Kulit Gelap Memiliki Resiko Kanker Kulit Lebih Rendah

Kulit Gelap Memiliki Resiko Kanker Kulit Lebih Rendah

Propaganda yg dikembangkan oleh media dan produk kecantikan selama beberapa dekade terakhir membuat stereotype bahwa kulit putih adalah kecantikan yang hakiki. Selama bertahun- tahun, para wanita merasa cantik saat kulit mereka putih. Begitu juga dengan masyarakat yg menganggap bahwa wanita berkulit putih jauh lebih cantik ketimbang wanita berkulit gelap.

Stereotype ini seolah memberikan kesempatan pada para produsen kosmetik untuk menjual mimpi kulit putih pada para wanita di  berbagai belahan dunia, terutama di Asia. Beberapa produsen kosmetik menjanjikan bisa membuat kulit menjadi putih dalam seketika. Sementara itu klinik- klinik kecantikan memberikan berbagai macam treatment yg diyakini bisa membuat kulit seseorang putih dalam seketika.

Hal ini membuat kita lupa bahwa, cantik tidak tergantung pada warna kulit, warna rambut, warna mata atau bagaimana bentuk hidung seseorang. Karena itu seharusnya kita tak berusaha untuk mengubah diri menjadi sesuatu yg berbeda hanya karena stereotype yg ada di masyarakat.

Apalagi Indonesia adalah negara tropis, di mana sebagian besar penduduknya berkulit sawo matang hingga kuning langsat. Namun semuanya berlomba- lomba untuk memiliku kulit putih tanpa memikirkan konsekuensinya.

Sejauh ini beberapa kasus yg dilaporkan malah menyebutkan beberapa orang wanita mengalami dampak serius pada kulitnya lantaran menggunakan kosmetik dengan kandungan berbahaya atau treatment kecantikan yg menjanjikan kulit putih dalam waktu singkat. Padahal tak harus putih untuk tampil cantik dan menarik.

Sebuah penelitian yg dilakukan beberapa waktu lalu juga menunjukkan sebuah fakta mengenai keuntungan bagi para pemilik kulit sawo matang. Warna kulit khas orang Indonesia ini diketahui berasal dari melanin yg ternyata bisa melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

Orang Dengan Kulit Gelap Memiliki Kadar Melanin Lebih Tinggi

Melanin sendiri adalah pigmen pelindung alami kulit. Pada orang- orang dengan kulit cenderung gelap, jumlahnya ditemukan jauh lebih banyak. Karena itu perlu ditanamkan pada pikiran Anda bahwa kulit gelap bukan berarti tidak sehat. Pehaman yg selama ini berkembang di masyarakat sudah sangat salah.

Makin gelap warna kulit seseorang maka aka makin kuat mlanin yg dimiliki oleh kulitnya. Hal tersebut bisa meminimalisir penyakit kanker kulit. Hal tersebutlah yg membuat orang Eropa dan Amerika ingin memiliki kulit sawo matang, selain karena mereka memiliki anggapan yg berbeda dari kita.

Bila di kebanyakan negara Asia kulit putih dianggap lebih cantik, di belalahan dunia lain banyak yg ingin memiliki kulit gelap lantaran dinilai lebih eksotis. Saat wanita Asia berlomba- lomba membuat kulit mereka jadi seputih kapas, para wanita Amerika dan Eropa berusaha berjemur dan melakukan perawatan khusus agar kulit mereka jadi lebih gelap.

Orang dengan kulit putih memiliki jumlah pigmen yg lebih sedikit hingga kulitnya rentan merah dan terbakar saat terkena paparan sinar matahari. Sementra itu warna kulit yg coklat setelah orang berkulit gelap terkena sinar matahari adalah mekanisme adaptasi kulit untuk melindungi diri.

Walau memiliki resiko kanker kulit yg lebih rendah, bukan berarti orang berkulit gelap tak perlu merawat kulit mereka. Perawatan kulit agar selalu tetap sehat sangat penting untuk dilakukan secara rutin. Mulai dari membersihkan wajah, memakai pelembab hingga selalu menggunakan tabir surya saat akan beraktifitas di luar ruangan.

Ada banyak hal yg bisa merusak kulit. Mulai dari sinar matahari, polusi, radiasi alat elektronik dan juga asap rokok. Karena itu kita harus selalu merawat kulit dengan baik walau dengan cara yg sangat sederhana.

Selalu pahami, bahwa ciri kulit sehat bukanlah kulit yg berwarna putih atau kemerah- merahan. Namun kulit sehat adalah kulit yg tak memiliki luka, bersih, kenyal dan terlihat agak merah muda. Sementara itu kulit tak sehat adalah kulit yg kasar, kusam, berwarna merah atau pucat dan banyak luka, tidak kenyal dan tidak bersih. Jadi artinya, sehat atau tidak sehatnya kulit seseorang tak bisa ditentukan hanya dari warna kulitnya.