Makan Tengah Malam Bisa Bahayakan Kesehatan Kulit

Makan Tengah Malam Bisa Bahayakan Kesehatan Kulit

Tentu Anda sudah tau bahwa memiliki kebiasaan makan malam berdampak buruk bagi tubuh. Banyak pakar mengatakan bahwa makan di atas jam 7 malam bisa membahayakan kesehatan Anda lantaran bisa membuat Anda mengalami kelebihan berat badan atau bahkan obesitas.

Karena itu makan malam adalah musuh utama bagi orang- orang yg ingin menurunkan atau mempertahankan berat badan ideal mereka. Bahkan makan malam ditenggarai bisa membuat perut menjadi buncit.

Tak hanya itu, makan malam atau terlalu dekat dengan waktu tidur juga diyakini bisa mengganggu proses metabolisme tubuh seseorang. Mulai dari masalah pencernaan hingga masalah lainnya. Makan terlalu malam atua tengah malam juga membuat Anda tak bisa tidur nyenyak sehingga tidur Anda jadi tak berkualitas.

Beberapa pemaparan di atas sebenarnya hanya sebagian kecil dari bahaya yg didapatkan oleh tubuh dengan makan malam, khususnya makan tengah malam. Sebuah penelitian yg dilakukan baru- baru ini menemukan fakta bahwa makan di luar waktu normal alias makan larut malam juga bisa membuat kulit Anda rentan terhadap efek merusak dari radiasi matahari.

Para peneliti melakukan penelitian pada sejumlah tikus percobaan untuk menemukan hubungan antara makan larut malam dan kerusakan kulit. Tikus- tikus ini diberikan makan pada siang hari, di luar kebiasaan hewat nokturnal biasanya makan.

Dari penelitian tersebut, para ilmuwan ini menemukan bahwa saat tikus- tikus ini makan di luar waktu normal, mereka mengalami lebih banyak kerusakan kulit saat terkena sinar Ultraviolet B atau UVB pada siang hari, ketimbang saat mereka makan pada malam hari.

Lantas apa hubungannya waktu makan dengan kerusakan kulit?

Hal tersebut terjadi lantaran pergantian waktu makan tersebut dikacaukan dengan enzim yg disebut xeroderma pigmentosum Group A atau yg XPA. Hormon ini sendiri diketahui sangat vital dalam membantu memperbaiki kerusakan kulit. Karena itu bila enzim kurang aktif di siang hari, maka kulit pun akan jadi rentan terhadap sinar UV yg bisa merusak kulit tersebut.

Sementara itu, tikus- tikus yg diberikan makan selama jam normal mereka tidak menunjukkan perubahan pada enzim perbaikan kulit dan juga diketahui tidak terlalu beresiko terhadap sinar UVB.  Selain itu juga diketahui bahwa perubahan waktu makan seseorang juga akan mempengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis mereka pada organ lain, seperti hati.

Penelitian ini menegaskan bahwa mengubah waktu makan bisa dapat menggeser jam tubuh pada kulit seseorang. Itu artinya dengan mengubah waktu makan Anda, atau membiasakan makan tengah malam, bisa membuat jam tubuh pada kulit terganggun sehingga kulit Anda tak mendapatkan perlindungan pada siang hari.

Penemuan ini sendiri memang masih bersifat pendahuluan lantaran baru dilakukan pada tikus saja. Peneliti masih belum meneliti lebih lanjut apakan waktu makana akan mempengaruhi enzim perbaikan kulit manusia dengan cara yg sama dengan para tikus.

Namun bila hal ini terbukti juga memiliki efek yg sama pada manusia, maka kita tentu perlu berhati- hati dalam mengatur pola makan. Apalagi sinar Ultraviolet B memiliki peran sangat besar akan terjadinya kanker kulit dan juga penuaan dini.