Ganti 4 Sehat 5 Sempurna Dengan 5 Sehat 8 Sempurna

Ganti 4 Sehat 5 Sempurna Dengan 5 Sehat 8 Sempurna

Selama bertahun- tahun kita selalu memakai istilah 4 sehat 5 sempurna. Istilah ini sudah diperkenalkan sejak seorang anak duduk di bangku dasar dan hingga saat ini pun masih terus ditanamkan sebagai salah satu metode hidup sehat. Namun ternyata seiring dengan perkembangan zaman, ada sedikit pergeseran atas 4 sehat 5 sempurna.

Para pakar gizi menganggap 4 sehat 5 sempurna tak lagi relevan dengan kehidupan masyarakat di zaman ini sehingga mereka menyarankan kita semua untuk beralih pada 5 sehat 8 sempurna. Model pemulihan gizi yg baru ini dibuat agar masyarakat Indonesia bisa memenuhi gizi seimbang setiap kali mereka makan.

Bila Anda masih ingat, 4 sehat 5 sempurna terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur- sayuran dan buah- buahan. Sementara 5 sempurnanya adalah susu. Namun ternyata model ini tak lagi relevan dan berganti menjadi 5 sehat 8 sempurna yg dianggap bisa memenuhi aspek untuk kebutuhan gizi, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan gizi.

Tentu sekarang yg jadi pertanyaan, apa saja yg termasuk dalam 5 sehat 8 sempurna. Yg dimaksud dengan 5 sehat tersebut adalah pangan pokok yaitu karbohidrat, lauk pauk, sayur dan buah, minuman dan membatas GGL atau gula garam dan lemak. Sementara itu 8 sempurna adalah aktivitas fisik, jaga kebersihan dan cek gizi serta kesehatan.

Pada dasarnya konsep pemulihan gizi ini mengacu pada pembatasan porsi makan sesuai dengan usia yg sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Sementara itu pembatasan GGL dianggap perlu lantaran dianggap berssiko pada penyakit tidak menular atau PTM seperti diabetes, kolesterol hingga penyakit jantung.

Sementara itu untuk olahraga juga sangat penting lantaran semakin banyak yg memiliki badan gemuk, mudah pusing, lemah dan letih lantaran kondisi fisik yg kurang sehat dan tak bugar.  Hal tersebut biasanya terjadi lantaran kurangnya olahraga. Terjadi pergeseran lantaran pada zaman dahulu tidka diperlukan olahraga lantaran kebanyakna orang banyak mengalami pekerjaan fisik.

Para Pakar Kesulita Menyosialisasikan Model Pemenuhan Gizi Yang Baru

Sementara itu pakar gizi mengaku bahwa tak mudah untuk menyosialisasikan soal gizi seimbang ini ke masyarakat lantarna panduannya semakin rinci dan detail, misalnya saja seperti gizi sesuai kelompok umur. Selain itu para pakar juga mengalami kesulitan mengenai  penyederhanaan bahasa karena tak semua orang paham soal terminologi gizi.

Karena itu, 5 sehat 8 sempurna adalah bagian dari pemudahan konsep mengenai gizi seimbang. Diharapkan konsep ini bisa dipahami  agar masyarakat terhindar dari dampak jangka panjang. Kalau kelebihan gizi maka seseorang akan beresiko terkena penyakit degeneratif, sementara itu saat seseorang kurang gizi maka ia juga beresiko rentan terkena penyakit.  Saat seseorang kurang gizi saat anak- anak maka mereka akan beresiko terkena penyakit degeneratif saat beranjak dewasa.

Karena itu konsep baru ini dinilai lebih cocok untuk masyarakat zaman sekarang. Tak bisa kita pungkiri bahwa seiring waktu terjadi pergeseran dalam pola hidup masyarakat kita sehingga perubahan model ini juga sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan gizi yg cukup dan tetap menjalani kehidupan yg seimbang.