Sepuluh Hal Yang Anda Rasakan Saat Naik Pesawat

Sepuluh Hal Yang Anda Rasakan Saat Naik Pesawat

Pada dasarnya perjalanan udara cukup aman. Apalagi selama beberapa dekade terakhir para pakar penerbangan dan maskapai penerbangan sudah berusaha sangat maksimal agar para penumpan mereka tetap merasa nyaman dan aman saat tengah berada di 35.000 kaki di udara.

Namun begitu, berada di ketinggian seperti itu tentu akan menimbulkan beberapa efek tak menyenangkan bagi tubuh Anda. Sebenarnya memang ada beberapa efek yg bisa dirasakan oleh tubuh saat Anda tengah terbang di udara. Berikut adalah beberapa hal yg kurang menyenangkan yg bisa Anda rasakan dalam penerbangan.

Rendahnya Kadar Oksigen Membuat Anda Merasa Mengantuk

Tak sedikit orang yg meraa stress saat melihat kerumunan orang di bandara. Ternyata berada di ketinggian juga memberikan efek stress yg kurang lebih sama.walau tekanan kabin barometrik sudah disesuaikan untuk mencegah penyakit ketinggian, akan tetapi Anda tetap saja masih bisa merasakan kantuk dan juga sakit kepala.

Sebuah studi menunjukkan bahwa tingkat oksigen penumpang pesawat terbang turun sebesar 4 persen dan hal tersebut bisa jadi masalah saat Anda memiliki masalah jantung dan paru- paru. Salah satu cara untuk mencegah rasa sakit kepala saat berada di ketinggian adalah dengan memperbanyak minum air putih dan menghindari alkohol serta kafein.

Berkumpulnya Darah Di Kaki

Duduk di bangku pesawat yg sempit selama berjam- jam bisa mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh Anda. Hal tersebut pun berakibat pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Resiko penggunalan darah yg juga dikenal dengan istilah deep vein thrombosis ini meningkat saat darah tak beredar dengan baik. Biasanya hal ini akan terjadi bila Anda menempuh perjalanan panjang.

Pada posisi tersebut pembuluh darah di kaki kita akan tertekan sehingga aliran darah yg mengalir di bagian kaki melambat. Memang banyak orang yg menyarankan dan percaya bahwa bangun dan berjalan kaki di pesawat bisa mengatasi hal ini. Akan tetapi hal tersebut justru bisa membuat kesemrawutan apabila ada banyak orang yg merasa harus berjalan di saat yg sama. Belum lagi adanya resiko turbulensi tak terduga.

Masalah ini sendiri sebenarnya lebih rentan dialami oleh mereka yg mengalami kegembukan, sedang hamil atau baru melahirkan, dan juga untuk orang- orang yg berusia di atas 40 tahun dan penderita penyakit serius. Untuk mengatasinya Anda bisa melakukan gerakan stretching di bagian kaki selama perjalanan jarak jauh. Bila perlu konsultasikan pada dokter sebelum bepergian dengan pesawat terbang.

Dehidrasi

Taukah Anda bahwa sebenarnya udara yg Anda hirup di kabin pesawat berasal dari luar. Namun udara di ketinggian tersebut memiliki kelembaban yg sangat sedikit karena itu Anda biasanya akan merasa dehidrasi. Saat Anda sudah mengalaminya maka Anda akan merasa lelah, apalgi dengan kombinasi tekanan udara di kabin yg diturunkan. Karena itu cegahlah hal ini dengan cara meminum air lebih banyak.

Ingin Buang Angin

Saat kita berada di ketinggian, maka rasa kembung akan meningkat hingga 25 persen. Hal tersebut terjadi lantaran saat kita berada di ketinggian tekanan di luar akan turun dan gas di usus akan menyebabkan rasa kembung dan dorongan untuk buang angin. Bila dorongan itu datang, maka sebaiknya biarkan keluar agar tak berdampak buruk bagi kesehatan.

Telinga Berdengung

Telinga juga akan merasakan efek dengan berubahnya tekanan udara. Efek yg biasanya dirasakan adalah sakit pada telinga dan juga berdengung. Untuk mencegah hal ini Anda bisa mengunyah permen karet. Tapi saat Anda turun dari pesawat maka hal sebaliknya akan terjadi. Tekanan udara mengembang hingga banyak udara perlu kembali ke telinga. Bila hal ini terjadi lakukanlah gerakan menelan atau menguap.

Pengecap Rasa Di Lidah Berkurang

Biasanya makanan yg Anda dapatkan di pesawat akan terasa hambar. Hal tersebut terjadi lantaran rendahnya kelembaban udara dalam pesawat yg kita hirup membuat selaput lendir di mulut dan hidung menjadi kering. Karena itu selera makan pun jadi turun. Mulut kering memang bisa mengurangi kepekaan rasa, namun bisa dipulihkan dengan hidrasi alias meminum air putih.

Sakit Gigi

Hal yg satu ini sangat jarang terjadi, namun faktanya perubahan gas dalam tubuh memang bisa mempengaruhi gigi. Karena gas bisa terjebak dalam tambalan atau gigi berlubang. Sama dengan mengatasi dengungan telinga, mengunyah permen karet juga dipercaya bisa mengurangi tekanan dalam gigi. Karena itu saat Anda sakit gigi, sebaiknya tunda dulu perjalanan dengan pesawat. Namun bila harus, maka sebaiknya konsumsilah obat penahan rasa sakit.

Bau Mulut

Bila mulut kering maka kadar air liur yg dapat menekan pertumbuhan bakteri juga akan berkurang hingga bisa membuat Anda jadi bau mulut. Karena itu sikat gigi Anda dan pastikan minum cukup banyak air agar napas tak bau saat tengah berada dalam penerbangan panjang.

Jet Lag

Hal ini akan terjadi saat Anda bepergian ke zona waktu yg berbeda. Biasanya butuh satu hari unutk menyesuaikan diri setiap jam zona yg kita lewati. Karena itu bila Anda terbang ke zona waktu berbeda selama enam jam, maka butuh setidaknya enam hari agar siklus kita kembali selaras dengan waktu setempat.