Kelebihan Air Lebih Berbahaya Ketimbang Dehidrasi

Kelebihan Air Lebih Berbahaya Ketimbang Dehidrasi

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi memang amat sangat penting. Dengan cukup cairan maka metabolisme tubuh bisa berlangsung dengan baik. Selain itu, tubuh yg terhidrasi juga menghindarkan seseorang dari berbagai efek berbahaya akibat kekurangan cairan seperti turunnya konsentrasi dan fokus, pengentalan darah, hingga penyakit yg berhubungan dengan ginjal.

Orang dewasa membutuhkan setidaknya 2 liter air per hari. Sementara itu anak- anak butuh 1,2 liter hingga 1,5 liter per hari, dan jumlah itu bisa ditambah tergantung aktivitas fisik yg dilakukan.  Tentu sangat penting untuk mencukupkan kebutuhan air per hari agar tubuh bisa bekerja dengan baik. Namun apa jadinya bila tubuh terlalu banyak diasupi oleh cairan?

Pada dasarnya segala sesuatu yg berlebihan tidak baik bagi tubuh. Ternyata bahaya kelebihan air sama buruknya dengan bahaya kelebihan cairan. Overhidrasi juga bisa menyebabkan berbagai masalah yg fatal bagi tubuh.

Seseorang bisa terkena overhidrasi saat ia mengkonsumsi cairan terlalu banyak atau terlalu banyak minum air. Terlalu banyak minum bahkan bisa membuat seseorang kehilangan kesadarannya. Namun biasanya overhidrasi dialami oleh orang- orang dalam kondisi tertentu seperti ginjal, gangguan kejiwaan yg membuat mereka selalu merasa haus, hingga gangguan kelainan hormon vasopressin yg membuat membuat terhambatnya pengeluaran cairan dari dalam tubuh.

Saat seseorang tengah dehidrasi, gejala awalnya adalah merasa tidak fokus dan kehilangan konsentrasi. Tubuh pun akan terasa lemas dan tak bertenaga. Efek jangka panjangnya pun cenderung beragam.

Gejala overhidrasi sangat berbeda. Biasanya tanda overhidrasi diawali dengan rasa mual, muntah dan perut yg terasa sangat penuh. Biasanya kedua tangan dan kaki juga bengkak. Dan bla sudah ada gangguan kesadsaran maka itu tandanya sudah terjadi overhidrasi di otak.

Overhidrasi Bisa Menyebabkan Kematian

Overhidrasi bahkan bisa menyebabkan kematian. Hal ini pernah terjadi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Saat itu tengah dilangsungkan lomba minum air sebanyak- banyaknya. Korban meninggal diketahui mengalmai kelebihan cairan yg membuat cairan di luar sel tubuh mengalami peningkatan tak terkendali. Elektrolit dalam tubuh pun jadi berkurang hingga mengganggu keseimbangannya.

Tubuh akan membuat pertahanan saat overhidrasi terjadi, cairan di luar sel masuk ke dalam dan bila berlebihan maka sel tubuh akan membengkak dan bila hal ini dialami oleh sel otak maka bisa timbul gangguan kesadaran, koma hingga meninggal.

Akan tetapi pada overhidrasi yg terjadi masih cenderung ringan, bisa diatasi dengan cepat pula. Dengan mengurangi cairan maka natrium akan normal kembali. Namun bila cairan di tubuh terlalu berlebihan atau berat, maka dapat ditambahkan natrium untuk mendapatkan kembali kadar natrium yg normal dalam darah.

Biasanya bila seseorang terindikasi mengalami overhidrasi maka pihak medis pertama kali akan memeriksa apakah ada pembengkakan atau tidak. Berikutnya dilakukan tes urine dan pemeriksaan kadar natrium di dalam plasma darah. Biasanya hal ini ditangani dengan mengurangi cairan dan memberikan makanan yg agak asin agar bisa menyerap air di ekstra sel.

Karena itu, walau air sangat sehat dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetap saja tak boleh terlalu berlebihan. Konsumsilah air secukupnya, hingga batas yg dianjurkan yaitu sekitar 2 liter perhari.  Dengan begitu maka tubuh akan mendapatkan manfaat dari air.