Bedakan Kulit Kering Dan Kulit Dehidrasi

Bedakan Kulit Kering Dan Kulit Dehidrasi

Hingga saat ini masih banyak orang yg salah paham dan menganggap bahwa kulit kering adalah tanda dari kulit yg dehidrasi. Padahal faktanya, kulit kering dan kulit dehidrasi adalah dua masalah kulit yg sangat berbeda.

Kulit kering pada dasarnya adalah kondisi bawaan genetik seseorang. Sementara itu kulit dehidrasi dapat terjad pada tipe kulit kering, berminyak hingga kulit kombinasi. Secara kasat mata, kulit kering dan kulit yg dehidrasi bisa dibedakan. Kulit kering, biasanya bukan hanya wajah saja yg kering, namun juga pada bagian tangan atau bahkan hingga kulit kepala. Namun saat kulit dehidrasi, walau kulit bisa sangat berminyak, namun ada rasa kulit kencang yg tertarik.

Ciri lain dari kulit yg dehidrasi adalah seringnya timbul jerawat yg tak pernah sembuh. Banyak orang yg mengalami dehidrasi pada kulit mereka mengalami jerawat yg tak kunjung sembuh di area T Zone, yaitu kering dan dagu. Apabila hal ini terjadi ini berarti kulit tengah mengalami dehidrasi. Saat kulit tengah dehidrasi, bagian tersebut terus menerus memproduksi minyak yg pada akhirnya memicu jerawat.

Baik kulit kering atau pun kulit yg dehidrasi biasanya juga bisa menimbulkan rasa gatal, kemerahan dan juga kusam serta pecah- pecah. Untuk kulit dehidrasi, untuk solusi jangka pendek, Anda bisa menyemportkan mineral sesering mungkin. Akan tetapi agar kulit tetap sehat sebaiknya konsumsilah air mineral sesering mungkin, setidaknya delapan gelas sehari.

Komposisi air dalam kulit sama besar seperti kebutuhan air dalam tubuh, yaitu sebesar 80 persen. Karena itu komposisi tersebut harus terpenuhi agar terhindar dari kulit yg mengalami dehidrasi. Seorang ahli menjelaskan bahwa kulit dehidrasi adalah keadaan kulit yg reversibel yg disebabkan oleh kurangnya air pada lapisan epidermis atau pun lapisan terluar kulit. Pada lapisan terluar ini, memiliki sawar (pelindung) kulit yg memiliki kemampuan untuk menjaga kadar air dalam jumlah yg cukup bagi tubuh.

Kulit Dehidrasi Bisa Diatasi Dengan Memperbanyak Minum Air Putih

Ada tiga komponen yg membuat sawar kulit yg baik, yaitu skin barrier yg berfungsi untuk perekat kulit, natural moisturizing factors yg berguan untuk menarik air dari udara ke kulit dan terakhri moisture network yg berfungsi untuk menghubungkan setiap lapisan kulit hingga jumlah air dalam setiap lapisan kulit seimbang.

Lantas apa yg terjadi bila tiga komponen tersebut tak cukup? Hal tersebut menandatakan bahwa pelindung atau sawar kulit sudah rusak. Saat sudah rusak, otomatis bahan- bahan kimia akan masuk ke dalam kulit dan mengalami iritasi. Setelah itu air pun akan menguap dan akhirnya kulit mengalami dehidrasi.

Ada beberapa gejala saat kulit mengalami dehidrasi. Biasanya kulit akan terlihat kusam. Selain itu kulit juga akan terlihat bersisik serta munculnya kemerahan dan kalau disentuh juga akan terasa kasar. Bahkan seseorang akan merasa tak nyaman seiring dengan makin parahnya gejala dehidrasi pada kulit.

Setiap orang berpotensi mengalami kulit dehidrasi. Namun biasanya orang lanjut usia memiliki resiko lebih tinggi mengalami hal tersebut lantaran seiring dengan bertambahnya usia, maka pembuluh darah akan berkurang dan secara umum ketebalan kulit menipis. Selain itu perempuan juga berpotensi lebih besar ketimbang pria untuk mengalami hal ini. Soalnya wanita lebih banyak bersentuhan dengan bahan pembersih seperti sabun cuci piring atau deterjen. Begitu juga halnya dengan orang yg sering terpapar sinar matahari . Selain itu orang yang sering terpapsr sinar matahari juga berpotensi mengalami kulit dehidrasi.