Waspadai Diare Pada Anak!

Waspadai Diare Pada Anak!

Diare memang adalah penyakit umum yg sering menyerang orang dewasa hingga anak- anak. Karena cukup lazim terjadi, banyak yg menyepelekan penyakit yg satu ini. Padahal diare bisa berakibat fatal bila tak ditangani dengan benar. Apalagi bila diare menyerang anak- anak.

Banyak orang tua menganggap remeh penyakit yg satu ini lantaran dianggap biasa dan wajar. Padahal faktanya, data dari Riset Kesehatan Dasar menyebutkan bahwa diare adalah penyebab kematian pada anak nomor 2 tertinggi di Indonesia. Data ini juga menyebutkan bahwa setidaknya 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2 hingga 6 kali setahun.

Diare sendiri adalah kondisi penderita yg mengalami buang air besar atau BAB lebih dari 2 hingga 3 kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yg lembek atau cair. Kondisi ini tentu membuat penderitanya menjadi lemas dan dehidrasi. Bila dibiarkan berlarut- larut tentu bisa berakibat sangat fatal.

Penyebab diare sendiri sebenarnya cukup beragam. Bisa disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Beberapa orang yg menderita alergi juga bisa mengalami diare. Namun penyebab terbanyak diare adalah rotavirus, di mana jonjot usus rusak sehingga mengakibatkan produksi enzim laktase jadi berkurang. Keadaan ini membuat lakotasa tidak tercerna dengan baik dan tidak dapat diserap sehingga diare makin parah, perut terasa kembung dan tinja berbau asam. Kondisi ini biasanya juga disebut dengan intoleransi laktosa.

Karena itu orang tua harus sangat sigap dan cermat saat Anda mereka terkena diare dan segera memberikan penanganan yg tepat. Pastikan agar anak anda tetap terhidrasai dan kekurangan gizi pada saat ia tengah mengalami diare. Salah satu efek jangka panjang dari diare yg terlalu sering pada anak adalah anak beresiko lebih pendek sekitar 3 cm saat usia menginjak 7 tahun dan bahkan membuat anak memiliki IQ yg lebih rendah.

Memastikan anak tetap terhidrasi adalah hal yg sangat penting. Bila anak tak mau minum, orang tua perlu berusaha agar anak mendapatkan asupan nutrisi yg mudah diterima. Hal ini bertujuan agar anak tetap berenergi dan membantunya untuk mempercepat pemulihan usus normal.

Saat Anak Diare, Pastikan Ia Tetap Terhidrasi

Bila keadaan anak memburuk, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Bila anak Anda masih mendapatkan ASI, pastikan untuk meneruskan pemberian ASI pada anak karena ASI adalah asupan yg terbaik yg bisa didaptakan anak. Selain itu berikan larutan oralit untuk mencegah dehidrasi pada anak. Saat anak sudah dehidrasi tak jarang harus berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Karena itu menjaga anak terhidrasi adalah bagian paling penting dari pemulihan diare.

Untuk mencegah diare datang kembali, sebaiknya selalu jaga kebersihan makanan dan lingkungan anak. Untuk anak yg sudah tidak lagi mendaptakan ASI, sebaiknya berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi dokter.

Para orang tua juga perlu menambah pengetahuan mereka mengenai penyebab dan pemicu diare serta bagaimana penanganannya sehingga bisa memberikan pengobatan yg tepat pada anak saat diare melanda. Dengan begitu, kondisi anak tidak akan makin memburuk dan diare bisa diatasi sedini mungkin.