Pernikahan Sesama Jenis Dilegalkan di Taiwan

Pernikahan sesama jenis akhirnya dilegalkan di Taiwan atas dasar pemberlakuan kesetaraan gender. Sebagaimana yang diketahui, pernikahan sesama jenis adalah isu yang sudah lama berkembang dalam masyarakat. Banyak kelompok yang pro dengan masalah LGBT tersebut, tapi tentu banyak juga yang menolak dengan berbagai macam alasan, dimulai karena hal tersebut melanggar hukum yang berlaku dalam suatu agama hingga oleh masalah susila juga beberapa kerugian lainnya yang akan diakibatkan oleh pernikahan sesama jenis ini.

Apa itu Pernikahan Sesama Jenis?

Pernikahan sesama jenis adalah pernikahan yang didasari rasa ketertarikan romantis dan atau seksual terhadap individu yang berjenis kelamin atau gender gender yang sama. Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual bersama biseksualitas dan heteroseksualias. Beberapa pakar ilmu perilaku sosial dan profesi kesehatan menyatakan bahwa perilaku ini tidak masuk dalam kategori kelainan jiwa atau menyebabkan efek psikologi negatif. Namun di dalam beberapa agama dan asosiasi psikologi memandang hal ini sebagai dosa dan kelainan.

Bagaimana Pandangan Agama tentang Pernikahan Sesama Jenis?

Di dalam agama Islam pernikahan sesama jenis mutlak telah dilarang sejak lama. Kaum homoseks telah ada sejak zaman Nabi Luth dan kaum tersebut ditimpakan azab yang pedih seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an. Sementara itu, beberapa ayat dalam Perjanjian Baru pun melarang pernikahan sesama jenis dan dianggap sebagai suatu kekejian, bahkan disebutkan bahwa kematian adalah hukuman terbaik bagi kedua pelakunya.

Hubungan/Pernikahan Sesama Jenis dalam Kacamata Kedokteran

Dalam bidang kedokteran, orientasi seksual seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti budaya, faktor emosional seseorang, hormonal dan biologis yang akan mendatangkan ancaman bagi kesehatan di antaranya adalah penularan HIV, Sifilis, Gonore atau kencing nanah, dan Hepatitis B.
Namun demikian, walau sudah ada ancaman jelas terkait hal ini,  pelarangan pernikahan sesama jenis dianggap sebagai sesuatu yang melanggar Hak Asasi Manusia sebagai hak-hak yang telah dibawa sejak lahir. Pada tahun 1996, Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis walau undang-undang yang mengatur pernikahan sesama jenis ini baru dilegalkan pada April 2001. Tahun 2003, Belgia pun menyusul Belanda dan disusul beberapa negara lainnya. Pada tanggal 24 Mei 2017 kemarin, Taiwan menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Pengadilan Konstitusional Taiwan memutuskan bahwa ketentuan sipil saat ini yang melarang pernikahan sesama jenis melanggar dua pasal konstitusi tentang menjaga martabat dan kesetaraan manusia. Kasus pelegalan pernikahan sesama jenis ini diawali oleh aktivis gay Taiwan Chi Chia-wei (58) yang menerima penolakan dari pemerintah saat pertama kali mengajukan pernikahan sesama jenisnya pada tahun 2013.

Pernikahan Sesama Jenis Legal di Taiwan
Aktivis LGBTQIA di Taiwan sudah sejak lama bekerja keras untuk hal ini dan ratusan orang bersorak di depan badan legislatif saat putusan tersebut dikeluarkan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pelegalan perinikahan sesama jenis ini karena berdasarkan survei, mayoritas warga Taiwa mendukung keputusan ini termasuk presiden Taiwan, Tsai Ing-wen yang juga merupakan pemimpin wanita pertama di Taiwan.