Cegah Rubella Dengan Imunisasi MR

Cegah Rubella Dengan Imunisasi MR

Imunisasi adalah salah satu upaya pencegahan yg efektif untuk mengalau berbagai macam penyakit. Terlebih lagi penyakit yg penyebarannya sangat cepat, seperti rubella. Penyakit yg satu ini memang sangat menakutkan. Bila ada satu orang yg terkena penyakit rubella dalam satu populasi yg tak menerima imunisasi rubella, maka dipastikan bahwa lebih dari sebagian anggota dalam populasi tersebut akan terkena penyakit yg sama.

Rubella adalah penyakit yg disebabkan oleh virus dan disebarkan oleh manusia ke manusia lainnya. Saat seseorang ibu hamil terkena penyakit ini, kemungkinan besar bayinya akan lahir dalam keadaan cacat seperti mengalami kebutaan dan kelainan jantung. Bahkan sang ibu juga bisa meninggal dunia karena virus rubella menginfeksi liver hingga akan terjadi pendarahan yg begitu hebat saat melahirkan.

Di Indonesia, penyakit yg juga disebut dengan campak jerman ini mencapai angka 5.000 hingga 10.000 kasus per tahun. Dengan masih tingginya kasus penyakit rubella yg terjadi, pemerintah pun mengadakan Program Nasional Imunisasi Campak dan Rubella. Program ini dibagi dalam dua tahap, yaitu bulan Agustus dan September mendatang. Pada bulan Agustus, pemberian imunisasi difokuskan di Pulau Jawa, sedangkan pada bulan September imunisasi ini akan dilakukan di luar pulau jawa.

Imunisasi MR ini wajib diberikan pada bayi yg usianya 9 bulan hingga anak- anak yg sudah berusiak 15 tahun. Pemberian imunsasi ini tidak dipungut biaya dan dapat dilakukan di sekolah atau di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kementrian Kesehatan RI bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan juga WHO, mengajak para orang tua serta gurut untuk turut serta membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi MR ini.

Bila saat seorang anak perempuan terkena virus rubella, hal tersebut berdampak pada kesehatannya di masa mendatang. Rubella memiliki sindrom rubella kongenital. Sindrom ini diketahui membuat virus yg masuk ke dalam tubuh bisa teraktivasi pada saat anak perempuan tumbuh besar dan hamil. Dengan adanya reaktivasi, bisa membahayakan kondisi ibu dan janin dalam kandungannya.

Pemerintah Bersuaha Memutus Penyebaran Virus Rubella

Namun bukan berarti hanya anak perempuan saja lah yg perlu mendapatkan imunisasi. Anak laki- laki pun harus diimunisasi lantaran penyebaran virus rubella tergolong cepat. Bila seorang anak lelaki terkena virus ini, maka ia bisa menyebarkannya pada orang- orang yg ada di sekitarnya. Karena itu penyebaran virus rubella harus dicegah dengan cara imunisasi MR.

Mata rantai penyebaran virus ini harus diputus. Sehingga pencegahannya tak hanya dilakukan pada ibu hamil saja, namun pada semua anak yg berpotensi terkena virus rubella. Untuk itu, orang tua harus memastikan anak mereka menerima imunisasi MR lantaran sangat penting ke depannya.

Rubella berbeda dengan campak yg penyebarannya tidak terlalu mengkhawatirkan. Salah satu alasannya adalah karena imunisasi campak sudah masuk dalam program imunisasi nasional. Karena itu campak akhirnya sudah dieliminasi dan rubella masih memerlukan kontrol. Soalnya hingga saat ini belum banyak anak- anak yg mendapatkan imunisasi MR.

Imunisasi MR ini harus diterima oleh semua anak yg berusia 9 bulan ke atas hingga 15 tahun termasuk mereka yg sudah pernah menerima imunisasi ini sebelumnya. Kenapa? Karena tak ada yg bisa menjamin apakah imunisasi yg sudah pernah mereka terima sebelumnya memiliki kualitas yg baik atau tidak. Karena dari itu, maka semua anak di Indonesia diharapkan untuk melakukan imunisasi MR para program ini.