Pastikan Kematangan Anda Dan Pasangan Sebelum Nikah Muda

Pastikan Kematangan Anda Dan Pasangan Sebelum Nikah Muda

Pernikahan yg dilakukan oleh pasangan berusia di bawah 20 tahun bisa dianggap sebagai nikah muda. Dan belakangan pernikahan muda seolah sedang jadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal para pakar tak  menganjurkan seseorang untuk menikah di usia yg terlalu muda.

Beberapa riset membuktikan bahwa saat seseorang menikah di bawah usia 20 tahun maka akan rentan terjadi konflik terkait kematangan emosional. Bahkan para pakar menemukan fakta bahwa pasangan yg menikah mud alebih rentan bercerai ketimbang mereka yg menikah di usia lebih matang.

Karena itu sebaiknya sebelum memutuskan untuk menikah, caritaulah kematangan pasangan Anda terlebih dahulu. Seseorang yg ingin menikah seharusnya secara psikologis harus sudah independen atau mandiri. Tingkat kemandirian pertama terkait dengan emosional.

Kemandirian tipe ini diperlukan agar pasangan tak lagi bergantung pada orang tua. Jadi pasangan harusnya sudah bisa memutuskan jalan hidup mereka sendiri tanpa ikut campur orang tua dan mandiri terhadap kehidupan mereka. Sementara itu tipe kemandirian kedua adalah kemandirian secara finansial. Hal ini sangat penting lantaran berkaitan dengan kesejahteraan dalam rumah tangga di masa depan.

Akan tetapi sepertinya nikah muda belakangan seolah tengah menjadi tren. Bahkan ajakan untuk nikah muda sangat tengah viral di media sosial. Ada banyak akun yg khusus dibuat dengan tujuan mengajak para anak muda untuk tidak ragu menikah di usia muda dan menyampaikan berbagai macam manfaat apa saja yg diperoleh bila mereka menikah muda.

Akan tetapi respon yg diberikan oleh masyarakat mengenai nikah muda cukup beragam. Ada yg menyetujui, ada yg tidak dan bahkan ada yg menentang tindakan nikah muda. Bahkan belakangan muncul tagar #stopnikahmuda yg dikampanyekan oleh duta Generasi Berencana atau GenRe 2016 dan juga mahasiswa Fakultas Kesehatan.

Memang nikah muda memiliki pro dan kontra. Ada banyak manfaat dan juga banyak resiko. Salah satu resiko nyata dari nikah muda adalah dari sisi kesehatan dan juga kematangan mental dan juga finansial. Biasanya orang yg menikah di usia muda akan mendapati berbagai macam tantangan terkait dengan pengelolaan keuangan.

Kematangan Finansial Berpengaruh Penting Pada Kelangsungan Rumah Tangga

Agar seseorang bisa dan sanggup mengelola keuangan maka sangat diperlukan kematangan dalam pola pikir. Seseorang yg telah dewasa dengan seseorang yg masih muda sudah pasti akan sangat berbeda dalam cara pengaturan keuangannya.

Hal ini bukan hanya terkait pada pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan pribadi namun juga berhubungan dengan kematangan cara berpikir seseorang. Apalagi biasanya di usia muda seseorang masih akan dipenuhi oleh gejolak juga tingkat konsumsi yg cenderung tinggi.

Namun banyak orang yg percaya bahwa saat sudah menikah rezeki akan datang dengan sendirinya. Hal ini memang benar adanya, akan tetapi logika ini tak bisa dijadikan acuan dan motif menikah muda. Justru sebaiknya pasangan yg sudah menikah seharusnya lebih realistis dalam merencakan pernikahan dan niat membina rumah tangga. Termasuk mengenai masalah pengelolaan keuangan.

Tak sedikit rumah tangga yg bermasalah lantaran pengelolaan keuangan yg salah. Karena itu sebaiknya sebelum memutuskan untuk nikah muda, pastikan dulu bahwa Anda dan pasangan telah memiliki pekerjaan yg menghasilkan. Selain itu juga sangat penting untuk mengetahui kemampuan calon pasangan dalam menghasilkan uang dan bagaimana cara ia memanfaatkannya.