Kenali Tanda-Tanda Stress Pada Anak

Kenali Tanda-Tanda Stress Pada Anak

Taukah Anda bahwa ternyata stress tak hanya bisa menimpa orang dewasa dan remaja saja? Ternyata anak-anak pun bisa terkena stress, sama halnya seperti orang dewasa atau remaja. Sama seperti orang dewasa, stress mereka juga terjadi karena alasan yg bervariasi. Level stress mereka pun berbeda-beda.

Namun, tentu stress pada anak bisa diatasi. Sebaiknya orang tua harus lebih waspada mengenali tanda-tanda stress pada Anak. Bila diatasi lebih cepat, tentu saja imbasnya tak akan terlalu buruk bagi kesehatan mental anak.

Stress pada akan sayangnya seringkali sering tak disadari oleh para orang tua, lantaran anak- anak tak bisa menjelaskan kondisi fisiknya dengan baik dan tepat. Padahal kondisi stress pada anak juga mempengaruhi aktivitas mereka, baik psikis atau pun fisik.

Efek samping stress pada anak yg paling sering terjadi adalah anak mengalami kesulitan untuk tidur. Selain susah untuk tidur dengan nyenyak, anak- anak yg menderita stress biasanya juga kerap mengeluhkan bahwa mereka mengalami mimpi buruk. Terkadang mereka yg tak pernah ditemani tidur oleh orang tua, tiba-tiba ingin ditemani, dan kadang justru sebaliknya. Mereka tak ingin lagi tidur bersama orang tua.

Sebenarnya tak semua gangguan kecemasan menyebabkan anak akan mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Akan tetapi biasanya anak- anak yg mengalami susah tidur memiliki hormon stress atau kortisol yg lebih tinggi.

Beruntung, kecemasan dan gangguan tidur ini bisa diatasi dan dicegah. Orang tua memiliki peran yg sangat penting untuk membantu anak- anak mereka keluar dari kondisi tersebut. Hal paling sederhana yg bisa dilakukan oleh orang tua adalah meyakinkan anak, bahwa mereka akan selalu ada saat anak membutuhkan bantuan atau saat tengah merasa cemas.

Para orang tua juga harus sangat peka pada gejala- gejala stress yg dialami oleh buah hati mereka. Berikut adalah beberapa gejala stress yg sering dialami oleh anak-anak.

Berkurangnya Nafsu Makan

Ada banyak penyebab berkurangnya nafsu makan anak. Hal ini juga kerap terjadi bila anak tengah merasa kurang enak badan. Akan tetapi bila biasanya anak Anda makan dengan lahap, dan tak ada yg salah dengan kondisi fisiknya, Anda perlu mencari tau penyebab dari masalah ini. Bisa jadi anak Anda tengah mengalami stress.

Mengeluhkan Sakit Kepala atau Sakit Perut

Anak- anak pada umumnya belum bisa mendeskripsikan rasa sakit mereka dengan tepat. Pada saat mereka merasa tak nyaman dengan tubuh mereka, hal yg paling sering mereka sebut adalah sakit kepala atau sakit perut. Bila Anda tak menemukan masalah apa pun pada tubuhnya, maka bisa jadi rasa sakit yg dirasakannya muncul karena rasa stress yg membuat mereka merasa tidak nyaman.

Mengompol Saat Tidur

Tentu tak bisa disebut suatu pertanda stress bila nyatanya anak Anda memang sering mengompol saat tidur. Namun bila biasanya ia tak pernah mengompol, maka bisa jadi anak sedang merasa stress.

Rasa takut dan kecemasan juga bisa menyebabkan anak mengompol. Bisa jadi anak tiba-tiba mengompol setelah mereka dihadapkan pada situasi traumatis dalam hidupnya. Emosi yg tak seimbang pun membuat anak akhirnya kembali mengombol.

Anak Jadi Lebih Emosional dan Keras Kepala

Perubahan sikap secara tiba-tiba pada anak juga perlu diwaspadai. Perubahan sikap secara drastis tentu disebabkan oleh suatu hal yg besar dan cukup membekas di dalam diri anak. Apalagi bila biasanya anak anda bertipe penurut dan ramah.

Saat anak stress mereka cenderung tak bisa mengontrol emosi dan jadi lebih susah untuk diatur. Biasanya hal ini terjadi lantaran mereka merasakan kecemasan dan gelisah.

Tak Ingin Terlibat Dalam Kegiatan Keluarga Ataupun Sekolah

Saat anak tak ingin melibatkan diri dalam berbagai kegiatan yg biasanya sangat ia sukai, tentu ada yg salah pada diri sang anak. Karena itu orang tua harus segera mencari sumber masalah. Bila memang anak stress, maka sebaiknya orang tua segera mencari tau penyebabnya dan mengatasi stressnya.

 

Ada berbagai macam metode untuk mengatasi stress anak. Hal paling sederhana adalah dengan melibatkannya dalam rutinitas keluarga, seperti makan malam atau pun bermain dan mengobrol sebelum tidur. Hal ini terbukti bisa sedikit mengurangi rasa stress anak. Selain itu dengan melakukan berbagai kegiatan santai bersama orang tua juga bisa membuat anak merasa lebih tenang dan rileks. Jangan segan untuk berkonsulitasi pada psikolog bila gejala stress anak tak kunjung berkurang.