenis ini juga cenderung memerlukan waktu lama untuk bertambah besar, namun bukan berarti ukurannya tak bisa jadi sangat besar hingga gmenjadi giant fibroadenoma. Sama seperti tiga jenis benjolan sebelumnya fibroadenoma pun tak akan berkembang jadi kanker.

Intraductal Papilloma

Benjolan ini juga adalah salah satu tumor jinak dan bersifat non kanker yg terbentuk pada kelenjar susu wanita. Biasanya intraductal papiloma teraba saat berupa sebagai satu benjolan yg cukup besar dan terletak dekat dengan puting atua bisa juga berbentuk beberapa benjolan kecil yg terletak jauh dari puting.

Ukuran dari benjolan ini biasanya berkisar antara 1 hingga 2 cm dan bisa menjadi lebih besar atau bahkan lebih kecil tergantung dari mana benjolan tersebut tumbuh. Terbentuk dari kelenjar, sel fibrous dan pembuluh darah, intraductal papilloma lebih sering terjadi pada wanita yg berusia 35 hingga 55 tahun.