Lensa Kontak Bisa Bahayakan Mata Bila Tak Tepat Penggunaannya

Lensa Kontak Bisa Bahayakan Mata Bila Tak Tepat Penggunaannya

Lensa kontak atau softlens adalah salah satu solusi untuk mengatasi mata rabun di samping penggunaan kaca mata. Sebenarnya jauh sebelum ditemukannya softlens, manusia sudah terbiasa untuk menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Namun manusia terus berinovasi dan menemukan hal baru yg tentu lebih praktis dan efektif.

Lensa kontak sendiri ditemukan pada pertengahan tahun 1900- an. Pada masa itu sebenarnya kacamata sudah ditemukan. Akan tetapi muncul kebutuhan untuk menggunakan alat bantu penglihatan mata yg lebih praktis dan tak menggangu penampilan.

Berkacamata terkadang memang membuat penampilan seseorang jadi tidak maksimal. Di samping itu, para penggunanya juga cenderung tidak leluasa untuk bergerak. Karena itulah lensa kontak muncul sebagai solusi dari kekurangan kacamata tersebut.

Beberapa tahun terakhir lensa kontak sudah menjadi hal yg sangat umum di masyarakat. Dari pada sekedar untuk menunjang penglihatan, penggunaan lensa kontak juga ditujukan guna menunjang penampilan. Belakangan memang lensa kontak hadir dengan berbagia macam corak dan warna menarik yg membuat mata terlihat lebih indah.

Harga dan kualitas lensa kontak pun terbilang sangat beragam. Karena itu, segala kalangan masyarakat pun bisa mendapatkannya dengan mudah. Akan tetapi sayangnya banyak yg tak tau bagaimana cara penggunaan dan perawatan lensa kotak dengan benar. Ketidaktahuan ini bisa membahayakan mata para pengguna lensa kontak.

Kesalahan Penggunaan Lensa Kontak Bisa Mengakibatkan Kebutaan

Beberapa bulan terakhir kita disuguhi dengan berita kesalahan penggunaan lensa kontak yg berakibat fatal. Salah satu kesalahan yg kerap dilakukan oleh pengguna softlens adalah tidak melepaskannya saat pergi tidur.

Seorang wanita muda dilaporkan mengalami kebutaan permanen setelah ia lupa melepaskan lensa kontaknya saat tidur. Kebiasaan ini sangat membahayakan sehingga mata jadi rusak. Padahal melepas lensa kontak sebelum tidur, bukanlah pekerjaan yg sulit.

Seorang dokter juga pernah melaporkan seorang pasiennya yg berusia 67 tahun merasakan keluhan mata kering dan tak nyaman. Awalnya diduga hal tersebut terjadi lantaran faktor penuaan. Namun saat dokter hendak melakukan operasi katarak pada pasien bersangkutan, ternyata sumber masalahnya adalah lensa kontak yg tak pernah dilepaskannya. Bahkan dokter menemukan 27 lensa yg saling menempel.

Kasus tersebut menjadi pengingat bagi para pengguna lensa kontak untuk selalu melepaskan alat bantu penglihatan ini saat mereka tidur. Pastikan Anda selalu melepaskan lensa kontak dan mencucinya di malam hari sebelum tidur.

Membiarkan lensa kontak tetap berada dalam mata saat kita tertidur membuat meningkatnya resiko infeksi mata, dan bila dilakukan tiap hari hal ini bisa merusak mata mulai dari rabun hingga kebutaan. Berdasarkan data dari Centers of Disease Control and Prevention, sekitar 25 persen dari infeksi mata di dunia disebabkan oleh penggunaan lensa mata yg tidak benar.

Bola mata membutuhkan oksigen agar tetap sehat. Namun saat kita memakai lensa kontak terlalu lama, maka bola mata tak akan mendapatkan oksigen yg dibutuhkan. Hal ini akan membaut kornea mata membengkak dan menyebabkan abrasi kornea. Hal tersebut membuat bakter mudah masuk dan berujung pada infeksi pada mata. Tidur dengan lensa kontak yg tetap terpakai juga meningkatkan resiko ulkus kornea atau luka yg menyakitkan pada permukaan mata bagian depan yg bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.

Selain itu, semakin lama lensa kontak terpasang di mata, maka akan makin banyak kotoran, debu dan bakteri yg menumpuk di atasnya. Penumukan bakteri dan kotoran ini dapat menyebabkan masalah kekebalan tubuh seperti konungtivitis papiper atau munculnya benjolan di kelopak mata. Karena itu pastikan mata Anda beristirahat dan lepaskan lensa kontak saat tidur.