Bakteri yang Bisa Ada Pada Makanan dan Minuman

Tahukah anda bahwa terdapat bakteri pada makanan dan minuman kita sehari-hari? Semua jenis air yang ada sebenarnya mengandung bakteri dan protozoa. Sama halnya pada air minum yang kita konsumsi setiap hari. Begitu pun pada makanan,  Bakteri tersebut tidaklah berbahaya jika jumlahnya masih dibawah ambang batas normal. Meski begitu, kita perlu waspada karena bakteri-bakteri ini bisa saja mengganggu kesehatan ketika sistem imunitas tubuh sedang melemah dan tak bisa bekerja dengan baik. Nah, Berikut penjelasan tentang beberapa bakteri yang bisa ada pada makanan dan minuman kita sehari-hari.

Bakteri

Bakteri Salmonella

Bakteri Salmonella biasanya terdapat pada produk makanan mentah, seperti: daging, relur, susu, makanan laut, dan sebagainya. Untuk menghindarinya, masak makanan sampai matang supaya bakteri tak bertahan hidup dalam makanan sehingga aman dikonsumsi.

Bakteri Chaetomium Sp

Bakteri Chaetomium sp ini masih tergolong dari spora yang tidak berbahaya, meskipun begitu dalam beberapa kasus mereka juga dapat menyebabkan infeksi yang biasa dikenal sebagai phaeohyphomycosis. Bakteri ini juga dapat menimbulkan bahaya bagi setiap orang yang alergi terhadap spora.

Bakteri Legionella pneumophila

Bakteri Legionella pneumophila termasuk dalam bakteri gram negatif, bakteri ini berbentuk batang, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Biasanya koloni bakteri Legionella pneumophila ini hidup subur menempel di pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan akan kaporit serta dengan konsentrasi klorin sebesar 26mg/l. Bakteri ini dapat hidup pada suhu antara 5,7 derajat celcius sampai dengan suhu 63 derajat celcius dan dapat hidup dengan subur pada suhu 30 derajat celcius sampai 45 derajat celcius.

 

Bakteri Norovirus

Makanan yang terkontaminasi oleh bakteri Norovirus, akibat terburuknya akan mengalami muntah dan diare. Gejalanya akan dirasakan setelah 60 jam. Untuk menghindarinya, biasakan mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

Bakteri E.Coli

Sebenarnya bakteri E.Coli tidak menimbulkan efek buruk pada manusia. Bakteri ini biasanya ada pada saluran pencernaan. Namun, ada pula E.Coli yang dapat mengganggu kesehatan ketika tertelan. E.Coli bisa bermasalah dan membuat seseorang mengalami diare, muntah atau pun kram perut. Bakteri E.Coli ini bisa ada pada daging sapi, karena itu perhatikan kematangan daging ketika memasaknya ya.

Bakteri Listeria

Bakteri Listeria dapat ditemukan pada makanan laut, susu, dan lainnya. Pada ibu hamil bakteri ini berbahaya karena dapat menyebabkan keguguran. Sedangkan pada orang dengan kekebalan tubuh yang sedang mengalami penurunan, dapat pula terinfeksi dengan gejala terasa kaku pada leher, hilang keseimbangan, dan kejang.

Bakteri Staph

Bakteri Staph biasa hinggap pada kulit. Namun, jika sampai tertelan bisa juga lho membahayakan. Untuk menghindarinya, selalu cuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh makanan. Karena makanan yang telah terkontaminasi bakteri Staph ini bisa menyebabkan keracunan.

Bakteri Bacillus cereus

Bakteri ini ada pada manakan bisa disebabkan karena terlalu lama menyimpannya. Usahakan untuk tak terlalu lama membiarkan masakan  begitu saja dan tak dimakan. Bakteri ini akan menyebabkan muntah dan diare bila sampai tertelan dan hidup di dalam tubuh. Biasanya rasa sakit di perut akan hilang dengan sendirinya setelah maksimal satu minggu. Untuk menghindarinya, sebaiknya sisa masakan disimpan di lemari pendingin agar lebih awet dan tak terkontaminasi.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang bakteri yang bisa saja ada pada makanan dan minuman kita sehari-sehari. Karena itu, sebaiknya berhatilah dengan kurangi mengkonsumsi makanan mentah dan menjaga kebersihan makanan serta tempat makan. Jangan lupa juga untuk selalu cuci tangan sebelum makan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.