Pelajari Reaksi Tubuh Saat Kita Berlari

Berlari adalah salah satu olahraga yg digemari. Selain sangat efektif untuk menjaga kebugaran tubuh, lari termasuk jenis olahraga yg murah. Tidak butuh tempat khusus, tidak butuh peralatan khusus. Dan Anda bisa melakukannya di mana saja serta kapan saja. Namun sayangnya banyak orang yg tak terlalu memahami bagaimana efek fisiologis saat kita berlari.

Padahal memahami bagaiamana reaksi tubuh saat anda berlari bisa membantu anda mendapatkan hasil yg lebih maksimal dari olahraga lari.  Berikut adalah beberapa efek yg terjadi pada tubuh para pelari.

Pelajari Reaksi Tubuh Saat Kita Berlari

Terganggunnya sistem pencernaan

Mengalami sakit perut atau kram perut bisa dikatakan adalah masalah umum bagi pelari. Hal ini terjadi lantaran tubuh kita menggerakkan darah ke arah otot kita dan menjauh dari usus. Karena itu, sistem pencernaan makanan pun mulai menjadi lambat.

Hal ini juga lah yg menjadi alasan kenapa kita tidak disarankan untuk makan besar sebelum melakukan olahraga lari. Sebelum berlari sebaiknya konsumsi makanan yg ringan seperti buah-buahan yg mudah dicerna.

Memberikan rangsangan tertentu pada otak

Pada saat seseorang berlari, terkadang mereka merasakan perasaan seperti tengah melayang. Soalnya, berlari dalam jarak jauh memicu pelepasan endorfin, atau zat kimia di otak yg menghasilkan perasaan euforia, dan bahkan membuat tubuh jadi merasa kebal terhadap rasa sakit.

Selain itu, neurotransmiter lainnya termasuk dopamin, jgua merangsang munculnya perasaan senang, sementara serotonin membuat suasana hati kita menjadi lebih baik. Karena itu, berlari secara rutin dipercaya bisa memberikan efek baik pada seseorang, seperti mengurangi gejala stres, kecemasan dan juga depresi.

Menyingkirkan timbunan lemak

Pada dasarnya jumlah energi atau kalori yg masuk serta keluar dari tubuh adalah penentu utama berat badan kita. Berlari bisa menciptakan defisit kalori dan berefek membuat kita kehilangan lemak yg larut lewat pengeluaran energi. Saat anda memiliki berat badan 65 kg dan Anda berlari denga kecepatan 6.5 kilometer per jam, Anda bisa membakar sekitar 130 kalori dalam waktu 20 menit.

Selain itu, berlari juga membantu kita memperkuat tulang dan otot serta membantu metabolisme tubuh. Akan tetapi pada titik tertentu kita tak bisa membangun otot hanya dengan memanfaatkan olahraga lari. Untuk mencapai masa otot yg ideal butuh latihan tambahans eperti angkat beban.

Memperkuat jantung dan paru-paru

Saat kita melangkah, jantung dan paru-paru juga turut bereaksi. Dua organ vital tubuh ini bertugas untuk mengalirkan darah ke otot agar terjadi pembakaran yg menghasilkan tenaga. Pada titik tertentu, jantung kita juga akan mengalami kelelahan. Karena itu sangat penting untuk melatih jantung supaya bisa bertahan mendukung langkah kita saat berlari.

Di samping itu, setiap kita berlari, penyerapan oksigen akan meningkat dan hal tersebut bisa mengukur seberapa efeisien Anda menggunakan oksigen. Ukuran tersebut dianggap sebagia salah satu indikator kebugaran kardiovaskular kita.

Meningkatnya suhu tubuh

Suhu tubuh akan meningkat saat kita sedang berlari, apalagi dalam cuaca panas. Akan tetapi keringat membantu kita menurunkan suhu tubuh. Agar berlari menjadi lebih nyaman, gunakan pakaian yg tepat untuk melindungi tubuh, pada saat cuaca tengah dingin atau panas.

Berpotensi Cedera

Sama seperti olahraga lainnya, berlari yg terdengar gampang sebenarnya juga memilii resiko cedera.  Saat kita berlari kita melakukan aktivitas berluang. Karena itu otot dan sendi mengalami tekanan yg signifikan. Karena itulah pelari biasanya kerap mengalami pembengkakan sendi, cedera otot dan juga tekanan jantung.

Untuk menghindari hal ini, sebelum berlari sebaiknya lakukan persiapan dengan benar. Latih otot dan sendi lewat pemanasan untuk meminimalisir resiko cedera. Selain itu beri waktu istirahat yg cukup bagi tubuh setelah berlari.