Menggunakan Pakaian Dalam Pun Ada Aturannya!

Menggunakan Pakaian Dalam Pun Ada Aturannya!

Apakah Anda pernah benar-benar memikirkan tentang pakaian dalam yg Anda kenakan? Mulai dari bahannya, cara memakai yg benar hingga bentuk dari pakaian dalam itu sendiri. Sayangnya, kebanyakan dari kita menjawab “tidak”.

Tak ada yg benar- benar peduli dengan pakaian dalam mereka dan hanya memakainya dari waktu ke waktu. Padahal beberapa kesalahan dalam pemilihan dan perawatan pakaian dalam bisa membahayakan kesehatan, terutama kesehatan organ intim penggunanya. Hal ini meliputi bahan, cara mencuci hingga frekuensi berganti pakaian dalam.

Karena itu sebaiknya Anda mulai memperhatikan beberapa aturan penting mengenai pakaian dalam. Dengan beberapa hal ini, Anda bisa mencegah hal-hal yg tak diinginkan dari kesalahan pemakaian pakaian dalam.

Menggunakan Tanpa Mencucinya Terlebih Dahulu

Walau terlihat bersih, memakai pakaian dalam tanpa mencucinya terlebih dahulu adalah tindakan yg salah dan tak bisa dibenarkan. Apalagi bila pakaian dalam tersebut sudah digunakan beberapa kali. Jadi hal yg paling sederhana yg bisa Anda lakukan adalah dengan mencuci pakaian dalam setiap kali setelah menggunakannya.

Rata-rata pakaian dalam yg kotor mengandung antara sepersepuluh hingga satu gram kotoran. Karena itu mencuci pakaian dalam  menjadi hal yg sangat penting unguk Anda lakukan.

Menggunakan Pakaian Dalam Yg Terlalu Ketat

Saat Anda membeli pakaian dalam, usahakan untuk memilih yg ukurannya sesuai dan tak terlalu ketat. Pakaian dalam yg ketat bisa membuat keringat menjadi menumpuk dan membuat area organ intim menjadi rentan berkuman.

Hal paling bijaksana yg bisa Anda lakukan adalah memilih pakaian dalam yg ukurannya agak longgar, dengan begitu sirkulasi udara area organ intim bisa jadi lebih lancar. Lembab dan keringat menumpuk pun jadi bisa dihindari.

Memilih Bahan Pakaian Dalam Yang Salah

Hal penting lainnya yg perlu diperhatian mengenai pakaian dalam Anda adalah bahannya. Sebaiknya pilihlah bahan katun yg diketahui bisa dengan sempurna menyerap keringat Anda. Ini adalah salahs satu cara untuk menjaga area organ intim tak jadi lembab.

Hindarilah bahan-bahan tak menyerap keringat seperti spandex. Dengan begitu Anda bisa menghindari penumpukan keringat dan bakter di area organ intim dapat memicu infeksi dan juga bau tak sedap.

Malas Mengganti Pakaian Dalam

Normalnya seseorang memang akan mengganti pakaian dalam mereka begitu selesai mandi. Namun sebaiknya Anda juga segera mengganti pakaian dalam pada saat tubuh sudah banyak berkeringat.

Kondisi organ intim yg panas, berkeringat dan juga lembab adalah temat favorite bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh serta berkembang. Karena itu segeralah ganti pakaian dalam Anda saat tengah banyak berkeringat.

Hal ini juga berlaku bila Anda memiliki masalah inkontinensia urine, atau keadaan di mana tanpa disadari urine keluar walau hanya setetes. Tetasan urine ini, walau hanya sedikit bisa jadi sarang bakteri apabila tak segera mengganti pakaian dalam.

Mungkin terasa sedikit merepotkan harus berganti pakaian dalam setiap saat. Akan tetapi ini adalah salah satu pencegahan yg baik untuk menghindari berbagai resiko yg bisa terjadi pada organ intim Anda.

Menggunakan Sabun Cuci Yang Salah

Kebanyakan orang tak terlalu memikirkan bagaimana cara mencuci pakaian, bahkan deterjen hingga pewangi serta pelembut yg mereka gunakan. Banyak yg menduga, tak ada masalah berarti dengan pencucian pakaian, terutama pakaian dalam. Namun ternyata pakaian dalam perlu sangat diperhatian proses pencuciannya.

Kekeliruan saat memilih deterjen bisa membuat iritasi pada organ intim. Biasanya hal ini terjadi bila Anda menggunakan deterjen dengan pewangi atau berbahan keras. Tingginya konsentrasi parfum pada deterjen bisa membuat iritasi dan sebaiknya Anda hindari.