Mengatasi Balita Yang Suka Memukul

Mengatasi Balita Yang Suka Memukul

Anak yg berusia di bawah lima tahun atau balita terkadang bisa menunjukkan perilaku yg sangat kasar seperti senang memukul, menggigit atau melempar orang lain. Memang, mereka hanyalah anak- anak yg kemungkinan belum tau apa yg salah dan apa yg benar. Namun begitu bukan berarti orang tua harus mengabaikan kebiasaan buruk anak ini, walau sang anak masih sangat kecil.

Kebanyakan balita memang menunjukkan perilaku agresif saat mereka tengah merasa frustasi. Keinginannya untuk melakukan sesuatu sayangnya lebih besar dari kemampuannya. Biasanya mereka melakukan tindakan agresif ini saat ingin mengomunikasikan kebutuhan dan kemauannya, namun kemampuan bicara mereka masih terbatas.

Umumnya anak yg berusia di bawah tiga tahun juga terkadang menunjukkan sikap agresif untuk melepaskan rasa marahnya, untuk mengontrol situasi atau menunjukkan kekuatannya untuk melindungi mainannya atau sesuatu yg berharga baginya.

Balita biasanya juga terkadang menganggap perilaku seperti mencubit atau memukul sebagai alat komunikasi. Walau begitu orang tua harus mengajari anak mana bentuk komunikasi yg tepat dan bisa diterima secara sosial dan mana yg tidak bisa diterima dengan baik. Terkadang gerak tubuh yg tidak tepat sejak mereka masih berusia sangat dirii akan terus berlanjut hingga mereka balita. Karena itu orang tua harus bisa memberikan pemahaman dan pengertian pada anak agar ia tau tindakannya salah.

Lantas apa yg sebaiknya dilakukan oleh orang tua bila Anak sedang marah dan menunjukkan agresifitasnya? Berikut adalah beberapa hal yg tepat dilakukan oleh orang tua bila hal ini terjadi.

Ketahui Pemicunya

Cobalah cari tau apa yg terjadi pada si kecil. Bisa jadi ia merasa lapar atau mungkin mengantuk. Atau mungkin ia merasa ketakutan dan marah. Bila Anda sudah mengetahui situasi yg dihadapi oleh sang buah hati cobalah untuk mengubah situasi tersebut dan buatlah ia merasa nyaman kembali.

Berikan Contoh Komunikasi Yang Baik

Pada saat anak menginjak usia 2 atau 3 tahun maka ia akan belajar mengenai perilaku normal dari lingkungan sekitarnya, baik orang tua atau pun orang lain yg ada di sekitarnya dan juga teman- temannya. Bila ada banyak temannya yg berperilaku agresif, batasilah waktu bermainnya dengan mereka.

Beri petunjuk alternatif berkomunikasi pada anak selain menggunakan tangannya. Berikan pengertian bahwa memukul itu tidak baik dan beritahu ia apa yg akan terjadi saat ia memukul orang lain. Tunjukkan ekspresi tak suka saay ia memuku dan sebaliknya tunjukkan wajah senang saat ia memeluk. Dengan begituanak akan belajar bahwa perilaku yg baik akan mendapatkan respon yg baik pula.

Berikan Panduan Padanya

Bila biasanya anak Anda adalah pribadi yg tenang dan tiba- tiba ia berubah jadi agresif, maka segera cari tau apa yg jadi penyebabbya. Cari tau apakah ia meniru perilaku tersebut dari kakaknya, temannya atau orang lain yg ia lihat. Dengan begitu Anda bisa segera menyingkirkan yg jadi penyebab ini dan mulai menjelaskan padanya bahwa apa yg ia lakukan adalah hal yg salah.

Apabila suatu waktu ia kedapata memukul temannya maka gunakanlah kesempatan tersebut untuk mengajarinya meminta maaf. Dan jangan pernah bosan memberi tauhnya mengenai perilaku yg sopan dan baik. Hindari juga memarahinya agar ia bisa belajar bagaimana mengendalikan perilakunya.