Seberapa Efektifkah Kondom Mencegah Penularan HIV?

 

Kondom diketahui sebagai salah satu alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan paling efektif. Tingkat pencegahannya pun sampai 99 persen, dan lebih tinggi ketimbang jenis alat kontrasepsi lainnya seperti pil, suntikan hormon atau pun IUD dan impan. Namun tentu bila kondom digunakan dengan tepat dan benar.

Tak hanya itu, penggunaan kondom saat berhubungan seksual pun dianggap sebagai salah satu cara efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Bila keefektifan kondom sebagai pencegah kehamilan sudah terbukti, bagaimana dengan fungsinya sebagai alah pencegah menyebarnya penyakit menular seksual?

Ahli mengungkapkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten memang sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Terutama bagi mereka yg gemar bergonta ganti pasangan sehingga resiko terkena penyakit seksual menular makin tinggi. Namun begitu, sayangnya kondom terbukti tidak terlalu efektiv dan tak bekerja maksimal untuk pencegahan penulara HIV.

Untuk HIV atau Human Immunodeficiency Virus, efektivitas kondom biasanya 80 hingga 90 persen. Namun itu berarti masih ada resiko tertular 10 hingga 20 persen.  Namun kenapa kondom tidak efektiv untuk mencegah penularan HIV? Sejauh ini ada beberapa teori yg mendukung kurang efektifnya kondom dalam pencegahan penularan HIV.

Pori-Pori Kondom Masih Bisa Ditembus Virus HIV

Beberapa waktu lalu sebuah penelitian membuktikan bahwa pori-pori pada kondom masih lebih besar ketimbang ukuran virus HIV. Karena itu resiko tertular tentu masih ada. Karena virus HIV masih bisa keluar lewat pori-pori kondom.

Sebuah penelitian yg dilakukan oleh National Institute of Health beberapa waktu yg lalu melakukan pengujian pada kondom dengan menggunakan butiran polystyrene bercahaya yg memiliki ukuran 110 nano meter, atau sama dengan ukuran virus HIV. Butiran- butiran ini dites untuk dilewatkan pada kondom. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada bocoran- bocoran yg bisa dilalui oleh butiran tersebut pada 29 dari total 89 kondom yg mereka uji.

Apabila kebocoran tersebut memang terjadi, maka tentu seseorang bisa tertulah HIV, bila pasangan mereka mengidap HIV. Akan tetapi tetap saja, para peneliti menegaskan bahwa menggunakan kondom memberikan perlindungan sepuluh kali lebih baik ketimbang tidak menggunakannya sama sekali. Itu artinya kondom bisa mengurangi kemungkian tertularnya HIV walau tidak bisa mencegahnya 100 persen.

Akan tetapi di samping selalu menggunakan kondom, untuk mencegah HIV, kita harus memperhatiakn berbagai macam aspek. Yg pertama tentu saja berusaha untuk menghindari seks bebas, berganti- ganti pasangan seksual hingga menggunakan jarum suntik untuk narkoba.

Namun dalam beberapa kondisi tertentu, memang kondom bisa menyelamatkan seseorang. Misalnya saja bagi pasangan yg salah satunya memang diketahui mengidap HIV. Untuk pasangan yg salah satunya menghidap HIV, maka kondom bisa jadi salah satu yg baik untuk mencegah penularannya. Tentu saja, pasangan ini juga harus tetap berada dalam pantauan dokter dan rutin mengkonsumsi obat- obatan yg disediakan oleh pihak medis.

Selain itu pastikan juga selalu menggunakan kondom dengan benar dan sesuai dengan aturannya.  Pemilihan kondom yg tepat dan berkualitas bagus juga akan sangat menentukan keefektifan kondom, begitu juga dengan cara pemakaiannya.