Mitos Makanan yang Tak Perlu dipercaya

Mitos makanan telah banyak  kita dengar selama ini.  Apalagi sekarang ini dengan semakin berkembangnya teknologi, mudah dan banyak sekali kita mendapatkan informasi tentang makanan.  Bahkan, informasi yang belum tentu kebenarannya terkadang ikut kita sebarkan.  Karena itu beberapa info tentang makanan yang salah akan kita bahas di sini.

Mitos Makanan

Mitos Makanan: Telur Itu Tidak Sehat

Benarkah telur tidak sehat?  bahkan dalam masyarakat awam, dikatakan bahwa telur menyebabkan penyakit bisulan.  Padahal itu pernyataan yang salah.  Bisul tumbuh akibat virus dan tidak ada hubungannya dengan telur.

Telur dikatakan juga sebagai penyebab meningkatnya kadar kolesterol.  Yang benar, telur banyak mengandung protein dan meningkatkan kadar kolesterol baik.  Kolesterol baik ini menyehatkan dan tidak menyebabkan penyakit jantung.  Mengkonsumsi kuning telur setiap pagi hari juga membantu menurukan berat badan secara cepat.

Mitos Makanan: Hindari Lemak Jenuh

Lemah jenuh disinyalir menyebabkan kenaikan tekanan darah dan meningkatnya kolesterol dalam tubuh.  Berdasarkan penelitian terbaru, lemak jenuh alami tidak menyebabkan meningkatnya kolesterol.  Contoh lemak jenuh alami adalah daging, santan kelapa, dan berbagai sea food.

Mitos Makanan: Banyak Konsumsi Biji-Bijian

Banyak orang percaya diet yang terbaik adalah makan biji-bijian karena biji-bijian mempunyai nilai gizi setara dengan daging tanpa khawatir dengan kolesterol dan kegemukan.

Faktanya, biji-bijian tidak mempunyai nilai gizi yang cukup untuk diet.  Bahkan nilai gizi biji-bijian kalah jauh dengan sayuran.  Beberapa biji-bijian saat ini menjadi penyebab berbagai penyakit.  Contohnya alergi, kelelahan, bloating, dan penyakit pada otak (schizopherenia dan  cerebellar ataxia) diyakini disebabkan konsumsi gluten yang berlebihan.  Gluten berasal dari biji gandum dan kita mengenalnya sebagai tepung terigu.

Mitos Makanan: Konsumsi Banyak Protein Tidak Sehat

Penelitian-penelitian memenag menyebutkan bahwa makanan yang banyak mengandung protein seperti ikan dapat mempercepat pengeluaran kalsium dari tulang.  Namun, biasanya, makanan yang kaya protein, kaya juga kalsium.  Jadi dalam jangka panjang konsumsi makanan yang kaya protein justru membantu kesehatan tulang dan mengurangi resiko terkena penyakit osteoporosis.

Banyak pula yang mengatakan protein menyebabkan gagal ginjal dan tersumbatnya saluran kemih.  Padahan penyebab utama gagal ginjal adalah diabetes dan penyakit tekanan darah tinggi.  Makanan kaya protein membantu tubuh menurunkan kadar tekanan darah tinggi.  Protein alami juga tidak akan mengendap dalam saluran kemih.

Mitos Makanan: Jangan Mengkonsumi Makanan Berlemak

Sekarang ini banyak dikonsumsi makanan rendah lemak atau low fat.  Katanya, makanan ini mengurangi resiko peningkatan tekanan darah dan kadar kololesterol dalam tubuh.  Faktanya, semua makanan yang enak pasti berlemak.  Makanan-makanan yang rendah lemak bisa jadi tinggi kalori atau banyak menggunakan pemanis buatan.  Kalori yang berlebihan dan pemanis buatan dalam tubuh akan diolah juga menjadi lemak.

Mitos Makanan: Makan Sepanjang Hari Dengan Porsi Kecil atau Sedikit-Sedikit

Makan sesering mungkin dengan porsi sedikit-sedikit dipercaya meningkatkan metabolisme tubuh manusia.  Kenyataannya, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan.  Karena secara alami, tubuh terutama alat pencernaan butuh waktu untuk mencerna makanan, menyerap, metabolisme, dan membuang sisanya.  Kalau kita justru makan sering dengan porsi kecil, pola tersebut tidak terpenuhi dan alat-alat pencernaan harus bekerja lebih keras.  Jadi, akan lebih baik bila makan 2 sampai 3 kali sehari dengan porsi cukup daripada makan sering dengan porsi sedikit.

Demikian bahasan tentang mitos makanan yang tidak benar dan sekarang tak perlu lagi anda percayai.  Semoga informasi ini bermanfaat.