Julia Perez Meninggal Dunia

Julia Perez (36) atau yang akrab disapa Jupe adalah salah satu aktris, penyanyi dangdut, model, dan pelawak yang sangat terkenal di Indonesia. Tampil dengan image sexy, wanita kelahiran Jakarta, 5 Juli 1980 dengan nama lengkap Julia Rachmawati ini sudah cukup lama menghibur masyarakat Indonesia dalam dunia entertainment. Julia Perez mengawali karirnya dengan latihan sebagai sekretaris yang kemudian membuatnya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Belanda. Di sanax ia bertemu dengan Damian Perez atau Yusuf Perez yang juga merupakan seorang model. Perkenalan keduanya tak urung memberikan kesempatan baru bagi Jupe untuk tampil sebagai model dalam majalah Maxim dan FHM milik Perancis. Kesempatan yang membuatnya juga berhasil masuk nominasi 100 perempuan terseksi versi kedua majalah tersebut. Tak hanya itu, Jupe juga tampil dalam beberapa film Indonesia, di antaranya: Cinta Lokasi, Mimpi Manis, Perempuan Teraniaya, dan lain-lain.

Julia Perez kemudian terjun dalam industri musik dangdut pada bulan April 2008 dengan album pertama berjudul Kamasutra dengan “goyang blender” sebagai goyang andalan lagu tersebut. Di tahun 2009, mantan istri pesepakbola Gaston Castani ini pun sudah mulai merambah dunia bisnis di antaranya dalam bisnis batu bara dan juga restoran cepat saji. Namun, baru-baru saja, tepatnya tanggal 10 Juni 2017 atau bertepatan dengan 15 Ramadhan 1438 H, Julia Perez meninggal di RS. Dr. Cipto Mangunkusmo karena kanker mulut rahim stadium 4.

Julia Perez

 

Apa itu Kanker Mulut Rahim?

Kanker mulut rahim atau kanker serviks adalah kanker yang menggerogoti para wanita. Kanker ini adalah kanker yang hidup di leher/mulut rahim wanita yang berfungsi sebagai jalan menuju rahim dari vagina. Kanker serviks dapat menyerang wanita dari berbagai usia tapi pada umumnya pada wanita yang tergolong aktif dalam kegiatan seksual.

Gejala Kanker Serviks

Untuk tahap awal, kanker serviks tidak memiliki gejala.  Gejala umum yang terjadi adalah pendarahan pasca berhubungan seks atau setelah menopause.

Penyebab Utama Kanker Serviks

Penyebab utama kanker serviks hampir semua oleh human papillomaviru (HPV) yang merupakan kumpulan virus yang dapat menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Sebagian besar virus ini tidak berbahaya namun beberapa virus yang menyerang sel-sel rahim sehingga tidak bisa berfungsi secara normal dapat memicu kanker. Umunya, HPV ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi pemicu munculnya kanker.

Ada dunia jenis HPV yang paling berbahaya yakni HPV 16 dan HPV 18. 70% kedua virus ini adalah penyebab utama seorang wanita menderita kanker serviks. Yang perlu disadari adalah infeksi ini sering terjadi pada wanita walau tidak semua menderits kanker serviks.

Screening sebagai Pencegahan Kanker Serviks

Screening atau papa smear dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks. Screening dapat dilakukan untuk membantu mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang sedang berkembang dalam rahim dan dapat memicu munculnya kanker.

Tes ini dapat dilakukan bukan untuk mendiagnosa apakah seorang wanita menderita kanker atau tidak namun dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan dengan memonitor apakah ada sel abnormal yang sedang tumbuh dan berkembang sehingga kanker serviks dapat dicegah secara maksimal. Tes ini sangat disarankan bagi wanita berusia 25-49 tahun yang sudah aktif secara seksual agar dilakukan setial tiga tahun sekali. Sementara pada wanita rentang usia 50-64 tahun dapat dilakukan lima tahun sekali

Pengobatan Kanker Serviks

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengobatan kanker serviks. Pada tahap awal, operasi dapat dilakukan untuk mengangkat serviks pada rahim. Namun, dalam kondisi yang lebih serius, histerektomi atau pengangkatan rahim harus dilakukan.

Jika sudah memasuki tahap stadium awal maka prosedur radio terapi berdampingan dengan operasi adalah hal yang dapat dilakukan. Namun, jika pada tahap stadium lanjut maka readioterapi akan didampingi oleh kemoterapi. Beberapa penanganan dapat memberikan efek yang berkepanjangan seperti menopause dan kemandulan.