Bersepeda Bisa Membahayakan Organ Intim Perempuan

Bersepeda Bisa Membahayakan Organ Intim Perempuan

Bersepeda memang adalah salah satu pilihan transportasi yg sehat dan juga ramah lingkungan. Tak hanya memberikan solusi bagi kebutuhan transportasi, menggunakan sepeda juga membantu Anda menjaga kesehatan.

Namun walau bersepeda terbukit efektif dalam membantu membakar kalori dan menyehatkan jantung, bagi perempuan aktivitas ini justru memiliki resiko yg cukup berbahaya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa bersepeda berpotensi merusak organ intim.

Disebutkan bahwa sering bersepeda bisa menjadi penyebab gangguan infeksi di organ intim wanita, bahkan bisa berakibat mengacaukan kehidupan seks mereka.

Salah satu keluhan yg umum ditemui setelah bersepeda adalah sensasi terbakar pada vagina. Seorang konsultan ginekologi di London Gynecology menyebutkan bahwa semua pesepeda, baik pria atau pun wanita akan merasakan ketidaknyamanan pada organ intim mereka.

Dijelaskan bahwa bagi para pesepeda perempuan, masalah yang paling sering terjadi adalah iritasi dan infeksi pada vagina, infeksi kulit dan saluran kemih. Selain itu juga bisa menyebabkan kulit mati rasa dan juga pembesaran labial.

Setiap pengendara sepeda akan merasakan tekanan di jok saat duduk di sadel sepeda cukup lama. Saat seorang perempuan duduk di atas sadel sepeda, bagian vulva – sesuatu yg sama sekal tidak dirancang utnuk menahan beban – setidaknya menahan 40 persen berat badan.

Resiko dari bersepeda terlalu sering ini tak hanya rasa sakit saja. Ternyata tekanan pada vulva juga bisa menyebabkan labia menjadi bengkak dan tampak lebih besar. Beberapa perempuan yg sudah memiliki labia asimetris atau membesar bisa membuat kondisinya makin buruk.

Perempuan Bolah Tetap Bersepeda, Asalkan…

Namun bukan berarti bersepeda jadi terlarang bagi seorang perempuan. Salah satu cara yg bisa dilakukan oleh pesepeda perempuan untuk menghindari resiko tersebut adalah dengan memilih celana khusus yg nyaman saat bersepeda. Namun bila Anda sudah menemukan adanya pembengkakan pada labia, sebaiknya segeralah berkonsulitas ke dokter. Walau hal ini cukup pribadi dan beberapa orang malu untuk membicarakannya, kondisi ini perlu ditangani secepat mungkin untuk menghindari memburuknya keadaan.

Masalah lain yang terjadi pada perempuan yang sering bersepeda adalah mati rasa pada vagina. Pada tahun 2006 silam, sebuah studi menemukan fakta bahwa bersepeda lebih dari 160 kilomenter dalam satu minggu bisa menyebabkan penurunan pada sensitivitas organ intim. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan rasa sakit dan mati rasa akan memicu disfungsi seksual. Dengan kata lain kemampuan orgasme akan menurun.

Tak berhenti sampai di sana, penelitian juga menemukan bahwa bersepeda juga menyebabkan infeksi pada organ kewanitaan yg juga ditemukan adalah Trhush atau infeksi jamur. Gejalanya adalah rasa terbakar saat buang air kecil atau pun rasa nyeris saat sedang bercinta. Secara umum infeksi ini memang mudah diobati, akan tetapi dalah beberapa kasus membutuhkan penanganan khusus dari dokter ginekologi.

Infeksi lainnya yg bisa terjadi karena bakteri jahat adalah infeksi saluran kemih atau sistitis. Infeksi ini membuat rasa sakit, sensasi terbakar dan menyengat saat tengah buang air kecil. Jika sistitis ini tidak diobati, maka bisa berujung pada infeksi ginjal yg serius.

Akan tetapi seperti yg sudah dijelaskan di atas, semua resiko tersebut bisa dicegah. Ada beberapa hal yg bisa Anda lakukan untuk meminimalisir resiko gangguan organ intim saat bersepeda. Posisi bersepeda adalah salah satu hal yg wajib Anda perhatian. Dengan menjaga postur tetap tegak, Anda bisa mencegah pembengkakan.

Selain itu, Anda juga sebaiknya memilih sadel yg tepat bila ingin bersepeda secara rutin. Dan jangan pelit berinvestasi untuk membeli celana khusus untuk bersepeda demi memastikan Anda bisa mencegah semua resiko di atas.